img 021-72787243
kontak@aimi-asi.org
img Graha MDS, Duta Mas Fatmawati, Jl. Fatmawati No. 39, Jakarta Selatan 12150
  • Follow us:
25th Oct

2010

Orang Tua Bekerja pun Bisa Sukses Memberi ASI Eksklusif

Siapa bilang orang tua yang bekerja di luar rumah tidak bisa memberikan ASI Eksklusif pada anaknya? Pasti bisa, jika memiliki pengetahuan dan dukungan yang cukup dalam manajemen laktasi. Ya, pengetahuan dan dukungan diperlukan agar proses pemberian ASI Eksklusif pada bayi yang kedua orang tuanya bekerja tidak memiliki hambatan yang berarti. Oleh karena itu, penting sekali untuk mendapatkan pengetahuan dan dukungan ASI Eksklusif dari lingkungan keluarga hingga lingkungan pekerjaan sejak sebelum melahirkan.

Mengapa saya gunakan kata orang tua, bukan ibu? Padahal yang memproduksi ASI kan ibu? Karena proses pemberian ASI tidak hanya melibatkan ibu dan bayi saja. Ayah memiliki peranan penting dalam mensukseskan pemberian ASI. Apa peranan ayah? Yang pertama tentu memberi dukungan penuh pada istrinya memberikan ASI Eksklusif pada bayi mereka. Yang kedua melindungi istri dan bayi, jika ada pihak yang kontra terhadap pemberian ASI. Yang ketiga, bersama-sama istri merawat dan mengasuh bayi.

Keterlibatan ayah dalam pemberian ASI, akan meningkatkan kepercayaan diri ibu dan lingkungan. Dengan demikian, ibu akan terhindar dari rasa tidak percaya diri, kuatir, gelisah yang dapat mengakibatkan turunnya produksi hormon oksitosin. Hormon oksitosin merupakan hormon penting untuk pengaliran ASI. Turunnya produksi hormon ini dapat berakibat pada turunnya produksi ASI akibat pengaliran ASI yang kurang lancar.

***

Saat ini, sudah banyak orang tua yang berhasil memberikan bayi mereka ASI Eksklusif, meskipun kedua orang tua bekerja. Bahkan banyak pula yang mampu meneruskan menyusui hingga anaknya berusia dua tahun atau lebih. Semua itu mungkin dilakukan jika ibu mendapatkan informasi yang benar mengenai pemberian ASI maupun penggantinya (susu formula, dan berbagai jenis cairan lain) sejak masa kehamilannya.

Dengan mendapatkan informasi yang benar, manfaat dan risikonya, maka ibu dan ayah dapat memilih akan memberikan nutrisi apa pada anaknya dengan kesiapan untuk menanggung risikonya. Sebagian besar orang tua (ibu dan ayah) yang gagal memberikan ASI pada anaknya adalah karena ketidak tahuan bahwa pengganti ASI memiliki berbagai macam risiko kesehatan yang cukup tinggi bagi anaknya, saat ini hingga ia dewasa kelak.

Oleh karena itu, pengetahuan dasar yang perlu diketahui oleh orang tua adalah apa manfaat ASI? Manfaat ASI banyak sekali, dan tidak ada efek samping yang buruk sama sekali. Meskipun ibunya sedang sakit. Atau bayinya sedang sakit. ASI akan mempercepat kesembuhan ibu maupun bayi. Dan, masih banyak manfaat ASI lainnya.

***

Jadi, apa sih yang perlu dipersiapkan orang tua yang bekerja agar anak-anaknya bisa mendapatkan ASI Eksklusif?
Kuatkan NIAT! Pahami alasan-alasan mengapa harus tetap memberikan ASI. Yakinkan diri dan lingkungan terhadap manfaat-manfaatnya, terutama untuk kesehatan ibu dan bayi, serta menjaga “bonding” ibu dan bayi, meskipun ibu harus bekerja.
Bulatkan TEKAD! Siapa saja yang perlu membulatkan tekad? Ayah dan ibu harus satu kata. Setelah itu apa? PERCAYA DIRI! Caranya bagaimana? Dengan mengikuti edukasi atau mencari informasi yang sebenar-benarnya, dan mencari atau membentuk dukungan untuk memberikan ASI Eksklusif.

Apabila rasa PERCAYA DIRI untuk menyusui sudah kuat, maka langkah kedua adalah memantapkan KOMITMEN! Jika sudah berkomitmen kuat, maka pastikan langkah ketiga ini Anda lakukan: MULAI DENGAN BENAR.

Bagaimana memulai dengan benar?
1) Inisiasi menyusu Dini (IMD),
2) Rawat Gabung 24 jam,
3) Hanya ASI saja, dan
4) yang terpenting susuilah dengan SEPENUH HATI!

Nah, jika pemahaman sudah sampai tahap ini, maka bagi orang tua yang bekerja perlu mempersiapkan segala sesuatunya, agar ketika ibu mulai masuk bekerja sudah memiliki stok ASI Perah (ASIP), sudah memiliki kemampuan manajemen laktasi yang baik, sudah memiliki pengasuh yang handal dan dapat dipercaya untuk mengasuh dan memberikan ASIP.

Apa saja persiapan yang perlu dilakukan?

Persiapan saat hamil

  • Rencanakan porsi cuti melahirkan lebih lama ketika bayi sudah lahir.
  • Beritahukan rencana Anda untuk tetap memberikan ASI ketika sudah kembali bekerja.
  • Periksa juga apakah ada ruangan yang bisa digunakan untuk memerah ASI.
  • Mintalah dukungan pada rekan-rekan kantor, atasan, dan juga serikat pekerja yang ada.
  • Bergabunglah dengan organisasi/kelompok pendukung ibu-ibu ASI.
  • Belajarlah cara memerah ASI dengan tangan, atau mulai mencari breastpump (pompa ASI) yang sesuai.
  • Pertimbangkan pilihan cara/pekerjaan yang dapat mensukseskan pemberian ASI. Mulai dari pilihan jenis pekerjaan (jika ada) paruh waktu atau penuh waktu.
  • Kemudian pilihan cara pengantaran ASIP, apakah dibawa oleh Anda sendiri ketika pulang kerja, atau menggunakan jasa pengantaran ASIP untuk dikirim ke rumah.
  • Mantapkan komitmen Anda untuk terus memberikan ASI pada sang buah hati, walaupun harus kembali bekerja.

Persiapan setelah melahirkan

  • IMD secara langsung minimal 1 jam setelah kelahiran.
  • Perbanyak kontak kulit dengan bayi.
  • Istirahat yang cukup, relaks, dan fokuskan diri Anda untuk memantapkan kegiatan menyusui.
  • Tingkatkan pasokan ASI Anda denganmenyusui bayi sesuai dengan pemintaan.
  • Perah ASI di sela-sela setelah menyusui.
  • Hindari pemberian ASIP menggunakan dot, karena berisiko terkena gejala “bingung puting”.
  • Belajar untuk memberikan ASIP kepada bayi dengan menggunakan metode selain dot: cangkir, pipet, sendok kecil, dsb.
  • Pilih dan latih pengasuh bayi yang juga mendukung pemberian ASI.
  • Mantapkan teknik memerah ASI dengan tangan, atau menggunakan pompa ASI.
  • Mulai menabung ASIP 1 bulan sebelum mulai masuk kerja. Simpan ASIP sesuai dengan tata cara yang benar.
  • Konfirmasikan kembali dengan pihak kantor / atasan anda mengenai rencana Anda untuk tetap memberikan ASI. Serta informasikan jadwal dan lokasi Anda akan memerah ASI.
  • Jika memungkinkan, gunakan 1 hari untuk uji coba meninggalkan bayi di rumah dengan pengasuh, dan Anda melakukan aktifitas perjalanan dari rumah ke kantor dan sebaliknya . Serta aktifitas memerah dan menyimpan ASIP di tempat kerja.

Persiapan ketika sudah kembali bekerja

  • Pertimbangkan untuk kembali bekerja pada hari Kamis, agar lebih mudah bagi Anda dan bayi untuk menyesuaikan ritme baru, karena hari sabtu sudah bisa bersama lagi.
  • Persiapkan segala kebuthan esok hari, pada malam hari sebelumnya.
  • Susui bayi Anda sebelum berangkat ke kantor.
  • Usahakan agar perpisahan dan pertemuan kembali dengan bayi dilaksanakan dalam suasana gembira.

Ketika berada di kantor:

  • Perah atau pompa ASI sesuai jadwal menyusu bayi Anda atau minimal dalam rentang waktu 3 jam.
  • Perah atau pompa ASI secara teratur sesuai dengan jadwal dan sebelum payudara Anda terasa penuh.
  • Gunakan cara yang benar untuk menyimpan dan mengangkut ASIP.
  • Pastikan bahwa pengasuh bayi Anda mengeri tata cara pemberian ASIP yang benar.
  • Minta kepada pengasuh bayi Anda untuk tidak memberikan ASIP ketika anda sudah dekat rumah.
  • Susuilah bayi Anda ketika sudah kembali pulang, pada malam hari, di akhir pekan dan setiap saat Anda sedang bersama bayi.
  • Minta dukungan sesama rekan kantor dalam upaya anda untuk terus memberikan ASI.
  • Carilah sesama ibu bekerja yang juga menyusui untuk saling tukar pendapat pengalamam dan saling mendukung.

Pelaksanaan langkah-langkah itu memang tak semudah membacanya. Tapi percayalah, dengan bekal rasa cinta terhadap anak-anak Anda, Anda akan mampu melewati tahap demi tahap, langkah demi langkah. Semua itu demi memberikan bekal yang menjadi pondasi anak-anak Anda untuk tumbuh menjadi manusia utuh dan seperti harapan sebagian besar orang tua, anak harus lebih baik dari orang tuanya.

***

Sekarang Anda sudah mendapatkan berbagai informasi dan langkah-langkah apa yang harus Anda berdua (dengan suami/istri) lakukan. Saatnya memantapkan KOMITMEN, bahwa HANYA ASI saja nutrisi terbaik untuk bayi 0-6 bulan, dan setelah bayi Anda berusia di atas 6 bulan TETAP BERIKAN ASI tanpa campuran susu lainnya dan tambahkan Makanan Pendamping ASI buatan rumah.

Semoga Anda dan pasangan Anda bisa satu kata, satu asa, dan satu langkah dalam memberikan asupan gizi bagi anak-anak Anda. Selamat berjuang wahai orang tua yang mencintai anak-anaknya.

***

Sumber:
Materi Kelas Edukasi AIMI – Breastfeeding Tips for Working Mothers, 2010

Share This :

Comments

hildha

2011-01-07 15:39:06 Reply

hello Bunda,

Mau tanya nich…
Pada anak pertama saya gagal memberi asi eksklusif karena produksi asi tdk lancar n asinya pun bening. hanya sekitar 1 bulan saja keluar asi setelah itu berhenti total. itupun sejak awal kelahiran dibantu dengan sufor karena asi lama keluarnya (sktr 2hr stlh melahirkan baru keluar).
Saat ini anak pertama saya sudah berusia 2,4thn dan saya sedang mengandung 5bulan.
Pertanyaan saya, apakah pada anak ke-2 akan terjadi hal yg sama seperti anak pertama atau adakah solusi agar produksi asi menjadi lancar agar saya bisa memberikan asi eksklusif pada anak ke-2 saya. Karena sedih rasanya tidak bisa memenuhi kewajiban sbg seorang Ibu.

Sebagai tambahan informasi : sudah berbagai cara saya lakukan utk melancarkan asi spt: konsumsi kacang2an dan segala jenis makanan yg disarankan, konsultasi pada dokter dan bidan, pemijatan payudara dan masih byk lagi, tapi hasilnya tetap nihil.

Tolong informasinya ya Bun…
Thanks.

fatiya

2011-01-11 14:25:30 Reply

Saya baru selesai cuti melahirkan, anak saya sekarang berusia 2,5 bln. saya hanya bisa memeras ASI di kantor 4x dan berhasil mengumpulkan ASIP sebanyak 2 botol, terkadang di rumah 1 botol. padahal seharusnya siang hari anak saya mengabiskan 5-6 botol ASIP. sehingga saya memberikan tambahan sufor sebanyak 2x.

Bagaimana caranya agar ASIP yang saya hasilkan banyak. Ingin sekali memberikan ASI eksklusif untuk anak saya.

Thx

rochmadina

2011-02-03 13:44:03 Reply

ijin share ya… thx

Amelia

2011-02-07 00:15:38 Reply

Saya sdh coba untuk belajar cara memerah asi,tapi untuk baiknya masa waktu penyimpanan asi klo taruh di kulkas ataupun frezzer…

Tolong infonya y bun..
Thx..

ratna

2011-02-17 20:52:33 Reply

dear mom’s….

sy baru hendak mencoba utk memerah asi dan berniat melakukannya. namun sy msh minim dgn informasi dan tips yg harus diperhatikan. bayi sy berumur 2,5 bulan dan tgl 23 feb 2011 bsk genap 3 bln dan sy kembali bekerja.

sy bth info dan tips utk ASIP. berapa lm asip bs bertahan jk tdk disimpan di kulkas?

jk memerah asi di kantor bagaimana sebaiknya menyimpannya dan mengangkutnya kembali ke rumah.

asi hsl perah pertama apakah boleh di simpan pada botol yg sama dengan asip yg selanjutnya ( dicampur meski teleh berselang 2 – 3 jam )?

media apa sebaiknya utk menyimpan asip ini, mengingat sy bekerja lebih kurang 12 – 13 jam sehari?

mohon bantuan penjelasannya….

best regards,ratna

budi darmawan

2011-03-25 14:04:25 Reply

kalau mau beli frezzer yang seperti digambar dimana ya??

Fitria

2011-06-06 22:20:56 Reply

Dear Mommy boleh tau AiMI ada dimana ya? saya mau belajar langsung memerah

pipit

2011-07-08 10:10:18 Reply

asw.mba selvie n all…semoga selalu dlm keberkahan
saya jg mau sharing nih…
bayi saya menalami bingung puting krn puting saya datar, waktu diperah pun hasilnya cuma 10-30 ml sehari, jadi saya berikan tambahan sufor…tapi pake dot…sekarang malah asinya jarang keluar cuma setetes-setetes…
saya juga ingin sekali memberikan ASI eksklusif…sy sdh coba cara2 yang disarankan…
bagaimana caranya ya? agar bayi saya bisa minum asi??
biasanya dimana ada konselor laktasi?? puskesmas adakah??

trims…

noor aina

2011-10-04 11:42:01 Reply

untuk anak kedua kami ini, saya bertekad supaya berhasil ASI ekslusif. mba, saya mau menanyakan merk/jenis freezer yang dipakai menyimpan ASI apa ya? saya berencana membelinya, maksih banyak ; )

mita

2011-12-04 19:44:47 Reply

mb mau tanya.ada gak sih pengaruh atau efek memerah ASI bagi ibu ataupun bayi??
tq mb..

iva

2011-12-07 13:21:58 Reply

mbk,mo tny,,utk bayi yg aktif gerak,pemberian asi dgn pipet ato cangkir mudah dilakukan?mgkin gak klo bayi tersedak?

cherry

2011-12-22 13:50:05 Reply

salut bwt mba selvie.sebentar lg saya msuk kerja.ditempat kerja saya tidak memungkinkan untuk memerah asi karna di bidang retail.saya jg masih bingung cara penyimpanan&pemberian asi dgn benar?

sophie

2012-04-10 08:50:28 Reply

Anak saya berumur 3 bulan & masih menyusui ekslusif. Alhamdulillah ASI saya melimpah, dan bisa menyimpan stok ASI perah karena gak lama lagi saya kembali kuliah di Jakarta sedang rumah kami di Bogor. sebelum cuti kuliah habis saya berusaha melatih anak saya minum ASIP saat dia lapar. Tapi sampai sekarang dia tidak mau meminum ASIP & malah menangis. semakin saya berusaha suapi ASIP, semakin keras tangisannya sampai suaranya serak. Karena ga tega saya langsung menyusuinya, sisa ASIP yg sudah dicairkan terpaksa saya buang. bagaimana caranya ya supaya berhasil memberikan ASIP pada anak saya?

mama firza

2012-06-14 15:44:56 Reply

Sama Bunda Selvie..Saya seharian berada di kantor,tapi kusempatkan waktu tuk memompa ASI di kantor,demi buah hatiku tercinta..Bayiku usia 9 bulan sekarang, dan sampai saat ini masih minum ASIP.. Doakan semoga berlanjut sampai 2 tahun..Insya Alloh..amiin..

septialisdawati

2012-07-27 12:36:47 Reply

smg dgn niat tulus ini saya jg bs memberikan asi eksklusif pada buah hati kami.senang banget. punya teman ibu ibu yg msh bs mmbrkn asi eksklusif pada anaknya.

vera

2012-08-30 11:45:02 Reply

Dear mba selvi

mbak, ada yg ingin saya tanya nih. anak saya berumur 3 bln. selama ini setiap menyusui si dedek selalu resah. mgkn asinya sedikit ya?? jadi saya pompa dan masukan dot. selama ini juga ditambah sufor. bagaimana kalo dipompa terus menerus tanpa disusui langsung y ?? apakah asi saya masih bisa bertambah??? apa benar sumber air asi akan berkurang bila tidak disusui langsung?

dianita roch

2013-06-21 00:53:47 Reply

Gimana caranya spy aSi jd bnyk setelah lama gak keluar…

Leave a Comment

Your email address will not be published.