img 021-72787243
kontak@aimi-asi.org
img Graha MDS, Duta Mas Fatmawati, Jl. Fatmawati No. 39, Jakarta Selatan 12150
  • Follow us:
4th Aug

2011

Hak Ibu Menyusui Di Indonesia

Pernahkah ibu ditolak suatu sarana pelayanan kesehatan ketika menginginkan pelaksanaan IMD atau rawat gabung sehabis kelahiran? Atau sedari awal mencampur ASI dan makanan/minuman lainnya dengan alasan hendak masuk kerja dan tidak memungkinan meneruskan pemberian ASI secara eksklusif? Atau dilarang memerah ASI selama jam kerja oleh atasan ibu?

Bila ya, mungkin hal tersebut terjadi karena ibu maupun pihak lainnya belum mengetahui bahwa sebenarnya hak-hak ibu untuk menyusui dilindungi oleh Negara. Untuk itu, tulisan ini akan mengulas apa sajakah hak-hak ibu menyusui yang dilindungi oleh Negara. Agar lebih jelas, hak-hak tersebut akan dijabarkan berdasarkan tahap-tahap setelah kelahiran bayi.

  1. Inisiasi Menyusu Dini (IMD).
  2. Inisiasi Menyusu Dini (IMD) mulai diperkenalkan di Indonesia pada tahun 2007. Sebelumnya, sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan No. 450/MENKES/SK/VI/2004 tentang Pemberian ASI Secara eksklusif di Indonesia (“KEPMENKES 450”), para ibu yang baru melahirkan baru dapat menyusui bayinya 30 menit setelah melahirkan, yang dilakukan di ruang bersalin. Dengan mulai diterapkannya IMD sejak 2007, bayi lah yang aktif menyusu dan bayi dibiarkan di atas dada ibu selama minimal 1 jam.

    Permohonan ibu pada pihak rumah sakit untuk melaksanakan IMD tak jarang mendapatkan penolakan, berbagai alasan baik teknis maupun non teknis dikemukakan. Sesungguhnya, bila ibu dan bayi dalam keadaan stabil, IMD seharusnya dapat dilaksanakan. Secara mendasar, hak ibu untuk meminta IMD dilindungi oleh Pasal 4 ayat (2) Undang-undang No. 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen:

    “hak untuk memilih barang dan/atau jasa serta mendapatkan barang dan/atau jasa tersebut dengan nilai tukar dan kondisi serta jaminan yang dijanjikan”

    Menyadari pentingnya IMD, beberapa daerah telah secara resmi menerapkan pelaksanaan IMD melalui peraturan daerah mereka, diantaranya:

    • Peraturan Daerah Kabutapaten Klaten No. 7/2008 tentang Inisiasi Menyusu Dini dan Air Susu Ibu Eksklusif.
    • Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta No. 435/2008 tentang Pemberian ASI Secara Dini (Inisiasi Menyusu Dini) bagi Ibu Melahirkan di Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta.
    • Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan No. 6 /2010 tentang Air Susu Ibu Eksklusif
  3. Rawat gabung.
  4. Kunci lain keberhasilan menyusui setelah dilaksanakan IMD adalah rawat gabung, dimana bayi berada dalam jangkauan ibu selama 24 jam dan tidak ditempatkan pada kamar bayi. Pelaksanaan rawat gabung merupakan langkah ke-7 dari 10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui berdasarkan Kepmenkes 450 yang berbunyi:

    ”melaksanakan rawat gabung dengan mengupayakan ibu bersama bayi 24 jam sehari”

  5. ASI Eksklusif selama 6 bulan
  6. Untuk mendukung pemberian ASI eksklusif di Indonesia, pada tahun 1990 pemerintah mencanangkan Gerakan Nasional Peningkatan Pemberian ASI (PP-ASI) yang salah satu tujuannya adalah untuk membudayakan perilaku menyusui secara eksklusif kepada bayi dari lahir sampai dengan berumur 4 bulan. Pada tahun 2004, sesuai dengan anjuran badan kesehatan dunia (WHO), pemberian ASI Eksklusif ditingkatkan menjadi 6 bulan sebagaimana dinyatakan dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 450/MENKES/SK/VI/2004 tahun 2004.

    Berbagai peraturan yang mendukung pemberian ASI eksklusif 6 bulan diantaranya:

    • Kepmenkes 450/2004: Menetapkan asi eksklusif di Indonesia selama 6 bulan dan dianjurkan dilanjutkan sampai dengan anak berusia 2 tahun atau lebih dengan pemberian makanan tambahan yang sesuai
    • Pasal 128 Undang-undang No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan (“UU Kesehatan”) secara jelas menyatakan bahwa:
      1. setiap bayi berhak mendapatkan air susu ibu eksklusif sejak dilahirkan selama 6 (enam) bulan, kecuali atas indikasi medis
      2. selama pemberian air susu ibu, pihak keluarga, pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat harus mendukung ibu bayi secara penuh dengan penyediaan waktu dan fasilitas khusus

    Bahkan, berdasarkan UU Kesehatan ini, selama program ASI Eksklusif, para elemen masyarakat harus mendukung ibu dengan memberikan waktu dan fasilitas khusus, bila hal ini tidak dilaksanakan maka para pihak yang menghalangi para ibu memberikan ASI Eksklusif dapat dipidana sesuai dengan ketentuan Pasal 200 UU Kesehatan.

  7. Pemberian MPASI berkualitas dan ASI diteruskan 2 tahun atau lebih
  8. Pemberian MPASI berkualitas setelah lulus ASI Eklusif selama 6 bulan juga diatur oleh peraturan perundangan Indonesia, sebagaimana dinyatakan dalam penjelasan pasal 128 UU Kesehatan:

    “Yang dimaksud dengan “pemberian air susu ibu ekslusif” dalam ketentuan ini adalah pemberian hanya air susu ibu selama 6 bulan, dan dapat terus dilanjutkan sampai dengan 2 (dua) tahun dengan memberikan makanan pendamping air susu ibu (MP-ASI) sebagai tambahan makanan sesuai dengan kebutuhan bayi.”

BAGAIMANA DENGAN IBU MENYUSUI YANG KEMBALI BEKERJA?

Untuk menjamin agar hak ibu menyusui terlaksana, Negara pun memberikan kewajiban kepada elemen masyarakat agar mendukung ibu menyusui. Bentuk dukungan tersebut dengan memberikan waktu dan fasilitas yang layak bagi ibu untuk menyusui bayinya.

Berbagai fasilitas umum, sarana kesehatan maupun perkantoran diwajibkan untuk menyediakan ruang menyusui, sebagaimana ditetapkan berdasarkan peraturan perundangan berikut:

  • Pasal 22 Undang-undang No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak: “Negara & pemerintah berkewajiban dan bertanggung jawab memberikan dukungan sarana dan prasarana dalam penyelenggaraan perlindungan anak“. Dalam penjelasan pasal disebutkan bahwa sarana dan prasarana itu salah satunya adalah ruang menyusui,
  • Pasal 128 UU Kesehatan:
  • (2) selama pemberian air susu ibu, pihak keluarga, pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat harus mendukung ibu bayi secara penuh dengan penyediaan waktu dan fasilitas khusus
    (3) penyediaan fasilitas khusus sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diadakan di tempat kerja dan di tempat sarana umum

  • Dalam Undang-undang No.44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit:
  • Pasal 10
    (1) Bangunan Rumah sakit sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 harus dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan yang paripurna, pendidikan dan pelatihan, serta penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan
    (2) Bangunan rumah sakit sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling sedikit terdiri atas ruang:
    n. ruang menyusui

    Pasal 29
    (1) Setiap Rumah Sakit mempunyai kewajiban:

    • menyediakan sarana dan prasarana umum yang layak antara lain sarana ibadah, parkir, ruang tunggu, sarana untuk orang cacat, wanita menyusui, anak-anak, lanjut usia.

Khusus untuk ibu menyusui yang kembali bekerja, Negara menjamin hak ibu bekerja agar dapat terus memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan. Walaupun cuti melahirkan di Indonesia yang hanya 3 bulan, namun Negara menyatakan bahwa ibu bekerja dapat terus memberikan asi kepada anaknya dengan memerah dan menyusui selama jam kerja. Lebih lengkapnya berikut adalah berbagai peraturan perundangan yang mengatur hal tersebut:

  • Pasal 83 Undang-undang No.13/2003 tentang Ketenagakerjaan
  • Pekerja/buruh perempuan yang anaknya masih menyusu harus diberi kesempatan sepatutnya untuk menyusui anaknya jika hal itu harus dilakukan selama waktu kerja

  • Pasal 128 UU Kesehatan:
    1. setiap bayi berhak mendapatkan air susu ibu eksklusif sejak dilahirkan selama 6 (enam) bulan, kecuali atas indikasi medis
    2. selama pemberian air susu ibu, pihak keluarga, pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat harus mendukung ibu bayi secara penuh dengan penyediaan waktu dan fasilitas khusus
    3. penyediaan fasilitas khusus sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diadakan di tempat kerja dan di tempat sarana umum
  • Pasal 2 Peraturan Bersama Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan Menteri Kesehatan No. 48/MEN.PP/XII/2008, PER.27/MEN/XII/2008 dan 1177/MENKES/ PB/XII/2008 tahun 2008 tentang Peningkatan Pemberian Air Susu Ibu Selama Waktu Kerja di Tempat Kerja
  • Tujuan peraturan bersama ini:

    1. memberi kesempatan kepada pekerja/buruh perempuan untuk memberikan atau memerah asi selama waktu kerja dan menyimpan asi perah untuk diberikan kepada anaknya
    2. memenuhi hak pekerja/buruh perempuan untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anaknya
    3. memenuhi hak anak untuk mendapatkan asi guna meningkatkan gizi dan kekebalan anak dan
    4. meningkatan kualitas sumber daya manusia sejak dini.
  • Pasal 49 ayat (2) Undang-undang No. 49/1999 tentang Hak Asasi Manusia:
  • “Wanita berhak untuk mendapatkan perlindungan khusus dalam pelaksanaan pekerjaan atau profesinya terhadap hal-hal yang dapat mengancam keselamatan dan atau kesehatannya berkenaan dengan fungsi reproduksi wanita.”

    Penjelasan pasal ini menyebutkan bahwa yang disebut dengan “perlindungan khusus terhadap fungsi reproduksi” adalah pelayanan kesehatan yang berkaitan dengan haid, hamil, melahirkan dan pemberian kesempatan untuk menyusui anak

Diaturnya hak-hak ibu menyusui dalam berbagai peraturan perundangan di Indonesia menunjukkan bahwa pemerintah sebenarnya peduli dan menyadari akan pentingnya pemberian ASI untuk kebaikan generasi bangsa. Namun demikian, memang beberapa dari peraturan-peraturan tersebut belum tersosialisasikan dengan baik, dan ini adalah salah satu pekerjaan rumah selanjutnya bagi pemerintah.

Sebagai elemen masyarakat, tidak ada salahnya kita turut membantu mensosialisasikan peraturan-peraturan tersebut, agar lebih banyak ibu menyusui yang mengetahui bahwa hak-haknya dilindungi oleh Negara, sehingga menguatkan tekad para ibu untuk memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan dan pemberian ASI diteruskan hingga 2 tahun atau lebih.

Share This :

Comments

Andhina Gunawan

2013-04-09 22:08:29 Reply

Hmm..membaca artikel2 ini bener2 membuat sy gemesss dgn petugas medis yang tidak pro ASI dan IMD. Pengalaman sy waktu lahiran pun ƍäª jauh beda. Sy melahirkan anak pertama tgl 15 Sept 12 secara caesar di RS Bersalin yg cukup terkenal di kota sy. Pada saat di kamar operasi sy minta kpd perawat dn bidan agar setelah lahir diijinkan IMD, tapi permintaan sy ditolak mentah2. Malah mereka komentar “Ah, mbak kamu belum bisa!!” Sedih!!! Kecewa,ternyata RB ini tdk support ASIX dan IMD. Setelah bayi lahir, sdh g IMD lgs disodori sufor saat itu jg tanpa persetujuan sy, ampuuuuun!! Tapi sy ttp keras kepala, ASI terbaik utk bayi sy, bayi sy hanya perlu ASI saat ini. Walaupun pernah merasakan “jd anak sapi” selama 9 hari, alhamdulillah sekarang anak sy berhasil ASIX 6 bln (setelah berjuang sampe “berdarah2″) dan sekarang sdh sy beri MPASI homemade. Malah setelah kenal ASI bayi sy tidak mw ngedot lagi. Harapan sy mudah2n “RS dan RB tidak pro ASI” segera ditindak tegas oleh pemerintah.

Rina Ayu Angelia

2013-05-11 20:57:43 Reply

Pengalaman sy juga gak jauh beda dgn bunda andhina gunawan, malah lebih menyedihkan lg ASI sy hanya sedikit sampai detik ini (usia bayi 46 hari). Sy jadi bingung bgt nie, gmn caranya spy ASI bs keluar banyak sehingga sy gak perlu buat sufor lg. Pengen bgt kasih ASI eksklusif buat bayi sy krn sy ibu rumah tangga. Please share yaa… Urgent bgt nie. Thankyou…..

Danot

2013-05-25 19:16:57 Reply

Ibu rina, Klo tradisional bisa dcoba makan daun katup, klo medis ada khusus massage utk memperbanyak asi.

pratiwi sukadana

2013-05-25 20:47:13 Reply

Seharusnya ada pendidikan khusus pada saat remaja di sma ttg pentingnya asi, dan pendidikan ini wajib diikuti laki&perempuan.. Dan untuk bunda yg asi nya bunda anggap kurang,sebaiknya persering menyusui langsung, setelah itu perah, hentikan sufor jika tdk mau menyesal seperti saat anak sy pertama akhirnya skrg sufor aja.. Adiknya baru bnr2 asi eksklusif dan hasilnya emang berbeda (walo tdk blh membanding2kan makanya sy tdk sebut yg mana yg lbh aktif yaa)

vera

2013-05-27 19:49:02 Reply

Buat bunda rina ayu angelia tetep semangat kasih asi ya, yg terpenting adalah kita harus yakin bahwa asi kita cukup untuk baby kita, jgn stress & terlalu dipikirkan, krn itu bisa berpengaruh terhadap produksi asi kita, baby saya skrg sudah 10bln 2mgg, syukur alhamdulilah skrg masi asi, kl bunda memberikan asi dgn dipompa, frekuensi pompa nya semakin di seringkan, biarpun keluar cuma sedikit tetap dipompa, krn semakin sering dipompa semakin byk produksi asi nya, boleh di coba konsumsi daun katuk & jus pare (saya pernah coba, rasanya memang kurang bersahabat :) hehehe) semangat ya bunda, semoga asi nya makin lancar

Lailatun

2013-06-02 20:01:52 Reply

u ibu Rina., anak saya sudah 6 bulan, dan saya berhasil ASI eksklusif sampai anak umur 5,5 bulan.., HIKS….2 kurang sedikit banget bu……saya selalu tandon ASI ketika saya tinggal kuliah. Coba ibu berpositif tinking., asupan makanan banyak buah, sayur,, dan protein tinggi. KArena dengan protein tinggi.., (Ayam.., telur.., bebek.., dll) itu sangat mengentalkan ASI jadi anak akan cepat kenyang…
Sayang lho bu, ibu tidak bekerja tapi bayi tidak ASI Eksklusif…, Atau coba ibu beli produk Mama soya atau MAmasoya.., itu khusus u ibu hamil…

Tapi pada intinya adalah…, apapun yang dikonsumsi ibu.., yang penting “IBU YAKIN BISA DAN OPTIMIS…!!”

Pradyna Diah Paramita

2013-07-28 10:47:48 Reply

Bismillah., anak sy skrg usia 15bulan lebih,smpai skrg msh ngASI mski skrg sy puasa.Sy slalu berusaha ngasih asi apapun kndisi sy.Dan ketika sy mrasa asi sy brkurang(mgkn krna sy puasa n kecapekan shingga kalori sy brkurang) sy minta suami melakukan pijat Oksitosin. CaraN : usap2 lembut bagian punggung n tengkuk bunda,pijat perlahan tengkuk n sela2 tulang rusuk (punggung),buat saja suasana rileks,tenang,jgn stress..stlh itu istirahat dlu,kesampingkan pkerjaan lain (rileks),Alhamdulillah itu ckup mmbantu sy.. Soal IMD,Alhamdulillah sy dlu mengalami.Mengharukan sekali memang.itu untk prtama kaliN sy melihat wajah n wujud bayi sy.Sy juga dirawat gabung dg bayi,pdhl dy cuma di puskesmas bersalin yg memanfaatkan Jampersal. Untuk brbagi cerita sputar hamil n menyusui follow Twitter sy @DekikRenjani terima kasih

Dian Wulandari

2013-11-12 10:09:43 Reply

bayi saya umur 5 bulan selama ini saya beri asi exlusif, saya bekerja di pertambangan bwi, entah kenapa pihak hrd mengitimidasi selama saya beri asi, (saya harus keluar kantor) jaraknya <- 1 kilo dr kantor itupun hanya satu jam . Dalam sehari kerja saya ijin 2 x. itu dibilang terlalu sering keluar. atasan saya sempet bingung dan tdk bisa beri keputusan walaupunsdh saya jelaskan krna yg lama memerah asinya. anehnya hrd itu perempuan yg resek apa yg harus saya lakukan. mohon bantuannya

Leave a Comment

Your email address will not be published.