<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>AIMI - Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia &#187; WBW</title>
	<atom:link href="http://aimi-asi.org/tag/wbw/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://aimi-asi.org</link>
	<description>Menyusui: Anak Sehat, Keluarga Bahagia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 14 May 2012 04:40:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Tema WBW 2010 &#8220;Menyusui: Hanya 10 Langkah! Sayang Bayi&#8221;</title>
		<link>http://aimi-asi.org/2010/02/tema-wbw-2010-menyusui-hanya-10-langkah-sayang-bayi/</link>
		<comments>http://aimi-asi.org/2010/02/tema-wbw-2010-menyusui-hanya-10-langkah-sayang-bayi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Feb 2010 18:30:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Erfi Nizar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[10 langkah]]></category>
		<category><![CDATA[features]]></category>
		<category><![CDATA[WBW]]></category>
		<category><![CDATA[wbw 2010]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aimi-asi.org/?p=524</guid>
		<description><![CDATA[Tema dari World Breastfeeding Week tahun ini adalah 'Breastfeeding: Just 10 Steps! The Baby-friendly Way' atau dalam bahasa Indonesia bisa diartikan, 'Menyusui: Hanya 10 Langkah! Sayang Bayi' Apakah maksud dari tema ini? Silahkan baca dan unduh kalendar WBW 2010.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><small>diterjemahkan dari website <a href="http://www.worldbreastfeedingweek.org/">world breastfeeding week</a>.</small></p>
<p>Rasional:</p>
<ul>
<img src="http://aimi-asi.org/wp/wp-content/uploads/2010/02/logo-wbw-2010-300x236.jpg" alt="logo-wbw-2010" title="logo-wbw-2010" width="300" height="236" class="alignright size-medium wp-image-528" />
<li>Fasilitas perawatan kesehatan memainkan peranan penting dalam pembentukan kegiatan menyusui.</li>
<li>Sepuluh langkah untuk Keberhasilan Menyusui menyediakan jalur yang mendukung para ibu untuk mencapai keberhasilan menyusui dan memberikan pelatihan menyusui bagi tenaga kesehatan di kolompok pendukung ASI.</li>
<li>Pekan ASI Sedunia tahun ini memperingati ulang tahun yang ke-20 dari Deklarasi Innocenti yang menyerukan pengimplementasian dari Sepuluh Langkah di semua fasilitas bersalin.</li>
<li>Selama 20 tahun ini, lebih dari 20,000 fasilitas bersalin, atau lebih kurang 28% dari fasilitas bersalin di dunia, telah mengimplementasikan Sepuluh Langkah ini dan telah disahkan oleh <em>Baby-friendly Hopital Initiative (BFHI)</em></li>
<li>Sepanjang masa ini, angka keberhasilan dari pemberian ASI Eksklusif meningkat tajam.</li>
<li>Tetapi, dengan berkurangnya program BFHI di seluruh dunia, kurangnya pelatihan, dan melemahnya kepatuhan terhadap Sepuluh Langkah dalam mengakreditasi fasilitas bersalin menjadi faktor yang menyebabkan bertahannya atau berkurangnya angka keberhasilan ASI Eksklusif dibanyak tempat.</li>
<li>Kini saatnya untuk meninjau kembali pendekatan ini dan memastikan kemana kita harus bergerak dari sini.</li>
</ul>
<p>Tujuan:</p>
<ul>
<li>Untuk menaikkan perhatian pada kontribusi 10 Langkah menuju ASI Eksklusif</li>
<li>Untuk menyegarkan kegiatan dalam sistem kesehatan, dan diantara pekerja kesehatan dan masyarakat untuk mendukung para ibu agar berhasil mencapai tujuan menyusui.</li>
<li>Untuk memberitahukan pada semua orang bahwa perlindungan, promosi dan dukungan untuk kegiatan menyusui ada hak seorang ibu, hak seorang anak dan hak asasi manusia.</li>
<li>Untuk memudahkan para perempuan dan siapapun yang peduli akan hak manusia untuk berjuang agar mendapatkan pelayanan kesehatan yang mendukung kegiatan menyusui.</li>
<li>Untuk memastikan bahwa tenaga kesehatan yang merawat ibu dan bayi cukup terlatih untuk memberikan konseling dan dukungan yang optimal terhadap pemberian makanan pada bayi.</li>
</ul>
<p><a href="http://aimi-asi.org/wp/wp-content/files/wbw/english_2010calendar.pdf">Kalendar WBW 2010 (english)</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aimi-asi.org/2010/02/tema-wbw-2010-menyusui-hanya-10-langkah-sayang-bayi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>AIMI Dari Lokal Menuju Internasional</title>
		<link>http://aimi-asi.org/2009/12/aimi-dari-lokal-menuju-internasional/</link>
		<comments>http://aimi-asi.org/2009/12/aimi-dari-lokal-menuju-internasional/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Dec 2009 14:17:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sisca Baroto-Utomo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[depkes]]></category>
		<category><![CDATA[emergency response]]></category>
		<category><![CDATA[features]]></category>
		<category><![CDATA[gempa]]></category>
		<category><![CDATA[IMBEX]]></category>
		<category><![CDATA[Press Release]]></category>
		<category><![CDATA[selasi]]></category>
		<category><![CDATA[Seputar AIMI]]></category>
		<category><![CDATA[Siaran Pers]]></category>
		<category><![CDATA[situ gintung]]></category>
		<category><![CDATA[WBW]]></category>
		<category><![CDATA[wbw 2009]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aimi-asi.org/?p=507</guid>
		<description><![CDATA[Akhir tahun semakin dekat, maka saatnya AIMI merangkum kegiatan-kegiatannya selama tahun 2009. Di tahun ini AIMI telah melakukan banyak hal. Bukan hanya ditingkat lokal dan nasional, tapi sudah melangkah ke tingkat internasional. Berikut berita lengkapnya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>AIMI, Jakarta (21/12): Tahun 2009 ini Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) telah melakukan banyak hal. Mulai dari tingkat lokal, nasional, bahkan sudah melangkah menuju dunia internasional.</p>
<p>“Agenda yang sudah dilaksanakan oleh AIMI tahun 2009 ini cukup banyak, mulai dari kegiatan untuk komunitas sendiri, untuk negara ini, bahkan dua di antaranya adalah event internasional. Begitu juga dengan 3 kali kegiatan tanggap darurat yang dilaksanakan AIMI pada tahun ini. Bagi organisasi yang masih seumur jagung, hal ini merupakan suatu kebanggaan bagi kami, karena apa yang kami lakukan diakui dan dirasakan manfaatnya,” kata Mia Sutanto – Ketua AIMI. Dukungan yang diberikan masyarakat pun dirasakan terus mengalir, salah satunya dari penggalangan dana yang dilakukan AIMI untuk kegiatan social selalu mencapai jutaan rupiah.</p>
<p>Tak jauh beda dengan dari organisasi kesehatan. Tercatat pada tahun 2009, AIMI memperoleh penghargaan dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pada 14 Juni 2009 atas perhatian dan dedikasi yang begitu besar terhadap kesehatan dan kesejahteraan anak Indonesia, khususnya di bidang pemberian ASI eksklusif.</p>
<p>Konsistensi AIMI untuk dalam menciptakan lingkungan dan masyarakat yang breastfeeding-friendly, menggerakkan AIMI bersama gabungan lembaga dan masyarakat peduli ASI  untuk membuat Pernyataan Bersama (PB) menolak RUU Kesehatan. Hal mendasar yang ditolak yaitu terkait dengan adanya kata-kata &#8220;Susu Formula&#8221; dalam pasal pemberian ASI. PB tersebut disampaikan ke pemerintah, legislative dan masyarakat melalui Press Conference pada 20 Agustus 2009. Pernyataan ini kemudian ditindaklanjuti dengan bertemu para wakil rakyat Komisi IX DPR. Hasil dari pertemuan dalam UU no. 36/2009 tentang Kesehatan, menghapuskan kata &#8220;Susu Formula&#8221; serta memunculkan pasal sanksi bagi semua pihak yang menghalangi pemberian ASI.</p>
<p><strong>Rangkaian kegiatan AIMI</strong></p>
<p>Tahun 2009 ini kegiatan AIMI diawali dengan pembentukan AIMI cabang Semarang, dengan ditandai dilaksanakannya Kelas EdukASI AIMI pada 21 Desember 2008 di Rumah Bersalin (RB) Ibu Semarang dengan topic Breastfeeding Basic. AIMI Semarang saat ini sudah sangat aktif dalam melakukan kegiatan konseling, mengedukasi masyarakat tentang manfaat ASI melalui ekspos di media serta rutin mengadakan Kelas Edukasi dengan bekerjasama dengan fasilitas kesehatan setempat.</p>
<p>Dalam rangka memperingati hari jadinya yang ke-2 pada tanggal 21 April 2009, AIMI menyelenggarakan workshop Hypnobreastfeeding dengan tema “<strong>Afirmasi Positif untuk Meningkatkan Kuantitas dan Kualitas ASI</strong>”. Salah satu tujuan diadakannya workshop ini adalah untuk memperkenalkan teknik relaksasi terbaru, sehingga dapat membantu para ibu menyusui untuk memaksimalkan kuantitas dan kualitas ASI-nya. Kegiatan yang dilaksanakan di Jakarta, pada hari Minggu, 19 April 2009 bertempat di Anahata Wellness Center fX Lifestyle X&#8217;nter lt f5, jl Jend. Sudirman, Jakarta mampu menyedot banyak peminat, terbukti dengan dibukanya 2 kelas untuk menampung seluruh peminat. Lanny Kuswandi, seorang pakar Hypnotherapy, di daulat untuk memandu sekitar 100 ibu menyusui dalam workshop tersebut.</p>
<p>Pada Agustus 2009, AIMI berpartisipasi dalam peringatan World breastfeeding Week (WBW), dengan mengadakan Seminar ASI yang mendatangkan seorang pakar ASI Internasional, Jack Newman, MD, FRCPC. Seminar ini mengambil tema “<strong>Numbers on Demand</strong>”, dimana disampaikan oleh Dr. Jack Newman bahwa hal terpenting dalam memberikan ASI pada bayi bukan pada seberapa banyak (berapa kali, berapa mili, dll), tapi jumlah yang sesuai dengan yang diminta/diinginkan oleh bayinya. Dr. Jack Newman juga menegaskan setiap bayi adalah unik, oleh karena itu jumlah yang diminta/diinginkan oleh bayi akan berbeda satu dan lainnya.</p>
<p>Masih dalam rangka peringatan WBW 2009, AIMI menyelenggarakan Breastfeeding Fair (BF) di Dharmawangsa Square Jakarta, 6-10 Agustus 2009. Dalam Breastfeeding fair ini selain <strong>bazaar</strong>, AIMI juga menggelar mini talkshow : <strong>Sharing &#038; Caring</strong> setiap hari selama BF berlangsung. Dalam sharing &#038; Caring ini AIMI mendatangkan narasumber public figure yang peduli ASI serta para pakar di bidang kesehatan – khususnya ASI, untuk mengupas berbagai hal seputar menyusui. Mulai dari cara Jitu pancing ASI dengan hypnobreastfeeding: “<strong>Affirmasi Positif melancarkan ASI</strong>” bersama Lanny Kuswandi. Trik menyajikan: “<strong>MPASI Berkualitas</strong>” bersama Wied Harry Apriadji. Untuk mewadahi keinginan ibu yang Ingin segera langsing tapi tetap menyusui? Maka, tema di hari ketiga: “<strong>Langsing &#038; ASI berlimpah dengan Pilates</strong>” bersama Svarga Pilates. Ibu ASI Indonesia akan berbagi kisah keajaiban-keajaiban ASI: “<strong>The Miracle of ASI</strong>” bersama dr. Utami Roesli, Sp.A, MBA, IBCLC &#038; Artika Sari Devi. Dan di hari terakhir: “<strong>Bahaya penggunaan susu formula yang tidak tepat</strong>” bersama dr. Asti Praborini &#038; Nola AB Three.</p>
<p>Pada 12 November 2009, AIMI diundang Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) cabang Tarakan – Kalimantan dalam seminar ASI dengan pembicara ketua AIMI, Mia Sutanto serta dr. Utami Roesli, SpA, MBA, IBCLCL, FABM. Acara tersebut dihadiri 250 orang serta diliput media setempat</p>
<p>Di penghujung tahun 2009, AIMI menjadi local partner Panorama untuk mengadakan kegiatan <strong>IMBEX</strong> (Indonesia Maternity and Baby Expo) 2009. Acara ini diadakan selama 3 hari,  20-22 November 2009 di Asembly Hall, JCC, Jakarta. Dalam kesempatan ini AIMI berpartisipasi mengisi bazaar, mengadakan talkshow dan mini Kelas Edukasi ASI serta membuka konsultasi/konseling menyusui pada stand-nya.</p>
<p><strong>Tanggap bencana</strong></p>
<p>Pada April 2009, ketika bencana Situ Gintung – Tangerang terjadi, AIMI membuka posko bantuan berupa dapur umum. Posko yang didirikan 2-5 April 2009 ini bertujuan untuk meringankan beban korban bencana Situ Gintung. AIMI yang memberikan perhatian khusus pada kesehatan serta gizi bayi dan balita memberikan bantuan berupa pemberian MPASI sehat untuk bayi dan balita di daerah tersebut, serta memberikan makanan lengkap gizi untuk ibu menyusui. Misi yang ingin dicapai dalam kegiatan ini adalah mensosialisasikan untuk mengutamakan pemberian ASI dan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) sehat bagi bayi dan balita dalam keadaan darurat, serta memberikan dukungan bagi ibu menyusui untuk tetap menyusui anaknya dalam kondisi seperti ini. Pihak yang telibat dalam posko ini terdiri dari pengurus AIMI, relawan peduli ASI, guru dan orang tua murid PAUD Strawberry serta ComDev MDS – Jakarta.</p>
<p>Ketika untuk ke-2 kalinya bencana gempa bumi terjadi di bumi Indonesia, tepatnya di Tasikmalaya, selama kurang lebih 1 minggu, yaitu 16-22 September 2009, Konselor Laktasi AIMI dibawah koordinasi World Vision Indonesia (WVI) terjun langsung ke daerah bencana untuk memberikan bantuan konseling untuk membantu ibu menyusui untuk tetap menyusui bayinya, serta memberikan perlengkapan yang diperlukan ibu dan bayi.</p>
<p>Pada tanggal 30 September dan 1 Oktober saat gempa melanda bumi Sumatera, AIMI mengadakan penggalangan dana dari anggota AIMI, anggota milis asiforbaby@yahoogroups.com maupun dari masyarakat umum. Sebagai upaya dan wujud solidaritas kemanusiaan AIMI, dibentuklah tim Laktasi Siaga Bencana (LSB) yang bertujuan untuk memberikan bantuan langsung pada korban bencana di Padang. Tim LSB I yang terdiri dari konselor laktasi AIMI berada di Padang 2-9 Oktober 2009, turun langsung ke daerah bencana untuk melakukan penyuluhan, konseling serta pendataan pemberian ASI pada situasi bencana. Kegiatan yang dilakukan oleh tim LSB 1 lebih diutamakan kepada pencegahan penggunaan susu formula atau MPASI instan terhadap bayi dibawah dua tahun (baduta), karena keterbatasan sanitasi (air bersih sulit di dapat, dll), sehingga pemberian susu formula dan MPASI instan akan memperkeruh keadaan karena dapat mengakibatkan bencana lain, yaitu diare sampai kematian pada baduta.</p>
<p>Tim LSB II berada di padang pada 20-24 Oktober 2009. Dengan bantuan dari ACT untuk penentuan lokasi, diprioritaskan daerah Nagari VII Koto, Kab. Pariaman, sebagai daerah bencana yang diatasi sebagai lanjutan kegiatan dari Tim I. Bentuk kegiatan yang dilakukan berupa penyuluhan ASI &#038; MPASI.</p>
<p>Kedatangan Tim LSB I dan II, dirasakan sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya dalam menyadarkan masyarakat akan kualitas dan komposisi ASI yang tidak tertandingi oleh susu apapun. Demikian pula dengan manfaat pengelolaan MP-ASI sehat yang jauh lebih bergizi dibandingkan dengan MP-ASI (termasuk di dalamnya bubur) instan. Pengetahuan ini sedikit banyak mempengaruhi masyarakat setempat untuk tetap mengutamakan pemberian ASI dibandingkan susu formula pada baduta serta memberikan MP-ASI sehat dibandingkan MP-ASI instan. Banyak pihak berharap kegiatan ini dapat dilanjutkan dalam bentuk pelatihan</p>
<h3>Berperan di Internasional</h3>
<p><strong>World Breastfeeding Trends Initiative (WBTi)</strong></p>
<p>AIMI ditunjuk oleh International Baby Food Action Network (IBFAN) Asia untuk mengerjakan report yg berisikan kondisi dan status pemberian ASI di Indonesia pada Agustus 2008, setelah mengikuti seminar di Thailand.</p>
<p>Ada 12 indikator penting yang menjadi kunci pertanyaan dari WBTi ini, diantaranya data besaran bayi yang mendapatkan ASI, berapa jumlah RS sayang ibu dan bayi &#8211; yang sedihnya di Indonesia sampai saat ini tidak ada, Undang-undang dan peraturan yang mendukung ASI sampai ke prosedur pemberian ASI pada ibu yang menderita HIV/AIDS.</p>
<p>AIMI bekerjasama dengan Sentra Laktasi Indonesia (Selasi), Perinasia dan Departemen Kesehatan RI telah mengumpulkan data-data terkait WBTi ini pada Februari 2009 dan dikirim kembali ke IBFAN Asia dan telah di-publish di web mereka pada Agustus 2009 lalu.</p>
<p>Tujuan adanya data-data ini adalah sebagai perangkat untuk mendorong pemerintah agar terus memperhatikan kondisi pemberian ASI di negara kita yang ternyata berdasarkan laporan WBTi ini kondisinya cukup memprihatinkan.</p>
<p>Untuk melihat lebih jelas kondisi menyusui di Indonesia dan negara-negara lain di dunia bisa dilihat di: <a href="http://www.worldbreastfeedingtrends.org/">www.worldbreastfeedingtrends.org</a></p>
<p><strong>Konferensi One Asia Breastfeeding Partners Forum 6 di Colombo, Srilanka</strong></p>
<p>Pada tanggal 18-21 November 2009, AIMI sebagai satu-satunya perwakilan dari Indonesia diundang dalam konferensi One Asia Breastfeeding Partners Forum 6 di Colombo, Srilanka. Konferensi yang dihadiri oleh 17 negara ini mengangkat tema &#8220;<strong>Breastfeeding in Emergencies: Challenges and Solutions</strong>&#8220;. AIMI mempresentasikan kegiatan <strong>emergency response</strong> untuk Sumbar serta laporan WBTi. Hasil dari konferensi Colombo adalah Colombo Declaration yang rencananya akan dikirimkan ke media pada awal 2010. Tahun 2010 rencananya AIMI akan menjadi host untuk konferensi One Asia Breastfeeding Partners Forum 7 yang akan diselenggarakan di Indonesia. **</p>
<p>***</p>
<p>Fact Sheet AIMI :</p>
<p>AIMI terbentuk dari kepedulian beberapa ibu mengenai pentingnya pemberian ASI untuk bayi secara eksklusif selama 6 bulan dan dilanjutkan hingga 2 tahun atau lebih. Saat ini dukungan untuk ibu yang memberikan ASI kepada bayinya dirasakan kurang, baik itu perhatian dan dukungan dari pemerintah, masyarakat umum dan instansi swasta.</p>
<p>Berbagai kegiatan telah dilakukan AIMI untuk menyosialisasikan ASI, antara lain kegiatan regular kelas edukasi AIMI dengan tema seputar ASI dan MP-ASI Sehat untuk Bayi, AIMI Goes to Office yaitu sosialisasi mengenai ASI yang dilakukan di kantor-kantor, Pemberian penghargaan kepada perusahaan mendukung pemberian ASI, konsultasi laktasi, dan kegiatan lainnya.</p>
<p>*** </p>
<p>Contact Person AIMI:<br />
Mia Sutanto, Ketua<br />
mia.sutanto@aimi-asi.org<br />
HP: 081510002584 </p>
<p>Sisca Baroto-Utomo, Media Relations<br />
sisca@aimi-asi.org<br />
HP : 0818765021</p>
<p>Sekretariat:<br />
Graha MDS Lt. 1<br />
Pusat Niaga Mas Fatmawati Blok B1/34<br />
Jln. RS Fatmawati No. 39 Jakarta<br />
Telpon : 021-72790165 Fax: 021-72790166<br />
www.aimi-asi.org</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aimi-asi.org/2009/12/aimi-dari-lokal-menuju-internasional/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penjalesan Tambahan Atas Inspiratorial ASI Tanggal 6 Agustus 2009</title>
		<link>http://aimi-asi.org/2009/08/penjalesan-tambahan-atas-inspiratorial-asi/</link>
		<comments>http://aimi-asi.org/2009/08/penjalesan-tambahan-atas-inspiratorial-asi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Aug 2009 14:34:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sisca Baroto-Utomo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[ASI]]></category>
		<category><![CDATA[ASI Eksklusif]]></category>
		<category><![CDATA[features]]></category>
		<category><![CDATA[Pekan ASI 2009]]></category>
		<category><![CDATA[Pekan ASI Sedunia]]></category>
		<category><![CDATA[Press Release]]></category>
		<category><![CDATA[Siaran Pers]]></category>
		<category><![CDATA[WBW]]></category>
		<category><![CDATA[wbw 2009]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aimi-asi.org/?p=465</guid>
		<description><![CDATA[AIMI mengeluarkan penjelasan tambahan atas dipakainya press release / siaran pers AIMI pada Insiratorial "Segala Kebaikan ASI" di harian Kompas pada hari Kamis, 6 Agustus 2009 lalu.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta, 6 Agustus 2009</p>
<p><strong>PENJELASAN TAMBAHAN ATAS INSPIRATORIAL ASI TANGGAL 6 AGUSTUS 2009</strong></p>
<p>Terimakasih atas dimuatnya informasi dari AIMI dalam Inspiratorial &#8220;Segala Kebaikan ASI&#8221; pada hari Kamis, 6 Agustus 2009 kemarin.</p>
<p>Kami, Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) sebagai salah satu narasumber informasi yang digunakan oleh Harian Kompas ingin memberikan penjelasan tambahan sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>Bahwa AIMI adalah organisasi Nirlaba yang memiliki visi dan misi untuk mendukung ibu-ibu di Indonesia agar sukses menyusui, merupakan <strong>organisasi independen yang tidak pernah mendukung atau didukung (dalam bentuk sponsorship apapun) oleh produsen susu ibu hamil/produsen susu formula bayi manapun</strong>. Oleh karena itu, AIMI dalam seluruh kapasitasnya sebagai organisasi yang sangat peduli dengan pemberian ASI, tidak pernah memberikan dukungan apapun pada Kalbe Farma sebagai produsen susu Prenagen, dan sebaliknya.</li>
<li>Bahwa informasi yang diberikan oleh AIMI dalam Inspiratorial &#8220;Segala Kebaikan ASI&#8221; pada hari Kamis, 6 Agustus 2009 adalah bagian dari press release kami yang memang kami kirimkan ke berbagai media cetak dan elektronik, murni untuk memberikan sosialisasi yang luas kepada seluruh masyarakat Indonesia tentang manfaat pemberian ASI untuk bayi secara eksklusif selama 6 bulan dan dilanjutkan sampai dengan umur 2 tahun atau lebih.</li>
<li>Bahwa advertorial yang dimuat oleh Kalbe Farma dalam Inspiratorial &#8220;Segala Kebaikan ASI&#8221; tidak ada kaitan maupun kerjasama dengan AIMI dalam bentuk apapun.</li>
</ul>
<p>Terimakasih,</p>
<p><strong>Mia Sutanto</strong><br />
Ketua<br />
Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI)<br />
Email: mia.sutanto@aimi-asi.org<br />
Tlp: +6281510002584</p>
<p>*************** </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aimi-asi.org/2009/08/penjalesan-tambahan-atas-inspiratorial-asi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tema WBW 2009 &#8220;Menyusui: Tanggapan Penting atas Keadaan Darurat. Apakah Anda Siap?&#8221;</title>
		<link>http://aimi-asi.org/2009/03/tema-wbw-2009/</link>
		<comments>http://aimi-asi.org/2009/03/tema-wbw-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Mar 2009 16:30:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Erfi Nizar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[WBW]]></category>
		<category><![CDATA[wbw 2009]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aimi-asi.org/?p=234</guid>
		<description><![CDATA[Tema dari World Breastfeeding Week tahun ini adalah 'Breastfeeding: A Vital Emergency Response. Are You Ready?' atau dalam bahasa Indonesia bisa diartikan, 'Menyusui: Tanggapan Penting atas Keadaan Darurat. Apakah Anda Siap?' Apakah maksud dari tema ini? Silahkan baca dan unduh kalendar WBW 2009.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><small>diterjemahkan dari website <a href="http://www.worldbreastfeedingweek.org/">world breastfeeding week</a>.</small></p>
<p><strong>Tujuan dari <em>World Breastfeeding Week</em> 2009</strong><br />
<img src="http://aimi-asi.org/wp/wp-content/uploads/2009/03/logo-wbw-2009.jpg" alt="Logo WBW 2009" title="logo-wbw-2009" width="270" height="270" class="alignright size-full wp-image-236" /></p>
<ul>
<li>Untuk menarik perhatian terhadap peran penting dari menyusui dalam keadaan darurat di seluruh dunia.</li>
<li>Untuk menekankan perlunya perlindungan dan dukungan aktif dari menyusui sebelum dan selama keadaan darurat.</li>
<li>Untuk memberi informasi kepada ibu, advokat menyusui, masyarakat, ahli kesehatan, pemerintah, lembaga donor, donor, dan media tentang bagaimana mereka dapat secara aktif mendukung menyusui sebelum dan selama keadaan darurat.</li>
<li>Untuk memulai tindakan dan memelihara jaringan dan kolaborasi antara mereka yang mempunyai kemampuan menyusui dan mereka yang terlibat dalam menanggapi keadaan darurat.</li>
</ul>
<p><strong>Rasional</strong></p>
<ul>
<li>Anak-anak dalam keadaan paling rentan pada waktu keadaan darurat &#8211; kematian anak dapat melonjak dari 2 sampai 70 kali lebih tinggi dari rata-rata karena diare, penyakit pernapasan dan gizi buruk.</li>
<li>Menyusui adalah intervensi dalam penyelamatan hidup dan perlindungan merupakan hal lebih utama untuk bayi. Bahkan dalam keadaan tidak daruratpun, bayi di bawah usia 2 bulan yang tidak diberi ASI enam kali lebih mungkin untuk meninggal.</li>
<li>Keadaan darurat dapat terjadi di manapun di dunia. Darurat menghancurkan apa yang &#8216;normal’, meninggalkan perawat berjuang untuk menangani, dan bayi rentan terhadap penyakit dan kematian.</li>
<li>Dalam keadaan darurat, ibu-ibu memerlukan dukungan aktif untuk melanjutkan atau memulai kegiatan menyusui.</li>
<li>Kesiapan dalam menghadapi keadaan darurat sangat penting. Mendukung kegiatan menyusui dalam keadaan normal akan memperkuat kapasitas ibu dalam menghadapi keadaan darurat.</li>
</ul>
<p><a href="http://aimi-asi.org/wp/wp-content/files/wbw/english_2009calendar.pdf">Kalendar WBW 2009</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aimi-asi.org/2009/03/tema-wbw-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Siaran Pers : AIMI Gelar Acara “Menyusui Serentak Ibu Indonesia” 2 Agustus 2008</title>
		<link>http://aimi-asi.org/2008/07/siaran-pers-aimi-gelar-acara-%e2%80%9cmenyusui-serentak-ibu-indonesia%e2%80%9d-2-agustus-2008/</link>
		<comments>http://aimi-asi.org/2008/07/siaran-pers-aimi-gelar-acara-%e2%80%9cmenyusui-serentak-ibu-indonesia%e2%80%9d-2-agustus-2008/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Jul 2008 03:47:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yuyuk Andriati</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Menyusui Serentak]]></category>
		<category><![CDATA[Pekan ASI Sedunia]]></category>
		<category><![CDATA[Siaran Pers]]></category>
		<category><![CDATA[WBW]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aimi-asi.org/?p=102</guid>
		<description><![CDATA[Siaran pers AIMI mengenai acara yang akan diadakan oleh AIMI, "Menyusui Serentak Ibu Indonesia", pada tanggal 2 Agustus 2008. Acara ini digelar dalam rangka menyambut Pekan ASI Sedunia yang selalu digelar pada setiap bulan Agustus.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>JAKARTA (14/7) &#8211;  Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) mengadakan acara “Menyusui Serentak Ibu Indonesia” yang akan diselenggarakan pada Sabtu, 2 Agustus 2008. Acara ini merupakan acara puncak dalam rangka Pekan ASI Sedunia yang selalu diadakan setiap bulan Agustus.</p>
<p>Acara ini akan diadakan di Auditorium Gelanggang Remaja Bulungan pada 2 Agustus 2008 jam 9-13 WIB dan rencananya akan diikuti oleh 200 ibu yang masih menyusui anaknya. Wakil Ketua AIMI Nia Umar mengatakan, selain memperingati Pekan ASI Sedunia, acara ini juga merupakan wujud dukungan positif yang diberikan kepada ibu-ibu yang terus berjuang untuk menyusui bayinya secara eksklusif 6 bulan hingga 2 tahun atau lebih.<span id="more-102"></span></p>
<p>“Tema Pekan ASI Sedunia tahun 2008 ini adalah Mother Support : Going for The Gold yang bisa kita artikan dukungan kepada ibu untuk memberikan yang terbaik kepada anaknya, yaitu ASI,” tambahnya.</p>
<p>AIMI sebagai satu-satunya organisasi yang beranggotakan ibu-ibu yang memiliki visi dan misi untuk mendukung ibu-ibu lainnya agar sukses menyusui, tentu saja tidak melewatkan moment khusus ini untuk lebih menyosialisasikan ASI lebih luas.</p>
<p>Acara Menyusui Serentak Ibu Indonesia ini terbuka untuk umum. Persyaratan peserta adalah :  Ibu yang masih menyusui (baik bayi maupun toddler), peserta dibatasi hingga 200 orang, selama acara DILARANG memperlihatkan dot dan botol susu serta isinya. Pendaftaran bisa dilakukan melalui sms di nomor 08111-9090-60 dengan Putri Tambunan atau melalui email di <a href="mailto:daftar-event@aimi-asi.org">daftar-event@aimi-asi.org</a>. Pendaftaran berakhir tanggal 30 Juli 2008 oukul 18.00 WIB. Biaya pendaftaran Rp 25 ribu dan setiap ibu menyusui yang ikut acara ini akan mendapatkan apron menyusui dan sertifikat.</p>
<p>Di acara ini nanti selain menyusui serentak, juga digelar talkshow mengenai Dukungan kepada Ibu untuk Memberikan yang Terbaik, bersama dr. Utami Roesli, Sp.A, MBA., IBCLC serta bintang tamu artis Tiara Lestari dan Tompi, Hiburan oleh Tompi dan tak ketinggalan bazaar kebutuhan ibu dan anak serta door prize menarik.</p>
<p><strong> Tema Pekan ASI Sedunia 2008</strong></p>
<p>Pekan ASI Sedunia tahun ini mengangkat tema “Mother Support : Going for The Gold”. Tema ini diangkat oleh Dewan World Breastfeeding Week karena Pekan ASI Dunia tahun ini bersamaan dengan pelaksanaan Olimpiade dan dengan semangat olimpiade itu, bagi seorang ibu untuk bisa mendapatkan &#8216;medali emas&#8217;nya dalam menyusui perlu dukungan banyak pihak.<br />
AIMI salah satunya hadir memberikan dukungan tersebut dalam serangkaian acara yang sudah mulai digelar dari awal tahun ini mulai dari sharing&amp;caring sampai pertemuan AIMI di beberapa daerah seperti: Surabaya, Bogor, Semarang, Jogja, Tangerang, Depok dan Bandung. ****</p>
<p><strong>Fact Sheet  AIMI :</strong><br />
AIMI terbentuk dari kepedulian beberapa ibu mengenai pentingnya pemberian ASI untuk bayi secara eksklusif selama 6 bulan dan dilanjutkan hingga 2 tahun atau lebih. Saat ini dukungan untuk ibu yang memberikan ASI kepada bayinya dirasakan kurang, baik itu perhatian dan dukungan dari pemerintah, masyarakat umum dan instansi swasta.<br />
Berbagai kegiatan telah dilakukan AIMI untuk menyosialisasikan ASI, antara lain kegiatan regular kelas edukasi AIMI dengan tema seputar ASI dan MP-ASI Sehat untuk Bayi, AIMI Goes to  Office yaitu sosialisasi mengenai ASI yang dilakukan di kantor-kantor, Pemberian penghargaan kepada perusahaan mendukung pemberian ASI, konsultasi laktasi, dan kegiatan lainnya. ***</p>
<p><em>Contact Person AIMI:</em><br />
Nia Umar, Wakil Ketua                        Yuyuk Andriati, Divisi Komunikasi<br />
<a href="mailto:nia@aimi-asi.org">nia@aimi-asi.org</a>                                <a href="mailto:yeye@aimi-asi.org">yeye@aimi-asi.org</a><br />
HP: 0815 9003357                              HP : 0811 971509</p>
<p>Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI)<br />
Graha MDS Lt.3<br />
Pusat Niaga Mas Fatmawati Blok B1/34<br />
Jln. RS Fatmawati No. 39 Jakarta Telpon : 021-72790165 Fax: 021-72790166<br />
<a href="http://www.aimi-asi.org">www.aimi-asi.org</a></p>
<p> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aimi-asi.org/2008/07/siaran-pers-aimi-gelar-acara-%e2%80%9cmenyusui-serentak-ibu-indonesia%e2%80%9d-2-agustus-2008/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pekan ASI Se Dunia 2007: Hak Bayi Untuk Menyusui Agar Dipenuhi</title>
		<link>http://aimi-asi.org/2007/08/pekan-asi-se-dunia-2007-hak-bayi-untuk-menyusui-agar-dipenuhi/</link>
		<comments>http://aimi-asi.org/2007/08/pekan-asi-se-dunia-2007-hak-bayi-untuk-menyusui-agar-dipenuhi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Aug 2007 03:39:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>webmaster</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[ASI]]></category>
		<category><![CDATA[ASI Eksklusif]]></category>
		<category><![CDATA[IMD]]></category>
		<category><![CDATA[Istana Negara]]></category>
		<category><![CDATA[WBW]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://localhost:8888/wp-aimi/?p=55</guid>
		<description><![CDATA[Puncak Pekan ASI Sedunia dilaksakan pada hari Senin, 27 Agustus 2007 di Istana Negara yang dihadiri oleh Ibu Negara Ani Yudhoyono, Meneg Pemberdayaan Perempuan, Menkes, Kepala Perwakilan UNICEF, Ketua Ikatan Bidan Indonesia, Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia, Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia, Duta UNICEF, serta perwakilan LSM Internasional dan LSM Peduli ASI.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ibu Negara hari Senin (27/8) pagi menghadiri acara puncak peringatan Pekan ASI Se Dunia 2007, di Istana Negara.  Menyusu satu jam pertama kehidupan, dilanjutkan dengan menyusu eksklusif 6 bulan, dapat menyelamatkan lebih dari  satu juta bayi.</p>
<p>Jakarta : Ibu Negara Ani Yudhoyono, Senin (27/8) pagi menghadiri acara puncak peringatan Pekan ASI Se Dunia 2007,  di Istana Negara. Pada acara ini juga diadakan dialog dengan dua pasangan suami istri (Pasutri) yang merasakan  manfaat ASI (air susu ibu) bagi bayinya. Ibu Negara menghimbau, hak bayi untuk disusui ibunya dalam satu jam pertama  setelah kelahiran, agar penuhi.</p>
<p>Menurut Ibu Negara, anak merupakan amanah sekaligus karunia Tuhan YME, yang harus kita jaga keberadaannya.  Sebab dalam diri anak melekat harkat, martabat, dan hak-hak sebagai manusia yang harus dijunjung tinggi. &#8220;ASI  merupakan hak anak untuk kelangsungan hidup bayi dan tumbuh kembang secara optimal. Merupakan kewajiban bagi  seorang ibu untuk menyusui anaknya. Pemberian ASI juga dapat membentuk perkembangan intelegensia, rohani, dan  perkembangan emosional. Karena selama disusui dalam dekapan ibu, bayi bersentuhan langsung dengan ibu, dan  mendapatkan kehangatan kasih sayang dan rasa aman, &#8221; kata Ibu Negara dalam sambutannya.</p>
<p>&#8220;Saya merasa sangat berbahagia karena semakin tingginya kesadaran ibu-ibu muda yang semakin sadar pentingnya  ASI sebagai makanan terbaik bagi buah hati mereka yaitu anak-anak Indonesia. Anak adalah tunas bangsa, potensi  generasi penerus bangsa yang memiliki peran strategis untuk menjamin kelangsungan dan eksistensi bangsa dan  negara pada masa depan, sesuai amanah UUD 1945. Mari memberi anak-anak kita yang terbaik, supaya kelak tumbuh  menjadi manusia Indonesia, yang sehat, cerdas, berbudi pekerti luhur, dan berahlak mulia, &#8221; lanjut Ibu Ani.</p>
<p>Pemerintah Indonesia mendukung kebijakan WHO dan Unicef yang merekomendasikan inisiasi menyusu dini sebagai  tindakan life saving,karena inisiasi menyusu dini dapat menyelamatkan 22 persen dari bayi yang meninggal sebelum  usia satu bulan. &#8220;Menyusui satu jam pertama kehidupan yang diawali dengan kontak kulit antara ibu dan bayi dinyatakan  sebagai indikator global. Ini merupakan hal baru bagi Indonesia, dan merupakan program pemerintah, sehingga  diharapkan semua tenaga kesehatan di semua tingkatan pelayanan kesehatan baik swasta, maupun masyarakat dapat  mensosialisasikan dan melaksanakan mendukung suksesnya program tersebut, sehingga diharapkan akan tercapai  sumber daya Indonesia yang berkwalitas, &#8220;ujar Ibu Ani.</p>
<p>Sebelumnya, Meneg Pemberdayaan Perempuan Meuthia Hatta melaporkan,bahwa mengacu pada Millenium  Development Goals (MDGs) , inisiasi menyusu dini yang dilanjutkan dengan menyusui secara eksklusif selama 6 bulan  dan ASI diteruskan sampai anak berusia 2 tahun , dapat membantu mempercepat pencapaian tujuan no 1, yaitu  menghapus kemiskinan dan kelaparan. Selain itu, hilangnya kesempatan memperoleh ASI menyebabkan lebih dari lima  juta anak balita menderita kurang gizi, dan sekitar 1,7 balita mengalaimi gizi buruk.</p>
<p>Pada acara Puncak ASI se Dunia 2007 yang bertema Menyusu Satu Jam Pertama Kehidupan Dilanjutkan dengan  Menyusu Eksklusif 6 Bulan , Menyelamatkan Lebih dari Satu Juta Bayi ini, Meneg Pemberdayaan Perempuan  memberikan penghargaan Pin Emas kepada Ibu Negara sebagai Ibu Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan dan Anak.  Tampak pula hadir Menkes Siti Fadillah Soepari, Kepala Perwakilan UNICEF di Indonesia Dr.Gianfranco Rotigliano,  Ketua Ikatan Bidan Indonesia Harni Kusno, Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia, Ketua Perhimpunan Rumah Sakit  Indonesia Dr.M.Natsir Nugroho, Duta Unicef Ferry Salim, serta perwakilan LSM Internasional, dan LSM Peduli ASI.</p>
<p>sumber: <a href="http://www.presidensby.info/ibunegara/index.php/fokus/2007/08/27/293.html">http://www.presidensby.info/ibunegara/index.php/fokus/2007/08/27/293.html</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aimi-asi.org/2007/08/pekan-asi-se-dunia-2007-hak-bayi-untuk-menyusui-agar-dipenuhi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

