Archive for ASI Eksklusif
You are browsing the archives of ASI Eksklusif.
You are browsing the archives of ASI Eksklusif.
Jawaban: BAK kurang dari 6 kali Hebaat! Ternyata voters sudah banyak mengetahui kalau tanda-tanda bayi kurang minum ASI adalah BAK kurang dari 6 kali (46%, 61 org). Secara umum, bayi ASI eksklusif harus ada 1 kali popok basah di hari pertama dlm hidupnya, dan jumlah itu akan terus bertambah. Bayi yang berusia seminggu atau lebih [...]
Bagi kita yang sudah memahami informasi mengenai Inisiasi Menyusu Dini (IMD) tentu saja tidak setuju dengan pernyataan tersebut. Bukankah bayi baru lahir dapat segera mencari puting susu ibunya sesaat ketika lahir, karena hal tersebut merupakan naluri alamiah yang dimilikinya. Pertanyaannya adalah, apakah semua tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan yang akan membantu ibu untuk melahirkan bayinya sudah memahami dan mau melakukan hal ini? Yuk simak bersama sharing salah satu Konselor Laktasi AIMI berikut ini.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, AIMI kembali mengadakan Breastfeeding Fair. Kali ini kami mengangkat tema ‘Breastfeeding: A New Lifestyle’. Lihat daftar acara kami tahun ini.
Banyak ibu yang tidak percaya diri bahwa mereka bisa memberikan ASI eksklusif kepada anak kedua bahkan ketiga ketika mereka gagal melakukannya pada anak pertama. Ini disebabkan mereka terpaku pada kegagalan anak pertama. Umumnya kegagalan ini disebabkan oleh kurangnya ilmu laktasi yang dimiliki oleh si ibu pada saat itu. Saya ingin berbagi pengalaman, bahwa kegagalan memberi ASI eksklusif untuk si kakak bukan berarti mustahil bagi adik.
AIMI, Jakarta (9/12): Seorang ibu yang positif mengidap HIV dan mengkonsumsi obat antiretroviral dapat menyusui secara eksklusif enam (6) bulan pada bayinya, tanpa menularkan virus HIV tersebut ke bayinya. Demikian hasil penelitian yang dilakukan oleh NACA (National Agency for the Control of AIDS ) Nigeria di Bostwana – Nigeria. Hasil penelitian ini dirilis oleh Professor [...]
AIMI menghimbau agar rekan-rekan dari kalangan profesional, pemerhati kesehatan dan CSR organisasi / perusahaan agar tidak mendonasikan susu formula dan / atau makanan instan ke daerah bencana.
Indonesia bersedih lagi akibat gempa yang mengguncang Sumatera (Padang dan Jambi) pada tanggal 30 September dan 1 Oktober 2009 yang lalu. Begitu banyak penduduk yang tidak berdosa – orang tua, remaja, bayi dan anak-anak – yang menjadi korban. Organisasi peduli ASI mengirimkan Tim Lastasi Siaga Bencana yang terdiri dari para Konselor Laktasi.
AIMI mengeluarkan penjelasan tambahan atas dipakainya press release / siaran pers AIMI pada Insiratorial “Segala Kebaikan ASI” di harian Kompas pada hari Kamis, 6 Agustus 2009 lalu.
Pada tanggal 21 Juni 2009, Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) menerima penghargaan dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) , atas perhatian dan dedikasi yang begitu besar terhadap kesehatan dan kesejahteraan anak Indonesia khususnya di bidang Pemberian ASI Eksklusif. Berikut foto para penerima penghargaan IDAI.
Di Indonesia, produsen susu formula telah banyak melakukan pelanggaran terhadap cara pemasaran produk mereka. Hal ini menyebabkan banyak para ibu yang lebih mengerti tentang produk-produk susu formula dibandingkan dengan ASI. Lebih disayangkan, para tenaga kesehatan pun banyak yang terpengaruh sehingga melupakan tugas mereka untuk memberikan informasi tentang ASI kepada para ibu. Simak artikel berikut yang diterjemahkan dari harian Jakarta Post, tentang pengaruh pemasaran susu formula terhadap pemberian ASI di Indonesia.