<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>AIMI - Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia &#187; AIMI Emergency Response</title>
	<atom:link href="http://aimi-asi.org/tag/aimi-emergency-response/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://aimi-asi.org</link>
	<description>Menyusui: Anak Sehat, Keluarga Bahagia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Sep 2010 02:50:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Himbauan AIMI Untuk Donasi Gempa Padang</title>
		<link>http://aimi-asi.org/2009/10/himbauan-aimi-untuk-donasi-gempa-padang/</link>
		<comments>http://aimi-asi.org/2009/10/himbauan-aimi-untuk-donasi-gempa-padang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Oct 2009 16:08:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sisca Baroto-Utomo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[AIMI Emergency Response]]></category>
		<category><![CDATA[ASI]]></category>
		<category><![CDATA[ASI Eksklusif]]></category>
		<category><![CDATA[depkes]]></category>
		<category><![CDATA[Donasi]]></category>
		<category><![CDATA[emergency response]]></category>
		<category><![CDATA[gempa]]></category>
		<category><![CDATA[Kode Internasional Pemasaran Susu Formula]]></category>
		<category><![CDATA[MPASI]]></category>
		<category><![CDATA[padang]]></category>
		<category><![CDATA[sumatera]]></category>
		<category><![CDATA[WHO]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aimi-asi.org/?p=492</guid>
		<description><![CDATA[AIMI menghimbau agar rekan-rekan dari kalangan profesional, pemerhati kesehatan dan CSR organisasi / perusahaan agar tidak mendonasikan susu formula dan / atau makanan instan ke daerah bencana. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Yth Rekan-rekan Profesional, Pemerhati Kesehatan dan CSR Organisasi,</p>
<p>Sedih rasanya melihat Indonesia kembali diguncang gempa berskala besar di kawasan Sumatera &#8211; Padang dan Jambi &#8211; pada tanggal 30 September dan 1 Oktober yang lalu. Tidak terhitung berapa banyak saudara kita yang kehilangan orang tua, anak, sanak saudara, rumah tinggal dan nyawa. Menurut berbagai sumber, sampai dengan hari Jumat, 2 Oktober 2009 yang lalu, jumlah korban meninggal di Padang sudah mencapai 529 orang,  luka berat 83 orang, dan luka ringan 2094 orang. Sementara di Jambi pun tidak kalah banyaknya. </p>
<p>Dari setiap bencana yang terjadi, korban yang paling menderita tentu saja ibu, bayi dan anak-anak di bawah dua tahun. Sayangnya, penanganan terhadap mereka (khususnya bayi dan anak-anak baduta) seringkali tidak sesuai. Alih-allih menyelamatkan mereka, banyak bayi dan anak-anak baduta yang menjadi sakit dan yang parah, angka kematian mereka pun meningkat.</p>
<p>Dalam konteks penanganan bencana, pemberian bantuan berupa makanan untuk bayi dan balita tidak bisa dilakukan dengan sembarangan agar bantuan yang akan kita berikan dengan niat baik, tidak berubah menjadi sumber permasalahan baru bagi korban yang selamat. Untuk mengantisipasi kondisi darurat bagi bayi dan balita, dua lembaga kesehatan dunia yaitu UNICEF dan WHO, yang di Indonesia bersama-sama dengan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pada tanggal 7 Januari 2005 mengeluarkan rekomendasi bersama tentang Pemberian Makan Bayi pada Situasi Darurat. </p>
<p>Lebih lanjut, Departemen Kesehatan Republik Indonesia pada tahun 2007 pun telah mengeluarkan Pedoman Penanganan Gizi dalam Situasi Darurat Menyusui lebih penting Rekomendasi bersama tersebut didasarkan pada Kode Internasional Pemasaran Susu Formula WHO (”Kode WHO”) yang menyatakan bahwa pada operasi penanggulangan bencana, pemberian ASI pada bayi harus dilindungi, dipromosikan dan didukung. </p>
<p>Bagaimanapun, menyusui dalam kondisi darurat bencana menjadi lebih penting karena sangat terbatasnya sarana untuk menyiapkan susu formula, seperti air bersih, bahan bakar dan juga persediaan susu formula dalam jumlah yang memadai. Bahkan, Kode WHO, semua sumbangan susu formula atau produk lain dalam lingkup kode tersebut, hanya boleh diberikan dalam keadaan terbatas. Lebih rinci, rekomendasi bersama mengatur pemberian makanan utama bagi bayi, sebagai berikut : </p>
<ul>
<li>Menyusui justru menjadi lebih penting karena sangat terbatasnya sarana untuk penyiapan susu formula, seperti air bersih, bahan bakar dan juga kesinambungan tersedianya susu formula dalam jumlah yang memadai.
</li>
<li>Pemberian susu formula akan meningkatkan risiko terjadinya diare, kekurangan gizi dan kematian bayi.</li>
<li>Sumbangan susu formula yang diperoleh dari donor, maka distribusi maupun penggunaannya harus dimonitor oleh tenaga yang terlatih.</li>
</ul>
<p>Pada intinya, pedoman pemberian makanan dalam keadaan darurat yang diberikan oleh Departemen Kesehatan sejalan dengan apa yang telah direkomendasikan bersama oleh UNICEF, WHO dan IDAI, yaitu menyusui sangat penting dalam keadaan darurat. Susu formula tidak diperkenankan diberikan kepada bayi kecuali kepada bayi piatu, bayi yang terpisah dari ibunya atau bila ibu dan bayi dalam keadaan sakit berat.</p>
<p>Apabila memang susu formula harus diberikan dikarenakan hal-hal tersebut, maka harus diberikan secara terbatas dengan mengikuti ketentuan berikut ini: </p>
<ol>
<li>Hanya diberikan dengan pengawasan petugas kesehatan </li>
<li>Diberikan dengan cangkir atau gelas karena mudah dibersihkan. Botol dan dot tidak dianjurkan karena sulit dibersihkan dan mudah terkontaminasi </li>
<li>Bersifat sementara sampai ibu bisa menyusui kembali, oleh karena itu relaktasi harus diupayakan sesegera mungkin </li>
</ol>
<p>Oleh karena itu, Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) menyerukan dan menghimbau kepada seluruh organisasi profesi, kesehatan, profesional dan perusahaan untuk tidak memberikan sumbangan dalam bentuk susu formula / makanan instan yang bertujuan untuk menggantikan ASI. </p>
<p>Adalah tanggungjawab kita bersama untuk menjamin kesehatan dan keselesamatan korban bencana, terutama ibu, bayi dan anak-anak baduta dengan mendukung dan mengutamakan pemberian ASI sebagai langkah utama dalam situasi darurat. </p>
<p>Salam,<br />
Mia Sutanto, Ketua<br />
mia.sutanto@aimi-asi.org<br />
HP: 081510002584</p>
<p>Fact Sheet AIMI :<br />
AIMI terbentuk dari kepedulian beberapa ibu mengenai pentingnya pemberian ASI untuk bayi secara eksklusif selama 6 bulan dan dilanjutkan hingga 2 tahun atau lebih. Saat ini dukungan untuk ibu yang memberikan ASI kepada bayinya dirasakan kurang, baik itu perhatian dan dukungan dari pemerintah, masyarakat umum dan instansi swasta.</p>
<p>Berbagai kegiatan telah dilakukan AIMI untuk menyosialisasikan ASI, antara lain kegiatan regular kelas edukasi AIMI dengan tema seputar ASI dan MP-ASI Sehat untuk Bayi, AIMI Goes to Office yaitu sosialisasi mengenai ASI yang dilakukan di kantor-kantor, Pemberian penghargaan kepada perusahaan mendukung pemberian ASI, konsultasi laktasi, dan kegiatan lainnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aimi-asi.org/2009/10/himbauan-aimi-untuk-donasi-gempa-padang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Siaran Pers: Gempa Sumatera</title>
		<link>http://aimi-asi.org/2009/10/gempa-sumatera/</link>
		<comments>http://aimi-asi.org/2009/10/gempa-sumatera/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Oct 2009 15:16:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sisca Baroto-Utomo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[AIMI Emergency Response]]></category>
		<category><![CDATA[ASI Eksklusif]]></category>
		<category><![CDATA[emergency response]]></category>
		<category><![CDATA[Press Release]]></category>
		<category><![CDATA[Siaran Pers]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aimi-asi.org/?p=476</guid>
		<description><![CDATA[Indonesia bersedih lagi akibat gempa yang mengguncang Sumatera (Padang dan Jambi) pada tanggal 30 September dan 1 Oktober 2009 yang lalu. Begitu banyak penduduk yang tidak berdosa – orang tua, remaja, bayi dan anak-anak – yang menjadi korban. Organisasi peduli ASI mengirimkan Tim Lastasi Siaga Bencana yang terdiri dari para Konselor Laktasi.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>AIMI, Jakarta (1/10): Indonesia bersedih lagi akibat gempa yang mengguncang Sumatera (Padang dan Jambi) pada tanggal 30 September dan 1 Oktober 2009 yang lalu. Begitu banyak penduduk yang tidak berdosa – orang tua, remaja, bayi dan anak-anak – yang menjadi korban. Dari berbagai sumber diketahui bahwa jumlah korban meninggal di Sumatera Barat sudah mencapai 529 orang, luka berat 83 orang dan luka ringan 2094 orang. Belum lagi korban di Jambi yang tidak kalah banyaknya.</p>
<p>Suasana duka dan kengerian akan terjadinya gempa susulan masih terlihat di wajah penduduk, khususnya mereka yang tinggal di titik-titik gempa. Tidaklah mengherankan jika puskesmas, rumah sakit, serta rumah ibadah yang tidak runtuh akibat gempa menjadi tempat pengungsian sementara yang relatif aman.</p>
<p>Penanganan terhadap korban bencana dilakukan oleh tenaga medis setempat serta para relawan dari berbagai organisasi. Demikian pula penanganan bagi para korban bencana yang lain, terutama kaum ibu, anak-anak, bayi  serta baduta.</p>
<p>Sayangnya, ada penanganan yang kurang tepat dari organisasi-organisasi ini, terutama untuk para bayi dan  baduta (bawah umur dua tahun). Alih-alih mendukung para ibu untuk memberikan ASI, sebagai respon pertama pada situasi darurat (seperti yang dikutip dari tema pekan ASI sedunia 2009: <strong>Breastfeeding, a vital emergency response. Are you ready?</strong>), organisasi dan sebagian besar pendonor malah mengirimkan susu / makanan instan pengganti ASI.</p>
<p>Dalam menanggapi hal ini, Mia Sutanto &#8211; Ketua Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) &#8211; mengatakan, &#8220;Dalam situasi darurat, ASI wajib diutamakan. Nilai gizi dan higienitasnya tidak dapat dibandingkan dengan susu formula / makanan pengganti ASI apapun. Penggunaan susu formula / Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang tidak tepat, terutama dalam situasi darurat (bencana alam, dll) dapat menimbulkan berbagai persoalan pada bayi dan baduta, misalkan saja diare, ISPA, dan yang terparah adalah kematian.&#8221;</p>
<p>Mia menambahkan, untuk mengantisipasi kondisi darurat bagi bayi dan balita, dua lembaga kesehatan dunia yaitu UNICEF dan WHO, yang di Indonesia bersama-sama dengan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pada tanggal 7 Januari 2005 mengeluarkan rekomendasi bersama tentang Pemberian Makan Bayi pada Situasi Darurat.</p>
<p>Lebih lanjut, Departemen Kesehatan Republik Indonesia pada tahun 2007 pun telah mengeluarkan Pedoman Penanganan Gizi dalam Situasi Darurat.  Rekomendasi bersama tersebut didasarkan pada Kode Internasional Pemasaran Susu Formula WHO (”Kode WHO”) yang menyatakan bahwa pada operasi penanggulangan bencana, pemberian ASI pada bayi harus dilindungi, dipromosikan dan didukung. Bagaimanapun, menyusui dalam kondisi darurat bencana menjadi lebih penting karena sangat terbatasnya sarana untuk menyiapkan susu formula, seperti air bersih, bahan bakar dan juga persediaan susu formula dalam jumlah yang memadai. ”Bahkan semua sumbangan susu formula atau produk makanan bayi lainnya, hanya boleh diberikan dalam keadaan terbatas dan harus ada ijin dari Dinas Kesehatan setempat,” kata Mia.</p>
<p>Lebih rinci, rekomendasi bersama mengatur pemberian makanan utama bagi bayi, sebagai berikut :</p>
<ul>
<li>Menyusui justru menjadi lebih penting karena sangat terbatasnya sarana untuk penyiapan susu formula, seperti air bersih, bahan bakar dan juga kesinambungan tersedianya susu formula dalam jumlah yang memadai.
</li>
<li>Pemberian susu formula akan meningkatkan risiko terjadinya diare, kekurangan gizi dan kematian bayi.
</li>
<li>Sumbangan susu formula yang diperoleh dari donor, maka distribusi maupun penggunaannya harus dimonitor oleh tenaga yang terlatih.</li>
</ul>
<p>Pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) juga diatur dalam rekomendasi bersama tersebut antara lain disebutkan bahwa MPASI hanya boleh diberikan setelah bayi berusia 6 bulan, dibuat dengan bahan makanan lokal, MPASI harus mudah dicerna dan pemberiannya harus disesuaikan dengan umur dan gizi bayi serta makanan tersebut harus mengandung kalori dan nutrisi yang cukup.</p>
<p>Oleh karena itulah, AIMI beserta organisasi dan masyarakat pendukung ASI menghimbau seluruh masyarakat terutama tenaga kesehatan untuk mendukung ibu memberikan ASI dalam situasi darurat. Donasi atau bantuan yang diperlukan dapat saja berupa selimut, pakaian layak pakai, obat2an dan hal lain, tetapi janganlah memberikan / menyumbang susu formula atau makanan instan pengganti ASI.</p>
<p>Dalam hal ini AIMI mendukung pengiriman Tim Laktasi Siaga Bencana yang terdiri dari para Konselor Laktasi yang berasal dari berbagai organisasi peduli ASI ke tempat bencana serta membuka dompet donasi untuk mendukung didirikannya posko laktasi di wilayah bencana. Untuk keterangan lebih lanjut tentang donasi ini silahkan mengunjungi website AIMI – www.aimi-asi.org.</p>
<p>***</p>
<p>Fact Sheet AIMI :<br />
AIMI terbentuk dari kepedulian beberapa ibu mengenai pentingnya pemberian ASI untuk bayi secara eksklusif selama 6 bulan dan dilanjutkan hingga 2 tahun atau lebih. Saat ini dukungan untuk ibu yang memberikan ASI kepada bayinya dirasakan kurang, baik itu perhatian dan dukungan dari pemerintah, masyarakat umum dan instansi swasta.</p>
<p>Berbagai kegiatan telah dilakukan AIMI untuk menyosialisasikan ASI, antara lain kegiatan regular kelas edukasi AIMI dengan tema seputar ASI dan MP-ASI Sehat untuk Bayi, AIMI Goes to Office yaitu sosialisasi mengenai ASI yang dilakukan di kantor-kantor, Pemberian penghargaan kepada perusahaan mendukung pemberian ASI, konsultasi laktasi, dan kegiatan lainnya.</p>
<p>***<br />
Contact Person AIMI:<br />
Mia Sutanto, Ketua<br />
mia.sutanto@aimi-asi.org<br />
HP: 081510002584</p>
<p>Sisca Baroto-Utomo,<br />
Media Relations<br />
sisca@aimi-asi.org<br />
HP : 0818765021</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aimi-asi.org/2009/10/gempa-sumatera/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penggalangan Dana Bencana Gempa Sumatera Barat</title>
		<link>http://aimi-asi.org/2009/10/penggalangan-dana-bencana-gempa-sumatera-barat/</link>
		<comments>http://aimi-asi.org/2009/10/penggalangan-dana-bencana-gempa-sumatera-barat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Oct 2009 04:41:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>webmaster</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[AIMI Emergency Response]]></category>
		<category><![CDATA[features]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aimi-asi.org/?p=473</guid>
		<description><![CDATA[Indonesia kembali berduka. Setelah tragedi Situ Gintung, gempa di Jawa Barat, sekarang Sumatera Barat juga diguncang gempa. Korban jiwa terus bertambah karena masih banyak yang terjebak di bawah reruntuhan bangunan. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sedih rasanya mendengar berita bahwa bencana alam kembali lagi mengunjungi tanah air kita yang tercinta ini. Semoga mereka diberikan ketabahan dan kekuatan untuk melewati hari-hari yg berat ini. Amin.</p>
<p>Kami dari AIMI merasa sangat tergerak untuk membantu saudara-saudara kita yg terkena musibah ini, terutama para ibu-ibu yang masih memiliki bayi dan balita, apalagi jika anak-anak yg tidak berdosa tersebut masih menyusui.</p>
<p>Beberapa organisasi dan LSM peduli ASI akan mengirimkan konselor laktasi yg tergabung dalam Tim Laktasi Bencana, dan AIMI bermaksud untuk membantu dalam hal penggalangan dana.</p>
<p>Bagi yang tergerak hatinya untuk turut menyumbangkan dana, bisa disalurkan melalui AIMI ke rekening-rekening berikut ini:</p>
<blockquote><p>BCA cab Gondangdia Jakarta Pusat, no rek. <strong>4551165722</strong><br />
Bank Mandiri cab Cikini Jakarta Pusat, no rek <strong>1230004510253</strong></p>
<p>Kedua rekening tersebut adalah atas nama: <strong>Irawati Budiningsih</strong>.
</p></blockquote>
<p>Jangan lupa dibagian keterangan ditulis: Donasi Gempa Padang (AIMI).</p>
<p>Sama dengan halnya pada waktu bencana Situ Gintung, seluruh dana yg dikumpulkan akan secara transparan dilaporkan dan dipublish di website AIMI sehingga siapapun bisa mengaksesnya.</p>
<p>Terima kasih dari lubuk hati kami yang paling dalam atas kepedulian para moms and dads semua, hanya Tuhan YME yang bisa membalas kebaikan hati kalian.</p>
<p>Salam ASI,</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aimi-asi.org/2009/10/penggalangan-dana-bencana-gempa-sumatera-barat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Laporan Donasi AIMI Emergency Response for Situ Gintung</title>
		<link>http://aimi-asi.org/2009/04/laporan-donasi-aimi-emergency-response-for-situ-gintung/</link>
		<comments>http://aimi-asi.org/2009/04/laporan-donasi-aimi-emergency-response-for-situ-gintung/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Apr 2009 14:23:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>webmaster</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[AIMI Emergency Response]]></category>
		<category><![CDATA[Donasi]]></category>
		<category><![CDATA[situ gintung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aimi-asi.org/?p=275</guid>
		<description><![CDATA[Response yang diberikan untuk AIMI Emergency Response for Situ Gintung, cukup menggembirakan. Berikut laporan yang kami terima dari tg. 31 Maret 2009 hingga 2 April 209.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dear moms &#038; dads,</p>
<p>Terima kasih banyak atas donasi yang sudah diberikan lewat program AIMI Emergency Response for Situ Gintung.</p>
<p>Berikut ini data laporan donasi berupa uang tunai yang masuk ke rekening yang digunakan untuk AIMI Emergency Response for Situ Gintung, mulai 31 Maret 2009 hingga 2 April 2009.</p>
<p>Melalui Rekening BCA</p>
<table>
<tr>
<td width="10%">No.</td>
<td width="45%">Nama</td>
<td width="45%">Jumlah</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div style="text-align: right;">1.</div>
</td>
<td>
<div style="text-align: left;">Rumiris T Simanjuntak</div>
</td>
<td>
<div style="text-align: right;">Rp 100.000,-</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div style="text-align: right;">2.</div>
</td>
<td>
<div style="text-align: left;">Oki Suprayogi</div>
</td>
<td>
<div style="text-align: right;">Rp 50.000,-</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div style="text-align: right;">3.</div>
</td>
<td>
<div style="text-align: left;">Sri Kriscahyani WU</div>
</td>
<td>
<div style="text-align: right;">Rp 300.000,-</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div style="text-align: right;">4.</div>
</td>
<td>
<div style="text-align: left;">Laura Lalitanaya </div>
</td>
<td>
<div style="text-align: right;">Rp 2.100.000,-</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div style="text-align: right;">5.</div>
</td>
<td>
<div style="text-align: left;">Rina Dwikharisti</div>
</td>
<td>
<div style="text-align: right;">Rp 200.000,-</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div style="text-align: right;">6.</div>
</td>
<td>
<div style="text-align: left;">Setoran Tunai</div>
</td>
<td>
<div style="text-align: right;">Rp 100.000,-</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div style="text-align: right;">7.</div>
</td>
<td>
<div style="text-align: left;">NN, Sidney</div>
</td>
<td>
<div style="text-align: right;">Rp 200.000,-</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div style="text-align: right;">8.</div>
</td>
<td>
<div style="text-align: left;">Dyatar Wahyu Dwi</div>
</td>
<td>
<div style="text-align: right;">Rp 500.000,-</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div style="text-align: right;">9.</div>
</td>
<td>
<div style="text-align: left;">Esti Puji Lestari</div>
</td>
<td>
<div style="text-align: right;">Rp 300.000,-</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div style="text-align: right;">10.</div>
</td>
<td>
<div style="text-align: left;">Pangastuti Sri Han</div>
</td>
<td>
<div style="text-align: right;">Rp 50.000,-</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div style="text-align: right;">11.</div>
</td>
<td>
<div style="text-align: left;">Rini Suluhaningti</div>
</td>
<td>
<div style="text-align: right;">Rp 100.000,-</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div style="text-align: right;">12.</div>
</td>
<td>
<div style="text-align: left;">Irvan Imandaris</div>
</td>
<td>
<div style="text-align: right;">Rp 100.000,-</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div style="text-align: right;">13.</div>
</td>
<td>
<div style="text-align: left;">Dhiti Ismawardhani</div>
</td>
<td>
<div style="text-align: right;">Rp 250.000,-</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div style="text-align: right;">14.</div>
</td>
<td>
<div style="text-align: left;">Chrisandini</div>
</td>
<td>
<div style="text-align: right;">Rp 250.000,-</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div style="text-align: right;">15.</div>
</td>
<td>
<div style="text-align: left;">Dian Kristiani</div>
</td>
<td>
<div style="text-align: right;">Rp 100.000,-</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div style="text-align: right;">16.</div>
</td>
<td>
<div style="text-align: left;">Ronald Hartanto</div>
</td>
<td>
<div style="text-align: right;">Rp 500.000,-</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div style="text-align: right;">17.</div>
</td>
<td>
<div style="text-align: left;">Dwi Ria Andari</div>
</td>
<td>
<div style="text-align: right;">Rp 800.000,-</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div style="text-align: right;">18.</div>
</td>
<td>
<div style="text-align: left;">SuryaWidyanto</div>
</td>
<td>
<div style="text-align: right;">Rp 100.000,-</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div style="text-align: right;">19.</div>
</td>
<td>
<div style="text-align: left;">Dwi Ria Andari</div>
</td>
<td>
<div style="text-align: right;">Rp 200.000,-</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div style="text-align: right;">20.</div>
</td>
<td>
<div style="text-align: left;">Abdul Fattah</div>
</td>
<td>
<div style="text-align: right;">Rp 1.000.000,-</div>
</td>
</tr>
</table>
<p>Melalui Bank Mandiri</p>
<table>
<tr>
<td width="10%">No.</td>
<td width="45%">Nama</td>
<td width="45%">Jumlah</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div style="text-align: right;">1.</div>
</td>
<td>
<div style="text-align: left;">Farida Kenyawati</div>
</td>
<td>
<div style="text-align: right;">Rp 300.000,-</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div style="text-align: right;">2.</div>
</td>
<td>
<div style="text-align: left;">Errina Hadisavitri</div>
</td>
<td>
<div style="text-align: right;">Rp 200.000,-</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div style="text-align: right;">3.</div>
</td>
<td>
<div style="text-align: left;">Tunai</div>
</td>
<td>
<div style="text-align: right;">Rp 5.000.000,-</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div style="text-align: right;">4.</div>
</td>
<td>
<div style="text-align: left;">Ratna Hartanti</div>
</td>
<td>
<div style="text-align: right;">Rp 100.000,-</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div style="text-align: right;">5.</div>
</td>
<td>
<div style="text-align: left;">Fitria Widyasari</div>
</td>
<td>
<div style="text-align: right;">Rp 200.000,-</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div style="text-align: right;">6.</div>
</td>
<td>
<div style="text-align: left;">Rachmadhani</div>
</td>
<td>
<div style="text-align: right;">Rp 100.000,-</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div style="text-align: right;">7.</div>
</td>
<td>
<div style="text-align: left;">Astari Wirastuti</div>
</td>
<td>
<div style="text-align: right;">Rp 100.000,-</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div style="text-align: right;">8.</div>
</td>
<td>
<div style="text-align: left;">Prishy Ratrisadewi</div>
</td>
<td>
<div style="text-align: right;">Rp 250.000,-</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div style="text-align: right;">9.</div>
</td>
<td>
<div style="text-align: left;">Titin Yunaini</div>
</td>
<td>
<div style="text-align: right;">Rp 200.000,-</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div style="text-align: right;">10.</div>
</td>
<td>
<div style="text-align: left;">Nyekarini Puspita</div>
</td>
<td>
<div style="text-align: right;">Rp 100.000,-</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div style="text-align: right;">11.</div>
</td>
<td>
<div style="text-align: left;">Miselina Sinulingga</div>
</td>
<td>
<div style="text-align: right;">Rp 200.000,-</div>
</td>
</tr>
</table>
<p>Sedangkan donasi berupa pakaian dan selimut bayi-balita layak pakai, masih kami kumpulkan dari beberapa drop box yang ada dan akan kami sampaikan menyusul.</p>
<p>Untuk donasi pakaian dan selimut bayi-balita layak pakai, terakhir pengumpulan adalah hari Minggu, 5 April 2009 jam 12.00 siang di drop box berikut ini :</p>
<ol>
<li>Sekretariat AIMI – Graha MDS lt.4, Pusat Niaga Mas Fatmawati Blok B1/34 Jln. RS Fatmawati No.39 Jakarta Telp : 021-72790165 (CP. Yuli)</li>
<li>Untuk wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Pusat : Jl. Alu-Alu No. 29, Rawamangun (CP. Putri – 08111909060)</li>
<li>Untuk wilayah Jakarta Barat : Jl. Pos Pengumben Kompleks Bulog A-1 (CP. Niken – 08161918850)</li>
<li>Untuk wilayah Bintaro dan BSD : Jl. Unggun Blok U no.319 Mabad 25, Rempoa Bintaro (CP. Antie – 085710007715)</li>
<li>Untuk wilayah Depok : Jl. Tebu 151, Depok Utara (CP. Sisca – 0818765021)</li>
</ol>
<p>Sedangkan untuk donasi berupa Dana, masih kami tunggu hingga waktu yang ditentukan kemudian dan kami akan memberikan laporan penerimaan donasi uang per 3 hari.</p>
<p>Donasi berupa uang bisa disalurkan melalui rekening berikut ini :</p>
<blockquote><p>BCA cab. Gondangdia Lama<br />
No. Rek. 4551165722 a/n IRAWATI BUDININGSIH</p></blockquote>
<p>Atau</p>
<blockquote><p>Bank Mandiri cab. Jkt Cikini<br />
No. Rek. 123-00-0451025-3 a/n IRAWATI BUDININGSIH</p></blockquote>
<p>Untuk konfirmasi sumbangan dapat mengirimkan email ke irawati[at]aimi-asi.org atau melalui sms ke 0811804682 dengan format : AIMIGintung <spasi> Nama <spasi> Jumlah Donasi <spasi> Nama Bank Tujuan Transfer</p>
<p>Contoh : AIMIGintung Muhammad Ammar Rp. 200.000 Bank Mandiri</p>
<h3>PENGGUNAAN DANA</h3>
<p>Untuk penggunaan dana, akan kami laporkan perinciannya setelah program ini dinyatakan ditutup. Untuk informasi, donasi dana yang kami terima dipergunakan untuk pengadaan MPASI bagi bayi dan balita di Situ Gintung.</p>
<p>Sekali lagi kami ucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya atas partisipasi dan bantuannya. Insya Allah semua akan diberikan balasan oleh Allah SWT..amiin..</p>
<p>Untuk info program AIMI Emergency Response for Situ Gintung bisa melalui email ke: yeye [at] aimi-asi [dot]org</p>
<p>Salam ASI!</p>
<p>Divisi Komunikasi AIMI</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aimi-asi.org/2009/04/laporan-donasi-aimi-emergency-response-for-situ-gintung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
