<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>AIMI - Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia &#187; Press Release</title>
	<atom:link href="http://aimi-asi.org/tag/press-release/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://aimi-asi.org</link>
	<description>Menyusui: Anak Sehat, Keluarga Bahagia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 14 May 2012 04:40:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Siaran Pers: Menyusui Lebih Dari Sekedar ASI</title>
		<link>http://aimi-asi.org/2011/05/siaran-pers-menyusui-lebih-dari-sekedar-asi/</link>
		<comments>http://aimi-asi.org/2011/05/siaran-pers-menyusui-lebih-dari-sekedar-asi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 May 2011 10:25:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sisca Baroto-Utomo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Press Release]]></category>
		<category><![CDATA[ultah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aimi-asi.org/?p=1377</guid>
		<description><![CDATA[AIMI, Jakarta (30/04): Menyusui bukan sekedar memberikan makan untuk bayi, tetapi juga mengalirkan cinta, memberikan yang terbaik untuk bayi dari segi intelegensia, dan kesehatan lahir batin. Hal inilah yang menjadi tema besar perayaan hari ulang tahun Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) yang ke empat. Empat tahun yang lalu, sekumpulan ibu yang peduli terhadap pemberian ASI [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://aimi-asi.org/wp/wp-content/uploads/2011/04/04-logo-aimi4th.jpg" alt="" title="04-logo-aimi4th" width="150" height="150" class="alignleft size-full wp-image-1374" />AIMI, Jakarta (30/04): Menyusui bukan sekedar memberikan makan untuk bayi, tetapi juga mengalirkan cinta, memberikan yang terbaik untuk bayi dari segi intelegensia, dan kesehatan lahir batin. Hal inilah yang menjadi tema besar perayaan hari ulang tahun Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) yang ke empat.</p>
<p>Empat tahun yang lalu, sekumpulan ibu yang peduli terhadap pemberian ASI tergabung dalam wadah milis asiforbaby yang saat ini anggotanya di atas 10 ribu. Kemudian setelah beberapa kali pertemuan, mereka bersepakat membentuk AIMI.</p>
<p>Dikomandoi oleh Mia Sutanto (ketua umum), Nia Umar (wakil ketua umum) dan Farahdibha Tenrilemba (sekretaris jenderal), organisasi yang masih muda ini sudah meramaikan dunia perASIan di Indonesia. Dan sebagai wujud syukur AIMI ketika memasuki  usianya yg ke empat, serangkaian acara sosialisASI dan konseling laktasi gratis diselenggarakan oleh AIMI, tidak hanya di Jakarta, tetapi di seluruh cabang AIMI: Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. &#8220;SosialisASI dan konseling gratis ini dilakukan oleh AIMI sebagai perwujudan syukur dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Terbukti antusiasme masyarakat terhadap menyusui semakin meningkat dalam satu tahun belakangan. Kami ingin membantu masyarakat dalam mendapatkan informasi tentang ASI dan menyusui yang benar&#8221;, jelas Mia Sutanto ketika ditanya tentang rangkaian acara ulang tahun AIMI.</p>
<p>Rangkaian kegiatan ulang tahun ini kemudian di tutup dengan perayaan HUT AIMI berupa bincang-bincang bersama pakar ASI dan pakar intelegensia, di restoran Sindang Reret Jakarta Selatan, sekaligus peluncuran buku &#8220;Mama, Adik bayi makan apa?&#8221; Yang ditulis oleh Mia Sutanto. Buku yang ditujukan untuk anak-anak ini bertujuan memberikan pemahaman bahwa menyusui adalah norma, bukan sesuatu hal yang tidak lazim.</p>
<p>“Bincang-bincang bersama dr Utami Roesli SpA, IBCLC dan dari Pusat Inteligensia Kesehatan Kemkes akan mengupas bahwa menyusui melebihi dari sekedar memberikan ASI. Acara HUT AIMI yang ke-4 ini juga akan diramaikan oleh penampilan band, stand bazaar, dan pemberian konseling gratis bagi para ibu hamil dan menyusui,” dituturkan oleh Tanti Djafar, ketua pelaksana HUT 4 AIMI.</p>
<p>Selamat ulang tahun ke empat, AIMI! Semoga semakin banyak ibu menyusui dan bayi yang mendapatkan ASI di Indonesia karena karyamu.</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Fact Sheet AIMI</span></strong>:<br />
Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) adalah organisasi independen yang terbentuk dari kepedulian beberapa ibu mengenai pentingnya pemberian ASI untuk bayi secara eksklusif selama 6 bulan dan dilanjutkan hingga 2 tahun atau lebih. Saat ini dukungan untuk ibu yang memberikan ASI kepada bayinya dirasakan kurang, baik itu perhatian dan dukungan dari pemerintah, masyarakat umum dan instansi swasta. Berbagai kegiatan telah dilakukan AIMI untuk mensosialisasikan ASI, antara lain kegiatan regular kelas edukasi AIMI dengan tema seputar ASI, talkshow MP-ASI sehat untuk bayi, AIMI Goes to Office yaitu sosialisasi mengenai ASI yang dilakukan di kantor-kantor, pemberian penghargaan kepada perusahaan yang mendukung pemberian ASI, konsultasi laktasi dan kegiatan lainya.</p>
<p>***</p>
<p>Contact Person AIMI:</p>
<p>Mia Sutanto<br />
AIMI Chairwoman<br />
mia.sutanto@aimi-asi.org</p>
<p>Sisca Baroto-Utomo<br />
Head of Communications Division<br />
sisca@aimi-asi.org</p>
<p>Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI)<br />
Graha MDS lt. 3<br />
Pusat Niaga Mas Fatmawati Blok B1/34<br />
Jl. RS. Fatmawati no. 39, Jakarta</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aimi-asi.org/2011/05/siaran-pers-menyusui-lebih-dari-sekedar-asi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>AIMI Dari Lokal Menuju Internasional</title>
		<link>http://aimi-asi.org/2009/12/aimi-dari-lokal-menuju-internasional/</link>
		<comments>http://aimi-asi.org/2009/12/aimi-dari-lokal-menuju-internasional/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Dec 2009 14:17:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sisca Baroto-Utomo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[depkes]]></category>
		<category><![CDATA[emergency response]]></category>
		<category><![CDATA[features]]></category>
		<category><![CDATA[gempa]]></category>
		<category><![CDATA[IMBEX]]></category>
		<category><![CDATA[Press Release]]></category>
		<category><![CDATA[selasi]]></category>
		<category><![CDATA[Seputar AIMI]]></category>
		<category><![CDATA[Siaran Pers]]></category>
		<category><![CDATA[situ gintung]]></category>
		<category><![CDATA[WBW]]></category>
		<category><![CDATA[wbw 2009]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aimi-asi.org/?p=507</guid>
		<description><![CDATA[Akhir tahun semakin dekat, maka saatnya AIMI merangkum kegiatan-kegiatannya selama tahun 2009. Di tahun ini AIMI telah melakukan banyak hal. Bukan hanya ditingkat lokal dan nasional, tapi sudah melangkah ke tingkat internasional. Berikut berita lengkapnya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>AIMI, Jakarta (21/12): Tahun 2009 ini Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) telah melakukan banyak hal. Mulai dari tingkat lokal, nasional, bahkan sudah melangkah menuju dunia internasional.</p>
<p>“Agenda yang sudah dilaksanakan oleh AIMI tahun 2009 ini cukup banyak, mulai dari kegiatan untuk komunitas sendiri, untuk negara ini, bahkan dua di antaranya adalah event internasional. Begitu juga dengan 3 kali kegiatan tanggap darurat yang dilaksanakan AIMI pada tahun ini. Bagi organisasi yang masih seumur jagung, hal ini merupakan suatu kebanggaan bagi kami, karena apa yang kami lakukan diakui dan dirasakan manfaatnya,” kata Mia Sutanto – Ketua AIMI. Dukungan yang diberikan masyarakat pun dirasakan terus mengalir, salah satunya dari penggalangan dana yang dilakukan AIMI untuk kegiatan social selalu mencapai jutaan rupiah.</p>
<p>Tak jauh beda dengan dari organisasi kesehatan. Tercatat pada tahun 2009, AIMI memperoleh penghargaan dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pada 14 Juni 2009 atas perhatian dan dedikasi yang begitu besar terhadap kesehatan dan kesejahteraan anak Indonesia, khususnya di bidang pemberian ASI eksklusif.</p>
<p>Konsistensi AIMI untuk dalam menciptakan lingkungan dan masyarakat yang breastfeeding-friendly, menggerakkan AIMI bersama gabungan lembaga dan masyarakat peduli ASI  untuk membuat Pernyataan Bersama (PB) menolak RUU Kesehatan. Hal mendasar yang ditolak yaitu terkait dengan adanya kata-kata &#8220;Susu Formula&#8221; dalam pasal pemberian ASI. PB tersebut disampaikan ke pemerintah, legislative dan masyarakat melalui Press Conference pada 20 Agustus 2009. Pernyataan ini kemudian ditindaklanjuti dengan bertemu para wakil rakyat Komisi IX DPR. Hasil dari pertemuan dalam UU no. 36/2009 tentang Kesehatan, menghapuskan kata &#8220;Susu Formula&#8221; serta memunculkan pasal sanksi bagi semua pihak yang menghalangi pemberian ASI.</p>
<p><strong>Rangkaian kegiatan AIMI</strong></p>
<p>Tahun 2009 ini kegiatan AIMI diawali dengan pembentukan AIMI cabang Semarang, dengan ditandai dilaksanakannya Kelas EdukASI AIMI pada 21 Desember 2008 di Rumah Bersalin (RB) Ibu Semarang dengan topic Breastfeeding Basic. AIMI Semarang saat ini sudah sangat aktif dalam melakukan kegiatan konseling, mengedukasi masyarakat tentang manfaat ASI melalui ekspos di media serta rutin mengadakan Kelas Edukasi dengan bekerjasama dengan fasilitas kesehatan setempat.</p>
<p>Dalam rangka memperingati hari jadinya yang ke-2 pada tanggal 21 April 2009, AIMI menyelenggarakan workshop Hypnobreastfeeding dengan tema “<strong>Afirmasi Positif untuk Meningkatkan Kuantitas dan Kualitas ASI</strong>”. Salah satu tujuan diadakannya workshop ini adalah untuk memperkenalkan teknik relaksasi terbaru, sehingga dapat membantu para ibu menyusui untuk memaksimalkan kuantitas dan kualitas ASI-nya. Kegiatan yang dilaksanakan di Jakarta, pada hari Minggu, 19 April 2009 bertempat di Anahata Wellness Center fX Lifestyle X&#8217;nter lt f5, jl Jend. Sudirman, Jakarta mampu menyedot banyak peminat, terbukti dengan dibukanya 2 kelas untuk menampung seluruh peminat. Lanny Kuswandi, seorang pakar Hypnotherapy, di daulat untuk memandu sekitar 100 ibu menyusui dalam workshop tersebut.</p>
<p>Pada Agustus 2009, AIMI berpartisipasi dalam peringatan World breastfeeding Week (WBW), dengan mengadakan Seminar ASI yang mendatangkan seorang pakar ASI Internasional, Jack Newman, MD, FRCPC. Seminar ini mengambil tema “<strong>Numbers on Demand</strong>”, dimana disampaikan oleh Dr. Jack Newman bahwa hal terpenting dalam memberikan ASI pada bayi bukan pada seberapa banyak (berapa kali, berapa mili, dll), tapi jumlah yang sesuai dengan yang diminta/diinginkan oleh bayinya. Dr. Jack Newman juga menegaskan setiap bayi adalah unik, oleh karena itu jumlah yang diminta/diinginkan oleh bayi akan berbeda satu dan lainnya.</p>
<p>Masih dalam rangka peringatan WBW 2009, AIMI menyelenggarakan Breastfeeding Fair (BF) di Dharmawangsa Square Jakarta, 6-10 Agustus 2009. Dalam Breastfeeding fair ini selain <strong>bazaar</strong>, AIMI juga menggelar mini talkshow : <strong>Sharing &#038; Caring</strong> setiap hari selama BF berlangsung. Dalam sharing &#038; Caring ini AIMI mendatangkan narasumber public figure yang peduli ASI serta para pakar di bidang kesehatan – khususnya ASI, untuk mengupas berbagai hal seputar menyusui. Mulai dari cara Jitu pancing ASI dengan hypnobreastfeeding: “<strong>Affirmasi Positif melancarkan ASI</strong>” bersama Lanny Kuswandi. Trik menyajikan: “<strong>MPASI Berkualitas</strong>” bersama Wied Harry Apriadji. Untuk mewadahi keinginan ibu yang Ingin segera langsing tapi tetap menyusui? Maka, tema di hari ketiga: “<strong>Langsing &#038; ASI berlimpah dengan Pilates</strong>” bersama Svarga Pilates. Ibu ASI Indonesia akan berbagi kisah keajaiban-keajaiban ASI: “<strong>The Miracle of ASI</strong>” bersama dr. Utami Roesli, Sp.A, MBA, IBCLC &#038; Artika Sari Devi. Dan di hari terakhir: “<strong>Bahaya penggunaan susu formula yang tidak tepat</strong>” bersama dr. Asti Praborini &#038; Nola AB Three.</p>
<p>Pada 12 November 2009, AIMI diundang Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) cabang Tarakan – Kalimantan dalam seminar ASI dengan pembicara ketua AIMI, Mia Sutanto serta dr. Utami Roesli, SpA, MBA, IBCLCL, FABM. Acara tersebut dihadiri 250 orang serta diliput media setempat</p>
<p>Di penghujung tahun 2009, AIMI menjadi local partner Panorama untuk mengadakan kegiatan <strong>IMBEX</strong> (Indonesia Maternity and Baby Expo) 2009. Acara ini diadakan selama 3 hari,  20-22 November 2009 di Asembly Hall, JCC, Jakarta. Dalam kesempatan ini AIMI berpartisipasi mengisi bazaar, mengadakan talkshow dan mini Kelas Edukasi ASI serta membuka konsultasi/konseling menyusui pada stand-nya.</p>
<p><strong>Tanggap bencana</strong></p>
<p>Pada April 2009, ketika bencana Situ Gintung – Tangerang terjadi, AIMI membuka posko bantuan berupa dapur umum. Posko yang didirikan 2-5 April 2009 ini bertujuan untuk meringankan beban korban bencana Situ Gintung. AIMI yang memberikan perhatian khusus pada kesehatan serta gizi bayi dan balita memberikan bantuan berupa pemberian MPASI sehat untuk bayi dan balita di daerah tersebut, serta memberikan makanan lengkap gizi untuk ibu menyusui. Misi yang ingin dicapai dalam kegiatan ini adalah mensosialisasikan untuk mengutamakan pemberian ASI dan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) sehat bagi bayi dan balita dalam keadaan darurat, serta memberikan dukungan bagi ibu menyusui untuk tetap menyusui anaknya dalam kondisi seperti ini. Pihak yang telibat dalam posko ini terdiri dari pengurus AIMI, relawan peduli ASI, guru dan orang tua murid PAUD Strawberry serta ComDev MDS – Jakarta.</p>
<p>Ketika untuk ke-2 kalinya bencana gempa bumi terjadi di bumi Indonesia, tepatnya di Tasikmalaya, selama kurang lebih 1 minggu, yaitu 16-22 September 2009, Konselor Laktasi AIMI dibawah koordinasi World Vision Indonesia (WVI) terjun langsung ke daerah bencana untuk memberikan bantuan konseling untuk membantu ibu menyusui untuk tetap menyusui bayinya, serta memberikan perlengkapan yang diperlukan ibu dan bayi.</p>
<p>Pada tanggal 30 September dan 1 Oktober saat gempa melanda bumi Sumatera, AIMI mengadakan penggalangan dana dari anggota AIMI, anggota milis asiforbaby@yahoogroups.com maupun dari masyarakat umum. Sebagai upaya dan wujud solidaritas kemanusiaan AIMI, dibentuklah tim Laktasi Siaga Bencana (LSB) yang bertujuan untuk memberikan bantuan langsung pada korban bencana di Padang. Tim LSB I yang terdiri dari konselor laktasi AIMI berada di Padang 2-9 Oktober 2009, turun langsung ke daerah bencana untuk melakukan penyuluhan, konseling serta pendataan pemberian ASI pada situasi bencana. Kegiatan yang dilakukan oleh tim LSB 1 lebih diutamakan kepada pencegahan penggunaan susu formula atau MPASI instan terhadap bayi dibawah dua tahun (baduta), karena keterbatasan sanitasi (air bersih sulit di dapat, dll), sehingga pemberian susu formula dan MPASI instan akan memperkeruh keadaan karena dapat mengakibatkan bencana lain, yaitu diare sampai kematian pada baduta.</p>
<p>Tim LSB II berada di padang pada 20-24 Oktober 2009. Dengan bantuan dari ACT untuk penentuan lokasi, diprioritaskan daerah Nagari VII Koto, Kab. Pariaman, sebagai daerah bencana yang diatasi sebagai lanjutan kegiatan dari Tim I. Bentuk kegiatan yang dilakukan berupa penyuluhan ASI &#038; MPASI.</p>
<p>Kedatangan Tim LSB I dan II, dirasakan sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya dalam menyadarkan masyarakat akan kualitas dan komposisi ASI yang tidak tertandingi oleh susu apapun. Demikian pula dengan manfaat pengelolaan MP-ASI sehat yang jauh lebih bergizi dibandingkan dengan MP-ASI (termasuk di dalamnya bubur) instan. Pengetahuan ini sedikit banyak mempengaruhi masyarakat setempat untuk tetap mengutamakan pemberian ASI dibandingkan susu formula pada baduta serta memberikan MP-ASI sehat dibandingkan MP-ASI instan. Banyak pihak berharap kegiatan ini dapat dilanjutkan dalam bentuk pelatihan</p>
<h3>Berperan di Internasional</h3>
<p><strong>World Breastfeeding Trends Initiative (WBTi)</strong></p>
<p>AIMI ditunjuk oleh International Baby Food Action Network (IBFAN) Asia untuk mengerjakan report yg berisikan kondisi dan status pemberian ASI di Indonesia pada Agustus 2008, setelah mengikuti seminar di Thailand.</p>
<p>Ada 12 indikator penting yang menjadi kunci pertanyaan dari WBTi ini, diantaranya data besaran bayi yang mendapatkan ASI, berapa jumlah RS sayang ibu dan bayi &#8211; yang sedihnya di Indonesia sampai saat ini tidak ada, Undang-undang dan peraturan yang mendukung ASI sampai ke prosedur pemberian ASI pada ibu yang menderita HIV/AIDS.</p>
<p>AIMI bekerjasama dengan Sentra Laktasi Indonesia (Selasi), Perinasia dan Departemen Kesehatan RI telah mengumpulkan data-data terkait WBTi ini pada Februari 2009 dan dikirim kembali ke IBFAN Asia dan telah di-publish di web mereka pada Agustus 2009 lalu.</p>
<p>Tujuan adanya data-data ini adalah sebagai perangkat untuk mendorong pemerintah agar terus memperhatikan kondisi pemberian ASI di negara kita yang ternyata berdasarkan laporan WBTi ini kondisinya cukup memprihatinkan.</p>
<p>Untuk melihat lebih jelas kondisi menyusui di Indonesia dan negara-negara lain di dunia bisa dilihat di: <a href="http://www.worldbreastfeedingtrends.org/">www.worldbreastfeedingtrends.org</a></p>
<p><strong>Konferensi One Asia Breastfeeding Partners Forum 6 di Colombo, Srilanka</strong></p>
<p>Pada tanggal 18-21 November 2009, AIMI sebagai satu-satunya perwakilan dari Indonesia diundang dalam konferensi One Asia Breastfeeding Partners Forum 6 di Colombo, Srilanka. Konferensi yang dihadiri oleh 17 negara ini mengangkat tema &#8220;<strong>Breastfeeding in Emergencies: Challenges and Solutions</strong>&#8220;. AIMI mempresentasikan kegiatan <strong>emergency response</strong> untuk Sumbar serta laporan WBTi. Hasil dari konferensi Colombo adalah Colombo Declaration yang rencananya akan dikirimkan ke media pada awal 2010. Tahun 2010 rencananya AIMI akan menjadi host untuk konferensi One Asia Breastfeeding Partners Forum 7 yang akan diselenggarakan di Indonesia. **</p>
<p>***</p>
<p>Fact Sheet AIMI :</p>
<p>AIMI terbentuk dari kepedulian beberapa ibu mengenai pentingnya pemberian ASI untuk bayi secara eksklusif selama 6 bulan dan dilanjutkan hingga 2 tahun atau lebih. Saat ini dukungan untuk ibu yang memberikan ASI kepada bayinya dirasakan kurang, baik itu perhatian dan dukungan dari pemerintah, masyarakat umum dan instansi swasta.</p>
<p>Berbagai kegiatan telah dilakukan AIMI untuk menyosialisasikan ASI, antara lain kegiatan regular kelas edukasi AIMI dengan tema seputar ASI dan MP-ASI Sehat untuk Bayi, AIMI Goes to Office yaitu sosialisasi mengenai ASI yang dilakukan di kantor-kantor, Pemberian penghargaan kepada perusahaan mendukung pemberian ASI, konsultasi laktasi, dan kegiatan lainnya.</p>
<p>*** </p>
<p>Contact Person AIMI:<br />
Mia Sutanto, Ketua<br />
mia.sutanto@aimi-asi.org<br />
HP: 081510002584 </p>
<p>Sisca Baroto-Utomo, Media Relations<br />
sisca@aimi-asi.org<br />
HP : 0818765021</p>
<p>Sekretariat:<br />
Graha MDS Lt. 1<br />
Pusat Niaga Mas Fatmawati Blok B1/34<br />
Jln. RS Fatmawati No. 39 Jakarta<br />
Telpon : 021-72790165 Fax: 021-72790166<br />
www.aimi-asi.org</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aimi-asi.org/2009/12/aimi-dari-lokal-menuju-internasional/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Siaran Pers: Gempa Sumatera</title>
		<link>http://aimi-asi.org/2009/10/gempa-sumatera/</link>
		<comments>http://aimi-asi.org/2009/10/gempa-sumatera/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Oct 2009 15:16:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sisca Baroto-Utomo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[AIMI Emergency Response]]></category>
		<category><![CDATA[ASI Eksklusif]]></category>
		<category><![CDATA[emergency response]]></category>
		<category><![CDATA[Press Release]]></category>
		<category><![CDATA[Siaran Pers]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aimi-asi.org/?p=476</guid>
		<description><![CDATA[Indonesia bersedih lagi akibat gempa yang mengguncang Sumatera (Padang dan Jambi) pada tanggal 30 September dan 1 Oktober 2009 yang lalu. Begitu banyak penduduk yang tidak berdosa – orang tua, remaja, bayi dan anak-anak – yang menjadi korban. Organisasi peduli ASI mengirimkan Tim Lastasi Siaga Bencana yang terdiri dari para Konselor Laktasi.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>AIMI, Jakarta (1/10): Indonesia bersedih lagi akibat gempa yang mengguncang Sumatera (Padang dan Jambi) pada tanggal 30 September dan 1 Oktober 2009 yang lalu. Begitu banyak penduduk yang tidak berdosa – orang tua, remaja, bayi dan anak-anak – yang menjadi korban. Dari berbagai sumber diketahui bahwa jumlah korban meninggal di Sumatera Barat sudah mencapai 529 orang, luka berat 83 orang dan luka ringan 2094 orang. Belum lagi korban di Jambi yang tidak kalah banyaknya.</p>
<p>Suasana duka dan kengerian akan terjadinya gempa susulan masih terlihat di wajah penduduk, khususnya mereka yang tinggal di titik-titik gempa. Tidaklah mengherankan jika puskesmas, rumah sakit, serta rumah ibadah yang tidak runtuh akibat gempa menjadi tempat pengungsian sementara yang relatif aman.</p>
<p>Penanganan terhadap korban bencana dilakukan oleh tenaga medis setempat serta para relawan dari berbagai organisasi. Demikian pula penanganan bagi para korban bencana yang lain, terutama kaum ibu, anak-anak, bayi  serta baduta.</p>
<p>Sayangnya, ada penanganan yang kurang tepat dari organisasi-organisasi ini, terutama untuk para bayi dan  baduta (bawah umur dua tahun). Alih-alih mendukung para ibu untuk memberikan ASI, sebagai respon pertama pada situasi darurat (seperti yang dikutip dari tema pekan ASI sedunia 2009: <strong>Breastfeeding, a vital emergency response. Are you ready?</strong>), organisasi dan sebagian besar pendonor malah mengirimkan susu / makanan instan pengganti ASI.</p>
<p>Dalam menanggapi hal ini, Mia Sutanto &#8211; Ketua Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) &#8211; mengatakan, &#8220;Dalam situasi darurat, ASI wajib diutamakan. Nilai gizi dan higienitasnya tidak dapat dibandingkan dengan susu formula / makanan pengganti ASI apapun. Penggunaan susu formula / Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang tidak tepat, terutama dalam situasi darurat (bencana alam, dll) dapat menimbulkan berbagai persoalan pada bayi dan baduta, misalkan saja diare, ISPA, dan yang terparah adalah kematian.&#8221;</p>
<p>Mia menambahkan, untuk mengantisipasi kondisi darurat bagi bayi dan balita, dua lembaga kesehatan dunia yaitu UNICEF dan WHO, yang di Indonesia bersama-sama dengan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pada tanggal 7 Januari 2005 mengeluarkan rekomendasi bersama tentang Pemberian Makan Bayi pada Situasi Darurat.</p>
<p>Lebih lanjut, Departemen Kesehatan Republik Indonesia pada tahun 2007 pun telah mengeluarkan Pedoman Penanganan Gizi dalam Situasi Darurat.  Rekomendasi bersama tersebut didasarkan pada Kode Internasional Pemasaran Susu Formula WHO (”Kode WHO”) yang menyatakan bahwa pada operasi penanggulangan bencana, pemberian ASI pada bayi harus dilindungi, dipromosikan dan didukung. Bagaimanapun, menyusui dalam kondisi darurat bencana menjadi lebih penting karena sangat terbatasnya sarana untuk menyiapkan susu formula, seperti air bersih, bahan bakar dan juga persediaan susu formula dalam jumlah yang memadai. ”Bahkan semua sumbangan susu formula atau produk makanan bayi lainnya, hanya boleh diberikan dalam keadaan terbatas dan harus ada ijin dari Dinas Kesehatan setempat,” kata Mia.</p>
<p>Lebih rinci, rekomendasi bersama mengatur pemberian makanan utama bagi bayi, sebagai berikut :</p>
<ul>
<li>Menyusui justru menjadi lebih penting karena sangat terbatasnya sarana untuk penyiapan susu formula, seperti air bersih, bahan bakar dan juga kesinambungan tersedianya susu formula dalam jumlah yang memadai.
</li>
<li>Pemberian susu formula akan meningkatkan risiko terjadinya diare, kekurangan gizi dan kematian bayi.
</li>
<li>Sumbangan susu formula yang diperoleh dari donor, maka distribusi maupun penggunaannya harus dimonitor oleh tenaga yang terlatih.</li>
</ul>
<p>Pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) juga diatur dalam rekomendasi bersama tersebut antara lain disebutkan bahwa MPASI hanya boleh diberikan setelah bayi berusia 6 bulan, dibuat dengan bahan makanan lokal, MPASI harus mudah dicerna dan pemberiannya harus disesuaikan dengan umur dan gizi bayi serta makanan tersebut harus mengandung kalori dan nutrisi yang cukup.</p>
<p>Oleh karena itulah, AIMI beserta organisasi dan masyarakat pendukung ASI menghimbau seluruh masyarakat terutama tenaga kesehatan untuk mendukung ibu memberikan ASI dalam situasi darurat. Donasi atau bantuan yang diperlukan dapat saja berupa selimut, pakaian layak pakai, obat2an dan hal lain, tetapi janganlah memberikan / menyumbang susu formula atau makanan instan pengganti ASI.</p>
<p>Dalam hal ini AIMI mendukung pengiriman Tim Laktasi Siaga Bencana yang terdiri dari para Konselor Laktasi yang berasal dari berbagai organisasi peduli ASI ke tempat bencana serta membuka dompet donasi untuk mendukung didirikannya posko laktasi di wilayah bencana. Untuk keterangan lebih lanjut tentang donasi ini silahkan mengunjungi website AIMI – www.aimi-asi.org.</p>
<p>***</p>
<p>Fact Sheet AIMI :<br />
AIMI terbentuk dari kepedulian beberapa ibu mengenai pentingnya pemberian ASI untuk bayi secara eksklusif selama 6 bulan dan dilanjutkan hingga 2 tahun atau lebih. Saat ini dukungan untuk ibu yang memberikan ASI kepada bayinya dirasakan kurang, baik itu perhatian dan dukungan dari pemerintah, masyarakat umum dan instansi swasta.</p>
<p>Berbagai kegiatan telah dilakukan AIMI untuk menyosialisasikan ASI, antara lain kegiatan regular kelas edukasi AIMI dengan tema seputar ASI dan MP-ASI Sehat untuk Bayi, AIMI Goes to Office yaitu sosialisasi mengenai ASI yang dilakukan di kantor-kantor, Pemberian penghargaan kepada perusahaan mendukung pemberian ASI, konsultasi laktasi, dan kegiatan lainnya.</p>
<p>***<br />
Contact Person AIMI:<br />
Mia Sutanto, Ketua<br />
mia.sutanto@aimi-asi.org<br />
HP: 081510002584</p>
<p>Sisca Baroto-Utomo,<br />
Media Relations<br />
sisca@aimi-asi.org<br />
HP : 0818765021</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aimi-asi.org/2009/10/gempa-sumatera/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penjalesan Tambahan Atas Inspiratorial ASI Tanggal 6 Agustus 2009</title>
		<link>http://aimi-asi.org/2009/08/penjalesan-tambahan-atas-inspiratorial-asi/</link>
		<comments>http://aimi-asi.org/2009/08/penjalesan-tambahan-atas-inspiratorial-asi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Aug 2009 14:34:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sisca Baroto-Utomo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[ASI]]></category>
		<category><![CDATA[ASI Eksklusif]]></category>
		<category><![CDATA[features]]></category>
		<category><![CDATA[Pekan ASI 2009]]></category>
		<category><![CDATA[Pekan ASI Sedunia]]></category>
		<category><![CDATA[Press Release]]></category>
		<category><![CDATA[Siaran Pers]]></category>
		<category><![CDATA[WBW]]></category>
		<category><![CDATA[wbw 2009]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aimi-asi.org/?p=465</guid>
		<description><![CDATA[AIMI mengeluarkan penjelasan tambahan atas dipakainya press release / siaran pers AIMI pada Insiratorial "Segala Kebaikan ASI" di harian Kompas pada hari Kamis, 6 Agustus 2009 lalu.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta, 6 Agustus 2009</p>
<p><strong>PENJELASAN TAMBAHAN ATAS INSPIRATORIAL ASI TANGGAL 6 AGUSTUS 2009</strong></p>
<p>Terimakasih atas dimuatnya informasi dari AIMI dalam Inspiratorial &#8220;Segala Kebaikan ASI&#8221; pada hari Kamis, 6 Agustus 2009 kemarin.</p>
<p>Kami, Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) sebagai salah satu narasumber informasi yang digunakan oleh Harian Kompas ingin memberikan penjelasan tambahan sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>Bahwa AIMI adalah organisasi Nirlaba yang memiliki visi dan misi untuk mendukung ibu-ibu di Indonesia agar sukses menyusui, merupakan <strong>organisasi independen yang tidak pernah mendukung atau didukung (dalam bentuk sponsorship apapun) oleh produsen susu ibu hamil/produsen susu formula bayi manapun</strong>. Oleh karena itu, AIMI dalam seluruh kapasitasnya sebagai organisasi yang sangat peduli dengan pemberian ASI, tidak pernah memberikan dukungan apapun pada Kalbe Farma sebagai produsen susu Prenagen, dan sebaliknya.</li>
<li>Bahwa informasi yang diberikan oleh AIMI dalam Inspiratorial &#8220;Segala Kebaikan ASI&#8221; pada hari Kamis, 6 Agustus 2009 adalah bagian dari press release kami yang memang kami kirimkan ke berbagai media cetak dan elektronik, murni untuk memberikan sosialisasi yang luas kepada seluruh masyarakat Indonesia tentang manfaat pemberian ASI untuk bayi secara eksklusif selama 6 bulan dan dilanjutkan sampai dengan umur 2 tahun atau lebih.</li>
<li>Bahwa advertorial yang dimuat oleh Kalbe Farma dalam Inspiratorial &#8220;Segala Kebaikan ASI&#8221; tidak ada kaitan maupun kerjasama dengan AIMI dalam bentuk apapun.</li>
</ul>
<p>Terimakasih,</p>
<p><strong>Mia Sutanto</strong><br />
Ketua<br />
Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI)<br />
Email: mia.sutanto@aimi-asi.org<br />
Tlp: +6281510002584</p>
<p>*************** </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aimi-asi.org/2009/08/penjalesan-tambahan-atas-inspiratorial-asi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ultah Pertama AIMI: Terus Kampanyekan ASI Eksklusif 6 Bulan dan MPASI Berkualitas untuk Bayi</title>
		<link>http://aimi-asi.org/2008/04/ultah-pertama-aimi-terus-kampanyekan-asi-eksklusif-6-bulan-dan-mpasi-berkualitas-untuk-bayi/</link>
		<comments>http://aimi-asi.org/2008/04/ultah-pertama-aimi-terus-kampanyekan-asi-eksklusif-6-bulan-dan-mpasi-berkualitas-untuk-bayi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Apr 2008 17:58:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>webmaster</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[kopdar]]></category>
		<category><![CDATA[MPASI]]></category>
		<category><![CDATA[Press Release]]></category>
		<category><![CDATA[ultah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://localhost:8888/wp-aimi/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI), sebuah kelompok yang beranggotakan ibu-ibu yang aktif memberikan dukungan untuk sosialiasi manfaat ASI bagi bayi, merayakan ulang tahun pertamanya, di Jakarta pekan ini (26/4). Ulang Tahun Pertama AIMI diperingati dengan acara kopi darat member milis asiforbaby ( mailing list yang selama ini dikelola oleh AIMI) dan sekaligus pertemuan dengan member [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI), sebuah kelompok yang beranggotakan ibu-ibu yang aktif memberikan dukungan untuk sosialiasi manfaat ASI bagi bayi, merayakan ulang tahun pertamanya, di Jakarta pekan ini (26/4).</p>
<p>Ulang Tahun Pertama AIMI diperingati dengan acara kopi darat member milis asiforbaby ( mailing list yang selama ini dikelola oleh AIMI) dan sekaligus pertemuan dengan member AIMI dengan mengadakan acara Sharing&#038;Caring : “Setelah ASI Eksklusif 6 Bulan, Apa Lagi?”, yang diadakan di Bondies, Kemang Jakarta Selatan.</p>
<p><span id="more-18"></span></p>
<p>Ketua AIMI, Mia Sutanto mengatakan, peringatan ulang tahun AIMI ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan awal menyambut Pekan ASI Sedunia 2008 yang diselenggarakan bulan Agustus mendatang. “Kami memang merencanakan serangkaian kegiatan untuk menyambut Pekan ASI Sedunia 2008 yang tahun ini temanya adalah Mother Support,” katanya.</p>
<p>Mia mengatakan, topik mengenai MPASI (Makanan Pendamping ASI) ini diambil sebagai tema sharing&#038;caring kali ini, karena sebenarnya MPASI merupakan rangkaian yang tak terpisahkan setelah bayi mendapatkan ASI Eksklusif 6 bulan. “Setelah ASI Eksklusif 6 bulan, orang tua harus tetap memperhatikan kualitas gizi untuk bayinya dengan memberikan makanan yang berkualitas. Kami dari AIMI menganjurkan untuk memberikan MPASI buatan rumah yang jelas lebih murah dan lebih sehat ketimbang makanan instant,” jelasnya.</p>
<p>Untuk memberikan pencerahan yang lebih luas mengenai seluk-beluk MPASI, AIMI mengundang pemerhati gizi, dr. Tan Shot Yen. Dari beliau inilah, semua peserta sharing&#038;caring bisa mendapatkan penjelasan yang lebih dalam mengenai makanan berkualitas untuk bayinya.</p>
<p>Ditambahkan Mia, peringatan HUT pertama AIMI ini tidak hanya diselenggarakan di Jakarta saja, tetapi juga dibeberapa kota lain seperti Jogjakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Palembang. Anggota AIMI dan anggota milis asiforbaby mengadakan pertemuan yang sama dan diadakan di masing-masing kota pada tanggal 26-27 April ini. Dari pertemuan seperti ini, lanjut Mia, diharapkan ibu-ibu bisa mendapatkan dukungan dari ibu-ibu yang lain sehingga bisa tetap memberikan ASI Eksklusif 6 bulan dan MPASI yang berkualitas bagi anaknya.</p>
<p>Di Jakarta, kegiatan serupa juga akan dilanjutkan ke masing-masing wilayah, termasuk Depok, Tangerang dan Bogor. ”Semuanya ada berkat partisipasi aktif para member AIMI dan milis asiorbaby. Mereka inilah yang akan menjadi kader terdepan AIMI untuk meluaskan kampanye mengenai ASI dan MPASI sehat,” tambahnya. ****</p>
<p>Contact Person AIMI:</p>
<p>Mia Sutanto, Ketua<br />
mia.sutanto@aimi-asi.org<br />
HP: 0815 1000 2584</p>
<p>Yuyuk Andriati, Divisi Komunikasi<br />
yeye@aimi-asi.org<br />
HP: 0811 971509</p>
<p>Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI)<br />
Graha MDS Lt.3<br />
Pusat Niaga Mas Fatmawati Blok B1/34<br />
Jln. RS Fatmawati No. 39 Jakarta<br />
www.aimi-asi.org</p>
<p>Acara Sharing&#038;Caring AIMI didukung oleh :<br />
PT Indo Tambangraya Megah, Tbk.<br />
Dian Kenanga Totok Aura<br />
Sekolah CIKAL<br />
Medela<br />
CBN<br />
Majalah Inspired Kids</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aimi-asi.org/2008/04/ultah-pertama-aimi-terus-kampanyekan-asi-eksklusif-6-bulan-dan-mpasi-berkualitas-untuk-bayi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

