<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>AIMI - Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia &#187; Siaran Pers</title>
	<atom:link href="http://aimi-asi.org/tag/siaran-pers/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://aimi-asi.org</link>
	<description>Menyusui: Anak Sehat, Keluarga Bahagia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Sep 2010 02:50:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>SIARAN PERS: Peresmian AIMI cabang Jawa Timur, 8 Agustus 2010</title>
		<link>http://aimi-asi.org/2010/08/siaran-pers-peresmian-aimi-cabang-jawa-timur-8-agustus-2010/</link>
		<comments>http://aimi-asi.org/2010/08/siaran-pers-peresmian-aimi-cabang-jawa-timur-8-agustus-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Aug 2010 02:11:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sisca Baroto-Utomo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[10 langkah]]></category>
		<category><![CDATA[Pekan ASI 2010]]></category>
		<category><![CDATA[Pekan ASI Sedunia]]></category>
		<category><![CDATA[Seputar AIMI]]></category>
		<category><![CDATA[Siaran Pers]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aimi-asi.org/?p=982</guid>
		<description><![CDATA[SURABAYA (08/08): Pentingnya penerapan 10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui (LMKM) menjadi salah satu kunci sukses dalam hal menyusui, bagi ibu dan bayi. Tema tersebut diangkat dalam perayaan Pekan ASI Sedunia (PAS) 2010 sebagai suatu cara sosialisasi bagi seluruh pihak yang terlibat di dalam proses keberhasilan menyusui, untuk menjamin bahwa ibu dan bayi di seluruh dunia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>SURABAYA (08/08): Pentingnya penerapan 10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui (LMKM) menjadi salah satu kunci sukses dalam hal menyusui, bagi ibu dan bayi. Tema tersebut diangkat dalam perayaan Pekan ASI Sedunia (PAS) 2010 sebagai suatu cara sosialisasi bagi seluruh pihak yang terlibat di dalam proses keberhasilan menyusui, untuk menjamin bahwa ibu dan bayi di seluruh dunia diberikan hak untuk memberikan dan menerima nutrisi terbaik, yaitu ASI.</p>
<p>Memanfaatkan momen PAS 2010 yang tema-nya sangat mengena ini, Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) secara resmi meresmikan AIMI cabang Jawa Timur bertepatan dengan puncak acara PAS 2010. “Dengan adanya AIMI cabang Jawa Timur ini, diharapkan angka menyusui di Jawa Timur dapat meningkat, karena AIMI adalah salah satu organisasi mother support group yang utamanya berkegiatan untuk melakukan sosialisasi mengenai manfaat ASI dan menyusui (lewat kelas edukASI), memberikan pendampingan bagi ibu menyusui melalui konseling menyusui (oleh para konselor laktasi), serta melakukan advokasi bagi para ibu menyusui yang sulit/mendapatkan hak-nya untuk memberikan ASI bagi buah hatinya,” jelas Mia Sutanto, Ketua AIMI pusat ketika ditemui dalam peresmian AIMI Jatim.</p>
<p>Peresmian AIMI Jatim ini diselenggarakan di City of Tomorrow, Surabaya dan ditandai dengan kegiatan-kegiatan menarik, seperti: Breastfeeding Fair, Talkshow kesehatan dan MPASI, serta ditutup oleh acara puncak yaitu peresmian AIMI Jatim yang ditandai dengan adanya Menyusui Serentak yang dimeriahkan oleh Widi Mulia, personil kelompok music B3 yang juga ibu menyusui. Di dalam peresmian AIMI Jatim ini, Ketua AIMI Pusat, Mia Sutanto secara simbolis memasangkan pin pada Ketua AIMI Jawa Timur sebagai dimulainya tugas untuk memimpin AIMI Jawa Timur.</p>
<p>“Kami berharap, setelah AIMI Jawa Timur ini didirikan, akan semakin banyak orang tua (khususnya ibu) dan keluarga yang sadar dan tahu akan keunggulan ASI sehingga semangat dalam memberikan ASI pada buah hatinya. Hal ini tentu saja sebagai suatu langkah kecil untuk membantu pemerintah dalam meningkatkan generasi masa depan yang sehat, cerdas dan berahlak baik untuk membangun bangsa,” ujar dr. Astri Pramarini, Ketua AIMI Jawa Timur.<br />
Sukses, AIMI Jawa Timur!</p>
<p>***<br />
Fact Sheet AIMI:<br />
www.aimi-asi.org<br />
Didirikan oleh dan diperuntukan bagi ibu menyusui. Berdiri pada 21 April 2007 yang memberikan konseling, kelas- kelas edukasi ASI; mengadakan acara seminar menyusui; melakukan advokasi ke pemerintah untuk regulasi ASI, advokasi ke perusahaan untuk berikan dukungannya pada menyusui; mengawasi pelanggarakan akan kode internasional dari pemasaran susu formula; dan bersama dengan Koalisi Advokasi ASI memperkuat dukungan untuk menyusui di Indonesia.<br />
***</p>
<p>Contact Person AIMI:<br />
Mia Sutanto<br />
AIMI Chairwoman<br />
mia.sutanto@aimi-asi.org, +6281510002584</p>
<p>Farahdibha Tenrilemba<br />
Secretary General<br />
diba@aimi-asi.org, +62811988586</p>
<p>Sisca Baroto-Utomo<br />
Head of Communications Division<br />
sisca@aimi-asi.org, +62818765021 </p>
<p>dr. Astri Pramarini<br />
AIMI Jawa Timur Chairwoman<br />
astri.pramarini@gmail.com, +62817396715</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aimi-asi.org/2010/08/siaran-pers-peresmian-aimi-cabang-jawa-timur-8-agustus-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SIARAN PERS: AIMI Mengajak Para Orangtua untuk Meminta Haknya.</title>
		<link>http://aimi-asi.org/2010/08/siaran-pers-aimi-mengajak-para-orangtua-untuk-meminta-haknya/</link>
		<comments>http://aimi-asi.org/2010/08/siaran-pers-aimi-mengajak-para-orangtua-untuk-meminta-haknya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Aug 2010 00:19:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farahdibha Tenrilemba</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[10 LMKM]]></category>
		<category><![CDATA[Pekan ASI 2010]]></category>
		<category><![CDATA[Pekan ASI Sedunia]]></category>
		<category><![CDATA[Siaran Pers]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aimi-asi.org/?p=972</guid>
		<description><![CDATA[[dalam rangka memperingati Pekan ASI Sedunia 2010 – 10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui] Jakarta (1 Agustus 2010) – Sering kali kami menemui atau mendengar banyak ibu yg merasa tidak yakin, “Susah tuh minta bayi saya untuk saya susui. Kata perawat, saya harus istirahat, biarkan bayi saya tidur di kamar bayi” atau “Kok IMD saya hanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>[dalam rangka memperingati Pekan ASI Sedunia 2010 – 10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui]</p>
<p>Jakarta (1 Agustus 2010) – Sering kali kami menemui atau mendengar banyak ibu yg merasa tidak yakin, “Susah tuh minta bayi saya untuk saya susui. Kata perawat, saya harus istirahat, biarkan bayi saya tidur di kamar bayi” atau “Kok IMD saya hanya 30 menit ya? Saya baca minimal harus sejam. Kenapa mereka cepet-cepet ambil bayi saya?&#8221; Itu hanya 2 dari sekian banyak hasil curahan hati ibu sekaligus pertanyaan. Terjadi karena fasilitas dan tenaga kesehatannya senantiasa kurang memberikan dukungan pada pemberian ASI.</p>
<p>Fasilitas kesehatan (faskes) dan petugas kesehatan (petkes) lah yang merupakan garda paling pertama dari kunci sukses menyusui. Semua diawali di tempat saat ibu melahirkan. Jika ibu tidak diberikan kesempatan untuk Inisiasi Menyusu Dini (IMD)<sup class='footnote'><a href='#fn-972-1' id='fnref-972-1'>1</a></sup> ketika persalinan, ibu tidak diajarkan cara menyusui dengan tepat, ibu dipisahkan dari bayinya, bayi diberikan cairan selain ASI, mungkinkah ibu mampu menyusui bayinya sekembali dari persalinan? Jawabannya, tentu mengalami kesulitan. Dan jika kesulitan itu tidak mendapati solusi, alhasil praktek menyusui demi mencapai pemberian ASI secara eksklusif sulit untuk diwujudkan.</p>
<p>Setiap tanggal 1-7 Agustus, dunia merayakan Pekan ASI Sedunia yang tiap tahunnya memiliki tema berbeda. Tahun 2010, tema yang diangkat adalah “Menyusui: Sepuluh Langkah Menuju Sayang Bayi. Dimana didalamnya diingatkan kembali tentang peran Fasilitas Pelayanan Kesehatan dalam mewujudkan10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui, yang antara lain:</p>
<ol>
<li>Mempunyai kebijakan tertulis tentang pemberian ASI</li>
<li>Memberikan pelatihan bagi petugas</li>
<li>Menjelaskan manfaat menyusui yang benar</li>
<li>Melaksanakan Inisiasi Menyusu Dini</li>
<li>Menunjukkan teknik menyusui yang benar</li>
<li>Tidak memberikan Makanan dan atau minuman selain ASI</li>
<li>Melaksanakan rawat gabung</li>
<li>Membantu ibu menyusui sesering mungkin dan semau bayi</li>
<li>Tidak memberikan dot dan atau kempeng</li>
<li>Membina Kelompok Pendukung ASI<sup class='footnote'><a href='#fn-972-2' id='fnref-972-2'>2</a></sup></li>
</ol>
<p>Harapan kami sebagai konsumen Kesehatan adalah mendapat pelayanan yang menerapkan 10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui demi melindungi hak ibu untuk menyusui dan hak anak untuk mendapatkan awal terbaik dalam kehidupannya.</p>
<p>Untuk merayakan Pekan ASI Sedunia th 2010 Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Pusat telah menggelar beberapa rangkaian acara yang berkesinambungan untuk mensosialisasikan pentingnya pemberian ASI kepada bayi di Indonesia. Acara tersebut antara lain adalah AIMI <em>Breastfeeding Fair</em> dan beberapa Seminar yaitu Seminar Ustadz &#038; Ustadzah, dan Seminar <em>Advance Breastfeeding</em> hasil kerjasama dengan Perinasia dan Asosiasi IBCLC Indonesia.</p>
<p>Dengan kesuksesan acara yang telah berlangsung di Jakarta, AIMI cabang pun tidak ketinggalan ikut memeriahkan perayaan Pekan ASI Sedunia yang akan digelar di 3 kota besar, yakni Semarang, Bandung dan Surabaya. Semarang akan mengadakan acara <strong><a href="http://www.facebook.com/event.php?eid=138400706192627&#038;index=1">Seminar Pentingnya Memilih Rumah Sakit Sayang Bayi</a></strong> pada hari Minggu, 8 Agustus 2010 di RM Sambara, Jln. Brigjend Katamso 30, Semarang. Disaat yang bersamaan pula, AIMI cabang Jawa Barat akan menggelar seminar <strong><em><a href="http://www.facebook.com/event.php?eid=102686503118054&#038;index=1">Hypnobreastfeeding</a></em></strong> di Aula Gagas Ceria, Jl Malabar 82 Bandung4. Terakhir, acara perayaan puncak, sekaligus <a href="http://www.facebook.com/event.php?eid=123714891006475&#038;index=1">peresmian AIMI Cabang Jawa Timur</a>, menggelar 2 hari talkshow bertempat di City of Tomorrow Jl. Ahmad Yani No. 1 Surabaya, yang akan menghadirkan ketua umum AIMI Mia Sutanto dan ibu menyusui sekaligus penyanyi, Widi Mulia.</p>
<p>Menurut ketua umum AIMI Mia Sutanto, “Sangat penting mengajak para ibu dan orangtua untuk tahu memilih rumah sakit yang sayang ibu bayi.” “AIMI juga mengajak para pengguna twitter untuk mencantumkan #breastfeeding selama perayaan Pekan ASI Sedunia untuk gerakan mendukung menyusui sedunia”, seperti disampaikan sekjen AIMI, Farahdibha Tenrilemba.</p>
<p>AIMI sebagai kelompok pendukung menyusui senantiasa ingin mengajak semua orangtua dan calon orangtua untuk meminta hak nya mendapat pelayanan diatas. Caranya dengan mencari (yang kita sering sebut <em>shopping</em>) faskes dan tenakes yang menerapkan 10 Langkah. Bahwa ibu dapat meminta 10 hak-haknya:</p>
<ol>
<li>untuk dijelaskan manfaat menyusui</li>
<li>untuk diajarkan cara menyusui yang tepat</li>
<li>untuk mendapatkan pelayanan Inisiasi Menyusu Dini ketika persalinan</li>
<li>untuk tidak memberikan asupan apapun selain ASI kepada bayi baru lahir</li>
<li>untuk bayi tidak ditempatkan terpisah dari ibunya</li>
<li>untuk mendukung ibu memberikan ASI kapanpun</li>
<li>untuk tidak memberikan dot atau kempeng</li>
<li>untuk Petugas Kesehatan tidak memberikan bingkisan yang berasal dari produsen susu formula</li>
<li>untuk Fasilitas Kesehatan tidak menempelkan logo produsen susu formula pada poster, leaflet, banner, box bayi, selimut, dan semua material ibu dan bayi</li>
<li>untuk dibina atau dirujuk kepada kelompok pendukung ibu menyusui</li>
</ol>
<p>Kini, saat yang tepat memulai menjadi konsumen kesehatan yang tahu akan hak mendapatkan pelayanan kesehatan<br />
yang terbaik demi generasi penerus bangsa.</p>
<p>Mari dukung menyusui!</p>
<p>***<br />
Tentang AIMI www.aimi-asi.org<br />
Didirikan oleh dan diperuntukan bagi ibu menyusui. Berdiri pada 21 April 2007 yang memberikan konseling, kelas- kelas edukasi ASI; mengadakan acara seminar menyusui; melakukan advokasi ke pemerintah untuk regulasi ASI, advokasi ke perusahaan untuk berikan dukungannya pada menyusui; mengawasi pelanggarakan akan kode internasional dari pemasaran susu formula; dan bersama dengan Koalisi Advokasi ASI memperkuat dukungan untuk menyusui di Indonesia.<br />
***</p>
<p>Hubungi kami di:</p>
<p><strong>AIMI PUSAT</strong></p>
<p><strong>Mia Sutanto</strong><br />
Ketua Umum AIMI<br />
mia.sutanto@aimi-asi.org, +6281510002584</p>
<p><strong>Farahdibha Tenrilemba</strong><br />
Sekretaris Jendral AIMI<br />
diba@aimi-asi.org, +62811988586</p>
<p><strong>Sisca Baroto-Utomo</strong><br />
Kadiv Komunikasi AIMI Pusat<br />
sisca@aimi-asi.org, +62818765021</p>
<p><strong>AIMI DAERAH</strong></p>
<p><strong>Rachmadani Yuniarco</strong><br />
Ketua AIMI Semarang<br />
dhani@aimi-asi.org, +6281575007478</p>
<p><strong>Andriana Djajadikarta</strong><br />
Ketua AIMI Jawa Barat<br />
andriana.chaizir@aimi-asi.org, +62817224503</p>
<p><strong>dr. Astri Pramarini</strong><br />
Ketua Panitia Acara Surabaya<br />
astri.pramarini@gmail.com, +62817396715</p>
<div class='footnotes'>
<div class='footnotedivider'></div>
<ol>
<li id='fn-972-1'>IMD – Inisiasi Menyusu Dini adl memberikan kesempatan pada bayi baru lahir untuk mencari payudara dan sumber kehidupannya sesaat setelah dilahirkan dan dibiarkan minimal 1 jam. Segala tahapan IMD 1 jam tersebut berguna utk ibu dan bayi <span class='footnotereverse'><a href='#fnref-972-1'>&#8617;</a></span></li>
<li id='fn-972-2'>Buku Pedoman Pekan ASI Sedunia th 2010 Kemenkes/UNICEF/WHO<br />
 <span class='footnotereverse'><a href='#fnref-972-2'>&#8617;</a></span></li>
</ol>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aimi-asi.org/2010/08/siaran-pers-aimi-mengajak-para-orangtua-untuk-meminta-haknya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Siaran Pers: Koalisi Advokasi ASI Dialog bersama Media</title>
		<link>http://aimi-asi.org/2010/06/siaran-pers-koalisi-advokasi-asi-dialog-bersama-media/</link>
		<comments>http://aimi-asi.org/2010/06/siaran-pers-koalisi-advokasi-asi-dialog-bersama-media/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Jun 2010 03:38:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farahdibha Tenrilemba</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[ASI]]></category>
		<category><![CDATA[Kode Pemasaran Internasional dari Pengganti ASI]]></category>
		<category><![CDATA[Siaran Pers]]></category>
		<category><![CDATA[susu formula]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aimi-asi.org/?p=780</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta (09/06/2010) – Memberikan ASI memang menjadi perjuangan tersendiri bagi banyak ibu. Mulai dari minimnya dukungan terhadap ibu menyusui, baik dari keluarga, tenaga dan fasilitas kesehatan, pemerintah, masyarakat, maupun iklan-iklan produk susu formula yang begitu dahsyatnya. Ada ibu yang berhasil melalui semua tantangan yang dihadapi, namun banyak pula yang tidak berhasil. Hal ini seharusnya menjadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta (09/06/2010) – Memberikan ASI memang menjadi perjuangan tersendiri bagi banyak ibu. Mulai dari minimnya dukungan terhadap ibu menyusui, baik dari keluarga, tenaga dan fasilitas kesehatan, pemerintah, masyarakat, maupun iklan-iklan produk susu formula yang begitu dahsyatnya. Ada ibu yang berhasil melalui semua tantangan yang dihadapi, namun banyak pula yang tidak berhasil. Hal ini seharusnya menjadi perhatian semua pihak – baik pemerintah, dinas kesehatan, pemberi kerja (pengusaha/perkantoran), dan keluarga.</p>
<p>Sayangnya belum banyak pihak yang memahami tentang keunggulan menyusui dan pemberian ASI pada bayi. Belum bayak pula yang mengetahui resiko dari pemakaian susu formula dan bahwa terdapatnya peraturan yang mengatur pemasaran dari produk-produk pengganti ASI.</p>
<p>Melihat fenomena seperti ini, Unicef dan organisasi-organisasi yang tergabung dalam Koalisi Advokasi ASI (AIMI, WHO, MERCY CORPS, SELASI, PERINASIA, HKI, KAKAK, Klasi-YOP, IBCLC Indonesia, dan YLKI) menggelar acara “Dialog bersama Media” mengenai Kode Etik Pemasaran Susu Pengganti ASI di Hotel Intercontinental, hari Rabu 9 Juni 2010.</p>
<p>Pada acara ini, dikemukakan tentang apa itu kode etik pemasaran susu pengganti ASI dan pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan terhadap kode etik tersebut. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat luas akan kode etik tersebut, guna meningkatkan angka ibu menyusui dan bayi yang mendapatkan ASI di Indonesia.</p>
<p>Tidak luput juga, akan terdapat pemaparan tentang situasi regulasi ASI dan pemasaran susu pengganti ASI di Indonesia. Hal ini dimaksudkan agar terdapat Kebijakan tertulis mengenai Sepuluh Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui yang menjabarkan secara mendetail bentuk-bentuk dukungan fasilitas dan tenaga kesehatan, keluarga, dan masyarakat.</p>
<p>Menurut salah satu anggota dari Koalisi, Agus Pambagyo, “Pelanggaran kode etik pemasaran susu formula di Indonesia adalah yang terbesar. Ini yang harus segera ditindak, jika kita ingin Indonesia memiliki generasi penerus bangsa yang lebih cerdas, sehat dan berakhlak baik.”</p>
<p>“Kami berharap, jurnalis dapat berperan sebagai perpanjangan tangan dari penyebaran informasi mengenai pelanggaran-pelanggaran yang terjadi dan dampak negatif dari pemakaian susu formula pada anak-anak kita” seperti dikatakan Mia Sutanto, ketua Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) yang juga anggota dari Koalisi Advokasi ASI. </p>
<p>Untuk keterangan lebih lanjut, silahkan hubungi:</p>
<p>Koalisi Advokasi ASI Indonesia:  </p>
<p><strong>Kakak Foundation</strong><br />
Agus Pambagio<br />
Telp: 0271.716347 , 0271. 700145371, +62811802001<br />
pambagio@yahoo.com </p>
<p><strong>Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI)</strong><br />
Mia Sutanto SH, LL.M, KL<br />
Telp: 021.72790165, +6281510002584<br />
mia.sutanto@aimi-asi.org </p>
<p><strong>Sentra Laktasi Indonesia (SELASI)</strong><br />
Dr.Utami Roesli, SpA, IBCLC, FABM<br />
Jl. Tebet Utara 1F no 12<br />
Telp: 021.83795168<br />
kontak@selasi.net </p>
<p><strong>Mercy Corps Indonesia</strong><br />
dr. Fransiska E. Mardiananingsih MPH, IBCLC<br />
Telp: 021.7194948<br />
fningsih@id.mercycorps.org </p>
<p><strong>Helen Keller International &#8211; Indonesia</strong><br />
Elviyanti Martini, MSc.<br />
Telp: 021.7199163<br />
emartini@hki.org </p>
<p><strong>World Health Organization (WHO)</strong><br />
Sugeng Eko Irianto, Ph.D<br />
Bina Mulia I, Floor 9.<br />
Jl. HR. Rasuna Said Kav. 10-11Jakarta 12950<br />
Telp : 021.5204349  </p>
<p><strong>Yayasan Orangtua Peduli (YOP) </strong><br />
Klub Peduli ASI<br />
Markas Sehat, Komp PWR No.60<br />
Jl Margasatwa Jakarta </p>
<p><strong>Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI)</strong><br />
Pancoran Barat VII No. 1<br />
Duren Tiga, Jakarta 12760<br />
Telp: 021.7981858</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p>Siaran Pers ini telah dibaca 571 kali.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aimi-asi.org/2010/06/siaran-pers-koalisi-advokasi-asi-dialog-bersama-media/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Siaran Pers: Peresmian Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia Cabang Jawa Barat, Bandung Juni 2010</title>
		<link>http://aimi-asi.org/2010/06/siaran-pers-peresmian-asosiasi-ibu-menyusui-indonesia-cabang-jawa-barat-bandung-juni-2010/</link>
		<comments>http://aimi-asi.org/2010/06/siaran-pers-peresmian-asosiasi-ibu-menyusui-indonesia-cabang-jawa-barat-bandung-juni-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Jun 2010 01:25:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sisca Baroto-Utomo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bandung]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Peresmian AIMI]]></category>
		<category><![CDATA[Siaran Pers]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aimi-asi.org/?p=757</guid>
		<description><![CDATA[Didasarkan atas kepedulian akan pentingnya dukungan terhadap ibu menyusui, sejumlah ibu di Provinsi Jawa Barat, didukung oleh Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Pusat, bersepakat untuk membentuk AIMI Cabang Jawa Barat. Pendirian AIMI Cabang Jawa Barat ini dimaksudkan untuk dapat meningkatkan angka ibu menyusui dan bayi yang mendapatkan ASi dengan cara melakukan kegiatan-kegiatan kampanye dan edukasi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Didasarkan atas kepedulian akan pentingnya dukungan terhadap ibu menyusui, sejumlah ibu di Provinsi Jawa Barat, didukung oleh Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Pusat, bersepakat untuk membentuk AIMI Cabang Jawa Barat.  </p>
<p>Pendirian AIMI Cabang Jawa Barat ini dimaksudkan untuk dapat meningkatkan angka ibu menyusui dan bayi yang mendapatkan ASi dengan cara melakukan kegiatan-kegiatan kampanye dan edukasi ASI, maupun konseling menyusui. Tidak hanya itu, AIMI Jabar juga berperan sebagai kelompok pendukung ibu menyusui (<em>mother support group</em>) yang berfungsi untuk memotivasi ibu untuk dapat terus menyusui bayinya.</p>
<p>&#8220;Selain <em>mother support group</em>, dukungan dari keluarga, lingkungan dan fasilitas kesehatan adalah penting untuk memotivasi ibu untuk terus menyusui. Sayangnya, dukungan seperti ini masih sangat minim disini,” kata Andriana Chaizir Ketua AIMI Jabar ketika dikonfirmasi mengenai pentingnya dukungan yang harus didapatkan oleh ibu menyusui. Senada dengan pernyataan Ketua PKK Provinsi Jawa Barat, Ibu Netty Heryawan, yang menyebutkan bahwa minimnya dukungan pemberian ASI di Jawa Barat masih dari berbagai pihak, termasuk didalamnya dukungan dari Rumah Sakit, dokter, serta tenaga medis sangat berdampak pada keberhasilan menyusui pada ibu. “Oleh karena itu, perlu dibentuk suatu wadah yang dapat mendampingi dan memotivasi ibu untuk dapat memberikan yang terbaik bagi buah hatinya.“ tegasnya lagi.</p>
<p>Dalam rangka memperkenalkan AIMI Cabang Jawa Barat kepada khalayak yang lebih luas serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemberian ASI, AIMI Jawa Barat akan diresmikan pada hari Sabtu, tanggal 5 Juni 2010 yang ditandai dengan acara Menyusui Serentak 100 Ibu. Selain itu pada peresmian ini ada pula Talkshow ASI dan Menyusui yang dibawakan oleh Dr. Utami Roesli, Sp.A, MBA., IBCLC., FABM yang dimeriahkan pula oleh selebriti serta tak ketinggalan Bazaar perlengkapan menyusui.</p>
<p>“100 ibu yang akan berpartisipasi pada acara Menyusui Serentak ini sebagian besar adalah anggota milis asiforbaby (AFB) yang berdomisili di Jawa Barat, tetapi ada beberapa rekan dari luar kota yang juga berpartisipasi. Mereka ini mendapatkan informasi mengenai acara menyusui serentak dari radio, TV lokal maupun milis AFB.” jelas Dede Gemayuni, sang ketua panitia peresmian AIMI Jabar.</p>
<p>Kedepannya diharapkan peran AIMI Jabar yang didukung penuh oleh PKK Provinsi Jawa Barat dan BPPKB Jawa Barat dapat semakin terasa, terutama dalam meningkatkan <em>awareness</em> tentang ASI dan angka ibu menyusui dan bayi yang mendapatkan ASI di Jawa Barat, untuk mendapatkan generasi masa depan yang lebih baik, lebih sehat dan lebih cerdas untuk membangun bangsa</p>
<p>Pendirian AIMI Cabang Jawa Barat diharapkan dapat lebih meningkatkan pemahaman dan kesadaran akan manfaat ASI bagi generasi masa depan yang lebih sehat di Jawa Barat.</p>
<p>***</p>
<p>Fact Sheet AIMI :<br />
AIMI terbentuk dari kepedulian beberapa ibu mengenai pentingnya pemberian ASI untuk bayi secara eksklusif selama 6 bulan dan dilanjutkan hingga 2 tahun atau lebih. Saat ini dukungan untuk ibu yang memberikan ASI kepada bayinya dirasakan kurang, baik itu perhatian dan dukungan dari pemerintah, masyarakat umum dan instansi swasta. Berbagai kegiatan telah dilakukan AIMI untuk menyosialisasikan ASI, antara lain kegiatan regular kelas edukasi AIMI dengan tema seputar ASI dan MP‐ASI Sehat untuk Bayi, AIMI Goes to Office yaitu sosialisasi mengenai ASI yang dilakukan di kantor‐kantor, Pemberian penghargaan kepada perusahaan mendukung pemberian ASI, konsultasi laktasi, dan kegiatan lainnya.</p>
<p>***</p>
<p>Contact Person AIMI: </p>
<p>Andriana Chaizir<br />
Ketua AIMI Jabar<br />
(HP: +62811224503)<br />
andriana.chaizir@aimi-asi.org</p>
<p>Ade Romadhony<br />
Ketua Divisi Komunikasi AIMI Jabar<br />
(HP: +628562215471)<br />
ade.romadhony@aimi-asi.org</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p>Siaran pers ini telah dibaca 349 kali.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aimi-asi.org/2010/06/siaran-pers-peresmian-asosiasi-ibu-menyusui-indonesia-cabang-jawa-barat-bandung-juni-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Siaran Pers: Seminar Ustadz dan Ustadzah</title>
		<link>http://aimi-asi.org/2010/05/siaran-pers-seminar-ustadz-dan-ustadzah/</link>
		<comments>http://aimi-asi.org/2010/05/siaran-pers-seminar-ustadz-dan-ustadzah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 May 2010 02:00:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sisca Baroto-Utomo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[ASI]]></category>
		<category><![CDATA[seminar]]></category>
		<category><![CDATA[Siaran Pers]]></category>
		<category><![CDATA[susu formula]]></category>
		<category><![CDATA[Ustadz]]></category>
		<category><![CDATA[Ustadzah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aimi-asi.org/?p=725</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta (23/05/2010) – Berangkat dari tujuan, visi dan misi untuk meningkatkan prosentasi angka ibu menyusui di Indonesia, di ulang tahunnya yang ke-3 ini, kali ini Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) meluncurkan program baru, yaitu Seminar Ustadz dan Ustadzah yang mengangkat topik “Efek Samping Pemberian Susu Formula Pada Bayi dan ASI Sebagai Solusinya, Ditinjau dari Sisi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta (23/05/2010) –  Berangkat dari tujuan, visi dan misi untuk meningkatkan prosentasi angka ibu menyusui di Indonesia, di ulang tahunnya yang ke-3 ini, kali ini Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) meluncurkan program baru, yaitu Seminar Ustadz dan Ustadzah yang mengangkat topik  “Efek Samping Pemberian Susu Formula Pada Bayi dan ASI Sebagai Solusinya, Ditinjau dari Sisi Medis dan Hukum Syariah”.</p>
<p>AIMI melihat bahwa perkataan, tindakan dan nasihat para tokoh masyarakat dan pemuka Agama selalu memiliki pengaruh dalam masyarakat. Peran mereka dalam menyebarluaskan berbagai kebijakan, ilmu yang berguna, dan ajaran yang berlaku, begitu besar. Salah satunya adalah dalam hal pemberian ASI dan menyusui yang tertera pengaturannya pada Al Qur’an. “Peran serta tokoh agama dapat menjadi salah satu kunci keberhasilan menyusui, karena mereka dapat meyakinkan nilai kebaikan dari pemberian ASI dari sisi syariahnya. Dengan seminar ini diharapkan para tokoh agama mendapatkan informasi yang lebih lengkap mengenai ASI dari sisi medis sehingga perpaduan itu dapat menyempurnakan dan saling melengkapi agar supaya tidak terjadi informasi yang menyesatkan dikemudian hari pada masyarakat haruslah menjadi partner/rekan dekat dalam menyebarkan informasi mengenai ASI. Seperti yang kita ketahui, bahwa kebanyakan masyarakat lebih percaya pada perkataan tokoh agama/tokoh masyarakat yang dihormati dibandingkan dengan perkataan para tenaga kesehatan atau ahli laktasi. Oleh karena itu, jika informasi mengenai ASI diberikan oleh para tokoh masyarakat/agama, tentunya akan lebih mengena pada masyara”, jelas Mia Sutanto, Ketua AIMI, ketika ditanya mengenai ide awal mengadakan seminar untuk ustadz dan ustadzah ini.</p>
<p>Untuk itulah informasi mengenai pemberian ASI dan efek samping pemberian susu formula ditinjau dari sisi medis dan pendekatan agama diangkat pada seminar kali ini. Hal ini dimaksudkan agar para ustadz/ustadzah dapat menyebarluaskan informasi berharga ini kepada jamaah ataupun majilis taklim yang dipimpinnya. Diharapkan dengan pendekatan seperti ini lebih banyak masyarakat yang terpapar informasi yang tepat mengenai ASI dan mengetahui risiko pemberian susu formula secara berimbang. Oleh karena itu, AIMI mengajak para ahli di bidangnya seperti Dr. Utami Roesli, Sp.A., MBA., IBCLC., FABM serta Dr. Muchlis M. Hanafi, M.A. dari Pusat Studi Qur’an menjadi pembicara ahli dalam seminar kali ini.</p>
<p>Ketika ditanya, mengapa mengangkat tema ASI dari kacamata agama, Ketua Penyelenggara Seminar, Fia Helmi mengatakan, “Untuk menyebarkan informasi mengenai ASI pada masyarakat banyak terkadang hanya diangkat dari sisi medis-nya saja. Akan lebih baik, jika tidak hanya dari sisi medis, tetapi dikuatkan juga oleh sisi agama. Hal ini tentunya akan mempertajam dakwah-dakwah yang dilakukan oleh para tokoh agama kepada para jemaah-nya. Ke depan, rencananya seminar semacam ini akan diadakan secara rutin setiap empat bulan sekali.” Jadi sangat disayangkan jika kesempatan ini dilewatkan khususnya bagi ustadz maupun ustadzah maupun  konselor laktasi dan pemerhati ASI lainnya.</p>
<p>***</p>
<p>Fact Sheet AIMI:</p>
<p>Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) adalah organisasi independen yang terbentuk dari kepedulian beberapa ibu mengenai pentingnya pemberian ASI untuk bayi secara eksklusif selama 6 bulan dan dilanjutkan hingga 2 tahun atau lebih. Saat ini dukungan untuk ibu yang memberikan ASI kepada bayinya dirasakan kurang, baik itu perhatian dan dukungan dari pemerintah, masyarakat umum dan instansi swasta. Berbagai kegiatan telah dilakukan AIMI untuk mensosialisasikan ASI, antara lain kegiatan regular kelas edukasi AIMI dengan tema seputar ASI, talkshow MP-ASI sehat untuk bayi, AIMI Goes to Office yaitu sosialisasi mengenai ASI yang dilakukan di kantor-kantor, pemberian penghargaan kepada perusahaan yang mendukung pemberian ASI, konsultasi laktasi dan kegiatan lainya.</p>
<p>***</p>
<p>Contact Person AIMI:</p>
<p>Mia Sutanto<br />
AIMI Chairwoman<br />
mia.sutanto@aimi-asi.org, +6281510002584</p>
<p>Sisca Baroto-Utomo<br />
Head of Communications Division<br />
sisca@aimi-asi.org, +62818765021</p>
<p>Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI)<br />
Graha MDS lt. 1<br />
Pusat Niaga Mas Fatmawati Blok B1/34<br />
Jl. RS. Fatmawati no. 39, Jakarta<br />
Telp: 021.72790165 Fax: 021.72790166<br />
www.aimi-asi.org</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p>Siaran Pers ini telah dibaca sebanyak 183 kali</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aimi-asi.org/2010/05/siaran-pers-seminar-ustadz-dan-ustadzah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Siaran Pers: AIMI Breastfeeding Fair 2010</title>
		<link>http://aimi-asi.org/2010/05/siaran-pers-aimi-breastfeeding-fair-2010/</link>
		<comments>http://aimi-asi.org/2010/05/siaran-pers-aimi-breastfeeding-fair-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 May 2010 03:00:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sisca Baroto-Utomo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Breastfeeding Fair]]></category>
		<category><![CDATA[Sharing and Caring]]></category>
		<category><![CDATA[Siaran Pers]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aimi-asi.org/?p=709</guid>
		<description><![CDATA[Menyambut Peringatan Pekan ASI Sedunia 2010 JAKARTA (12/05/2010) — Masih dalam rangkaian ulang tahun yang ke tiga serta menyambut Peringatan Pekan ASI Sedunia, Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) menggelar acara bertajuk AIMI Breastfeeding Fair 2010. Acara yang bertemakan “Breastfeeding: A New Lifestyle” ini rencananya akan diadakan selama 5 (lima) hari yaitu tanggal 12-16 Mei 2010 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>Menyambut Peringatan Pekan ASI Sedunia 2010</h2>
<p>JAKARTA (12/05/2010)  — Masih dalam rangkaian ulang tahun yang ke tiga serta menyambut Peringatan Pekan ASI Sedunia, Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) menggelar acara bertajuk AIMI Breastfeeding Fair 2010.</p>
<p>Acara yang bertemakan “Breastfeeding: A New Lifestyle” ini rencananya akan diadakan selama 5 (lima) hari yaitu tanggal 12-16 Mei 2010 di f1 Atrium fX lifestyle X’nter<br />
Jl Jend. Sudirman – Pintu Satu Senayan, Jakarta. </p>
<p>“Tema Breastfeeding: A New Lifestyle ini diangkat untuk memberikan kesadaran pada semua orang, khususnya para ibu dan ayah, bahwa menyusui adalah sesuatu yang menyenangkan, tidak membuat repot dan manfaatnya sangat besar bagi kesehatan. Oleh karena itu, acara-acara yang ada di dalamnya kami kemas dengan lebih ‘hype’ dan menarik”, jelas Mia Sutanto, ketua AIMI ketika ditanya tentang tema Breastfeeding Fair kali ini. </p>
<p>Ketika ditanya tentang acara apa saja yang ada pada Breastfeeding Fair 2010, Inna Banani, sang Ketua Penyelenggara menjelaskan, “Tidak jauh berbeda dengan tahun lalu, ada <strong><em>sharing and caring</em></strong> (yang berisi sharing para pakar kesehatan seputar ASI, yang dimeriahkan oleh selebriti ibu kota), <strong><em>Bazaar</em></strong> pernak pernik ibu dan anak, dan <strong>Pojok Laktasi</strong> (untuk berkonsultasi tentang ASI dan menyusui dengan Konselor Laktasi AIMI), yang merupakan acara utama Breastfeeding Fair. Menariknya semua ini tidak dipungut bayaran, alias GRATIS! Jadi sayang sekali jika dilewatkan.”</p>
<p> “Topik-topik pada acara sharing and caring yang diangkat pada Breastfeeding Fair tahun ini sebagian besar mengacu pada tema World Breastfeeding Week 2010, yaitu “Menyusui: Hanya 10 Langkah! Sayang Bayi!”. Sebut saja bahasan mengenai bagaimana  memilih Rumah Sakit Sayang Bayi yang dibawakan oleh ibu Ninik Sukotjo, UNICEF Nutrition Specialist, lalu kajian tentang donor ASI yang dilihat dari sudut pandang agama Islam yang dibawakan oleh Ustadzah Faizah Ali Sibromalisi dari Pusat Studi Quran, dan masih banyak lagi. Jangan lupa, di setiap <strong><em>sharing and caring</em></strong> ini selalu dimeriahkan oleh bintang tamu, lho!”, tambah Inna.</p>
<p>Terkait hal ini, Mia Sutanto juga menjelaskan bahwa keberhasilan ibu menyusui sangat ditentukan oleh penanganan yang tepat – sebelum dan setelah kelahiran. Alangkah baiknya jika seorang ibu benar-benar mempersiapkan diri dengan informasi sebanyak-banyaknya tentang ASI dan menyusui, misalnya melalui <em>mailing list</em> <a href="http://health.groups.yahoo.com/group/asiforbaby/">asiforbaby</a>, kelas edukasi ASI atau mini talkshow seperti yang ada di Breastfeeding Fair. Dengan bekal yang cukup, ibu dapat memilih fasilitas kesehatan yang terbaik untuk dirinya dan bayinya (rumah sakit sayang bayi) dan dapat memilih tenaga kesehatan yang ia yakini dapat membantunya untuk memberikan ASI setelah kelahiran.</p>
<p>Sebagai organisasi yang memiliki visi dan misi untuk meningkatkan angka ibu menyusui dan bayi yang mendapatkan ASI di Indonesia, AIMI benar-benar serius dan memanfaatkan setiap event yang diselenggarakannya untuk menyebarkan informasi tentang manfaat menyusui, tidak hanya untuk bayi tetapi juga untuk ibu. Lebih lanjut mengenai AIMI dan kegiatannya dapat dibaca di <a href="http://www.aimi-asi.org/">www.aimi-asi.org</a>.</p>
<p>*******<br />
<strong>Fact Sheet AIMI</strong> :<br />
Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) adalah organisasi independen yang terbentuk dari kepedulian beberapa ibu mengenai pentingnya pemberian ASI untuk bayi secara eksklusif selama 6 bulan dan dilanjutkan hingga 2 tahun atau lebih. Saat ini dukungan untuk ibu yang memberikan ASI kepada bayinya dirasakan kurang, baik itu perhatian dan dukungan dari pemerintah, masyarakat umum dan instansi swasta. Berbagai kegiatan telah dilakukan AIMI untuk menyosialisasikan ASI, antara lain kegiatan regular kelas edukasi AIMI dengan tema seputar ASI dan MP‐ASI Sehat untuk Bayi, AIMI Goes to Office yaitu sosialisasi mengenai ASI yang dilakukan di kantor‐kantor, Pemberian penghargaan kepada perusahaan mendukung pemberian ASI, konsultasi laktasi, dan kegiatan lainnya.</p>
<p>*******<br />
<strong>Contact Person AIM</strong>I:</p>
<p>Mia Sutanto, Ketua AIMI<br />
mia.sutanto@aimi-asi.org<br />
(HP: +6281510002584) </p>
<p>Sisca Baroto-Utomo, Divisi Komunikasi<br />
sisca@aimi-asi.org<br />
(HP: 0818765021)</p>
<p>Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI)<br />
Graha MDS Lt. 1<br />
Pusat Niaga Mas Fatmawati Blok B1/34<br />
Jln. RS Fatmawati No. 39 Jakarta<br />
Telpon : 021-72790165 Fax: 021-72790166</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p>Siaran pers ini telah dibaca sebanyak 240 kali</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aimi-asi.org/2010/05/siaran-pers-aimi-breastfeeding-fair-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>AIMI gelar Seminar Tanggap Darurat pada Anak</title>
		<link>http://aimi-asi.org/2010/02/aimi-gelar-seminar-tanggap-darurat-pada-anak/</link>
		<comments>http://aimi-asi.org/2010/02/aimi-gelar-seminar-tanggap-darurat-pada-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Feb 2010 14:23:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sisca Baroto-Utomo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[features]]></category>
		<category><![CDATA[seminar]]></category>
		<category><![CDATA[Siaran Pers]]></category>
		<category><![CDATA[tanggap darurat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aimi-asi.org/?p=550</guid>
		<description><![CDATA[AIMI mengadakan Seminar Tanggap Darurat bekerjasa sama bersama SOS International. Seminar ini diadakan karena keselamatan bayi dan anak adalah hal yang sangat penting bagi orang tua. Diharapkan dengan mengikuti seminar ini, para orang tua maupun pengasuh dapat lebih terinformasi tentang tata cara penanganan kondisi darurat pada anak.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://aimi-asi.org/wp/wp-content/uploads/2010/02/logo-seminar.jpg" alt="logo-seminar" title="logo-seminar" width="250" height="250" class="alignright size-full wp-image-551" />JAKARTA (20/02): Keselamatan bayi dan anak adalah hal yang sangat penting bagi orangtua. Seringkali orangtua maupun pengasuh tidak meyadari ada banyak hal yang dapat membahayakan keselamatan anak, terutama ketika anak sedang bermain sambil mengeksplorasi lingkungan di sekelilingnya.</p>
<p>“Sebagian besar orang tua mungkin tidak menyadari, bahwa penanganan yang kurang tepat pada kecelakaan ‘kecil’ pada anak – seperti: jatuh, tersedak, terantuk benda keras, terkena api/panas, dll dapat berakibat fatal bagi keselamatan anak-anak kita”, jelas Mia Sutanto, Ketua Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI). “Atas dasar inilah, AIMI mengadakan Seminar Tanggap Darurat Pada Anak, agar setiap keluarga mengetahui cara penanganan yang tepat pada bahaya kecelakaan yang dapat berakibat fatal pada keselamatan anak-anak dan bayi”, tandasnya lagi.</p>
<p>Dalam seminar yang ditujukan bagi para orang tua/pengasuh ini, AIMI bekerjasama dengan International SOS Indonesia – suatu lembaga yang berkecimpung dalam dunia kesehatan, khususnya memberikan pelatihan-pelatihan tentang penanganan pada keadaan darurat (first aid trainings). “AIMI tertarik bekerjasama dengan International SOS Indonesia karena lembaga ini sudah teruji pengalamannya di bidang pelatihan penanganan pada keadaan darurat. Rasanya tepat jika AIMI menggandeng mereka untuk membawakan materi tanggap darurat pada anak”, jelas Cut Sarah Xandria, Ketua Panitia Seminar Tanggap Darurat pada Anak.</p>
<p>Materi yang dibawakan pada seminar ini antara lain meliputi penanganan tersedak pada bayi, CPR, penanganan luka bakar pada anak, serta penanganan pada patah dan retak tulang pada anak. Tak lupa, para instruktur dari International SOS Indonesia akan memberikan contoh/demo langsung pada para peserta, sehingga peserta dapat mencoba mempraktekkan teori-teori yang sudah diajarkan.</p>
<p>Diharapkan dengan mengikuti seminar ini, para orang tua/pengasuh dapat lebih terinformasi mengenai cara penanganan kondisi darurat pada anak. Tidak hanya itu, dengan mengetahui cara penanggulangan kondisi darurat pada anak yang tepat, akan lebih banyak bayi dan anak-anak terselamatkan dari bahaya/kecelakaan yang mungkin terjadi.</p>
<p>***</p>
<p>Fact Sheet AIMI:</p>
<p>AIMI terbentuk dari kepedulian beberapa ibu mengenai pentingnya pemberian ASI untuk bayi secara eksklusif selama 6 bulan dan dilanjutkan hingga 2 tahun atau lebih. Saat ini dukungan untuk ibu yang memberikan ASI kepada bayinya dirasakan kurang, baik itu perhatian dan dukungan dari pemerintah, masyarakat umum dan instansi swasta. </p>
<p>Berbagai kegiatan telah dilakukan AIMI untuk mensosialisasikan ASI, antara lain kegiatan regular kelas edukasi AIMI dengan tema seputar ASI, talkshow MP-ASI sehat untuk bayi, AIMI Goes to Office yaitu sosialisasi mengenai ASI yang dilakukan di kantor-kantor, pemberian penghargaan kepada perusahaan yang mendukung pemberian ASI, konsultasi laktasi dan kegiatan lainya.</p>
<p>***</p>
<p>Contact Person AIMI:</p>
<p>Mia Sutanto<br />
AIMI Chairwoman<br />
mia.sutanto@aimi-asi.org, +6281510002584</p>
<p>Sisca Baroto-Utomo<br />
Head of Communications Division<br />
sisca@aimi-asi.org, +62818765021</p>
<p>Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI)<br />
Graha MDS lt. 3<br />
Pusat Niaga Mas Fatmawati Blok B1/34<br />
Jl. RS. Fatmawati no. 39, Jakarta<br />
Telp: 021.72790165 Fax: 021.72790166<br />
www.aimi-asi.org</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aimi-asi.org/2010/02/aimi-gelar-seminar-tanggap-darurat-pada-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>AIMI Dari Lokal Menuju Internasional</title>
		<link>http://aimi-asi.org/2009/12/aimi-dari-lokal-menuju-internasional/</link>
		<comments>http://aimi-asi.org/2009/12/aimi-dari-lokal-menuju-internasional/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Dec 2009 14:17:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sisca Baroto-Utomo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[depkes]]></category>
		<category><![CDATA[emergency response]]></category>
		<category><![CDATA[features]]></category>
		<category><![CDATA[gempa]]></category>
		<category><![CDATA[IMBEX]]></category>
		<category><![CDATA[Press Release]]></category>
		<category><![CDATA[selasi]]></category>
		<category><![CDATA[Seputar AIMI]]></category>
		<category><![CDATA[Siaran Pers]]></category>
		<category><![CDATA[situ gintung]]></category>
		<category><![CDATA[WBW]]></category>
		<category><![CDATA[wbw 2009]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aimi-asi.org/?p=507</guid>
		<description><![CDATA[Akhir tahun semakin dekat, maka saatnya AIMI merangkum kegiatan-kegiatannya selama tahun 2009. Di tahun ini AIMI telah melakukan banyak hal. Bukan hanya ditingkat lokal dan nasional, tapi sudah melangkah ke tingkat internasional. Berikut berita lengkapnya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>AIMI, Jakarta (21/12): Tahun 2009 ini Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) telah melakukan banyak hal. Mulai dari tingkat lokal, nasional, bahkan sudah melangkah menuju dunia internasional.</p>
<p>“Agenda yang sudah dilaksanakan oleh AIMI tahun 2009 ini cukup banyak, mulai dari kegiatan untuk komunitas sendiri, untuk negara ini, bahkan dua di antaranya adalah event internasional. Begitu juga dengan 3 kali kegiatan tanggap darurat yang dilaksanakan AIMI pada tahun ini. Bagi organisasi yang masih seumur jagung, hal ini merupakan suatu kebanggaan bagi kami, karena apa yang kami lakukan diakui dan dirasakan manfaatnya,” kata Mia Sutanto – Ketua AIMI. Dukungan yang diberikan masyarakat pun dirasakan terus mengalir, salah satunya dari penggalangan dana yang dilakukan AIMI untuk kegiatan social selalu mencapai jutaan rupiah.</p>
<p>Tak jauh beda dengan dari organisasi kesehatan. Tercatat pada tahun 2009, AIMI memperoleh penghargaan dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pada 14 Juni 2009 atas perhatian dan dedikasi yang begitu besar terhadap kesehatan dan kesejahteraan anak Indonesia, khususnya di bidang pemberian ASI eksklusif.</p>
<p>Konsistensi AIMI untuk dalam menciptakan lingkungan dan masyarakat yang breastfeeding-friendly, menggerakkan AIMI bersama gabungan lembaga dan masyarakat peduli ASI  untuk membuat Pernyataan Bersama (PB) menolak RUU Kesehatan. Hal mendasar yang ditolak yaitu terkait dengan adanya kata-kata &#8220;Susu Formula&#8221; dalam pasal pemberian ASI. PB tersebut disampaikan ke pemerintah, legislative dan masyarakat melalui Press Conference pada 20 Agustus 2009. Pernyataan ini kemudian ditindaklanjuti dengan bertemu para wakil rakyat Komisi IX DPR. Hasil dari pertemuan dalam UU no. 36/2009 tentang Kesehatan, menghapuskan kata &#8220;Susu Formula&#8221; serta memunculkan pasal sanksi bagi semua pihak yang menghalangi pemberian ASI.</p>
<p><strong>Rangkaian kegiatan AIMI</strong></p>
<p>Tahun 2009 ini kegiatan AIMI diawali dengan pembentukan AIMI cabang Semarang, dengan ditandai dilaksanakannya Kelas EdukASI AIMI pada 21 Desember 2008 di Rumah Bersalin (RB) Ibu Semarang dengan topic Breastfeeding Basic. AIMI Semarang saat ini sudah sangat aktif dalam melakukan kegiatan konseling, mengedukasi masyarakat tentang manfaat ASI melalui ekspos di media serta rutin mengadakan Kelas Edukasi dengan bekerjasama dengan fasilitas kesehatan setempat.</p>
<p>Dalam rangka memperingati hari jadinya yang ke-2 pada tanggal 21 April 2009, AIMI menyelenggarakan workshop Hypnobreastfeeding dengan tema “<strong>Afirmasi Positif untuk Meningkatkan Kuantitas dan Kualitas ASI</strong>”. Salah satu tujuan diadakannya workshop ini adalah untuk memperkenalkan teknik relaksasi terbaru, sehingga dapat membantu para ibu menyusui untuk memaksimalkan kuantitas dan kualitas ASI-nya. Kegiatan yang dilaksanakan di Jakarta, pada hari Minggu, 19 April 2009 bertempat di Anahata Wellness Center fX Lifestyle X&#8217;nter lt f5, jl Jend. Sudirman, Jakarta mampu menyedot banyak peminat, terbukti dengan dibukanya 2 kelas untuk menampung seluruh peminat. Lanny Kuswandi, seorang pakar Hypnotherapy, di daulat untuk memandu sekitar 100 ibu menyusui dalam workshop tersebut.</p>
<p>Pada Agustus 2009, AIMI berpartisipasi dalam peringatan World breastfeeding Week (WBW), dengan mengadakan Seminar ASI yang mendatangkan seorang pakar ASI Internasional, Jack Newman, MD, FRCPC. Seminar ini mengambil tema “<strong>Numbers on Demand</strong>”, dimana disampaikan oleh Dr. Jack Newman bahwa hal terpenting dalam memberikan ASI pada bayi bukan pada seberapa banyak (berapa kali, berapa mili, dll), tapi jumlah yang sesuai dengan yang diminta/diinginkan oleh bayinya. Dr. Jack Newman juga menegaskan setiap bayi adalah unik, oleh karena itu jumlah yang diminta/diinginkan oleh bayi akan berbeda satu dan lainnya.</p>
<p>Masih dalam rangka peringatan WBW 2009, AIMI menyelenggarakan Breastfeeding Fair (BF) di Dharmawangsa Square Jakarta, 6-10 Agustus 2009. Dalam Breastfeeding fair ini selain <strong>bazaar</strong>, AIMI juga menggelar mini talkshow : <strong>Sharing &#038; Caring</strong> setiap hari selama BF berlangsung. Dalam sharing &#038; Caring ini AIMI mendatangkan narasumber public figure yang peduli ASI serta para pakar di bidang kesehatan – khususnya ASI, untuk mengupas berbagai hal seputar menyusui. Mulai dari cara Jitu pancing ASI dengan hypnobreastfeeding: “<strong>Affirmasi Positif melancarkan ASI</strong>” bersama Lanny Kuswandi. Trik menyajikan: “<strong>MPASI Berkualitas</strong>” bersama Wied Harry Apriadji. Untuk mewadahi keinginan ibu yang Ingin segera langsing tapi tetap menyusui? Maka, tema di hari ketiga: “<strong>Langsing &#038; ASI berlimpah dengan Pilates</strong>” bersama Svarga Pilates. Ibu ASI Indonesia akan berbagi kisah keajaiban-keajaiban ASI: “<strong>The Miracle of ASI</strong>” bersama dr. Utami Roesli, Sp.A, MBA, IBCLC &#038; Artika Sari Devi. Dan di hari terakhir: “<strong>Bahaya penggunaan susu formula yang tidak tepat</strong>” bersama dr. Asti Praborini &#038; Nola AB Three.</p>
<p>Pada 12 November 2009, AIMI diundang Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) cabang Tarakan – Kalimantan dalam seminar ASI dengan pembicara ketua AIMI, Mia Sutanto serta dr. Utami Roesli, SpA, MBA, IBCLCL, FABM. Acara tersebut dihadiri 250 orang serta diliput media setempat</p>
<p>Di penghujung tahun 2009, AIMI menjadi local partner Panorama untuk mengadakan kegiatan <strong>IMBEX</strong> (Indonesia Maternity and Baby Expo) 2009. Acara ini diadakan selama 3 hari,  20-22 November 2009 di Asembly Hall, JCC, Jakarta. Dalam kesempatan ini AIMI berpartisipasi mengisi bazaar, mengadakan talkshow dan mini Kelas Edukasi ASI serta membuka konsultasi/konseling menyusui pada stand-nya.</p>
<p><strong>Tanggap bencana</strong></p>
<p>Pada April 2009, ketika bencana Situ Gintung – Tangerang terjadi, AIMI membuka posko bantuan berupa dapur umum. Posko yang didirikan 2-5 April 2009 ini bertujuan untuk meringankan beban korban bencana Situ Gintung. AIMI yang memberikan perhatian khusus pada kesehatan serta gizi bayi dan balita memberikan bantuan berupa pemberian MPASI sehat untuk bayi dan balita di daerah tersebut, serta memberikan makanan lengkap gizi untuk ibu menyusui. Misi yang ingin dicapai dalam kegiatan ini adalah mensosialisasikan untuk mengutamakan pemberian ASI dan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) sehat bagi bayi dan balita dalam keadaan darurat, serta memberikan dukungan bagi ibu menyusui untuk tetap menyusui anaknya dalam kondisi seperti ini. Pihak yang telibat dalam posko ini terdiri dari pengurus AIMI, relawan peduli ASI, guru dan orang tua murid PAUD Strawberry serta ComDev MDS – Jakarta.</p>
<p>Ketika untuk ke-2 kalinya bencana gempa bumi terjadi di bumi Indonesia, tepatnya di Tasikmalaya, selama kurang lebih 1 minggu, yaitu 16-22 September 2009, Konselor Laktasi AIMI dibawah koordinasi World Vision Indonesia (WVI) terjun langsung ke daerah bencana untuk memberikan bantuan konseling untuk membantu ibu menyusui untuk tetap menyusui bayinya, serta memberikan perlengkapan yang diperlukan ibu dan bayi.</p>
<p>Pada tanggal 30 September dan 1 Oktober saat gempa melanda bumi Sumatera, AIMI mengadakan penggalangan dana dari anggota AIMI, anggota milis asiforbaby@yahoogroups.com maupun dari masyarakat umum. Sebagai upaya dan wujud solidaritas kemanusiaan AIMI, dibentuklah tim Laktasi Siaga Bencana (LSB) yang bertujuan untuk memberikan bantuan langsung pada korban bencana di Padang. Tim LSB I yang terdiri dari konselor laktasi AIMI berada di Padang 2-9 Oktober 2009, turun langsung ke daerah bencana untuk melakukan penyuluhan, konseling serta pendataan pemberian ASI pada situasi bencana. Kegiatan yang dilakukan oleh tim LSB 1 lebih diutamakan kepada pencegahan penggunaan susu formula atau MPASI instan terhadap bayi dibawah dua tahun (baduta), karena keterbatasan sanitasi (air bersih sulit di dapat, dll), sehingga pemberian susu formula dan MPASI instan akan memperkeruh keadaan karena dapat mengakibatkan bencana lain, yaitu diare sampai kematian pada baduta.</p>
<p>Tim LSB II berada di padang pada 20-24 Oktober 2009. Dengan bantuan dari ACT untuk penentuan lokasi, diprioritaskan daerah Nagari VII Koto, Kab. Pariaman, sebagai daerah bencana yang diatasi sebagai lanjutan kegiatan dari Tim I. Bentuk kegiatan yang dilakukan berupa penyuluhan ASI &#038; MPASI.</p>
<p>Kedatangan Tim LSB I dan II, dirasakan sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya dalam menyadarkan masyarakat akan kualitas dan komposisi ASI yang tidak tertandingi oleh susu apapun. Demikian pula dengan manfaat pengelolaan MP-ASI sehat yang jauh lebih bergizi dibandingkan dengan MP-ASI (termasuk di dalamnya bubur) instan. Pengetahuan ini sedikit banyak mempengaruhi masyarakat setempat untuk tetap mengutamakan pemberian ASI dibandingkan susu formula pada baduta serta memberikan MP-ASI sehat dibandingkan MP-ASI instan. Banyak pihak berharap kegiatan ini dapat dilanjutkan dalam bentuk pelatihan</p>
<h3>Berperan di Internasional</h3>
<p><strong>World Breastfeeding Trends Initiative (WBTi)</strong></p>
<p>AIMI ditunjuk oleh International Baby Food Action Network (IBFAN) Asia untuk mengerjakan report yg berisikan kondisi dan status pemberian ASI di Indonesia pada Agustus 2008, setelah mengikuti seminar di Thailand.</p>
<p>Ada 12 indikator penting yang menjadi kunci pertanyaan dari WBTi ini, diantaranya data besaran bayi yang mendapatkan ASI, berapa jumlah RS sayang ibu dan bayi &#8211; yang sedihnya di Indonesia sampai saat ini tidak ada, Undang-undang dan peraturan yang mendukung ASI sampai ke prosedur pemberian ASI pada ibu yang menderita HIV/AIDS.</p>
<p>AIMI bekerjasama dengan Sentra Laktasi Indonesia (Selasi), Perinasia dan Departemen Kesehatan RI telah mengumpulkan data-data terkait WBTi ini pada Februari 2009 dan dikirim kembali ke IBFAN Asia dan telah di-publish di web mereka pada Agustus 2009 lalu.</p>
<p>Tujuan adanya data-data ini adalah sebagai perangkat untuk mendorong pemerintah agar terus memperhatikan kondisi pemberian ASI di negara kita yang ternyata berdasarkan laporan WBTi ini kondisinya cukup memprihatinkan.</p>
<p>Untuk melihat lebih jelas kondisi menyusui di Indonesia dan negara-negara lain di dunia bisa dilihat di: <a href="http://www.worldbreastfeedingtrends.org/">www.worldbreastfeedingtrends.org</a></p>
<p><strong>Konferensi One Asia Breastfeeding Partners Forum 6 di Colombo, Srilanka</strong></p>
<p>Pada tanggal 18-21 November 2009, AIMI sebagai satu-satunya perwakilan dari Indonesia diundang dalam konferensi One Asia Breastfeeding Partners Forum 6 di Colombo, Srilanka. Konferensi yang dihadiri oleh 17 negara ini mengangkat tema &#8220;<strong>Breastfeeding in Emergencies: Challenges and Solutions</strong>&#8220;. AIMI mempresentasikan kegiatan <strong>emergency response</strong> untuk Sumbar serta laporan WBTi. Hasil dari konferensi Colombo adalah Colombo Declaration yang rencananya akan dikirimkan ke media pada awal 2010. Tahun 2010 rencananya AIMI akan menjadi host untuk konferensi One Asia Breastfeeding Partners Forum 7 yang akan diselenggarakan di Indonesia. **</p>
<p>***</p>
<p>Fact Sheet AIMI :</p>
<p>AIMI terbentuk dari kepedulian beberapa ibu mengenai pentingnya pemberian ASI untuk bayi secara eksklusif selama 6 bulan dan dilanjutkan hingga 2 tahun atau lebih. Saat ini dukungan untuk ibu yang memberikan ASI kepada bayinya dirasakan kurang, baik itu perhatian dan dukungan dari pemerintah, masyarakat umum dan instansi swasta.</p>
<p>Berbagai kegiatan telah dilakukan AIMI untuk menyosialisasikan ASI, antara lain kegiatan regular kelas edukasi AIMI dengan tema seputar ASI dan MP-ASI Sehat untuk Bayi, AIMI Goes to Office yaitu sosialisasi mengenai ASI yang dilakukan di kantor-kantor, Pemberian penghargaan kepada perusahaan mendukung pemberian ASI, konsultasi laktasi, dan kegiatan lainnya.</p>
<p>*** </p>
<p>Contact Person AIMI:<br />
Mia Sutanto, Ketua<br />
mia.sutanto@aimi-asi.org<br />
HP: 081510002584 </p>
<p>Sisca Baroto-Utomo, Media Relations<br />
sisca@aimi-asi.org<br />
HP : 0818765021</p>
<p>Sekretariat:<br />
Graha MDS Lt. 1<br />
Pusat Niaga Mas Fatmawati Blok B1/34<br />
Jln. RS Fatmawati No. 39 Jakarta<br />
Telpon : 021-72790165 Fax: 021-72790166<br />
www.aimi-asi.org</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aimi-asi.org/2009/12/aimi-dari-lokal-menuju-internasional/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ibu Positif HIV Dianjurkan Menyusui Eksklusif Bayinya</title>
		<link>http://aimi-asi.org/2009/12/ibu-positif-hiv-dianjurkan-menyusui-eksklusif-bayinya/</link>
		<comments>http://aimi-asi.org/2009/12/ibu-positif-hiv-dianjurkan-menyusui-eksklusif-bayinya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Dec 2009 13:43:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sisca Baroto-Utomo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[AIDS]]></category>
		<category><![CDATA[ASI Eksklusif]]></category>
		<category><![CDATA[HIV]]></category>
		<category><![CDATA[Siaran Pers]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aimi-asi.org/?p=505</guid>
		<description><![CDATA[AIMI, Jakarta (9/12): Seorang ibu yang positif mengidap HIV dan mengkonsumsi obat antiretroviral dapat menyusui secara eksklusif enam (6) bulan pada bayinya, tanpa menularkan virus HIV tersebut ke bayinya. Demikian hasil penelitian yang dilakukan oleh NACA (National Agency for the Control of AIDS ) Nigeria di Bostwana – Nigeria. Hasil penelitian ini dirilis oleh Professor [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>AIMI, Jakarta (9/12): Seorang ibu yang positif mengidap HIV dan mengkonsumsi obat antiretroviral dapat menyusui secara eksklusif enam (6) bulan pada bayinya, tanpa menularkan virus HIV tersebut ke bayinya. Demikian hasil penelitian yang dilakukan oleh NACA (National Agency for the Control of AIDS ) Nigeria di Bostwana – Nigeria. Hasil penelitian ini dirilis  oleh Professor John Idoko Direktur NACA &#8211; Nigeria, pada 26 November 2009 dalam pembukaan peringatan hari AIDS sedunia di Nigeria dengan tema &#8220;Universal Access and Human Rights&#8217;, Closing the Wide Gap in Preventing Mother To Child Transmission (PMTCT)&#8221;.</p>
<p>Hal ini disambut positif oleh Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI). “Sebelum ada pengumuman dari hasil penelitian ini, pihak internasional masih ragu untuk menyarankan ibu yang positif HIV untuk menyusui bayi mereka. Dengan adanya hasil penelitian ini, maka ketakutan bahwa bayi yang lahir dari ibu positif HIV akan tertular melalui air susu ibunya menjadi terminimalisir. Selama ibu positif HIV tersebut mengkonsumsi obat antiretroviral,” demikian jelas Mia Sutanto – Ketua AIMI.</p>
<p>AIMI sedari awal selalu menyarankan agar ibu dapat menyusui secara eksklusif meskipun dalam keadaan sakit. Hal ini dikarenakan, selain bayi mendapatkan segala kebaikan air susu ibu (ASI),  bayi juga akan mendapatkan antibodi dari ibu terhadap penyakit tersebut. </p>
<p>Bayi baru lahir sangat rentan terkena infeksi ataupun berbagai penyakit yang sudah diderita oleh lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, cara terbaik untuk melindungi bayi tersebut dari infeksi dan berbagai penyakit yang terdapat di lingkungannya adalah dengan memberikan ASI, jelas Mia.</p>
<p>“Mengapa demikian? Karena ASI adalah asupan nutrisi yang paling higienis, yang memiliki gizi paling lengkap, dan terutama memiliki kandungan antibodi yang dihasilkan oleh tubuh ibunya. Antibodi inilah yang tidak dimiliki susu pengganti manapun, yang bisa melindungi bayi dari infeksi sekitarnya,” kata Mia. Pemberian ASI tidak bisa dibandingkan  atau digantikan dengan pemberian susu formula. Karena susu formula bukanlah produk steril. Belum lagi untuk proses penyajiannya yang memerlukan tempat dan air, yang belum tentu disterilkan terlebih dahulu. Maka, pemberian susu formula akan meningkatkan bahaya berbagai penyakit infeksi dan mal-nutrisi.</p>
<p>Dengan adanya rekomendasi dari NACA tersebut, maka semakin menguatkan gerakan AIMI  dalam mendorong pemerintah dan pihak swasta untuk memberikan dukungan terhadap ibu menyusui.</p>
<p>Indonesia termasuk negara dengan laju pertumbuhan penderita kasus HIV AIDS yang tercepat di Asia. Dalam setahun diperkirakan terjadi 1 juta kasus baru HIV di Indonesia. Tragisnya 92% di antaranya adalah usia produktif termasuk anak dan remaja. Sampai bulan September 2009 DEPKES telah melaporkan jumlah penderita AIDS pada anak dibawah 15 tahun telah mencapai 464 anak. </p>
<p>Menurut laporan yang dikeluarkan Depkes hingga bulan September 2009, dilaporkan sudah 464 anak Indonesia berusia di bawah 15 tahun yang positif terinfeksi AIDS. Sebagian besar terinfeksi karena lahir dari ibu yang positif HIV. Hal inipun mungkin jumlahnya akan lebih besar lagi karena semua kasus belum tentu dilaporkan, kasus HIV/AIDS baik di Indonesia maupun negara-negara lain merupakan sebuah fenomena gunung es. </p>
<p>Penderita HIV/AIDS pada bayi dan anak kian meningkat pesat. Bertambahnya prevalensi ini diduga mudahnya jalur penularan:  selama kehamilan, persalinan atau selama menyusui. ODHA yang tidak mendapat terapi ARV berisiko 15 – 45 persen anaknya tertular HIV/AIDS. </p>
<p>Berdasarkan berbagai fakta-fakta tersebut AIMI mendorong pemerintah dan swasta, terutama yang bergerak di bidang kesehatan untuk memberikan dukungan  kepada ibu penderita HIV untuk tetap menyusui bayinya.***</p>
<p>***</p>
<p>Fact Sheet AIMI :</p>
<p>AIMI terbentuk dari kepedulian beberapa ibu mengenai pentingnya pemberian ASI untuk bayi secara eksklusif selama 6 bulan dan dilanjutkan hingga 2 tahun atau lebih. Saat ini dukungan untuk ibu yang memberikan ASI kepada bayinya dirasakan kurang, baik itu perhatian dan dukungan dari pemerintah, masyarakat umum dan instansi swasta.</p>
<p>Berbagai kegiatan telah dilakukan AIMI untuk menyosialisasikan ASI, antara lain kegiatan regular kelas edukasi AIMI dengan tema seputar ASI dan MP-ASI Sehat untuk Bayi, AIMI Goes to Office yaitu sosialisasi mengenai ASI yang dilakukan di kantor-kantor, Pemberian penghargaan kepada perusahaan mendukung pemberian ASI, konsultasi laktasi, dan kegiatan lainnya.</p>
<p>***</p>
<p>Contact Person AIMI:</p>
<p>Mia Sutanto, Ketua<br />
mia.sutanto@aimi-asi.org<br />
HP: 081510002584</p>
<p>Sisca Baroto-Utomo,<br />
Media Relations<br />
sisca@aimi-asi.org<br />
HP : 0818765021</p>
<p>Sekretariat:</p>
<p>Graha MDS Lt. 1<br />
Pusat Niaga Mas Fatmawati Blok B1/34<br />
Jln. RS Fatmawati No. 39 Jakarta Telpon : 021-72790165 Fax: 021-72790166<br />
www.aimi-asi.org</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aimi-asi.org/2009/12/ibu-positif-hiv-dianjurkan-menyusui-eksklusif-bayinya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Siaran Pers: Gempa Sumatera</title>
		<link>http://aimi-asi.org/2009/10/gempa-sumatera/</link>
		<comments>http://aimi-asi.org/2009/10/gempa-sumatera/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Oct 2009 15:16:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sisca Baroto-Utomo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[AIMI Emergency Response]]></category>
		<category><![CDATA[ASI Eksklusif]]></category>
		<category><![CDATA[emergency response]]></category>
		<category><![CDATA[Press Release]]></category>
		<category><![CDATA[Siaran Pers]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aimi-asi.org/?p=476</guid>
		<description><![CDATA[Indonesia bersedih lagi akibat gempa yang mengguncang Sumatera (Padang dan Jambi) pada tanggal 30 September dan 1 Oktober 2009 yang lalu. Begitu banyak penduduk yang tidak berdosa – orang tua, remaja, bayi dan anak-anak – yang menjadi korban. Organisasi peduli ASI mengirimkan Tim Lastasi Siaga Bencana yang terdiri dari para Konselor Laktasi.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>AIMI, Jakarta (1/10): Indonesia bersedih lagi akibat gempa yang mengguncang Sumatera (Padang dan Jambi) pada tanggal 30 September dan 1 Oktober 2009 yang lalu. Begitu banyak penduduk yang tidak berdosa – orang tua, remaja, bayi dan anak-anak – yang menjadi korban. Dari berbagai sumber diketahui bahwa jumlah korban meninggal di Sumatera Barat sudah mencapai 529 orang, luka berat 83 orang dan luka ringan 2094 orang. Belum lagi korban di Jambi yang tidak kalah banyaknya.</p>
<p>Suasana duka dan kengerian akan terjadinya gempa susulan masih terlihat di wajah penduduk, khususnya mereka yang tinggal di titik-titik gempa. Tidaklah mengherankan jika puskesmas, rumah sakit, serta rumah ibadah yang tidak runtuh akibat gempa menjadi tempat pengungsian sementara yang relatif aman.</p>
<p>Penanganan terhadap korban bencana dilakukan oleh tenaga medis setempat serta para relawan dari berbagai organisasi. Demikian pula penanganan bagi para korban bencana yang lain, terutama kaum ibu, anak-anak, bayi  serta baduta.</p>
<p>Sayangnya, ada penanganan yang kurang tepat dari organisasi-organisasi ini, terutama untuk para bayi dan  baduta (bawah umur dua tahun). Alih-alih mendukung para ibu untuk memberikan ASI, sebagai respon pertama pada situasi darurat (seperti yang dikutip dari tema pekan ASI sedunia 2009: <strong>Breastfeeding, a vital emergency response. Are you ready?</strong>), organisasi dan sebagian besar pendonor malah mengirimkan susu / makanan instan pengganti ASI.</p>
<p>Dalam menanggapi hal ini, Mia Sutanto &#8211; Ketua Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) &#8211; mengatakan, &#8220;Dalam situasi darurat, ASI wajib diutamakan. Nilai gizi dan higienitasnya tidak dapat dibandingkan dengan susu formula / makanan pengganti ASI apapun. Penggunaan susu formula / Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang tidak tepat, terutama dalam situasi darurat (bencana alam, dll) dapat menimbulkan berbagai persoalan pada bayi dan baduta, misalkan saja diare, ISPA, dan yang terparah adalah kematian.&#8221;</p>
<p>Mia menambahkan, untuk mengantisipasi kondisi darurat bagi bayi dan balita, dua lembaga kesehatan dunia yaitu UNICEF dan WHO, yang di Indonesia bersama-sama dengan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pada tanggal 7 Januari 2005 mengeluarkan rekomendasi bersama tentang Pemberian Makan Bayi pada Situasi Darurat.</p>
<p>Lebih lanjut, Departemen Kesehatan Republik Indonesia pada tahun 2007 pun telah mengeluarkan Pedoman Penanganan Gizi dalam Situasi Darurat.  Rekomendasi bersama tersebut didasarkan pada Kode Internasional Pemasaran Susu Formula WHO (”Kode WHO”) yang menyatakan bahwa pada operasi penanggulangan bencana, pemberian ASI pada bayi harus dilindungi, dipromosikan dan didukung. Bagaimanapun, menyusui dalam kondisi darurat bencana menjadi lebih penting karena sangat terbatasnya sarana untuk menyiapkan susu formula, seperti air bersih, bahan bakar dan juga persediaan susu formula dalam jumlah yang memadai. ”Bahkan semua sumbangan susu formula atau produk makanan bayi lainnya, hanya boleh diberikan dalam keadaan terbatas dan harus ada ijin dari Dinas Kesehatan setempat,” kata Mia.</p>
<p>Lebih rinci, rekomendasi bersama mengatur pemberian makanan utama bagi bayi, sebagai berikut :</p>
<ul>
<li>Menyusui justru menjadi lebih penting karena sangat terbatasnya sarana untuk penyiapan susu formula, seperti air bersih, bahan bakar dan juga kesinambungan tersedianya susu formula dalam jumlah yang memadai.
</li>
<li>Pemberian susu formula akan meningkatkan risiko terjadinya diare, kekurangan gizi dan kematian bayi.
</li>
<li>Sumbangan susu formula yang diperoleh dari donor, maka distribusi maupun penggunaannya harus dimonitor oleh tenaga yang terlatih.</li>
</ul>
<p>Pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) juga diatur dalam rekomendasi bersama tersebut antara lain disebutkan bahwa MPASI hanya boleh diberikan setelah bayi berusia 6 bulan, dibuat dengan bahan makanan lokal, MPASI harus mudah dicerna dan pemberiannya harus disesuaikan dengan umur dan gizi bayi serta makanan tersebut harus mengandung kalori dan nutrisi yang cukup.</p>
<p>Oleh karena itulah, AIMI beserta organisasi dan masyarakat pendukung ASI menghimbau seluruh masyarakat terutama tenaga kesehatan untuk mendukung ibu memberikan ASI dalam situasi darurat. Donasi atau bantuan yang diperlukan dapat saja berupa selimut, pakaian layak pakai, obat2an dan hal lain, tetapi janganlah memberikan / menyumbang susu formula atau makanan instan pengganti ASI.</p>
<p>Dalam hal ini AIMI mendukung pengiriman Tim Laktasi Siaga Bencana yang terdiri dari para Konselor Laktasi yang berasal dari berbagai organisasi peduli ASI ke tempat bencana serta membuka dompet donasi untuk mendukung didirikannya posko laktasi di wilayah bencana. Untuk keterangan lebih lanjut tentang donasi ini silahkan mengunjungi website AIMI – www.aimi-asi.org.</p>
<p>***</p>
<p>Fact Sheet AIMI :<br />
AIMI terbentuk dari kepedulian beberapa ibu mengenai pentingnya pemberian ASI untuk bayi secara eksklusif selama 6 bulan dan dilanjutkan hingga 2 tahun atau lebih. Saat ini dukungan untuk ibu yang memberikan ASI kepada bayinya dirasakan kurang, baik itu perhatian dan dukungan dari pemerintah, masyarakat umum dan instansi swasta.</p>
<p>Berbagai kegiatan telah dilakukan AIMI untuk menyosialisasikan ASI, antara lain kegiatan regular kelas edukasi AIMI dengan tema seputar ASI dan MP-ASI Sehat untuk Bayi, AIMI Goes to Office yaitu sosialisasi mengenai ASI yang dilakukan di kantor-kantor, Pemberian penghargaan kepada perusahaan mendukung pemberian ASI, konsultasi laktasi, dan kegiatan lainnya.</p>
<p>***<br />
Contact Person AIMI:<br />
Mia Sutanto, Ketua<br />
mia.sutanto@aimi-asi.org<br />
HP: 081510002584</p>
<p>Sisca Baroto-Utomo,<br />
Media Relations<br />
sisca@aimi-asi.org<br />
HP : 0818765021</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aimi-asi.org/2009/10/gempa-sumatera/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
