Terima kasih sudah ikut serta menjawab polling kali ini mengenai: yang BUKAN resiko penggunaan dot. Selamat kepada teman-teman yang menjawab “Semua salah” (34%) karena memang itu jawaban yang paling benar. Hasil polling juga menunjukkan bahwa masih banyak yang belum tahu bahwa resiko penggunaan dot juga menghambat perkembangan kemampuan bicara (43%). Berikut ulasan mengenai Resiko Penggunaan Dot.

Resiko penggunaan dot sebenarnya sering dibahas terutama di milis asiforbaby. Para ibu bertanya adakah dot yang menyerupai payudara ibu, supaya bayi yang mendapat ASI perah tidak menolak menyusu langsung/bingung puting. Perlu diketahui bahwa tidak ada satupun dot yang menyerupai payudara ibu. Bentuk dot yang ada saat ini memudahkan susu menetes tanpa bayi harus berusaha menghisap. Masalah muncul ketika bayi merasa harus “bekerja keras” menghisap payudara ibu agar ASI dapat keluar. Sementara bayi sudah terbiasa dengan aliran susu dari dot. Bayi biasanya akan kesal dan menolak untuk menyusu langsung. Beberapa akibat juga mempengaruhi si ibu sendiri seperti payudara bengkak dan berkurangnya ASI. Pada sebagian bayi memang tidak tampak bingung puting, namun harus disadari bahwa setiap bayi berbeda. Ada bayi yang setelah beberapa waktu menggunakan dot baru terkena bingung puting, namun ada juga yang langsung terkena dampaknya.

Dot itu sendiri tidak dapat dikatakan higienis sedangkan higienitas adalah hal mutlak bagi bayi karena sistem imunnya yang belum matang. Perlu diingat bahwa bakteri mudah berkembangbiak pada kondisi hangat. Setiap kali habis dipakai dot harus langsung dibersihkan. Bila dot berada dalam kondisi terbuka terlalu lama ataupun terjatuh juga harus segera disingkirkan. Belum lagi sisa lemak yang menempel di sela-sela dot yang sulit untuk dibersihkan. Jika hal-hal ini diabaikan dapat mengakibatkan muntah, diare, kolik dan sebagainya.

Penggunaan dot mempengaruhi bentuk kesehatan gigi-geligi dan otot area mulut. Penggunaan dot dalam jangka panjang dapat merusak gigi anak (karies). Sebuah penelitian* menemukan bahwa anak ASI yang tidak pernah mengenal dot (dan empeng) akan tumbuh dengan memiliki wajah yang lebih proporsional. Bentuk gigi-geliginya lebih sempurna dibanding bayi yang mengenal dot.

Menyusu langsung pada payudara bukan hanya untuk membuat bayi kenyang saja. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang kompleks, melibatkan seluruh otot yang berada di sekitar mulut dan rahang. Mulut bayi harus bekerja keras untuk mendapatkan ASI. Sebaliknya pemberian ASI (dan pengganti ASI) melalui dot tidak merangsang bayi untuk belajar dan bekerja menghisap. Akibatnya, kekuatan otot-otot tersebut melemah, sehingga kemampuan bicara menjadi terhambat.. Kurang lebih sama perbandingannya seorang penari yang otot-ototnya lentur karena sering berlatih dengan yang jarang atau malas berlatih ☺

Demikian ulasan polling kali ini, semoga membuat teman-teman lebih mengerti dan memilih untuk memberikan ASIP dengan media lain selain dot.

Bahan: Counseling the Nursing Mother:A Lactation Consultant’s Guide / Judith Lauwers, Anna Swisher. – 4th ed. , page 292., Jones and Bartlett Publishers, 2005. http://www.askdrsears.com/html/2/T022400.asp http://www.mother-2-mother.com/nippleconfusiontruth.htm http://www.sofeminine.co.uk/mag/mother/d2312/c58493.html http://www.ninemonths.com.au/bottle-feeding/ *http://www.brianpalmerdds.com/pdf/section_B.pdf


Terdapat pada kategori Jajak pendapat pada 06 May 2011

Informasi Lainnya

Workshop Ustaz dan Ustazah AIMI di Palu

Slide Kalender 2019 Kalbar

Newsletter Form

Jakarta-TBWA The Eatery Project

Jogja: Kelas EdukASI Menyusui 2