<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>AIMI - Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia &#187; Siaran Pers</title>
	<atom:link href="http://aimi-asi.org/tag/siaran-pers/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://aimi-asi.org</link>
	<description>Menyusui: Anak Sehat, Keluarga Bahagia</description>
	<lastBuildDate>Sun, 29 Jan 2012 01:59:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.3</generator>
		<item>
		<title>Siaran Pers: AIMI Selenggarakan Workshop ASI Untuk Ustadz dan Ustadzah ke-3</title>
		<link>http://aimi-asi.org/2012/01/siaran-pers-aimi-selenggarakan-workshop-asi-untuk-ustadz-dan-ustadzah/</link>
		<comments>http://aimi-asi.org/2012/01/siaran-pers-aimi-selenggarakan-workshop-asi-untuk-ustadz-dan-ustadzah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Jan 2012 01:59:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>webmaster</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Siaran Pers]]></category>
		<category><![CDATA[Ustadz]]></category>
		<category><![CDATA[Ustadzah]]></category>
		<category><![CDATA[Workshop]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aimi-asi.org/?p=1768</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA &#8212; Untuk ketiga kalinya hari ini (29/1) Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) kembali menyelenggarakan Workshop ASI untuk para ustadz dan ustadzah di Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta. Tujuan dari Workshop yang telah diselenggarakan sejak tahun 2010 ini adalah untuk memberikan informasi yang lebih lengkap mengenai pemberian ASI, memaparkan bahaya pemberian formula, serta menekankan kembali [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>JAKARTA &#8212; Untuk ketiga kalinya hari ini (29/1) Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) kembali menyelenggarakan Workshop ASI untuk para ustadz dan ustadzah di Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta. Tujuan dari Workshop yang telah diselenggarakan sejak tahun 2010 ini adalah untuk memberikan informasi yang lebih lengkap mengenai pemberian ASI, memaparkan bahaya pemberian formula, serta menekankan kembali anjuran pemberian ASI dari sudut pandang agama.</p>
<p>Menurut Inna Banani, Ketua Divisi Edukasi AIMI, mengangkat tema ASI dari sudut pandang agama dianggap penting untuk mempertajam dakwah yang dilakukan ustadz/ustadzah kepada para jamaahnya. “Para ustadz/ustadzah sering berhadapan langsung dengan masyarakat dan dipercaya untuk menjawab berbagai pertanyaan, termasuk mengenai menyusui,” jelasnya. </p>
<p>Peserta workshop kali ini berasal dari perorangan maupun utusan dari beberapa organisasi dengan ragam latar belakang seperti yayasan pendidikan, lembaga dakwah nasional, BAZNAS, dan majelis taklim. Peran serta tokoh agama diharapkan dapat menjadi salah satu kunci keberhasilan menyusui, karena mereka dapat meyakinkan nilai kebaikan dari pemberian ASI dari sisi syariah kepada para pengikutnya.</p>
<p>Narasumber dalam workshop kali ini adalah para ahli dibidangnya, yaitu Dr. Ali Nurdin, M.A., Dr. Utami Roesli, Sp.A., MBA, IBCLC, FABM, serta Dr. Asti Praborini, Sp.A., IBCLC. Ketiganya akan mengupas lebih dalam anjuran ASI dalam Al-Qur’an dan informasi terkini mengenai perkembangan ASI dari sisi medis dan kesehatan masyarakat.***</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p><small><strong>Fact Sheet AIMI</strong>:<br />
Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) adalah organisasi independen yang terbentuk dari kepedulian beberapa ibu mengenai pentingnya pemberian ASI untuk bayi secara eksklusif selama 6 bulan dan dilanjutkan hingga 2 tahun atau lebih. Saat ini dukungan untuk ibu yang memberikan ASI kepada bayinya dirasakan kurang, baik itu perhatian dan dukungan dari pemerintah, masyarakat umum dan instansi swasta. Berbagai kegiatan telah dilakukan AIMI untuk mensosialisasikan ASI, antara lain kegiatan regular kelas edukasi AIMI dengan tema seputar ASI, talkshow MP-ASI sehat untuk bayi, AIMI Goes to Office yaitu sosialisasi mengenai ASI yang dilakukan di kantor-kantor, pemberian penghargaan kepada perusahaan yang mendukung pemberian ASI, konsultasi laktasi dan kegiatan lainya.</p>
<p>Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI)<br />
Graha MDS lt. 1<br />
Pusat Niaga Mas Fatmawati Blok B1/34<br />
Jl. RS. Fatmawati no. 39, Jakarta<br />
Telp: 021.72790165 Fax: 021.72790166<br />
<a href="http://www.aimi-asi.org">www.aimi-asi.org</a> |<a href="http://twitter.com/aimi_asi">@aimi_asi</a><br />
</small></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aimi-asi.org/2012/01/siaran-pers-aimi-selenggarakan-workshop-asi-untuk-ustadz-dan-ustadzah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Siaran Pers: Jawaban AIMI Atas Pemberitaan detik.com pada Jumat, 07/10/2011 17:50 WIB</title>
		<link>http://aimi-asi.org/2011/10/siaran-pers-jawaban-aimi-atas-pemberitaan-detik-com-pada-jumat-07102011-1750-wib/</link>
		<comments>http://aimi-asi.org/2011/10/siaran-pers-jawaban-aimi-atas-pemberitaan-detik-com-pada-jumat-07102011-1750-wib/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Oct 2011 02:02:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>webmaster</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Siaran Pers]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aimi-asi.org/?p=1610</guid>
		<description><![CDATA[Link http://finance.detik.com/read/2011/10/07/174805/1739299/1036/pengusaha-keberatan-aturan-asi-eksklusif-6-bulan?f9911023 Menyusui bukan sekedar memberikan makan untuk bayi, tetapi juga mengalirkan cinta, memberikan yang terbaik untuk bayi dari segi intelegensia dan kesehatan lahir batin. Mendapatkan ASI, adalah HAK anak-anak kita, generasi penerus bangsa. Hal inilah yang menjadi salah satu dasar bagi para ibu bekerja, untuk tetap bisa berjuang memberikan yang terbaik bagi buah hatinya. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> Link <a href="http://finance.detik.com/read/2011/10/07/174805/1739299/1036/pengusaha-keberatan-aturan-asi-eksklusif-6-bulan?f9911023">http://finance.detik.com/read/2011/10/07/174805/1739299/1036/pengusaha-keberatan-aturan-asi-eksklusif-6-bulan?f9911023</a></p>
<p>Menyusui bukan sekedar memberikan makan untuk bayi, tetapi juga mengalirkan cinta, memberikan yang terbaik untuk bayi dari segi intelegensia dan kesehatan lahir batin. Mendapatkan ASI, adalah HAK anak-anak kita, generasi penerus bangsa. Hal inilah yang menjadi salah satu dasar bagi para ibu bekerja, untuk tetap bisa berjuang memberikan yang terbaik bagi buah hatinya.</p>
<p>Adanya kewajiban menyusui secara eksklusif selama 6 bulan hendaknya tidak dijadikan landasan kekhawatiran para pengusaha terhadap proses bisnis, melainkan dianggap sebagai salah satu iklim yang kondusif bagi ibu bekerja untuk dapat berkarir sekaligus memberikan nutrisi terbaik bagi anaknya.</p>
<p>Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) terkait ASI merupakan peraturan pelaksana yang diamanatkan oleh Undang-undang No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, di Pasal 128 ayat (2) jelas disebutkan bahwa selama melaksanakan ASI eksklusif, seluruh komponen masyarakat harus mendukung dengan memberikan fasilitas khusus, RPP ini menjabarkan lebih lanjut fasilitas khusus tersebut yaitu salah satunya ruang menyusui di tempat kerja.  </p>
<p>Hak ibu untuk terus menyusui bayinya walaupun kembali kerja juga sudah lama diatur dalam berbagai perundangan di Indonesia, yang sangat jelas mengatur ada di Pasal 83 Undang-undang No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, jadi sangatlah tidak relevan jika pengusaha baru sekarang tidak menyetujui kalau ibu menyusui dapat melaksanakan haknya memerah asi di kantor, dengan menyediakan ruang laktasi.</p>
<p>AIMI pun sangat menyayangkan statement dari APINDO yang menyatakan bahwa menyediakan ruang laktasi akan mempengaruhi iklim bisnis di Indonesia. Memberikan ASI bukan hanya bermanfaat bagi karyawan perempuan yang bersangkutan saja, namun juga untuk perusahaan.</p>
<p>Bagi perusahaan, jika ibu memberi ASI pada anaknya akan menghemat pengeluaran untuk pengobatan/asuransi kesehatan, karena bayi yang diberi ASI eksklusif terbukti lebih jarang sakit dan dirawat di rumah sakit dibanding  bayi yang diberi susu formula. </p>
<p>Hasil Riset Cohen R, et. al, Am. J. Health Promotion (1995; 10:148-53) dalam &#8220;<em>Comparison of maternal absenteeism and infant illness rates among breast feeding and formula-feeding women in 2 corporations</em>&#8221; menyatakan bahwa 28% bayi dalam penelitian ini tidak pernah sakit selama periode penelitian. Dari 28% itu, 86% adalah bayi yang mendapat ASI, 14% adalah bayi yang mendapat  formula. </p>
<p>Dari kelompok bayi yg pernah mengalami sakit, ada 40 kejadian yg menyebabkan ibu tidak masuk kerja (dari total 73 bayi sakit). Absensi ibu tidak menyusui yang tidak masuk kerja karena bayi sakit 2 kali lipat lebih banyak dibanding ibu menyusui, yaitu 26% ibu tidak menyusui dan 11% ibu menyusui.</p>
<p>Pemberian ASI eksklusif turut berkontribusi dalam menghemat devisa negara, mengurangi impor formula dan peralatan lain untuk persiapan atau penyajiannya. Bayi yang sehat adalah cikal bakal Negara yang kuat. ASI eksklusif pun turut andil dalam menurunkan angka kematian ibu dan anak. </p>
<p>Dalam hal cinta lingkungan, pemberian ASI eksklusif dapat mengurangi limbah pengolahan susu formula dan limbah kemasannya. ASI adalah sumber daya yang terus menerus diproduksi dan dapat diperbaharui, tanpa biaya produksi.</p>
<p>Bayangkan jika anak para karyawan perempuan ini selalu sehat berkat ASI. Hal ini akan mengurangi kemungkinan karyawan perempuan tidak masuk kerja karena alasan sakit. Jika anaknya sehat, ibu bekerja lebih produktif karena dikantor pun tidak perlu dalam keadaan stress sambil memikirkan kondisi anak dirumah.</p>
<p>Lebih jauh, imbasnya pun dapat dirasakan terhadap klaim &#8220;sakit&#8221; karyawan dan keluarganya, jika anak sehat, keluarga sehat, tentunya karyawan dapat dengan tenang bekerja tanpa dibebani pikiran-pikiran urusan anak sakit dan sebagainya.</p>
<p>Kekhawatiran APINDO bahwa hal ini bisa menimbulkan pengaturan baru soal cuti melahirkan juga terlalu jauh.  Cuti melahirkan diatur berdasarkan UU No. 13/2003, jika hendak diubah harus dengan peraturan yang setingkat juga yaitu UU, tidak mungkin diatur di PP apalagi Perda dan aturan-aturan di bawah UU.</p>
<p>Pemerintah tentunya akan mengatur lebih jauh tentang pengadaan ruang laktasi dengan mempertimbangkan kondisi perusahaan. Jika perusahaan bisa menyediakan fasilitas yang lengkap seperti kulkas, dispenser, wastafel dan tak ketinggalan waktu yang dibutuhkan untuk memerah ASI, tentunya ini akan sangat kami apresiasi. Kalaupun tidak bisa menyediakan fasilitas yang lengkap, cukuplah berikan ruangan yang bersih dan private, minimal dapat dikunci dari dalam. Paling tidak, tidak ada lagi ibu bekerja yang harus memerah ASI di dalam toilet yang masih banyak dilakukan oleh para karyawati saat ini.</p>
<p>*****<br />
<strong>Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI)</strong><br />
Graha MDS lt1. Pusat Niaga Duta Mas Fatmawati Blok B1/34<br />
Jl. RS Fatmawati no 39. Jakarta 12150<br />
Telp: 021-72787243<br />
Fax: 021-72790165<br />
Email: kontak@aimi-asi.org<br />
www.aimi-asi.org </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aimi-asi.org/2011/10/siaran-pers-jawaban-aimi-atas-pemberitaan-detik-com-pada-jumat-07102011-1750-wib/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Siaran Pers: AIMI Salurkan Sumbangan untuk Merapi</title>
		<link>http://aimi-asi.org/2010/11/siaran-pers-aimi-salurkan-sumbangan-untuk-merapi/</link>
		<comments>http://aimi-asi.org/2010/11/siaran-pers-aimi-salurkan-sumbangan-untuk-merapi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Nov 2010 00:30:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sisca Baroto-Utomo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[AIMI Emergency Response]]></category>
		<category><![CDATA[merapi]]></category>
		<category><![CDATA[Siaran Pers]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aimi-asi.org/?p=1133</guid>
		<description><![CDATA[Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) yang membuka pengumpulan dana untuk korban bencana Merapi sejak tanggal 28 Oktober lalu telah menggunakan dana sumbangan yang terkumpul untuk berbagai kebutuhan pengungsi, terutama ibu, bayi dan balita di Jogjakarta. Dana yang terkumpul hingga 4 November 2010 sebesar Rp 4 juta dan telah disalurkan kepada para korban bencana letusan Merapi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) yang membuka pengumpulan dana untuk korban bencana Merapi sejak tanggal 28 Oktober lalu telah menggunakan dana sumbangan yang terkumpul untuk berbagai kebutuhan pengungsi, terutama ibu, bayi dan balita di Jogjakarta.</p>
<p>Dana yang terkumpul hingga 4 November 2010 sebesar Rp 4 juta dan telah disalurkan kepada para korban bencana letusan Merapi oleh Konselor Laktasi AIMI yang mengunjungi para korban sekaligus memberikan konseling kepada ibu hamil dan menyusui agar bisa tetap menyusui dalam kondisi darurat.</p>
<p>dr. Astri Pramarini, Konselor Laktasi AIMI yang juga Ketua AIMI Jawa Timur mengunjungi pos pengungsi di Hargobinangun. Di sana menemui 27 ibu hamil dan menyusui yang tinggal di pos dan sekitarnya untuk memberi dukungan menyusui.</p>
<p>Uang sumbangan dari donatur yang masuk ke AIMI, kata Astri, juga diberikan peralatan memasak karena ibu-ibu mengalami kesulitan untuk memberikan MPASI buatan sendiri karena di pengungsian tidak ada peralatan memasak yang bisa digunakan. “Mereka mengeluhkan bayi-bayi menolak MPASI (bubur instan) yang disediakan, bahkan akan yang mengalami konstipasi setelah mengonsumsi makanan instan.”</p>
<p>Untuk itu, AIMI kemudian bekerja sama dengan Jogja Parenting Club menyediakan MPASI untuk bayi berusia 6 bulan ke atas dengan menggunakan dana yang ada.</p>
<p>AIMI juga membagikan flyer mengenai cara memberikan makanan kepada bayi pada saat terjadi bencana, panduan menyusui dan cara memerah ASI. Menurut Astri, dalam kondisi serba darurat seperti ini, ASI menjadi satu-satunya cara yang paling pasti untuk melindungi bayi. “Karena itu, AIMI langsung turun untuk memberikan konseling dan motivasi, agar ibu tetap bisa menyusui.”</p>
<p>Dia menambahkan, seorang ibu, dalam kondisi apapun pasti bisa menyusui bayinya. Sebaiknya, ibu melindungi bayinya dengan tidak memberikan susu formula secara sembarangan yang bisa membahayakan kondisi bayi. Dalam situasi darurat di pengungsian, lanjut Astri, persediaan air bersih sangat terbatas sehingga itu sangat tidak memungkinkan untuk bayi bisa mengonsumsi susu formula. “Air bersih dibutuhkan untuk mencuci botol dan membuat susu, padahal saat ini persediaan air bersih sangat terbatas.”</p>
<p>AIMI masih membuka sumbangan dana untuk korban Merapi yang akan disalurkan untuk memenuhi kebutuhan MPASI bayi dan balita bekerja sama dengan Jogja Parenting Club. Jika Anda ingin membantu, dana bisa ditransfer melalui</p>
<blockquote><p>Rekening AIMI<br />
Bank Mandiri Cabang Jakarta Kyai Tapa,<br />
a/n. <strong>Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia</strong><br />
nomor rekening <strong>11700 2464 274 6</strong> (<strong>11700 AIMI ASI 6</strong>)</p></blockquote>
<p>dan mencantumkan Bantuan Mentawai dan Merapi di berita transfer.</p>
<p>***</p>
<p>Fact Sheet AIMI:</p>
<p>Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) adalah organisasi independen yang terbentuk dari kepedulian beberapa ibu mengenai pentingnya pemberian ASI untuk bayi secara eksklusif selama 6 bulan dan dilanjutkan hingga 2 tahun atau lebih. Saat ini dukungan untuk ibu yang memberikan ASI kepada bayinya dirasakan kurang, baik itu perhatian dan dukungan dari pemerintah, masyarakat umum dan instansi swasta. Berbagai kegiatan telah dilakukan AIMI untuk mensosialisasikan ASI, antara lain kegiatan regular kelas edukasi AIMI dengan tema seputar ASI, talkshow MP-ASI sehat untuk bayi, AIMI Goes to Office yaitu sosialisasi mengenai ASI yang dilakukan di kantor-kantor, pemberian penghargaan kepada perusahaan yang mendukung pemberian ASI, konsultasi laktasi dan kegiatan lainya.</p>
<p>***</p>
<p><strong>Contact Person AIMI</strong>:<br />
<strong>Mia Sutanto</strong><br />
AIMI Chairwoman<br />
mia.sutanto@aimi-asi.org, +6281510002584</p>
<p><strong>Sisca Baroto-Utomo</strong><br />
Head of Communications Division<br />
sisca@aimi-asi.org, +62818765021</p>
<p>Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI)<br />
Graha MDS lt. 3<br />
Pusat Niaga Mas Fatmawati Blok B1/34<br />
Jl. RS. Fatmawati no. 39, Jakarta<br />
Telp: 021.72790165 Fax: 021.72790166</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<a class="downloadlink" href="http://aimi-asi.org/wp/wp-content/plugins/download-monitor/download.php?id=MELINDUNGI-BAYI-DALAM-KEADAAN-DARURAT.pdf" title=" downloaded 308 times" >Melindungi Bayi Dalam Keadaan Darurat (308)</a>
<h3>MELINDUNGI BAYI DALAM KEADAAN DARURAT</h3>
<p><strong>Informasi untuk Media</strong></p>
<p>Bencana alam yang melanda Indonesia terlalu kerap menyisakan kepedihan pada kita semua, rintihan dan tangis korban bencana banjir, gempa bumi, tsunami, kekeringan dan bencana lainnya, seakan menguji ketabahan kita sebagai manusia. Ibu dan anak-anak, terutama bayi, adalah korban yang paling rentan ketika terjadi bencana.</p>
<p>Media memiliki peran yang penting untuk melindungi bayi dalam keadaan darurat dengan tidak memberikan dukungan pada donator yang menyumbangkan susu formula dan mengingatkan pembaca bahwa Air Susu Ibu (ASI) adalah makanan yang paling steril dan bisa mencegah penyakit pada bayi, sedangkan makanan buatan akan menambah risiko bagi bayi.</p>
<p><strong>MENGAPA BAYI BEGITU RENTAN?</strong></p>
<p>Bayi memiliki kebutuhan nutrisi khusus dan dilahirkan dengan sistem kekebalan tubuh yang belum sempurna. Untuk bayi yang masih menyusui, ASI akan memenuhi kebutuhan makanan untuk mereka dan sekaligus kekebalan tubuh yang melindungi mereka dalam kondisi darurat.</p>
<p>Situasi berbeda dialami oleh bayi yang tidak menyusui. Dalam keadaan darurat, persediaaan makanan terhambat dan tidak ada persediaan air bersih untuk membuat susu formula atau membersihkan botol susu yang akan digunakan. Dalam kondisi seperti ini, bayi yang tidak menyusui rentan terhadap infeksi dan diare. Bayi yang menderita diare sangat mudah terserang malnutrisi dan dehidrasi serta meningkatkan risiko kematian.</p>
<p><strong>BAGAIMANA DENGAN ANAK-ANAK?</strong></p>
<p>Tidak hanya bayi yang memiliki kerentanan dalam kondisi darurat bencana, anak-anak dibawah 5 tahun dan terutama anak dibawah 2 tahun memiliki risiko lebih mudah sakit dan menemui ajalnya dalam kondisi darurat. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan bayi tetap disusui hingga usia 2 tahun atau lebih. Anak-anak juga membutuhkan makanan bergizi yang aman untuk dikonsumsi, dan hal seperti ini tentu tidak mudah dilakukan dalam kondisi darurat.</p>
<p>MASALAH YANG DIHADAPI</p>
<p>Berkaca dari pengalaman lalu ketika terjadi bencana, susu bubuk dan susu formula untuk bayi lazim disumbangkan kepada korban bencana. Bahkan beberapa perusahaan susu formula, langsung menyumbang kepada korban bencana, juga dari beberapa lembaga bantuan, pemerintah dan juga individu yang ingin membantu.</p>
<p>Liputan media bisa menghasilkan tekanan kepada pemerintah dan masyarakat untuk tidak lagi menyumbangkan susu formula saat bencana datang.</p>
<p>Dalam kondisi darurat, produk susu bubuk dan susu formula ini sering dibagikan dengan tidak terkontrol dan digunakan oleh ibu yang bahkan masih menyusui bayinya. Ini mengakibatkan sakit dan kematian bayi yang sangat tidak diharapkan.</p>
<p>Hasil penelitian UNICEF setelah gempa di Yogyakarta tahun 2006 lalu menunjukkan, meskipun awalnya tingkat menyusui di kota tersebut sangat tinggi, 70% bayi dibawah usia 6 bulan diberi sumbangan susu formula. Contoh lain, <em>Centre for Disease Classification (CDC)</em> menemukan setelah terjadi bencana banjir, sekitar 500 anak di Botswana (tahun 2005-2006) ditemukan meninggal dunia setelah mengonsumsi susu formula dari hasil sumbangan.</p>
<p><strong>BAGAIMANA MEDIA BISA MEMBANTU?</strong></p>
<p>Media memiliki peran yang sangat penting untuk melindungi bayi dan anak-anak dalam kondisi darurat dengan menyebaran informasi dukungan terhadap ibu menyusui dan penggunaan susu bubuk dan susu formula yang tepat. Media bisa membantu dengan memasukkan cerita-cerita seperti ini :</p>
<ul>
<li>Dukung ibu untuk tetap menyusui adalah cara yang paling pasti untuk melindungi bayi dalam kondisi darurat.</li>
<li>Menyusui bisa dilakukan seorang ibu dalam kondisi apapun, termasuk jika sedang stress, ibu tetap bisa memberikan susu yang cukup untuk bayinya.</li>
<li>Penggunaan susu bubuk dan susu formula secara sembarangan sangat membahayakan kondisi bayi, menyebabkan sakit bahkan kematian.</li>
<li>Relawan harap menyampaikan bahwa tidak ada kebutuhan untuk susu formula dalam jumlah yang sangat besar pada saat kondisi darurat dan jika benar-benar membutuhkan bisa disediakan secara lokal. Tidak perlu sumbangan susu formula, susu bubuk dan botol bayi dalam kondisi darurat bencana.</li>
<li>Anggota masyarakat dan lembaga bantuan disadarkan bahwa distribusi susu formula dan susu bubuk yang tidak tepat akan dilaporkan kepada pihak yang berwenang.</li>
</ul>
<p><strong>BAGAIMANA MELINDUNGI BAYI DAN ANAK-ANAK DALAM KONDISI DARURAT?</strong></p>
<p>Berikut ini pedoman dan pengelolaan pemberian makanan bayi dalam kondisi darurat :</p>
<ol>
<li>Ibu yang menyusui anaknya harus diberikan dukungan dan bantuan praktis untuk meneruskan menyusui, mereka tidak boleh sembarangan diberikan bantuan susu formula dan susu bubuk.</li>
<li>Ibu yang sudah tidak lagi menyusui, misalnya ibu yang telah menyapih anaknya, harus didukung untuk memulai relaktasi dan mencari ibu susu untuk bayi tanpa ibu.</li>
<li>Jika ada bayi yang tidak bisa disusui, bayi tersebut harus diberikan susu formula dan perlengkapan untuk menyiapkan susu tersebut, dibawah pengawasan yang ketat dan kondisi kesehatan bayi harus tetap dimonitor. Botol bayi sebaiknya tidak digunakan karena risiko terkontaminasi, kesulitan untuk membersihkan botol-gunakan sendok atau cangkir untuk memberikan susu kepada bayi.</li>
<li>Jika susu bubuk yang tersedia dicampur dengan makanan lokal yang ada sebelum didistribusikan, itu juga bukan merupakan pengganti ASI.</li>
<li>Upayakan untuk melindungi dan mendukung menyusui dan memastikan pemberian makanan yang aman untuk anak-anak.</li>
<li>Keadaan darurat bisa digunakan oleh perusahaan susu formula masuk ke ceruk pasar baru dan meningkatkan penjualan. Pemasaran susu formula yang tidak etis adalah masalah dunia dan kode etik internasional telah dikeluarkan untuk memberikan dukungan kepada ibu dan bayi dari pemasaran yang tidak etis ini.</li>
</ol>
<p>Pesan ini disampaikan kepada media yang memiliki dampak pemberitaan sangat luas, mengenai kebutuhan bayi dalam kondisi darurat. Anggota masyarakat, lembaga bantuan dan donor yang ingin memberikan bantuan kepada bayi dan anak-anak bisa mencapatkan informasi yang tepat dan ini bisa membantu untuk melindungi mereka dari praktik-praktik yang berbahaya dan melindungi mereka yang rentan malnutrisi dan ancaman kematian. *****</p>
<p><em>Informasi ini disadur oleh Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) dari Operational Guidance for Emergency Relief Staff and Programme Managers in Infant and Young Child Feeding in Emergencies. IFE core Group. <a href="http://www.ennonline.net/">www.ennonline.net</a></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aimi-asi.org/2010/11/siaran-pers-aimi-salurkan-sumbangan-untuk-merapi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SIARAN PERS: Peresmian AIMI cabang Jawa Timur, 8 Agustus 2010</title>
		<link>http://aimi-asi.org/2010/08/siaran-pers-peresmian-aimi-cabang-jawa-timur-8-agustus-2010/</link>
		<comments>http://aimi-asi.org/2010/08/siaran-pers-peresmian-aimi-cabang-jawa-timur-8-agustus-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Aug 2010 02:11:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sisca Baroto-Utomo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[10 langkah]]></category>
		<category><![CDATA[Pekan ASI 2010]]></category>
		<category><![CDATA[Pekan ASI Sedunia]]></category>
		<category><![CDATA[Seputar AIMI]]></category>
		<category><![CDATA[Siaran Pers]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aimi-asi.org/?p=982</guid>
		<description><![CDATA[SURABAYA (08/08): Pentingnya penerapan 10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui (LMKM) menjadi salah satu kunci sukses dalam hal menyusui, bagi ibu dan bayi. Tema tersebut diangkat dalam perayaan Pekan ASI Sedunia (PAS) 2010 sebagai suatu cara sosialisasi bagi seluruh pihak yang terlibat di dalam proses keberhasilan menyusui, untuk menjamin bahwa ibu dan bayi di seluruh dunia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>SURABAYA (08/08): Pentingnya penerapan 10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui (LMKM) menjadi salah satu kunci sukses dalam hal menyusui, bagi ibu dan bayi. Tema tersebut diangkat dalam perayaan Pekan ASI Sedunia (PAS) 2010 sebagai suatu cara sosialisasi bagi seluruh pihak yang terlibat di dalam proses keberhasilan menyusui, untuk menjamin bahwa ibu dan bayi di seluruh dunia diberikan hak untuk memberikan dan menerima nutrisi terbaik, yaitu ASI.</p>
<p>Memanfaatkan momen PAS 2010 yang tema-nya sangat mengena ini, Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) secara resmi meresmikan AIMI cabang Jawa Timur bertepatan dengan puncak acara PAS 2010. “Dengan adanya AIMI cabang Jawa Timur ini, diharapkan angka menyusui di Jawa Timur dapat meningkat, karena AIMI adalah salah satu organisasi mother support group yang utamanya berkegiatan untuk melakukan sosialisasi mengenai manfaat ASI dan menyusui (lewat kelas edukASI), memberikan pendampingan bagi ibu menyusui melalui konseling menyusui (oleh para konselor laktasi), serta melakukan advokasi bagi para ibu menyusui yang sulit/mendapatkan hak-nya untuk memberikan ASI bagi buah hatinya,” jelas Mia Sutanto, Ketua AIMI pusat ketika ditemui dalam peresmian AIMI Jatim.</p>
<p>Peresmian AIMI Jatim ini diselenggarakan di City of Tomorrow, Surabaya dan ditandai dengan kegiatan-kegiatan menarik, seperti: Breastfeeding Fair, Talkshow kesehatan dan MPASI, serta ditutup oleh acara puncak yaitu peresmian AIMI Jatim yang ditandai dengan adanya Menyusui Serentak yang dimeriahkan oleh Widi Mulia, personil kelompok music B3 yang juga ibu menyusui. Di dalam peresmian AIMI Jatim ini, Ketua AIMI Pusat, Mia Sutanto secara simbolis memasangkan pin pada Ketua AIMI Jawa Timur sebagai dimulainya tugas untuk memimpin AIMI Jawa Timur.</p>
<p>“Kami berharap, setelah AIMI Jawa Timur ini didirikan, akan semakin banyak orang tua (khususnya ibu) dan keluarga yang sadar dan tahu akan keunggulan ASI sehingga semangat dalam memberikan ASI pada buah hatinya. Hal ini tentu saja sebagai suatu langkah kecil untuk membantu pemerintah dalam meningkatkan generasi masa depan yang sehat, cerdas dan berahlak baik untuk membangun bangsa,” ujar dr. Astri Pramarini, Ketua AIMI Jawa Timur.<br />
Sukses, AIMI Jawa Timur!</p>
<p>***<br />
Fact Sheet AIMI:<br />
www.aimi-asi.org<br />
Didirikan oleh dan diperuntukan bagi ibu menyusui. Berdiri pada 21 April 2007 yang memberikan konseling, kelas- kelas edukasi ASI; mengadakan acara seminar menyusui; melakukan advokasi ke pemerintah untuk regulasi ASI, advokasi ke perusahaan untuk berikan dukungannya pada menyusui; mengawasi pelanggarakan akan kode internasional dari pemasaran susu formula; dan bersama dengan Koalisi Advokasi ASI memperkuat dukungan untuk menyusui di Indonesia.<br />
***</p>
<p>Contact Person AIMI:<br />
Mia Sutanto<br />
AIMI Chairwoman<br />
mia.sutanto@aimi-asi.org, +6281510002584</p>
<p>Farahdibha Tenrilemba<br />
Secretary General<br />
diba@aimi-asi.org, +62811988586</p>
<p>Sisca Baroto-Utomo<br />
Head of Communications Division<br />
sisca@aimi-asi.org, +62818765021 </p>
<p>dr. Astri Pramarini<br />
AIMI Jawa Timur Chairwoman<br />
astri.pramarini@gmail.com, +62817396715</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aimi-asi.org/2010/08/siaran-pers-peresmian-aimi-cabang-jawa-timur-8-agustus-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SIARAN PERS: AIMI Mengajak Para Orangtua untuk Meminta Haknya.</title>
		<link>http://aimi-asi.org/2010/08/siaran-pers-aimi-mengajak-para-orangtua-untuk-meminta-haknya/</link>
		<comments>http://aimi-asi.org/2010/08/siaran-pers-aimi-mengajak-para-orangtua-untuk-meminta-haknya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Aug 2010 00:19:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farahdibha Tenrilemba</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[10 LMKM]]></category>
		<category><![CDATA[Pekan ASI 2010]]></category>
		<category><![CDATA[Pekan ASI Sedunia]]></category>
		<category><![CDATA[Siaran Pers]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aimi-asi.org/?p=972</guid>
		<description><![CDATA[[dalam rangka memperingati Pekan ASI Sedunia 2010 – 10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui] Jakarta (1 Agustus 2010) – Sering kali kami menemui atau mendengar banyak ibu yg merasa tidak yakin, “Susah tuh minta bayi saya untuk saya susui. Kata perawat, saya harus istirahat, biarkan bayi saya tidur di kamar bayi” atau “Kok IMD saya hanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>[dalam rangka memperingati Pekan ASI Sedunia 2010 – 10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui]</p>
<p>Jakarta (1 Agustus 2010) – Sering kali kami menemui atau mendengar banyak ibu yg merasa tidak yakin, “Susah tuh minta bayi saya untuk saya susui. Kata perawat, saya harus istirahat, biarkan bayi saya tidur di kamar bayi” atau “Kok IMD saya hanya 30 menit ya? Saya baca minimal harus sejam. Kenapa mereka cepet-cepet ambil bayi saya?&#8221; Itu hanya 2 dari sekian banyak hasil curahan hati ibu sekaligus pertanyaan. Terjadi karena fasilitas dan tenaga kesehatannya senantiasa kurang memberikan dukungan pada pemberian ASI.</p>
<p>Fasilitas kesehatan (faskes) dan petugas kesehatan (petkes) lah yang merupakan garda paling pertama dari kunci sukses menyusui. Semua diawali di tempat saat ibu melahirkan. Jika ibu tidak diberikan kesempatan untuk Inisiasi Menyusu Dini (IMD)<sup class='footnote'><a href='#fn-972-1' id='fnref-972-1'>1</a></sup> ketika persalinan, ibu tidak diajarkan cara menyusui dengan tepat, ibu dipisahkan dari bayinya, bayi diberikan cairan selain ASI, mungkinkah ibu mampu menyusui bayinya sekembali dari persalinan? Jawabannya, tentu mengalami kesulitan. Dan jika kesulitan itu tidak mendapati solusi, alhasil praktek menyusui demi mencapai pemberian ASI secara eksklusif sulit untuk diwujudkan.</p>
<p>Setiap tanggal 1-7 Agustus, dunia merayakan Pekan ASI Sedunia yang tiap tahunnya memiliki tema berbeda. Tahun 2010, tema yang diangkat adalah “Menyusui: Sepuluh Langkah Menuju Sayang Bayi. Dimana didalamnya diingatkan kembali tentang peran Fasilitas Pelayanan Kesehatan dalam mewujudkan10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui, yang antara lain:</p>
<ol>
<li>Mempunyai kebijakan tertulis tentang pemberian ASI</li>
<li>Memberikan pelatihan bagi petugas</li>
<li>Menjelaskan manfaat menyusui yang benar</li>
<li>Melaksanakan Inisiasi Menyusu Dini</li>
<li>Menunjukkan teknik menyusui yang benar</li>
<li>Tidak memberikan Makanan dan atau minuman selain ASI</li>
<li>Melaksanakan rawat gabung</li>
<li>Membantu ibu menyusui sesering mungkin dan semau bayi</li>
<li>Tidak memberikan dot dan atau kempeng</li>
<li>Membina Kelompok Pendukung ASI<sup class='footnote'><a href='#fn-972-2' id='fnref-972-2'>2</a></sup></li>
</ol>
<p>Harapan kami sebagai konsumen Kesehatan adalah mendapat pelayanan yang menerapkan 10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui demi melindungi hak ibu untuk menyusui dan hak anak untuk mendapatkan awal terbaik dalam kehidupannya.</p>
<p>Untuk merayakan Pekan ASI Sedunia th 2010 Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Pusat telah menggelar beberapa rangkaian acara yang berkesinambungan untuk mensosialisasikan pentingnya pemberian ASI kepada bayi di Indonesia. Acara tersebut antara lain adalah AIMI <em>Breastfeeding Fair</em> dan beberapa Seminar yaitu Seminar Ustadz &#038; Ustadzah, dan Seminar <em>Advance Breastfeeding</em> hasil kerjasama dengan Perinasia dan Asosiasi IBCLC Indonesia.</p>
<p>Dengan kesuksesan acara yang telah berlangsung di Jakarta, AIMI cabang pun tidak ketinggalan ikut memeriahkan perayaan Pekan ASI Sedunia yang akan digelar di 3 kota besar, yakni Semarang, Bandung dan Surabaya. Semarang akan mengadakan acara <strong><a href="http://www.facebook.com/event.php?eid=138400706192627&#038;index=1">Seminar Pentingnya Memilih Rumah Sakit Sayang Bayi</a></strong> pada hari Minggu, 8 Agustus 2010 di RM Sambara, Jln. Brigjend Katamso 30, Semarang. Disaat yang bersamaan pula, AIMI cabang Jawa Barat akan menggelar seminar <strong><em><a href="http://www.facebook.com/event.php?eid=102686503118054&#038;index=1">Hypnobreastfeeding</a></em></strong> di Aula Gagas Ceria, Jl Malabar 82 Bandung4. Terakhir, acara perayaan puncak, sekaligus <a href="http://www.facebook.com/event.php?eid=123714891006475&#038;index=1">peresmian AIMI Cabang Jawa Timur</a>, menggelar 2 hari talkshow bertempat di City of Tomorrow Jl. Ahmad Yani No. 1 Surabaya, yang akan menghadirkan ketua umum AIMI Mia Sutanto dan ibu menyusui sekaligus penyanyi, Widi Mulia.</p>
<p>Menurut ketua umum AIMI Mia Sutanto, “Sangat penting mengajak para ibu dan orangtua untuk tahu memilih rumah sakit yang sayang ibu bayi.” “AIMI juga mengajak para pengguna twitter untuk mencantumkan #breastfeeding selama perayaan Pekan ASI Sedunia untuk gerakan mendukung menyusui sedunia”, seperti disampaikan sekjen AIMI, Farahdibha Tenrilemba.</p>
<p>AIMI sebagai kelompok pendukung menyusui senantiasa ingin mengajak semua orangtua dan calon orangtua untuk meminta hak nya mendapat pelayanan diatas. Caranya dengan mencari (yang kita sering sebut <em>shopping</em>) faskes dan tenakes yang menerapkan 10 Langkah. Bahwa ibu dapat meminta 10 hak-haknya:</p>
<ol>
<li>untuk dijelaskan manfaat menyusui</li>
<li>untuk diajarkan cara menyusui yang tepat</li>
<li>untuk mendapatkan pelayanan Inisiasi Menyusu Dini ketika persalinan</li>
<li>untuk tidak memberikan asupan apapun selain ASI kepada bayi baru lahir</li>
<li>untuk bayi tidak ditempatkan terpisah dari ibunya</li>
<li>untuk mendukung ibu memberikan ASI kapanpun</li>
<li>untuk tidak memberikan dot atau kempeng</li>
<li>untuk Petugas Kesehatan tidak memberikan bingkisan yang berasal dari produsen susu formula</li>
<li>untuk Fasilitas Kesehatan tidak menempelkan logo produsen susu formula pada poster, leaflet, banner, box bayi, selimut, dan semua material ibu dan bayi</li>
<li>untuk dibina atau dirujuk kepada kelompok pendukung ibu menyusui</li>
</ol>
<p>Kini, saat yang tepat memulai menjadi konsumen kesehatan yang tahu akan hak mendapatkan pelayanan kesehatan<br />
yang terbaik demi generasi penerus bangsa.</p>
<p>Mari dukung menyusui!</p>
<p>***<br />
Tentang AIMI www.aimi-asi.org<br />
Didirikan oleh dan diperuntukan bagi ibu menyusui. Berdiri pada 21 April 2007 yang memberikan konseling, kelas- kelas edukasi ASI; mengadakan acara seminar menyusui; melakukan advokasi ke pemerintah untuk regulasi ASI, advokasi ke perusahaan untuk berikan dukungannya pada menyusui; mengawasi pelanggarakan akan kode internasional dari pemasaran susu formula; dan bersama dengan Koalisi Advokasi ASI memperkuat dukungan untuk menyusui di Indonesia.<br />
***</p>
<p>Hubungi kami di:</p>
<p><strong>AIMI PUSAT</strong></p>
<p><strong>Mia Sutanto</strong><br />
Ketua Umum AIMI<br />
mia.sutanto@aimi-asi.org, +6281510002584</p>
<p><strong>Farahdibha Tenrilemba</strong><br />
Sekretaris Jendral AIMI<br />
diba@aimi-asi.org, +62811988586</p>
<p><strong>Sisca Baroto-Utomo</strong><br />
Kadiv Komunikasi AIMI Pusat<br />
sisca@aimi-asi.org, +62818765021</p>
<p><strong>AIMI DAERAH</strong></p>
<p><strong>Rachmadani Yuniarco</strong><br />
Ketua AIMI Semarang<br />
dhani@aimi-asi.org, +6281575007478</p>
<p><strong>Andriana Djajadikarta</strong><br />
Ketua AIMI Jawa Barat<br />
andriana.chaizir@aimi-asi.org, +62817224503</p>
<p><strong>dr. Astri Pramarini</strong><br />
Ketua Panitia Acara Surabaya<br />
astri.pramarini@gmail.com, +62817396715</p>
<div class='footnotes'>
<div class='footnotedivider'></div>
<ol>
<li id='fn-972-1'>IMD – Inisiasi Menyusu Dini adl memberikan kesempatan pada bayi baru lahir untuk mencari payudara dan sumber kehidupannya sesaat setelah dilahirkan dan dibiarkan minimal 1 jam. Segala tahapan IMD 1 jam tersebut berguna utk ibu dan bayi <span class='footnotereverse'><a href='#fnref-972-1'>&#8617;</a></span></li>
<li id='fn-972-2'>Buku Pedoman Pekan ASI Sedunia th 2010 Kemenkes/UNICEF/WHO<br />
 <span class='footnotereverse'><a href='#fnref-972-2'>&#8617;</a></span></li>
</ol>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aimi-asi.org/2010/08/siaran-pers-aimi-mengajak-para-orangtua-untuk-meminta-haknya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Siaran Pers: Koalisi Advokasi ASI Dialog bersama Media</title>
		<link>http://aimi-asi.org/2010/06/siaran-pers-koalisi-advokasi-asi-dialog-bersama-media/</link>
		<comments>http://aimi-asi.org/2010/06/siaran-pers-koalisi-advokasi-asi-dialog-bersama-media/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Jun 2010 03:38:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farahdibha Tenrilemba</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[ASI]]></category>
		<category><![CDATA[Kode Pemasaran Internasional dari Pengganti ASI]]></category>
		<category><![CDATA[Siaran Pers]]></category>
		<category><![CDATA[susu formula]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aimi-asi.org/?p=780</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta (09/06/2010) – Memberikan ASI memang menjadi perjuangan tersendiri bagi banyak ibu. Mulai dari minimnya dukungan terhadap ibu menyusui, baik dari keluarga, tenaga dan fasilitas kesehatan, pemerintah, masyarakat, maupun iklan-iklan produk susu formula yang begitu dahsyatnya. Ada ibu yang berhasil melalui semua tantangan yang dihadapi, namun banyak pula yang tidak berhasil. Hal ini seharusnya menjadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta (09/06/2010) – Memberikan ASI memang menjadi perjuangan tersendiri bagi banyak ibu. Mulai dari minimnya dukungan terhadap ibu menyusui, baik dari keluarga, tenaga dan fasilitas kesehatan, pemerintah, masyarakat, maupun iklan-iklan produk susu formula yang begitu dahsyatnya. Ada ibu yang berhasil melalui semua tantangan yang dihadapi, namun banyak pula yang tidak berhasil. Hal ini seharusnya menjadi perhatian semua pihak – baik pemerintah, dinas kesehatan, pemberi kerja (pengusaha/perkantoran), dan keluarga.</p>
<p>Sayangnya belum banyak pihak yang memahami tentang keunggulan menyusui dan pemberian ASI pada bayi. Belum bayak pula yang mengetahui resiko dari pemakaian susu formula dan bahwa terdapatnya peraturan yang mengatur pemasaran dari produk-produk pengganti ASI.</p>
<p>Melihat fenomena seperti ini, Unicef dan organisasi-organisasi yang tergabung dalam Koalisi Advokasi ASI (AIMI, WHO, MERCY CORPS, SELASI, PERINASIA, HKI, KAKAK, Klasi-YOP, IBCLC Indonesia, dan YLKI) menggelar acara “Dialog bersama Media” mengenai Kode Etik Pemasaran Susu Pengganti ASI di Hotel Intercontinental, hari Rabu 9 Juni 2010.</p>
<p>Pada acara ini, dikemukakan tentang apa itu kode etik pemasaran susu pengganti ASI dan pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan terhadap kode etik tersebut. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat luas akan kode etik tersebut, guna meningkatkan angka ibu menyusui dan bayi yang mendapatkan ASI di Indonesia.</p>
<p>Tidak luput juga, akan terdapat pemaparan tentang situasi regulasi ASI dan pemasaran susu pengganti ASI di Indonesia. Hal ini dimaksudkan agar terdapat Kebijakan tertulis mengenai Sepuluh Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui yang menjabarkan secara mendetail bentuk-bentuk dukungan fasilitas dan tenaga kesehatan, keluarga, dan masyarakat.</p>
<p>Menurut salah satu anggota dari Koalisi, Agus Pambagyo, “Pelanggaran kode etik pemasaran susu formula di Indonesia adalah yang terbesar. Ini yang harus segera ditindak, jika kita ingin Indonesia memiliki generasi penerus bangsa yang lebih cerdas, sehat dan berakhlak baik.”</p>
<p>“Kami berharap, jurnalis dapat berperan sebagai perpanjangan tangan dari penyebaran informasi mengenai pelanggaran-pelanggaran yang terjadi dan dampak negatif dari pemakaian susu formula pada anak-anak kita” seperti dikatakan Mia Sutanto, ketua Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) yang juga anggota dari Koalisi Advokasi ASI. </p>
<p>Untuk keterangan lebih lanjut, silahkan hubungi:</p>
<p>Koalisi Advokasi ASI Indonesia:  </p>
<p><strong>Kakak Foundation</strong><br />
Agus Pambagio<br />
Telp: 0271.716347 , 0271. 700145371, +62811802001<br />
pambagio@yahoo.com </p>
<p><strong>Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI)</strong><br />
Mia Sutanto SH, LL.M, KL<br />
Telp: 021.72790165, +6281510002584<br />
mia.sutanto@aimi-asi.org </p>
<p><strong>Sentra Laktasi Indonesia (SELASI)</strong><br />
Dr.Utami Roesli, SpA, IBCLC, FABM<br />
Jl. Tebet Utara 1F no 12<br />
Telp: 021.83795168<br />
kontak@selasi.net </p>
<p><strong>Mercy Corps Indonesia</strong><br />
dr. Fransiska E. Mardiananingsih MPH, IBCLC<br />
Telp: 021.7194948<br />
fningsih@id.mercycorps.org </p>
<p><strong>Helen Keller International &#8211; Indonesia</strong><br />
Elviyanti Martini, MSc.<br />
Telp: 021.7199163<br />
emartini@hki.org </p>
<p><strong>World Health Organization (WHO)</strong><br />
Sugeng Eko Irianto, Ph.D<br />
Bina Mulia I, Floor 9.<br />
Jl. HR. Rasuna Said Kav. 10-11Jakarta 12950<br />
Telp : 021.5204349  </p>
<p><strong>Yayasan Orangtua Peduli (YOP) </strong><br />
Klub Peduli ASI<br />
Markas Sehat, Komp PWR No.60<br />
Jl Margasatwa Jakarta </p>
<p><strong>Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI)</strong><br />
Pancoran Barat VII No. 1<br />
Duren Tiga, Jakarta 12760<br />
Telp: 021.7981858</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p>Siaran Pers ini telah dibaca 1309 kali.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aimi-asi.org/2010/06/siaran-pers-koalisi-advokasi-asi-dialog-bersama-media/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Siaran Pers: Peresmian Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia Cabang Jawa Barat, Bandung Juni 2010</title>
		<link>http://aimi-asi.org/2010/06/siaran-pers-peresmian-asosiasi-ibu-menyusui-indonesia-cabang-jawa-barat-bandung-juni-2010/</link>
		<comments>http://aimi-asi.org/2010/06/siaran-pers-peresmian-asosiasi-ibu-menyusui-indonesia-cabang-jawa-barat-bandung-juni-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Jun 2010 01:25:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sisca Baroto-Utomo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bandung]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Peresmian AIMI]]></category>
		<category><![CDATA[Siaran Pers]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aimi-asi.org/?p=757</guid>
		<description><![CDATA[Didasarkan atas kepedulian akan pentingnya dukungan terhadap ibu menyusui, sejumlah ibu di Provinsi Jawa Barat, didukung oleh Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Pusat, bersepakat untuk membentuk AIMI Cabang Jawa Barat. Pendirian AIMI Cabang Jawa Barat ini dimaksudkan untuk dapat meningkatkan angka ibu menyusui dan bayi yang mendapatkan ASi dengan cara melakukan kegiatan-kegiatan kampanye dan edukasi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Didasarkan atas kepedulian akan pentingnya dukungan terhadap ibu menyusui, sejumlah ibu di Provinsi Jawa Barat, didukung oleh Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Pusat, bersepakat untuk membentuk AIMI Cabang Jawa Barat.  </p>
<p>Pendirian AIMI Cabang Jawa Barat ini dimaksudkan untuk dapat meningkatkan angka ibu menyusui dan bayi yang mendapatkan ASi dengan cara melakukan kegiatan-kegiatan kampanye dan edukasi ASI, maupun konseling menyusui. Tidak hanya itu, AIMI Jabar juga berperan sebagai kelompok pendukung ibu menyusui (<em>mother support group</em>) yang berfungsi untuk memotivasi ibu untuk dapat terus menyusui bayinya.</p>
<p>&#8220;Selain <em>mother support group</em>, dukungan dari keluarga, lingkungan dan fasilitas kesehatan adalah penting untuk memotivasi ibu untuk terus menyusui. Sayangnya, dukungan seperti ini masih sangat minim disini,” kata Andriana Chaizir Ketua AIMI Jabar ketika dikonfirmasi mengenai pentingnya dukungan yang harus didapatkan oleh ibu menyusui. Senada dengan pernyataan Ketua PKK Provinsi Jawa Barat, Ibu Netty Heryawan, yang menyebutkan bahwa minimnya dukungan pemberian ASI di Jawa Barat masih dari berbagai pihak, termasuk didalamnya dukungan dari Rumah Sakit, dokter, serta tenaga medis sangat berdampak pada keberhasilan menyusui pada ibu. “Oleh karena itu, perlu dibentuk suatu wadah yang dapat mendampingi dan memotivasi ibu untuk dapat memberikan yang terbaik bagi buah hatinya.“ tegasnya lagi.</p>
<p>Dalam rangka memperkenalkan AIMI Cabang Jawa Barat kepada khalayak yang lebih luas serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemberian ASI, AIMI Jawa Barat akan diresmikan pada hari Sabtu, tanggal 5 Juni 2010 yang ditandai dengan acara Menyusui Serentak 100 Ibu. Selain itu pada peresmian ini ada pula Talkshow ASI dan Menyusui yang dibawakan oleh Dr. Utami Roesli, Sp.A, MBA., IBCLC., FABM yang dimeriahkan pula oleh selebriti serta tak ketinggalan Bazaar perlengkapan menyusui.</p>
<p>“100 ibu yang akan berpartisipasi pada acara Menyusui Serentak ini sebagian besar adalah anggota milis asiforbaby (AFB) yang berdomisili di Jawa Barat, tetapi ada beberapa rekan dari luar kota yang juga berpartisipasi. Mereka ini mendapatkan informasi mengenai acara menyusui serentak dari radio, TV lokal maupun milis AFB.” jelas Dede Gemayuni, sang ketua panitia peresmian AIMI Jabar.</p>
<p>Kedepannya diharapkan peran AIMI Jabar yang didukung penuh oleh PKK Provinsi Jawa Barat dan BPPKB Jawa Barat dapat semakin terasa, terutama dalam meningkatkan <em>awareness</em> tentang ASI dan angka ibu menyusui dan bayi yang mendapatkan ASI di Jawa Barat, untuk mendapatkan generasi masa depan yang lebih baik, lebih sehat dan lebih cerdas untuk membangun bangsa</p>
<p>Pendirian AIMI Cabang Jawa Barat diharapkan dapat lebih meningkatkan pemahaman dan kesadaran akan manfaat ASI bagi generasi masa depan yang lebih sehat di Jawa Barat.</p>
<p>***</p>
<p>Fact Sheet AIMI :<br />
AIMI terbentuk dari kepedulian beberapa ibu mengenai pentingnya pemberian ASI untuk bayi secara eksklusif selama 6 bulan dan dilanjutkan hingga 2 tahun atau lebih. Saat ini dukungan untuk ibu yang memberikan ASI kepada bayinya dirasakan kurang, baik itu perhatian dan dukungan dari pemerintah, masyarakat umum dan instansi swasta. Berbagai kegiatan telah dilakukan AIMI untuk menyosialisasikan ASI, antara lain kegiatan regular kelas edukasi AIMI dengan tema seputar ASI dan MP‐ASI Sehat untuk Bayi, AIMI Goes to Office yaitu sosialisasi mengenai ASI yang dilakukan di kantor‐kantor, Pemberian penghargaan kepada perusahaan mendukung pemberian ASI, konsultasi laktasi, dan kegiatan lainnya.</p>
<p>***</p>
<p>Contact Person AIMI: </p>
<p>Andriana Chaizir<br />
Ketua AIMI Jabar<br />
(HP: +62811224503)<br />
andriana.chaizir@aimi-asi.org</p>
<p>Ade Romadhony<br />
Ketua Divisi Komunikasi AIMI Jabar<br />
(HP: +628562215471)<br />
ade.romadhony@aimi-asi.org</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p>Siaran pers ini telah dibaca 851 kali.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aimi-asi.org/2010/06/siaran-pers-peresmian-asosiasi-ibu-menyusui-indonesia-cabang-jawa-barat-bandung-juni-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Siaran Pers: Seminar Ustadz dan Ustadzah</title>
		<link>http://aimi-asi.org/2010/05/siaran-pers-seminar-ustadz-dan-ustadzah/</link>
		<comments>http://aimi-asi.org/2010/05/siaran-pers-seminar-ustadz-dan-ustadzah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 May 2010 02:00:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sisca Baroto-Utomo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[ASI]]></category>
		<category><![CDATA[seminar]]></category>
		<category><![CDATA[Siaran Pers]]></category>
		<category><![CDATA[susu formula]]></category>
		<category><![CDATA[Ustadz]]></category>
		<category><![CDATA[Ustadzah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aimi-asi.org/?p=725</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta (23/05/2010) – Berangkat dari tujuan, visi dan misi untuk meningkatkan prosentasi angka ibu menyusui di Indonesia, di ulang tahunnya yang ke-3 ini, kali ini Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) meluncurkan program baru, yaitu Seminar Ustadz dan Ustadzah yang mengangkat topik “Efek Samping Pemberian Susu Formula Pada Bayi dan ASI Sebagai Solusinya, Ditinjau dari Sisi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta (23/05/2010) –  Berangkat dari tujuan, visi dan misi untuk meningkatkan prosentasi angka ibu menyusui di Indonesia, di ulang tahunnya yang ke-3 ini, kali ini Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) meluncurkan program baru, yaitu Seminar Ustadz dan Ustadzah yang mengangkat topik  “Efek Samping Pemberian Susu Formula Pada Bayi dan ASI Sebagai Solusinya, Ditinjau dari Sisi Medis dan Hukum Syariah”.</p>
<p>AIMI melihat bahwa perkataan, tindakan dan nasihat para tokoh masyarakat dan pemuka Agama selalu memiliki pengaruh dalam masyarakat. Peran mereka dalam menyebarluaskan berbagai kebijakan, ilmu yang berguna, dan ajaran yang berlaku, begitu besar. Salah satunya adalah dalam hal pemberian ASI dan menyusui yang tertera pengaturannya pada Al Qur’an. “Peran serta tokoh agama dapat menjadi salah satu kunci keberhasilan menyusui, karena mereka dapat meyakinkan nilai kebaikan dari pemberian ASI dari sisi syariahnya. Dengan seminar ini diharapkan para tokoh agama mendapatkan informasi yang lebih lengkap mengenai ASI dari sisi medis sehingga perpaduan itu dapat menyempurnakan dan saling melengkapi agar supaya tidak terjadi informasi yang menyesatkan dikemudian hari pada masyarakat haruslah menjadi partner/rekan dekat dalam menyebarkan informasi mengenai ASI. Seperti yang kita ketahui, bahwa kebanyakan masyarakat lebih percaya pada perkataan tokoh agama/tokoh masyarakat yang dihormati dibandingkan dengan perkataan para tenaga kesehatan atau ahli laktasi. Oleh karena itu, jika informasi mengenai ASI diberikan oleh para tokoh masyarakat/agama, tentunya akan lebih mengena pada masyara”, jelas Mia Sutanto, Ketua AIMI, ketika ditanya mengenai ide awal mengadakan seminar untuk ustadz dan ustadzah ini.</p>
<p>Untuk itulah informasi mengenai pemberian ASI dan efek samping pemberian susu formula ditinjau dari sisi medis dan pendekatan agama diangkat pada seminar kali ini. Hal ini dimaksudkan agar para ustadz/ustadzah dapat menyebarluaskan informasi berharga ini kepada jamaah ataupun majilis taklim yang dipimpinnya. Diharapkan dengan pendekatan seperti ini lebih banyak masyarakat yang terpapar informasi yang tepat mengenai ASI dan mengetahui risiko pemberian susu formula secara berimbang. Oleh karena itu, AIMI mengajak para ahli di bidangnya seperti Dr. Utami Roesli, Sp.A., MBA., IBCLC., FABM serta Dr. Muchlis M. Hanafi, M.A. dari Pusat Studi Qur’an menjadi pembicara ahli dalam seminar kali ini.</p>
<p>Ketika ditanya, mengapa mengangkat tema ASI dari kacamata agama, Ketua Penyelenggara Seminar, Fia Helmi mengatakan, “Untuk menyebarkan informasi mengenai ASI pada masyarakat banyak terkadang hanya diangkat dari sisi medis-nya saja. Akan lebih baik, jika tidak hanya dari sisi medis, tetapi dikuatkan juga oleh sisi agama. Hal ini tentunya akan mempertajam dakwah-dakwah yang dilakukan oleh para tokoh agama kepada para jemaah-nya. Ke depan, rencananya seminar semacam ini akan diadakan secara rutin setiap empat bulan sekali.” Jadi sangat disayangkan jika kesempatan ini dilewatkan khususnya bagi ustadz maupun ustadzah maupun  konselor laktasi dan pemerhati ASI lainnya.</p>
<p>***</p>
<p>Fact Sheet AIMI:</p>
<p>Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) adalah organisasi independen yang terbentuk dari kepedulian beberapa ibu mengenai pentingnya pemberian ASI untuk bayi secara eksklusif selama 6 bulan dan dilanjutkan hingga 2 tahun atau lebih. Saat ini dukungan untuk ibu yang memberikan ASI kepada bayinya dirasakan kurang, baik itu perhatian dan dukungan dari pemerintah, masyarakat umum dan instansi swasta. Berbagai kegiatan telah dilakukan AIMI untuk mensosialisasikan ASI, antara lain kegiatan regular kelas edukasi AIMI dengan tema seputar ASI, talkshow MP-ASI sehat untuk bayi, AIMI Goes to Office yaitu sosialisasi mengenai ASI yang dilakukan di kantor-kantor, pemberian penghargaan kepada perusahaan yang mendukung pemberian ASI, konsultasi laktasi dan kegiatan lainya.</p>
<p>***</p>
<p>Contact Person AIMI:</p>
<p>Mia Sutanto<br />
AIMI Chairwoman<br />
mia.sutanto@aimi-asi.org, +6281510002584</p>
<p>Sisca Baroto-Utomo<br />
Head of Communications Division<br />
sisca@aimi-asi.org, +62818765021</p>
<p>Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI)<br />
Graha MDS lt. 1<br />
Pusat Niaga Mas Fatmawati Blok B1/34<br />
Jl. RS. Fatmawati no. 39, Jakarta<br />
Telp: 021.72790165 Fax: 021.72790166<br />
www.aimi-asi.org</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p>Siaran Pers ini telah dibaca sebanyak 835 kali</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aimi-asi.org/2010/05/siaran-pers-seminar-ustadz-dan-ustadzah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Siaran Pers: AIMI Breastfeeding Fair 2010</title>
		<link>http://aimi-asi.org/2010/05/siaran-pers-aimi-breastfeeding-fair-2010/</link>
		<comments>http://aimi-asi.org/2010/05/siaran-pers-aimi-breastfeeding-fair-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 May 2010 03:00:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sisca Baroto-Utomo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Breastfeeding Fair]]></category>
		<category><![CDATA[Sharing and Caring]]></category>
		<category><![CDATA[Siaran Pers]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aimi-asi.org/?p=709</guid>
		<description><![CDATA[Menyambut Peringatan Pekan ASI Sedunia 2010 JAKARTA (12/05/2010) — Masih dalam rangkaian ulang tahun yang ke tiga serta menyambut Peringatan Pekan ASI Sedunia, Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) menggelar acara bertajuk AIMI Breastfeeding Fair 2010. Acara yang bertemakan “Breastfeeding: A New Lifestyle” ini rencananya akan diadakan selama 5 (lima) hari yaitu tanggal 12-16 Mei 2010 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>Menyambut Peringatan Pekan ASI Sedunia 2010</h2>
<p>JAKARTA (12/05/2010)  — Masih dalam rangkaian ulang tahun yang ke tiga serta menyambut Peringatan Pekan ASI Sedunia, Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) menggelar acara bertajuk AIMI Breastfeeding Fair 2010.</p>
<p>Acara yang bertemakan “Breastfeeding: A New Lifestyle” ini rencananya akan diadakan selama 5 (lima) hari yaitu tanggal 12-16 Mei 2010 di f1 Atrium fX lifestyle X’nter<br />
Jl Jend. Sudirman – Pintu Satu Senayan, Jakarta. </p>
<p>“Tema Breastfeeding: A New Lifestyle ini diangkat untuk memberikan kesadaran pada semua orang, khususnya para ibu dan ayah, bahwa menyusui adalah sesuatu yang menyenangkan, tidak membuat repot dan manfaatnya sangat besar bagi kesehatan. Oleh karena itu, acara-acara yang ada di dalamnya kami kemas dengan lebih ‘hype’ dan menarik”, jelas Mia Sutanto, ketua AIMI ketika ditanya tentang tema Breastfeeding Fair kali ini. </p>
<p>Ketika ditanya tentang acara apa saja yang ada pada Breastfeeding Fair 2010, Inna Banani, sang Ketua Penyelenggara menjelaskan, “Tidak jauh berbeda dengan tahun lalu, ada <strong><em>sharing and caring</em></strong> (yang berisi sharing para pakar kesehatan seputar ASI, yang dimeriahkan oleh selebriti ibu kota), <strong><em>Bazaar</em></strong> pernak pernik ibu dan anak, dan <strong>Pojok Laktasi</strong> (untuk berkonsultasi tentang ASI dan menyusui dengan Konselor Laktasi AIMI), yang merupakan acara utama Breastfeeding Fair. Menariknya semua ini tidak dipungut bayaran, alias GRATIS! Jadi sayang sekali jika dilewatkan.”</p>
<p> “Topik-topik pada acara sharing and caring yang diangkat pada Breastfeeding Fair tahun ini sebagian besar mengacu pada tema World Breastfeeding Week 2010, yaitu “Menyusui: Hanya 10 Langkah! Sayang Bayi!”. Sebut saja bahasan mengenai bagaimana  memilih Rumah Sakit Sayang Bayi yang dibawakan oleh ibu Ninik Sukotjo, UNICEF Nutrition Specialist, lalu kajian tentang donor ASI yang dilihat dari sudut pandang agama Islam yang dibawakan oleh Ustadzah Faizah Ali Sibromalisi dari Pusat Studi Quran, dan masih banyak lagi. Jangan lupa, di setiap <strong><em>sharing and caring</em></strong> ini selalu dimeriahkan oleh bintang tamu, lho!”, tambah Inna.</p>
<p>Terkait hal ini, Mia Sutanto juga menjelaskan bahwa keberhasilan ibu menyusui sangat ditentukan oleh penanganan yang tepat – sebelum dan setelah kelahiran. Alangkah baiknya jika seorang ibu benar-benar mempersiapkan diri dengan informasi sebanyak-banyaknya tentang ASI dan menyusui, misalnya melalui <em>mailing list</em> <a href="http://health.groups.yahoo.com/group/asiforbaby/">asiforbaby</a>, kelas edukasi ASI atau mini talkshow seperti yang ada di Breastfeeding Fair. Dengan bekal yang cukup, ibu dapat memilih fasilitas kesehatan yang terbaik untuk dirinya dan bayinya (rumah sakit sayang bayi) dan dapat memilih tenaga kesehatan yang ia yakini dapat membantunya untuk memberikan ASI setelah kelahiran.</p>
<p>Sebagai organisasi yang memiliki visi dan misi untuk meningkatkan angka ibu menyusui dan bayi yang mendapatkan ASI di Indonesia, AIMI benar-benar serius dan memanfaatkan setiap event yang diselenggarakannya untuk menyebarkan informasi tentang manfaat menyusui, tidak hanya untuk bayi tetapi juga untuk ibu. Lebih lanjut mengenai AIMI dan kegiatannya dapat dibaca di <a href="http://www.aimi-asi.org/">www.aimi-asi.org</a>.</p>
<p>*******<br />
<strong>Fact Sheet AIMI</strong> :<br />
Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) adalah organisasi independen yang terbentuk dari kepedulian beberapa ibu mengenai pentingnya pemberian ASI untuk bayi secara eksklusif selama 6 bulan dan dilanjutkan hingga 2 tahun atau lebih. Saat ini dukungan untuk ibu yang memberikan ASI kepada bayinya dirasakan kurang, baik itu perhatian dan dukungan dari pemerintah, masyarakat umum dan instansi swasta. Berbagai kegiatan telah dilakukan AIMI untuk menyosialisasikan ASI, antara lain kegiatan regular kelas edukasi AIMI dengan tema seputar ASI dan MP‐ASI Sehat untuk Bayi, AIMI Goes to Office yaitu sosialisasi mengenai ASI yang dilakukan di kantor‐kantor, Pemberian penghargaan kepada perusahaan mendukung pemberian ASI, konsultasi laktasi, dan kegiatan lainnya.</p>
<p>*******<br />
<strong>Contact Person AIM</strong>I:</p>
<p>Mia Sutanto, Ketua AIMI<br />
mia.sutanto@aimi-asi.org<br />
(HP: +6281510002584) </p>
<p>Sisca Baroto-Utomo, Divisi Komunikasi<br />
sisca@aimi-asi.org<br />
(HP: 0818765021)</p>
<p>Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI)<br />
Graha MDS Lt. 1<br />
Pusat Niaga Mas Fatmawati Blok B1/34<br />
Jln. RS Fatmawati No. 39 Jakarta<br />
Telpon : 021-72790165 Fax: 021-72790166</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p>Siaran pers ini telah dibaca sebanyak 460 kali</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aimi-asi.org/2010/05/siaran-pers-aimi-breastfeeding-fair-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>AIMI gelar Seminar Tanggap Darurat pada Anak</title>
		<link>http://aimi-asi.org/2010/02/aimi-gelar-seminar-tanggap-darurat-pada-anak/</link>
		<comments>http://aimi-asi.org/2010/02/aimi-gelar-seminar-tanggap-darurat-pada-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Feb 2010 14:23:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sisca Baroto-Utomo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[features]]></category>
		<category><![CDATA[seminar]]></category>
		<category><![CDATA[Siaran Pers]]></category>
		<category><![CDATA[tanggap darurat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aimi-asi.org/?p=550</guid>
		<description><![CDATA[AIMI mengadakan Seminar Tanggap Darurat bekerjasa sama bersama SOS International. Seminar ini diadakan karena keselamatan bayi dan anak adalah hal yang sangat penting bagi orang tua. Diharapkan dengan mengikuti seminar ini, para orang tua maupun pengasuh dapat lebih terinformasi tentang tata cara penanganan kondisi darurat pada anak.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://aimi-asi.org/wp/wp-content/uploads/2010/02/logo-seminar.jpg" alt="logo-seminar" title="logo-seminar" width="250" height="250" class="alignright size-full wp-image-551" />JAKARTA (20/02): Keselamatan bayi dan anak adalah hal yang sangat penting bagi orangtua. Seringkali orangtua maupun pengasuh tidak meyadari ada banyak hal yang dapat membahayakan keselamatan anak, terutama ketika anak sedang bermain sambil mengeksplorasi lingkungan di sekelilingnya.</p>
<p>“Sebagian besar orang tua mungkin tidak menyadari, bahwa penanganan yang kurang tepat pada kecelakaan ‘kecil’ pada anak – seperti: jatuh, tersedak, terantuk benda keras, terkena api/panas, dll dapat berakibat fatal bagi keselamatan anak-anak kita”, jelas Mia Sutanto, Ketua Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI). “Atas dasar inilah, AIMI mengadakan Seminar Tanggap Darurat Pada Anak, agar setiap keluarga mengetahui cara penanganan yang tepat pada bahaya kecelakaan yang dapat berakibat fatal pada keselamatan anak-anak dan bayi”, tandasnya lagi.</p>
<p>Dalam seminar yang ditujukan bagi para orang tua/pengasuh ini, AIMI bekerjasama dengan International SOS Indonesia – suatu lembaga yang berkecimpung dalam dunia kesehatan, khususnya memberikan pelatihan-pelatihan tentang penanganan pada keadaan darurat (first aid trainings). “AIMI tertarik bekerjasama dengan International SOS Indonesia karena lembaga ini sudah teruji pengalamannya di bidang pelatihan penanganan pada keadaan darurat. Rasanya tepat jika AIMI menggandeng mereka untuk membawakan materi tanggap darurat pada anak”, jelas Cut Sarah Xandria, Ketua Panitia Seminar Tanggap Darurat pada Anak.</p>
<p>Materi yang dibawakan pada seminar ini antara lain meliputi penanganan tersedak pada bayi, CPR, penanganan luka bakar pada anak, serta penanganan pada patah dan retak tulang pada anak. Tak lupa, para instruktur dari International SOS Indonesia akan memberikan contoh/demo langsung pada para peserta, sehingga peserta dapat mencoba mempraktekkan teori-teori yang sudah diajarkan.</p>
<p>Diharapkan dengan mengikuti seminar ini, para orang tua/pengasuh dapat lebih terinformasi mengenai cara penanganan kondisi darurat pada anak. Tidak hanya itu, dengan mengetahui cara penanggulangan kondisi darurat pada anak yang tepat, akan lebih banyak bayi dan anak-anak terselamatkan dari bahaya/kecelakaan yang mungkin terjadi.</p>
<p>***</p>
<p>Fact Sheet AIMI:</p>
<p>AIMI terbentuk dari kepedulian beberapa ibu mengenai pentingnya pemberian ASI untuk bayi secara eksklusif selama 6 bulan dan dilanjutkan hingga 2 tahun atau lebih. Saat ini dukungan untuk ibu yang memberikan ASI kepada bayinya dirasakan kurang, baik itu perhatian dan dukungan dari pemerintah, masyarakat umum dan instansi swasta. </p>
<p>Berbagai kegiatan telah dilakukan AIMI untuk mensosialisasikan ASI, antara lain kegiatan regular kelas edukasi AIMI dengan tema seputar ASI, talkshow MP-ASI sehat untuk bayi, AIMI Goes to Office yaitu sosialisasi mengenai ASI yang dilakukan di kantor-kantor, pemberian penghargaan kepada perusahaan yang mendukung pemberian ASI, konsultasi laktasi dan kegiatan lainya.</p>
<p>***</p>
<p>Contact Person AIMI:</p>
<p>Mia Sutanto<br />
AIMI Chairwoman<br />
mia.sutanto@aimi-asi.org, +6281510002584</p>
<p>Sisca Baroto-Utomo<br />
Head of Communications Division<br />
sisca@aimi-asi.org, +62818765021</p>
<p>Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI)<br />
Graha MDS lt. 3<br />
Pusat Niaga Mas Fatmawati Blok B1/34<br />
Jl. RS. Fatmawati no. 39, Jakarta<br />
Telp: 021.72790165 Fax: 021.72790166<br />
www.aimi-asi.org</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aimi-asi.org/2010/02/aimi-gelar-seminar-tanggap-darurat-pada-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

