<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>AIMI - Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia</title>
	<atom:link href="http://aimi-asi.org/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://aimi-asi.org</link>
	<description>Menyusui: Anak Sehat, Keluarga Bahagia</description>
	<pubDate>Tue, 18 Nov 2008 16:26:19 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5.1</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Tandem Nursing</title>
		<link>http://aimi-asi.org/2008/11/tandem-nursing/</link>
		<comments>http://aimi-asi.org/2008/11/tandem-nursing/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Nov 2008 15:27:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Meutia Chaerani</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>

		<category><![CDATA[ASI]]></category>

		<category><![CDATA[features]]></category>

		<category><![CDATA[Tandem nursing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aimi-asi.org/?p=131</guid>
		<description><![CDATA[Menyusui dua anak kakak beradik sekaligus? Memangnya bisa? Memangnya boleh? Lantas waktu hamilnya bagaimana? Tandem nursing, alias menyusui lebih dari satu anak masih merupakan hal yang tidak umum terjadi di Indonesia. Izinkanlah saya berbagi pengalaman mengenai keputusan saya untuk tandem nursing.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3>Mengapa Memilih Tandem Nursing dan Teori-nya</h3>
<p>Keputusan untuk melakukan tandem nursing adalah keputusan pribadi ibu. Dalam banyak kasus, ibu melakukan tandem nursing karena si kakak masih belum genap menyusui dua tahun, atau si kakak tidak siap untuk disapih. Biasanya keputusan tandem nursing diambil ketika ibu mulai hamil dengan adik. Artinya, selama hamil ibu akan terus menyusui si kakak. Secara medis, menyusui selama hamil bisa dilakukan, tetapi ibu harus lebih waspada dengan reaksi tubuhnya. </p>
<p>Menyusui menyebabkan stimulasi puting, yang bisa mendorong terjadinya kontraksi rahim. Jika memutuskan untuk tandem nursing, sebaiknya ibu berkonsultasi dengan ahli kandungan yang mengerti seluk beluk menyusui sehingga ia dapat memberikan rekomendasi secara objektif dari segi medis, tidak hanya sekedar melarang tandem nursing tanpa dasar medis. Selain itu, berkonsultasilah juga dengan seorang Lactation Consultant (IBCLC).</p>
<p>Apabila kehamilan si ibu beresiko tinggi dan berkomplikasi, atau apabila ibu memiliki riwayat perdarahan dan keguguran, tandem nursing tidak dianjurkan. Tetapi apabila ibu tidak mengalami reaksi negatif, maka tandem nursing dapat dilanjutkan.</p>
<p>Selain dari masalah menyusui saat hamil, banyak orang pun ragu dengan menyusui lebih dari satu bayi. Apa bisa seorang ibu menghasilkan susu yang cukup? Untuk hal ini tidak perlu khawatir, karena ASI tercipta sesuai dengan prinsip <em>supply and demand</em>. ASI akan tercipta sesuai dengan kebutuhan, yang dibangkitkan dengan stimulasi mulut bayi terhadap puting susu. Semakin banyak payudara terstimulasi oleh mulut bayi atau oleh pompa, semakin banyak ASI tercipta.</p>
<h3>Apakah keuntungan dan kekurangan dari tandem nursing?</h3>
<p>Keuntungannya, si kakak dapat menerima asupan ASI hingga genap dua tahun atau lebih, dan si kakak turut mendapatkan manfaat ASI. Tandem nursing turut membantu mengurangi rasa iri kakak terhadap adiknya. Selain itu, si kakak dapat membantu memecahkan masalah menyusui seperti <em>engorgement</em> (payudara penuh) yang terjadi di hari2 awal menyusui, atau penyumbatan saluran ASI. Dan juga kedekatan batiniah yang timbul dari pemberian ASI.</p>
<p>Tetapi tandem nursing juga memiliki tantangannya tersendiri. Karena menyusui lebih dari satu bayi, ibu akan merasa lebih cepat haus dan lapar. Dan menyusui lebih dari satu bayi juga cukup melelahkan: dengan posisi duduk harus menyangga dua bayi, dengan posisi tidur si ibu terbebani oleh si kakak yang bergelantungan di badan ibu.</p>
<p>Para ibu yang memilih untuk tandem nursing sepakat bahwa keuntungannya seringkali lebih besar daripada kerugiannya. Bagi saya, tandem nursing ada pro kontranya sendiri, tidak semata-mata penuh kemudahan. Tetapi saya setuju bahwa tandem nursing adalah pengalaman yang unik dan tidak<br />
terlupakan. Bernostalgia sekarang, saya tidak menyesal sudah memilih untuk tandem nursing.</p>
<h3>Pengalaman Menyusui Saat Hamil</h3>
<p>Ketika saya hamil anak kedua, si kakak belum genap 20 bulan. Karena saya bertekad untuk menyusui setidaknya 2 tahun, dan sampai si kakak ingin berhenti sendiri, saya memutuskan untuk tidak berhenti menyusui. Tetapi karena banyak simpang siur informasi mengenai tandem nursing, saya merasa agak gamang. Akhirnya, saya berkonsultasi dengan seorang IBCLC. Dokter kandungan saya juga, kebetulan mengetahui banyak mengenai ilmu menyusui, dan beliau mendukung keputusan untuk tandem<br />
nursing. Saya pun meminjam buku mengenai tandem nursing di perpustakaan.</p>
<p>Tetapi ternyata menyusui sambil hamil tidak mudah. Sejak hamil, hormon mengubah puting menjadi lebih sensitif sehingga saat si kakak menyusui lumayan menyakitkan. Yang bisa saya lakukan hanya menahan sakit dan meminta kakak untuk lebih pelan-pelan dalam menyusui. Kemudian, perlahan-lahan produksi ASI mengalami penurunan, meski tidak habis sama sekali. Memang pada sebagian orang produksi ASI saat hamil dapat berkurang, tetapi ada juga orang yang produksi ASInya tetap lancar<br />
seperti sebelumnya. Sepertinya kecenderungan tiap orang berbeda-beda. Untungnya si kakak mau meminum susu UHT untuk melengkapi kebutuhannya saat ASI berkurang.</p>
<p>Pada trimester terakhir, ASI saya tidak berbentuk seperti biasa, melainkan kental bening kekuningan, yaitu menjadi kolostrum. Seperti yang kita tahu, kolostrum terkenal dengan jumlahnya yang sedikit<br />
tetapi manfaat dan khasiatnya sangat tinggi. Dan ternyata memang benar, di bulan-bulan terakhir kehamilan itu si kakak menjadi tidak pernah sakit sama sekali, meski ia baru mulai masuk playgroup setiap hari.</p>
<h3>Pengalaman Tandem Nursing Kakak Beradik</h3>
<p>Si kakak &#8220;cuti&#8221; menyusui hanya sehari, yaitu saat saya melahirkan di rumah sakit. Di hari berikutnya, <img src="http://aimi-asi.org/wp/wp-content/uploads/2008/11/11-tandem-nursing-300x199.jpg" alt="Menyusui tandem bayi baru lahir dg anak umur 2,5 thn" title="Tandem Nursing" width="300" height="199" class="alignleft size-medium wp-image-133" />saya persilakan si kakak untuk menyusui bersama-sama si adik dengan bersamaan. Awalnya si kakak agak kikuk, tetapi ia menerima tawaran tersebut dengan senang hati. Saya membiasakan si kakak untuk menyusui setelah si adik, atau bersama2, agar si adik mendapatkan cukup kolostrum dan ASI sebelum tiba giliran si kakak. Beberapa hari kemudian, kolostrum berubah menjadi ASI, dan<br />
si kakak seperti menemukan kembali kenikmatan menyusui ASI, setelah berbulan2 &#8220;cuma&#8221; minum kolostrum sedikit-sedikit. Hal ini terlihat dari mulai berkurangnya porsi susu UHT si kakak.</p>
<p>Bagi saya pribadi, setelah ada 2 anak menyusui jadi cukup menantang dan melelahkan. Karena si kakak sudah kadung dibolehkan menyusu bareng si adik, hasilnya setiap kali si adik minta ASI, si kakak pun meminta. Seperti yang sudah saya sebut di atas, lebih capek dari menyusui satu anak saja. Selain itu rasanya lebih haus, dan lebih lapar. Dengan permintaan ASI ganda, rasanya hidup saya habis untuk menyusui, menyusui, dan menyusui. Tetapi, meski demikian, ASI nampaknya tak pernah kurang. Si adik terlihat menggemuk, bahkan lebih pesat daripada waktu si kakak berumur sama. Wajarlah, karena produksi ASI tersedia siap untuk dua mulut.</p>
<p>Menurut literatur mengenai tandem nursing, persaingan kakak beradik dapat ikut teredam. Bagi saya hal itu cukup terbukti. Si kakak tidak bertindak negatif terhadap si adik, malah ia sangat ingin turut<br />
merawat si adik. Namun demikian saya menerapkan batasan-batasan, misalnya, si kakak hanya boleh menyusui di kamar tidur, dan tidak boleh minta ASI di luar rumah, dan kami jelaskan ini adalah karena si kakak jauh lebih besar daripada adik bayi. Syukurlah si kakak mudah mengerti dan menerima penjelasan kami tersebut.</p>
<p>Di usia 3.5 tahun, si kakak akhirnya kami sapih. Sebenarnya saya ingin menyusui selama si kakak mau, tetapi karena faktor kepraktisan dan tekanan masyarakat akhirnya kami putuskan untuk menyapih dengan se-<em>gentle</em> mungkin. Untungnya di usia tersebut si kakak sudah bisa diajak berunding dengan lebih dewasa. Yang kami lakukan hanya menekankan bahwa si kakak adalah anak besar dengan kebutuhan dan kesenangan yang berbeda dengan adik bayi, dan kami menegaskan bahwa ASI jatuh di dalam domain seorang bayi. </p>
<p>Untunglah dapat menerima penjelasan tersebut, dan akhirnya si kakak memutuskan sendiri untuk berhenti menyusui dengan alasan bahwa dirinya adalah anak besar. Kami tidak perlu &#8220;berbohong&#8221; dengan mengolesi puting dengan jamu, atau menempelkan plester di puting. Saat si kakak memutuskan untuk menolak ASI, kami sadar bahwa si kakak sudah siap untuk berhenti menyusui dan dia sudah mengambil keputusannya sendiri (dengan dorongan dan penjelasan dari kami, tentunya).</p>
<p>Referensi<br />
- <a href="http://www.kellymom.com/bf/tandem/index.html">Nursing During Pregnancy &#038; Tandem Nursing</a> oleh Kelly Bonyata, IBCLC<br />
- Adventures in Tandem Nursing oleh Hilary Flower</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aimi-asi.org/2008/11/tandem-nursing/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Menyusui lah!!!</title>
		<link>http://aimi-asi.org/2008/10/menyusui-lah/</link>
		<comments>http://aimi-asi.org/2008/10/menyusui-lah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Oct 2008 23:00:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Erfi Nizar</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>

		<category><![CDATA[ASI]]></category>

		<category><![CDATA[ASI Perah]]></category>

		<category><![CDATA[features]]></category>

		<category><![CDATA[Kode Pemasaran Internasional dari Pengganti ASI]]></category>

		<category><![CDATA[susu formula]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aimi-asi.org/?p=122</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah artikel yang sangat bagus yang menggambarkan bagaimana gigihnya produsen susu formula dalam memasarkan produknya, yang mengakibatkan banyaknya para ibu beralih dari ASI. Simak pemaparan Pat Thomas dari The Ecologist dalam artikel ini.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>diterjemahkan dari artikel <a href="http://www.theecologist.org/pages/archive_detail.asp?content_id=586">Suck on This!</a></p>
<p>Manusia telah menyusui selama hampir setengah juta tahun. Hanya 60 tahun terakhir ini mulai memberikan makanan cepat saji yang diproses oleh pabrik, yang dikenal dengan &#8217;susu formula&#8217; kepada bayi kita. Akibatnya sangat mengejutkan, seperti kematian bayi pada 6 minggu pertama kehidupannya 2x lebih tinggi, 5x lebih tinggi kemungkinan mendapat <em>gastroenteritis</em>, 2x lebih tinggi terkena penyakit kulit (<em>eczema</em>) dan diabetes, dan sampai 8x kali lebih tinggi untuk mendapat kanker getah bening.</p>
<p><img src="http://aimi-asi.org/wp/wp-content/uploads/2008/10/10-menyusui-230x300.jpg" alt="Menyusui langsung dari dada ibu" width="230" height="300" class="right" />Pabrik susu formula di UK mengeluarkan uang sebesar £20 (Rp. 330,000) per bayi untuk mempromosikan &#8216;junk food&#8217; bayi, bandingkan dengan pengeluaran pemerintah yang hanya 14 pence (Rp. 2,300) per bayi untuk mempromosikan kegiatan menyusui. Artikel ini memaparkan dimana produsen susu bayi, profesional kesehatan yang cuek, and tidak adanya rasa peduli dari masyarakat telah secara tak langsung berkomplot untuk mejauhkan bayi dari dada ibunya dan memberikan dot sebagai pengganti. Dapatkah kita memutar balikkan kecendrungan ini?</p>
<p>Semua mamalia menghasilkan susu untuk anaknya, dan manusia telah mengasuh bayinya di payudara selama 400,000 tahun. Selama berabad-abad, kalau seorang wanita tidak bisa memberi makan bayinya sendiri maka wanita lain (ibu susu) akan menggantikannya. Hanya pada 60 tahun terakhir ini kita telah meninggalkan naluri mamalia kita, malahan merangkul budaya pemberian botol yang bukan hanya menganjurkan pemberikan susu formula semenjak bayi lahir, tapi juga meyakinkan bahwa pengganti ASI sama bagusnya, jika tidak lebih baik, dari pada ASI itu sendiri.</p>
<p>Susu formula tidak pernah dimaksudkan untuk dikonsumsi secara luas seperti sekarang ini. Susu formula dihasilkan pada akhir tahun 1800-an sebagai pengganti makanan yang diperlukan untuk bayi-bayi terlantar dan anak-anak yatim piatu yang akan kelaparan jika tidak mendapatkannya. Dalam konteks ini – dimana tidak ada makanan lain yang tersedia – susu formula menjadi penyelamat.</p>
<p>Tapi dengan sejalannya waktu dan kemajuan ilmu gizi manusia (khususnya nutrisi bayi secara) menjadi sangat &#8216;ilmiah&#8217;, pengganti ASI yang diproduksi dijual ke masyarakat umum sebagai perbaikan terhadap ASI itu sendiri.</p>
<p>&#8216;Jika seseorang menanyakan &#8220;Susu formula mana yang sebaiknya saya gunakan?&#8221; atau &#8220;Mana yang terdekat dengan ASI?&#8221;, jawabannya adalah &#8220;Tidak seorangpun tahu&#8221; karena tidak ada satu sumber pun yang objektif mengenai ini pernah dibuat,&#8217; kata Mary Smale, konselor ASI dari National Childbirth Trust (NCT) yang telah bekerja disana selama 28 tahun. &#8216;Hanya pembuat di pabrik-pabrik itu lah yang tahu isinya, dan mereka tidak memberitahu siapa pun.&#8217; Mereka bisa saja mengiklankan bahan-bahan &#8217;sehat&#8217; yang spesial seperti <em>oligosaccharides</em>, <em>long-chain fatty acids</em>, atau, beberapa waktu lalu, <em>beta-carotene</em>, tapi mereka tidak pernah memberitahukan kita dari mana produk dasarnya dibuat atau dari mana bahan-bahan tersebut diperoleh.</p>
<p>Bagian pokok dari ASI yang telah diketahui, dipakai sebagai referensi umum untuk ilmuwan meramu susu formula bayi. Tapi, sampai hari ini, tidak ada &#8216;formula&#8217; sebenarnya untuk susu formula. Malahan, proses pembuatan susu formula selama ini merupakan eksperimen.</p>
<p>Dengan alasan ini, produsen susu formula bisa menaruh apa saja ke dalam formula mereka. Sebenarnya, setiap produk mempunyai resep yang berbeda dari satu produksi ke produksi lainnya, tergantung dari harga dan ketersediaan dari bahan-bahan yang diperlukan. Selama ini kita berasumsi kalau susu formula diatur dengan ketat, padahal para produsen tersebut tidak diharuskan untuk transparan; contohnya, mereka tidak diharuskan untuk mencatatkan bahan-bahan spesifik dari produksi atau merek mereka ke pihak berwajib.</p>
<p>Sebagian besar susu formula yang ada dipasaran berasal dari susu sapi. Tapi sebelum bayi bisa meminum susu sapi dalam bentuk formula ini, susu tersebut harus dimodifikasi secara drastis. Isi protein dan mineral harus dikurangi dan isi karbohidratnya ditambah, biasanya dengan menambahkan gula. Lemak susu, yang biasanya tidak gampang terserap oleh tubuh, dihilangkan dan diganti dengan lemak tumbuhan, lemak binatang atau lemak mineral.</p>
<p>Vitamin dan zat tambahan masuk dalam proses penambahan, tapi tidak selalu dalam bentuk yang gampang dicerna. (Ini berarti klaim yang mengatakan bahwa susu formula &#8216;bergizi lengkap&#8217; memang benar, tapi hanya dalam artian yang paling kasar yaitu susu formula sudah menambahkan vitamin dan mineral selengkap mungkin ke dalam produk gizi bermutu rendah)</p>
<p>Banyak susu formula yang juga telah ditambahkan pemanis. Meskipun kebanyakan susu formula untuk bayi tidak mengandung gula dalam bentuk <em>sucrose</em>, mereka kadang dapat mengandung tipe gula bentuk lainnya yang sangat tinggi seperti <em>lactose</em> (gula susu), <em>fructose</em> (gula buah), <em>glucose</em> (juga dikenal dengan <em>dextrose</em>, sejenis gula yang ditemukan pada tumbuh-tumbuhan) dan <em>maltodextrose</em> (gula malt). Hal ini dikarenakan oleh adanya kekurangan dalam peraturan, sehingga segala bentuk gula ini masih bisa diiklankan sebagai ‘bebas gula’.</p>
<p>Formula juga mungkin mengandung zat pencemar yang tidak sengaja masuk sewaktu proses produksi. Beberapa mungkin mengandung soya dan jagung yang telah direkayasa secara genetis.</p>
<p>Bakteri Salmonella dan <em>aflatoxins</em> – <em>potent toxic</em>, <em>carcinogenic</em>, <em>mutagenic</em>, agen penahan imun yang dihasilkan oleh spesies jamur <em>Aspergillus</em> – telah sering ditemukan pada susu formula di pasaran, begitu juga dengan <em>Enterobacter sakazakii</em>, patogen yang dibawa oleh makanan yang dapat menyebabkan <em>sepsis</em> (infeksi bakteria yang berlebihan pada saluran darah), <em>meningitis</em> (radang selaput otak) dan <em>necrotising enterocolitis</em> (infeksi dan radang pada usus besar dan usus kecil) pada bayi baru lahir.</p>
<p>Pengepakan susu formula kadang-kadang tercemar dengan pecahan kaca dan pecahan-pecahan logam serta bahan-bahan industri kimia seperti <em>phthalates</em> dan <em>bispenol A</em> (keduanya merupakan penyebab kanker) dan baru-baru ini, di bagian pengepakan terdapat <em>isopropyl thioxanthone</em> (ITX; juga dicurigai sebagai penyebab kanker).</p>
<p>Susu formula bayi juga mungkin mengandung kadar racun atau logam berat, seperti aluminium, mangan, kadmium dan timbal yang berlebih.</p>
<p>Yang harus diperhatikan secara khusus adalah susu formula soya karena tingginya level tanaman yang dihasilkan dengan <em>oestrogen</em> (<em>phytoestrogen</em>) yang terdapat di dalamnya. Malahan, konsentrasi <em>phytoestrogen</em> yang terdeteksi di dalam darah bayi yang mengkonsumsi susu formula soya bisa mencapai 13,000 – 22,000 kali lebih tinggi dari konsentrasi <em>oestrogen</em> alami. <em>Oestrogen</em> dalam dosis yang lebih tinggi dari yang biasa ditemukan di dalam tubuh dapat menyebabkan kanker.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aimi-asi.org/2008/10/menyusui-lah/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Sertifikat ASI</title>
		<link>http://aimi-asi.org/2008/10/sertifikat-asi/</link>
		<comments>http://aimi-asi.org/2008/10/sertifikat-asi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Oct 2008 17:02:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Erfi Nizar</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>

		<category><![CDATA[sertifikat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aimi-asi.org/?p=111</guid>
		<description><![CDATA[Rasanya senang sekali membaca postingan di milis Asiforbaby mengenai keberhasilan ibu memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan kepada bayinya, karena perjuangan mereka tidak gampang. Ada yang ibu bekerja,ada juga ibu yang tidak mendapat support dari keluarga dan lainnya.
Oleh karena itu, tepat rasanya jika AIMI ingin memberikan penghargaan bagi para ibu yang sudah berjuang maksimal bagi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rasanya senang sekali membaca postingan di milis Asiforbaby mengenai keberhasilan ibu memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan kepada bayinya, karena perjuangan mereka tidak gampang. Ada yang ibu bekerja,ada juga ibu yang tidak mendapat support dari keluarga dan lainnya.</p>
<p>Oleh karena itu, tepat rasanya jika AIMI ingin memberikan penghargaan bagi para ibu yang sudah berjuang maksimal bagi para anaknya. Tidak hanya bagi yang telah berhasil memberikan ASI eksklusif tapi juga bagi para bayi yang mendapat ASI sampai usia 1 tahun, 2 tahun bahkan lebih.</p>
<p>Selain itu juga penghargaan bagi para ibu yang sukses melakukan IMD dan memberikan MPASI <em>homemade</em>. Tidak ketinggalan penghargaan bagi anggota keluarga yang telah mendukung si ibu memberikan yang terbaik bagi anaknya.</p>
<p>Silahkan unduh sertifikat yang sesuai dengan keberhasilan anda, lalu dengan menggunakan aplikasi foto seperti Photoshop, isikan nama anda atau bayi anda di tempat yang telah disediakan. Setelah itu cetak hasilnya di kertas A4. Agar sertifikat ini awet, ada baiknya dilaminating atau dipasangi frame. Pajang lah di rumah anda. Karena anda patut bangga dengan apa yang telah anda capai.</p>
<ul>
<li><a href="http://aimi-asi.org/wp/wp-content/plugins/download-monitor/download.php?id=13" title="Downloaded 256 times" >Breastfeeding Father (256)</a></li>
<li><a href="http://aimi-asi.org/wp/wp-content/plugins/download-monitor/download.php?id=16" title="Downloaded 90 times" >Breastfeeding Granma (90)</a></li>
<li><a href="http://aimi-asi.org/wp/wp-content/plugins/download-monitor/download.php?id=15" title="Downloaded 54 times" >Breastfeeding Granpa (54)</a></li>
<li><a href="http://aimi-asi.org/wp/wp-content/plugins/download-monitor/download.php?id=10" title="Downloaded 133 times" >IMD (133)</a></li>
<li><a href="http://aimi-asi.org/wp/wp-content/plugins/download-monitor/download.php?id=12" title="Downloaded 98 times" >Menyapih (98)</a></li>
<li><a href="http://aimi-asi.org/wp/wp-content/plugins/download-monitor/download.php?id=11" title="Downloaded 139 times" >MPASI Homemade (139)</a></li>
<li><a href="http://aimi-asi.org/wp/wp-content/plugins/download-monitor/download.php?id=6" title="Downloaded 411 times" >Sarjana S1 (ASI-X) (411)</a></li>
<li><a href="http://aimi-asi.org/wp/wp-content/plugins/download-monitor/download.php?id=7" title="Downloaded 179 times" >Sarjana S2 (ASI 1 Tahun) (179)</a></li>
<li><a href="http://aimi-asi.org/wp/wp-content/plugins/download-monitor/download.php?id=8" title="Downloaded 95 times" >Sarjana S3 (ASI 2 Tahun) (95)</a></li>
<li><a href="http://aimi-asi.org/wp/wp-content/plugins/download-monitor/download.php?id=9" title="Downloaded 74 times" >Sarjana S3+ (ASI > 2 Tahun) (74)</a></li>
</ul>
<p>Note: AIMI hanya mengeluarkan sertifikat kosong yang dapat anda isi sendiri. AIMI tidak bertanggung jawab dengan isi sertifikat ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aimi-asi.org/2008/10/sertifikat-asi/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Mudik Menyenangkan dengan MPASI Buatan Sendiri</title>
		<link>http://aimi-asi.org/2008/09/mudik-menyenangkan-dengan-mpasi-buatan-sendiri/</link>
		<comments>http://aimi-asi.org/2008/09/mudik-menyenangkan-dengan-mpasi-buatan-sendiri/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Sep 2008 03:32:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arisma Rahmatsyah</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>

		<category><![CDATA[ASI]]></category>

		<category><![CDATA[Blue Ice]]></category>

		<category><![CDATA[Cooler Box]]></category>

		<category><![CDATA[features]]></category>

		<category><![CDATA[MPASI]]></category>

		<category><![CDATA[MPASI Beku]]></category>

		<category><![CDATA[MPASI Home Made]]></category>

		<category><![CDATA[Mudik]]></category>

		<category><![CDATA[Perjalanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aimi-asi.org/?p=115</guid>
		<description><![CDATA[Saat mudik akan segera tiba! Mari kita siapkan semua kebutuhan keluarga agar mudik menjadi menyenangkan, termasuk menyiapkan MPASI buatan sendiri untuk si kecil.Kira-kira apa saja yaa yang harus dipersiapkan? Silahkan klik untuk informasi selengkapnya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://aimi-asi.org/wp/wp-content/uploads/2008/09/pesawat2.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-116" title="Mudik Menyenangkan dengan MPASI Buatan Sendiri" src="http://aimi-asi.org/wp/wp-content/uploads/2008/09/pesawat2.jpg" alt="MPASI,ASI,Snack,Cooler Box,Blue Ice,Mudik" width="500" height="375" /></a></p>
<p>Selain menanti datangnya hari raya Idul Fitri, mudik pun menjadi suatu ritual yang sangat ditunggu-tunggu oleh kita. Terlebih lagi karena lebaran kali ini kita membawa sang buah hati untuk pertama kalinya. Namun, mudik juga dapat merusak jadwal dan kebiasaan kita dalam memberi makanan bagi si buah hati, karena biasanya kita mempersiapkannya di rumah dengan peralatan yang lengkap dan jadwal yang tetap. Kemungkinan ini dapat kita minimalkan dengan memberikan MPASI/snack selama dalam perjalanan.</p>
<p>Menjaga bayi agar tidak lapar melalui pemberian MPASI/snack pada saat mudik itu sebenarnya tidaklah sulit. Meskipun demikian, bagi yang menggunakan kendaraan darat, disarankan tidak memberi makan pada saat kendaraan sedang berjalan untuk menghindari dari kemungkinan tersedak. Khususnya pada bayi yang sering mengalami <em>motion sickness </em>(mabok), yakni mudah mengalami muntah akibat guncangan-guncangan kecil di dalam kendaraan selama perjalanan. Pemberian MPASI dapat dilakukan pada saat kendaraan menepi untuk beristirahat. Kondisi lain adalah saat terjadi kemacetan total yang cukup panjang dan lama.</p>
<p>Khusus untuk perjalanan udara, jika bayi menolak disusui atau ditutup telinganya dengan kapas saat pesawat akan mengudara atau mendarat, maka memberikan makanan adalah solusi terbaik untuk menghindari tekanan yang besar pada gendang telinga si kecil.</p>
<h3>Perjalanan Tanpa Rasa Lapar</h3>
<p>Pemberian snack/kudapan ditengah perjalanan juga merupakan pilihan yang tepat, misalnya dengan memberikan roti ataupun sayuran kukus/rebus seperti bunga brokoli, wortel stik, kentang dadu, juga tahu/tempe yang dipotong dadu.</p>
<p>Sekear tips, khusus selama perjalanan, pengenalan berbagai macam makanan distop dulu, lebih baik memberikan jenis makanan yang memang dia sukai. Karena perjalanan panjang sendiri sudah merupakan hal yang tidak menyenangkan untuk si kecil mengingat dia harus duduk terus selama perjalanan, belum lagi udara yang panas dan terik, tentu kita tidak ingin pula memperberat perjalanannya dengan memberikan makanan dengan rasa yang ‘aneh-aneh’ buat si kecil kan?</p>
<p>Untuk menambah semangat, sajikan potongan-potongan makanan tersebut dengan dekorasi yang menarik, misalnya dibuat berbentuk wajah badut, bintang, matahari, bulan, dll.. jadi mengingatkan kita akan bentuk bento (bekal makanan) lucu bikinan seorang ibu Jepang untuk anak mereka kan? Tentunya hal ini menuntut kita untuk berkreasi sekreatif mungkin yaa…</p>
<p>Taruh semua makanan/snack di dalam wadah yang kedap udara dan tahan air hangat atau jika perjalanan cukup jauh dan akan di makan dalam waktu yang lama, susunlah di dalam <em>cooler box</em> dengan <em>blue ice</em> di sekelilingnya. Saat akan disajikan, untuk mencegah kehilangan nutrisi, cukup keluarkan beberapa saat kemudian rendam di dalam mangkuk yang berisi air hangat, karena pada prinsipnya MPASI/snack tersebut sudah siap saji hanya suhunya masih dingin.. kemungkinan bayi tidak suka makan makanan dingin, makanya dihangatkan dulu.</p>
<p>Khusus untuk jenis purée buah, tidak masalah disajikan dingin (tidak beku, tapi masih mengandung bunga es) jika bayi menyukainya. Hal ini tidak akan menyebabkan bayi menjadi pilek, karena suhu dingin hanya saat makanan berada di dalam mulut. Saat melewati kerongkongan, suhu makan menjadi lebih hangat kemudian masuk ke dalam perut tidak lagi dengan suhu yang dingin tersebut.</p>
<p>Jangan lupa untuk selalu membawa peralatan makan dan minum bayi berserta slaber dan tissue basah. Siapkan juga kantong plastik untuk makanan yang tumpah atau terbuang. Kita tidak ingin kendaraan yang kita tumpangi menjadi kotor bukan?! Belum lagi nanti seisi kendaraan akan dipenuhi dengan kegerombolan semut! Tentu saja hal ini dapat mengganggu kenyamanan selama perjalanan.</p>
<h3>Persiapan Makanan Beku</h3>
<p>Berikut adalah tips membuat MPASI <em>homemade</em> Beku:</p>
<ul>
<li>Siapkan semua peralatan memasak dan wadah penyimpanan makanan SEBELUM mulai mengolah makanan yang akan dibekukan. Ada baiknya jika semua peralatan tersebut rendam di air panas terlebih dahulu sebentar.</li>
<li>Pilihlah wadah penyimpanan yang kedap udara serta tahan panas.</li>
<li>Siapkan semua bahan baku yang segar dan cuci bersih dibawah air keran yang mengalir.</li>
<li>Potong/bentuk makanan sesuai selera (misal, wortel dipotong membentuk stik, kentang membentuk dadu/bintang/bulat, brokoli dan kembang kol dipotong putiknya, dll…).</li>
<li>Olah makanan, baik direbus atau dikukus.</li>
<li>Setelah matang, segera sejukkan/dinginkan makanan tersebut dengan merendam wadah makanan di dalam air es. Untuk melakukan ini, pilih wadah makanan yang terbuat dari bahan yang mudah menyerap dingin, sehingga saat wadah direndam dalam air es, suhu makanan akan lebih cepat turun.</li>
<li>Untuk jenis makanan purée, tidak perlu dimasak.. cukup dibentuk purée lalu disimpan dalam wadahnya dan susun dalam <em>cooler box</em>. (jika ingin menggunakan <em>cooler bag</em>, jumlah blue ice harus lebih banyak agar MPASI beku tidak mudah cair).</li>
<li>Jangan lupa menuliskan label tanggal serta jam pembuatan MPASI tersebut, sehingga akan memudahkan Anda untuk menjadualkan makanan mana yang diberikan terlebih dahulu.</li>
<li>Jika di tengah jalan Anda menemukan MPASI beku tersebut mencair, jangan buru-buru membuangnya. Jika belum mencair secara keseluruhan, berarti masih bisa dibekukan kembali saat tiba di lokasi tujuan. Atau, Anda coba membauinya, jika masih berbau buah/sayuran segar berarti MPASI beku tersebut masih layak untuk disimpan kembali. Namun, jika memungkinkan, lebih baik segera dikonsumsi.</li>
</ul>
<p>MPASI pada prinsipnya adalah makanan pendamping, jadi tidak harus selalu diberikan nasi (meski bayi Anda sudah makan nasi) karena kebutuhan karbohidratnya telah dipenuhi oleh ASI (khususnya untuk jika bayi Anda berusia kurang dari 12 bulan). MPASI berupa sayuran/buah pun sebenarnya bisa loh membuat perut si mungil terasa kenyang selama dalam perjalanan. Jadi, tidak perlu khawatir karena merasa harus memberinya makan nasi.</p>
<p>Jika pun Anda ingin memberikan nasi dan lauk (sup, misalnya) bagi bayi Anda, bisa juga Anda persiapkan sejak dari rumah dan ditempatkan di wadah yang tahan panas. Hanya dikhawatirkan kalau perjalanan yang sangat panjang, makanan ini bisa cepat basi. Kalau ingin makanan jenis sup ini lebih awet, bisa diletakkan dalam kulkas dulu, setelah dingin baru ditempatkan bersama MPASI beku lainnya di dalam <em>cooler box</em>. Dan proses penyajiannya sama dengan menyajikan MPASI beku, yakni cukup direndam di air hangat, jangan direbus lagi di atas kompor.</p>
<h3>Persiapan Wadah</h3>
<p>Lalu, bagaimana cara mempersiapkan wadahnya? Yang pasti sih, harus dibersihkan terlebih dahulu. Kemudian perhatikan jumlah <em>blue ice</em>, jika MPASI beku cukup banyak.. maka tidak akan cukup jika hanya 1 (satu) <em>blue ice</em>. Tapi tidak ada rumus matematika untuk menentukan ini (kalau mau diteliti sih mungkin saja ada, tapi berhubung kami tidak pernah menganalisisnya jadi kami tidak tahu, hehehe..), jadi cukup dikira-kira saja lah. </p>
<p>Pertimbangkan ukuran <em>cooler box/bag</em>-nya juga, yang penting setelah MPASI beku dan <em>blue ice</em> masuk di dalam, wadah ini harus bisa ditutup rapat. Kalau menggunakan <em>cooler box</em>, waktu penyimpanan sekitar 7-8 jam, sedangkan <em>cooler bag</em> dapat bertahan sekitar 4-5 jam, ini maksudnya lama waktu utnuk mempertahankan si MPASI itu untuk tetap beku yah. Mungkin kalau lebih lama, tidak <em>totally</em> beku, tapi mencair sedikit.. tidak mengapa, karena masih bisa dikonsumsi.</p>
<p>Wah, pasti makin seru nih persiapan perjalanan mudiknya!</span></strong><span> Semoga tips ini dapat membantu dan membuat perjalanan mudik Anda menjadi lebih menyenangkan dari tahun-tahun sebelumnya. Menyenangkan bagi bayi, tentu akan menyenangkan bagi semua anggota keluarga.</p>
<p><strong>Selamat mudik!</strong> Semoga selamat tiba di tempat tujuan. ***</p>
<p><small>Sumber Foto: dok. pribadi &#038; http://www.annabelkarmel.com/ (makanan beku)</small></p>
<p><strong>Artikel ini boleh diambil dan disebarluaskan tanpa persetujuan terlebih dahulu dari AIMI, dengan syarat bahwa TIDAK digunakan dalam rangka pelanggaran Kode Etik WHO mengenai makanan-makanan pengganti ASI.</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aimi-asi.org/2008/09/mudik-menyenangkan-dengan-mpasi-buatan-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Jadwal Kelas Edukasi: Okt - Des 2008</title>
		<link>http://aimi-asi.org/2008/09/jadwal-kelas-edukasi-okt-des-2008/</link>
		<comments>http://aimi-asi.org/2008/09/jadwal-kelas-edukasi-okt-des-2008/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Sep 2008 10:54:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Erfi Nizar</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>

		<category><![CDATA[Kelas Edukasi]]></category>

		<category><![CDATA[Breastfeeding Basic]]></category>

		<category><![CDATA[Breastfeeding Tips for Working Moms]]></category>

		<category><![CDATA[Common Problems in Breastfeeding]]></category>

		<category><![CDATA[MPASI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aimi-asi.org/?p=112</guid>
		<description><![CDATA[Memasuki kwartal terakhir di tahun 2008, AIMI kembali menggelar kelas edukasi bagi para ibu / ayah yang peduli akan pemberian ASI bagi anak-anaknya. Silahkan lihat jadwal terbarunya dan buruan daftar karena tempat terbatas.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3>KELAS EDUKASI DASAR</h3>
<p><strong> (1) BREASTFEEDING BASICS (BB)</strong></p>
<p>Dalam kelas ini akan dibahas berbagai topik, seperti:<br />
(a) tatalaksana IMD;<br />
(b) mengapa ASI dan resiko pemberian susu formula,<br />
(c) manfaat ASI bagi ibu dan bayi,<br />
(d) perkenalan anatomi payudara,<br />
(e) berbagai posisi menyusui,<br />
(f) pelekatan yang benar, dan<br />
(g) kiat-kiat sukses menyusui.</p>
<p>Para peserta kelas ini juga akan mempraktekan secara langsung berbagai posisi menyusui, pijat ibu untuk melancarkan ASI, dan juga akan menonton video IMD serta video menyusui keluaran dr. Jack Newman, MD, pakar laktasi dari Kanada.</p>
<p><strong>(2) MPASI DASAR (MD)</strong></p>
<p>Para moms yang sebentar lagi buah hati tercinta akan jadi sarjana ASIX, tentu tidak ingin melewatkan kesempatan untuk mendapatkan serba-serbi ilmu dalam rangka mempersiapkan MPASI pertama. Di kelas ini para moms akan belajar teori dasar MPASI untuk bayi 6-9 bulan, kemudian ada tips untuk mempersiapkan MPASI homemade (tidak mengandung garam, gula dan bahan pengawet/artifisial)&#8230; termasuk ada demo masaknya juga loh (kayak Rudy Choirudin&#8230;hehehe&#8230;) Trus ada penjelasan mengenai kandungan gizi MPASI homemade, peragaan alat-alat untuk mempersiapkan MPASI&#8230; tips traveling dengan bayi dan gak ketinggalan para peserta juga akan mendapatkan kumpulan resep2 MPASI dasar&#8230;!!!</p>
<h3>KELAS EDUKASI LANJUTAN:</h3>
<p><strong>(1) BREASTFEEDING TIPS FOR WORKING MOMS (WM)</strong></p>
<p>Ibu-ibu menyusui yang juga bekerja diluar rumah perlu diberikan dukungan penuh supaya tetap dapat menyusui, minimal secara eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan bayinya. Untuk ini, perlu diberikan informasi, dukungan serta pelatihan secara khusus mengenai beberapa topik yang dapat membantu dalam pencapaian target tersebut, seperti:<br />
- hak2 ibu bekerja untuk tetap menyusui<br />
- persiapan untuk kembali bekerja<br />
- tips meningkatkan supply ASI<br />
- anatomi payudara<br />
- teknik memerah, menyimpan dan memberikan ASIP</p>
<p>Tidak ketinggalan ada praktek langsung:<br />
- memijat payudara<br />
- memerah ASI dengan tangan<br />
- pijat punggung untuk melancarkan ASI</p>
<p>Ditambah lagi dengan menonton langsung video memerah ASI dengan tangan, demo memberikan ASIP dengan cangkir/cawan&#8230;dan&#8230;presentasi dari Medela mengenai aneka Breastpump dan cara penggunaan yang benar.</p>
<p><strong>(2) MPASI LANJUTAN (ML)</strong></p>
<p>Kelas ini merupakan lanjutan dari kelas MPASI Dasar&#8230;kembali memperkenalkan MPASI homemade untuk bayi berusia 9-12 bulan&#8230;dan juga pembahasan secara khusus mengenai menu makanan untuk anak usia diatas 1 tahun&#8230;tentu tidak ketinggalan demo memasak dan kumpulan resep2 MPASI lanjutan. Topik yang akan dibahas:<br />
1. Teori Dasar MPASI lanjutan<br />
2. Piknik Bersama si kecil (makanan beku)<br />
3. Makanan untuk anak diatas 1 tahun</p>
<p><strong>(3) COMMON PROBLEMS IN BREASTFEEDING (CP)</strong></p>
<p>Puting lecet&#8230;luka&#8230;sampai berdarah? Payudara terasa keras, bengkak sampai badan meriang? Bayi menangis terus&#8230;bayi menolak menyusu langsung dari payudara&#8230;produksi ASIP tiba2 menurun&#8230;? memang ada saja permasalahan yang dapat dijumpai selama perjalanan kita menyusui sang buah hati. Mari kita bahas secara bersama2 berbagai common problems tersebut.</p>
<p>- puting lecet dan luka, candida (thrush)<br />
- membedakan payudara bengkak, tersumbat, mastitis dan abses<br />
- mengapa bayiku menangis terus?<br />
- aneka bentuk, rupa dan warna feces bayi ASIX<br />
- breast refusal (menolak menyusu langsung dari payudara)<br />
- produksi ASI tiba2 menurun<br />
- beda nursing strike (tiba2 menolak menyusu) &amp; early weaning<br />
- weaning with love</p>
<p>Juga akan dipraktekkan metode pemberian tambahan asupan melalui sistem Supplementary Nursing.</p>
<p><strong>JADWAL KELAS:</strong><br />
(1) Sabtu, 25 Oktober 2008, mulai jam 08.30 WIB: Kelas BB<br />
(2) Sabtu, 8 November 2008, mulai jam 09.00 WIB: Kelas ML<br />
(3) Sabtu, 22 November 2008, mulai jam 09.00 WIB: Kelas MD<br />
(4) Sabtu, 6 Desember 2008, mulai jam 08.30 WIB: Kelas WM<br />
(5) Sabtu, 13 Desember 2008, mulai jam 08.30 WIB: Kelas CP<br />
(6) Sabtu, 20 Desember 2008, mulai jam 09.00 WIB: Kelas ML</p>
<p><strong>LOKASI:</strong><br />
Mom&#8217;s &amp; I, Jl. Kemang Raya 18C, Jakarta Selatan</p>
<p><strong>HTM:</strong> termasuk snack, cd materi (BB, WM dan CP), materi (MD dan ML), buku resep (MD dan ML), goodie bag, kuis berhadiah</p>
<p>Kelas Edukasi Dasar (BB, MD):<br />
- Member AIMI: Rp. 90.000,-/pax atau Rp. 160.000,-/couple<br />
- Umum: Rp. 100.000,-/pax atau Rp. 180.000,-/couple</p>
<p>Kelas Edukasi Lanjutan (WM, ML, CP):<br />
- Member AIMI: Rp. 112.500,-/pax atau 207.000,/couple<br />
- Umum: Rp. 125.000,-/pax atau Rp. 230.000,-/couple</p>
<p>Paket 5 kelas (BB, MD, WM, ML, CP + sertifikat kehadiran):<br />
- Member AIMI: Rp. 450.000,-/pax atau Rp. 765.000,-/couple<br />
- Umum: Rp. 500.000,-/pax atau Rp. 850.000,-/couple</p>
<p><strong>INFO:</strong><br />
Putri: 0857 1000 2671/<a>daftar-kelas[at]aimi-asi.org</a></p>
<p><strong>REGISTRASI:</strong><br />
<a>daftar-kelas[at]aimi-asi.org</a>, atau SMS ke Putri dengan format: nama#nama kelas#tanggal kelas#member (no. member)/umum#jumlah kursi</p>
<p>Contoh: mia#BB#25oktober#member(20070001)#2</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aimi-asi.org/2008/09/jadwal-kelas-edukasi-okt-des-2008/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kisah IMD di Kampung Halaman</title>
		<link>http://aimi-asi.org/2008/08/kisah-imd-di-kampung-halaman/</link>
		<comments>http://aimi-asi.org/2008/08/kisah-imd-di-kampung-halaman/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Aug 2008 01:36:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>webmaster</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Cerita Sukses]]></category>

		<category><![CDATA[Bidan]]></category>

		<category><![CDATA[IMD]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aimi-asi.org/?p=110</guid>
		<description><![CDATA[Ternyata pelaksanaan IMD tidah hanya dapat dilakukan di kota besar saja, sekarang di daerah mau pun kota kecil bahkan pedesaan juga bisa melakukan IMD. Pelaksanaan ini juga tidak hanya bisa dilakukan oleh para dokter OBGYN tapi juga bisa dilakukan oleh bidan. Kuncinya adalah cukupnya ilmu yang kita punya sebagai konsumen sehingga bisa mendiskusikannya dengan tenaga kesehatan. Silahkan simak kisah sukses seorang ibu yang berhasil melakukan IMD di desa kelahirannya dengan hanya dengan berbekal ilmu yang didapat dari berbagai sumber.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pemberian ASI adalah langkah terbaik untuk bayi. Pelajaran itu kami simpulkan dari referensi bacaan maupun konsultasi laktasi. Jadi tak ada alasan untuk tidak memberikan ASI bagi bayi. Dengan dukungan penuh dari suami, aku bertekad untuk melaksanakan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) sehingga bisa memberi ASI ekslusif  untuk si kecil, apapun kendalanya.</p>
<p>Bagi pasangan yang tinggal di kota besar seperti Jakarta, mencari informasi tentang RS yang pro IMD atau dokter kandungan yang mendukung gerakan pemberian ASI bagi si kecil dengan mudah bisa didapatkan.</p>
<p>Namun lain ceritanya bagiku yang merencanakan kelahiran di kampung. Tepatnya di Ciamis. sebuah kota kecil dimana kedua orangtuaku tinggal. Aku tidak yakin sudah ada RS yang pro IMD dan ASI di sana. Ini terbukti dari cerita sahabat. Dimana Dokter kandungan yang membantu persalinannya bilang “Bu, anaknya harus dibiasakan minum sufor ya. Biar tidak kaget ketika nanti ditinggal kerja”. Oups!!! Tidak! Bagaimana mungkin bisa dilakukan IMD. Karena pro ASI pun tidak.</p>
<p>Pesimisnya segera membayang di benak. Untungnya aku ingat bahwa ada saudara yang berprofesi sebagai bidan. Segera aku mencari tahu apakah di Ciamis sudah ada sosialisasi mengenai IMD. Jawabannya ternyata sangat melegakan. Ternyata sudah. Segera kusampaikan niat untuk bisa melahirkan dengan bantuan beliau. Sayang, rumahku berjauhan dengan tempat tinggalnya. Tentu sedikit menyulitkan jika aku kontraksi pada tengah malam. Walhasil, mamaku menyarankan untuk menggunakan jasa bidan terdekat saja.</p>
<p>Pertimbangan melahirkan di kampung halaman adalah selain ekonomis, juga kenyamanan psikologis. Didampingi oleh keluarga besar yang tentu akan sangat membantu. Dan berdasarkan pemeriksaan medis, Alhamdulillah kondisi kandunganku baik – baik saja, sehingga makin mantap keinginan untuk segera pulang kampung untuk persiapan menyambut kelahiran buah hati.</p>
<p>Berbagai persiapan kami lakukan begitu ijin cuti keluar. Mulai dari konsultasi dan cek rutin ke bidan terdekat. Sebelumnya, aku dan suami telah menyiapkan segala hal tentang IMD. Dari artikel hingga video. Aku juga mensosialisasikannya di lingkungan keluarga. Orang tuaku, kerabat dan siapapun, bahwa jika aku melahirkan, aku ingin melakukan IMD. Setelah tahu dan menyaksikan video IMD, mamaku memberi dukungan sepenuhnya. Dan meyakinkan bahwa bidan pun akan berusaha merealisasikan apa yang diinginkan pasiennya. Apalagi sekarang, dalam ilmu kebidanan diterapkan “sayang ibu, sayang bayi” (informasi ini aku peroleh dari saudaraku yang berprofesi bidan). Artinya, bidan harus bisa mengikuti keinginan pasien untuk kenyamanannya. Dari mulai posisi melahirkan yang ditentukan sendiri oleh si ibu, hingga perawatan setelah melahirkan (sebaiknya diberikan anestesi sebelum dijahit). Bahkan harus diusahakan tanpa induksi, karena hal itu akan sangat menyakitkan ibu.</p>
<p>Mengungkapkan sebuah keinginan, terkadang tidak semudah yang dibayangkan. Belum lagi menyusun tata bahasanya agar tidak terkesan menggurui. Setelah mereka – reka kata, ketika bidan tengah memeriksa detak janin, akhirnya keluar juga dari mulutku “maaf ibu. Nanti ketika saya melahirkan, saya ingin sekali melaksanakan IMD”. Aku tunggu sejenak, melihat reaksi yang ditimbulkannya. Sengaja aku membuat pernyataan seperti itu, karena aku yakin beliau sebenarnya sudah tahu banyak tentang IMD. Beliau tersenyum. Bu bidan ini sangat sangat lembut. Tutur katanya santun. Menenangkan sekali. Maklum beliau bidan senior. Jam terbangnya tinggi. Terkadang aku jadi belepotan juga cari kata yang pas ketika berbicara dengan beliau. “Bagus neng. Bagus sekali jika neng ingin melakukan IMD. Memang, ilmu kebidanan itu selalu berubah seiring waktu. Jika dulu, cukup dengan ibu menyusui bayinya sesaat setelah melahirkan untuk dapat kolostrumnya. Sekarang justru bayi menyusu<br />
 di saat – saat kehidupan pertamanya”. Lega sekali.</p>
<p>Benar dugaanku, beliau memang telah mengetahuinya “tapi neng, jika bayi langsung diletakkan di dada ibu tanpa memotong terlebih dahulu tali pusatnya, kita lihat kondisinya dulu nanti ya”. Waduh! Bagaimana ibu ini. Kok terkesan ragu – ragu “tapi bu, saya mohon, saya bisa IMD nanti. Yang saya pahami. Tali pusat bayi dipotong terlebih dahulu juga tidak apa – apa jika tidak memungkinkan”. Aku mulai ngotot. Lagi – lagi beliau Cuma tersenyum “baiklah. Nanti kita usahakan”. Hhh!!! Musti terus diingetin nih pikirku. “Ehmm, sebelumnya apa sudah pernah ada bu yang melakukan IMD?”, keluar juga pertanyaan itu. Penasaran soalnya. “Ehmmm sudah, sudah”. Jawabnya terkesan tidak meyakinkan. Tapi aku positive thinking saja. Semoga memang aku bukan yg pertama kali melakukan IMD di desaku. Andaipun aku yang pertama -tanpa kuketahui-, semoga setelahnya setiap ibu melahirkan akan melakukan IMD tanpa harus diminta.</p>
<p>Pada hari H aku melahirkan, ternyata tidak serta merta aku bisa langsung IMD, meskipun dalam keadaan perut mulas, sempat juga kuutarakan “Ibu, jangan lupa saya mau IMD”. Sebelumnya pun, aku sudah mempersiapkan diri dengan menggunakan baju bukaan depan untuk memudahkan prosesnya. Bahkan ketika sedang menikmati masa kontraksi, yang ada dalam pikiranku adalah lahiran normal dan lancar, terus bisa IMD, IMD dan IMD.</p>
<p>Kelegaan dan kebahagiaan menyergapku begitu bayi lahir, melenyapkan semua rasa sakit. Apalagi kemudian bayi montok yang masih berlumur darah dan lendir itu diletakkan di dadaku dengan tali pusat yang masih menyatu. Subhanallah, betapa indahnya. Begitu menakjubkan. Tapi belum juga si kecil merangkak rangkak, dengan cepat dia diangkat dari dadaku. Aku kaget. Sebenarnya aku masih punya banyak sisa tenaga untuk berdebat dengan bu bidan saat itu. Tapi demi melihat situasi dan mama yang ‘agak’ memohon padaku untuk mengikuti apa yang bu bidan katakan. Aku hanya mengangguk. Sesak dadaku. Aku nggak mau jika IMD ku gagal…</p>
<p>Segera setelah jagoanku diangkat, tali pusatnya digunting dan diikat lalu diberikan ke mamaku dengan tanpa dibersihkan. Ah! Masih ada kesempatan IMD pikirku. Asal jangan lebih dari 20 menit. Bu bidanpun seolah merasa bersalah. Dengan muka tegang beliau bilang “maaf ya neng. Plasentanya belum keluar, agak lengket, jadi harus diambil  ke dalam”. Hhh!!! Rupanya ini yang membuat beliau tegang. Padahal dalam teori IMD. Dengan bayi diletakkan di atas dada dan dia menendang – nendang perut untuk mencapai payudara, maka pada saat itulah plasenta akan –terbantu- terdorong dan keluar. Untunglah, tidak sampai 15 menit, semuanya selesai. “IMD nya mau dilanjutkan neng?” kalimat itu yang keluar dari bu bidan. “tentu saja bu, saya mau anak saya IMD”. Aduh! Ibu! IMD kan cita – cita saya sejak saya masih hamil. Ingin rasanya aku bilang begitu. Aku lihat ada keengganan sebenarnya aku meneruskan IMD. Aku tahu ini merepotkannya. Karena beliau sempat bilang “Sebenarnya saya nggak sanggup jika melakukan IMD tanpa asisten”. Oouuww!!! Mungkin bukan cuma bidanku yang bilang begitu. Mungkin banyak pelaku medis yang masih merasa ‘ribet’ jika harus diterapkan IMD  pada pasiennya. Wallahu’alam. Yang pasti pada saat itu, aku tidak peduli. Yang penting si kecil sudah di dadaku lagi. Dan tidak ada seorang pun yang boleh mengambilnya sampai dia menemukan sendiri puting dan menghisapnya.</p>
<p>Setiap detik rasanya tak ingin kulewatkan saat itu. Masih terasa bagaimana kakunya rambut – rambut halusnya karena darah dan lendir. Tangan mungilnya yang mengepal dan mulai dikecapnya. Matanya yang merem melek. Lidahnya yang menjilat – jilat dadaku. Kakinya menendang – nendang seolah merangkak. Dia menuju ke payudaraku sebelah kiri. Baru mau sampai, dia melorot lagi ke arah perut. Begitu terus sampai beberapa kali. Aku dengan semangat terus membisikinya bahwa dia pasti bisa. Sesaat sempat dia terdiam. Mungkin sedang mengumpulkan tenaga atau malah sedang mencari arah melalui instingnya. Bu bidan pun ikut takjub melihat si kecil yang merangkak mencari cari. Kepalanya tengok kanan kiri, kadang nyungsep di dada. Kemudian dia akan terpejam, hidungnya mengendus endus. Waktu 1 jam tak terasa sama sekali. Rasanya baru sekejap ketika dia mulai menyangga PD ku dengan tangan kanannya sementara mulutnya menganga lebar. Kuasa Allah, tangan mungilnya seolah<br />
 mendorong PD ku untuk masuk ke mulutnya. Dan hap!!! Dalam waktu 1 jam, Alhamdulillah, akhirnya dia berhasil menemukan sumber makanan pertamanya sendiri.</p>
<p>Lega…Benar – benar lega dan bahagia. Dengan perjuangan -yang hampir saja menggagalkan IMD ku-, aku bisa juga merasakan nikmatnya IMD. Dalam hal ini dukungan suami terutama, kemudian orangtua dan orang – orang terdekat adalah faktor penting dalam keberhasilan IMD. Selain itu faktor tempat yang dapat membuat ibu dan bayi merasa nyaman. Hal yang paling penting sebenarnya dukungan dari para pelaku medis yang sebenarnya lebih paham baik dari segi teori maupun praktek tentang IMD.</p>
<p>Salam,<br />
Indry (mamanya Rama 4m3w2d)<br />
<a href="http://cintasempurna.multiply.com">http://cintasempurna.multiply.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aimi-asi.org/2008/08/kisah-imd-di-kampung-halaman/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Indonesia dan ASI</title>
		<link>http://aimi-asi.org/2008/08/indonesia-dan-asi/</link>
		<comments>http://aimi-asi.org/2008/08/indonesia-dan-asi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Aug 2008 14:16:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Amanda Tasya</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>

		<category><![CDATA[ASI]]></category>

		<category><![CDATA[ASI Eksklusif]]></category>

		<category><![CDATA[PP-ASI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aimi-asi.org/?p=109</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan dari divisi Advokasi AIMI yang membahas dukungan pemerintah akan pemberian ASI, terutama ASI Eksklusif bagi para bayi di Indonesia dimuat di website 'Koalisi untuk Indonesia Sehat'. Silahkan baca selengkapnya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>ASI (Air Susu Ibu), tak terbantahkan lagi merupakan makanan bayi yang terbaik. ASI tak dapat digantikan oleh makanan ataupun minuman manapun, karena ASI mengandung zat gizi yang paling tepat, lengkap dan selalu menyesuaikan dengan kebutuhan bayi setiap saat.</p>
<p>Untuk mendukung pemberian ASI eksklusif di Indonesia, pada tahun 1990 pemerintah mencanangkan Gerakan Nasional Peningkatan Pemberian ASI (PP-ASI) yang salah satu tujuannya adalah untuk membudayakan perilaku menyusui secara eksklusif kepada bayi dari lahir sampai dengan berumur 4 bulan. Pada tahun 2004, sesuai dengan anjuran badan kesehatan dunia (WHO), pemberian ASI Eksklusif ditingkatkan menjadi 6 bulan sebagaimana dinyatakan dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 450/MENKES/SK/VI/2004 tahun 2004.</p>
<p>Sayangnya, walaupun pemerintah telah menghimbau pemberian ASI ekslusif, angka pemberian ASI eksklusif di Indonesia masih rendah. Berdasarkan Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) 2002, hanya 3,7% bayi yang memperoleh ASI pada hari pertama. Sedangkan pemberian ASI pada bayi umur kurang 2 bulan sebesar 64%, antara 2-3 bulan 45,5%, antara 4-5 bulan 13,9 dan antara 6-7 bulan 7,8%. Sementara itu cakupan pemberian susu formula meningkat 3 kali lipat dalam kurun waktu antara 1997 sebesar 10,8% menjadi 32,4% pada tahun 2002.</p>
<p>Menurunnya angka pemberian ASI dan meningkatnya pemakaian susu formula disebabkan antara lain rendahnya pengetahuan para ibu mengenai manfaat ASI dan cara menyusui yang benar, kurangnya pelayanan konseling laktasi dan dukungan dari petugas kesehatan, persepsi-persepsi sosial-budaya yang menentang pemberian ASI, kondisi yang kurang memadai bagi para ibu yang bekerja (cuti melahirkan yang terlalu singkat, tidak adanya ruang di tempat kerja untuk menyusui atau memompa ASI), dan pemasaran agresif oleh perusahaan-perusahaan formula yang tidak saja mempengaruhi para ibu, namun juga para petugas kesehatan.</p>
<p>Aturan Pemerintah, sudah mendukungkah?</p>
<p>Pemerintah sebenarnya telah mengeluarkan peratuan yang bisa mendukung agar Ibu Indonesia bisa terus memberikan ASI kepada buah hatinya. Bahkan, hak menyusui untuk wanita pekerja telah dijamin oleh Pasal 83 Undang-undang No. 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan.</p>
<p>Dalam pasal tersebut, jelas dinyatakan bahwa pekerja/buruh perempuan yang anaknya masih menyusui harus diberi kesempatan sepatutnya untuk menyusui anaknya jika hal itu harus dilakukan selama waktu kerja. Yang dimaksud dengan kesempatan yang patut disini adalah waktu yang diberikan kepada pekerja untuk menyusui bayinya, serta ketersediaan tempat yang sesuai untuk melakukan kegiatan tersebut.</p>
<p>Menyusui disini pun harus kita artikan secara luas, yaitu baik menyusui secara langsung maupun tidak langsung (dengan memerah). Namun, sayangnya peraturan tersebut tidak disertai dengan sanksi yang memadai bagi perusahaan yang melanggarnya, dan karenanya hingga saat ini belum masih banyak pekerja perempuan yang tidak dapat melaksanakan haknya untuk memberikan ASI selama ia berada dalam jam kerja.</p>
<p>Rendahnya tingkat pemberian ASI di Indonesia juga disebabkan oleh pemasaran agresif perusahaan pembuat susu formula. Sebenarnya, peraturan tentang pemasaran pengganti ASI di Indonesia bukannya tidak ada. Pada tahun 1981, Indonesia telah meratifikasi Kode Internasional tentang Pemasaran Pengganti ASI yang dikeluarkan oleh WHO, dan pada tahun 1997, isi sebagian dari kode tersebut telah dituangkan dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 237/KEPMENKES/SK/IV/1997 tentang Pemasaran Pengganti Air Susu Ibu (�Kepmenkes 237�). </p>
<p>Beberapa hal yang diatur oleh Kepmenkes 237 ini antara lain:</p>
<ul>
<li>Pemasaran susu formula bayi (untuk bayi baru lahir hingga berumur 4-6 bulan), susu formula lanjutan (bayi berumur 6-12 bulan), makanan pendamping ASI dan perlengkapan bagi penggunaan pengganti ASI yang meliputi botol dan dot.</li>
<li>Ketentuan-ketentuan pencantuman label pada susu formula bayi dan susu formula lanjutan dan makanan pendamping ASI</li>
<li>Larangan mengiklankan susu formula selain dalam media ilmu kesehatan yang telah mendapat persetujuan dari Menteri Kesehatan</li>
<li>Larangan penggunakan sarana kesehatan untuk kegiatan promosi susu formula</li>
<li>Larangan sarana pelayanan kesehatan menerima sampel atau sumbangan susu formula untuk keperluan rutin atau penelitian</li>
<li>Larangan sarana pelayanan kesehatan dan tenaga kesehatan untuk meminta maupun menerima pemberian apapun dari produsen susu formula yang memberi peluang promosi susu formula</li>
<li>Larangan produsen susu formula untuk memberikan sampel gratis kepada sarana pelayanan kesehatan dan wanita hamil atau ibu yang melahirkan</li>
<li>Larangan bagi produsen susu formula untuk menawarkan atau menjual langsung ke rumah-rumah, memberikan potongan harga atau hadiah atas pembelian produk susu formula, menggunakan tenaga kesehatan untuk memberikan informasi tentang pengganti ASI kepada masyarakat</li>
<li>Larangan karyawan produsen susu formula memakai pakaian atau identitas lainnya yang menyerupai dokter, bidan, perawat atau petugas sarana pelayanan kesehatan.</li>
</ul>
<p>Walaupun telah ada peraturan tentang pemasaran pengganti ASI untuk bayi dibawah 1 tahun berdasarkan Kepmenkes 237 ini, namun dikarenakan tidak efektifnya pengawasan atas pelaksanaan peraturan ini serta sanksi yang tidak maksimal, pelanggaran atas peraturan ini pun terjadi di mana-mana. Banyak sekali kita jumpai rumah sakit-rumah sakit yang menjadi sarana promosi susu formula, sampel gratis dibagikan dimana-mana dan pelanggaran-pelanggaran lainnya.</p>
<p>Selain itu, dikarenakan bentuknya yang berupa keputusan menteri yang berada dalam tingkat yang rendah dalam hirarki perundangan, peraturan ini menjadi kurang mengikat dan tidak ada sanksi yang maksimal yang dapat diberikan atas pelanggaran yang terjadi.</p>
<p>Hingga saat ini pun Indonesia belum mempunyai peraturan tentang promosi susu formula untuk anak berumur di atas 1 tahun. Kode WHO yang telah diratifikasi pada tahun 1981, hingga saat ini belum dituangkan dalam bentuk undang-undang, padahal cakupan Kode WHO lebih luas karena mengatur juga promosi susu formula bagi anak di atas 1 tahun.</p>
<p>Tidak adanya peraturan mengenai pemasaran susu formula bagi anak di atas 1 tahun ini, Indonesia menjadi lahan subur promosi besar-besaran susu formula. Berbagai iklan susu formula dapat kita jumpai di berbagai media, baik cetak maupun elektronik, dan parahnya, banyak dari iklan-iklan tersebut yang memberi infomasi yang menyesatkan tentang pemberian makan bagi anak, hingga banyak ibu yang tergoda untuk memberikan susu formula dibanding memberi ASI karena berpikir susu formula lebih bergizi dibanding ASI.</p>
<p>Beberapa tahun lalu, Pemerintah sempat membuat Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Pemasaran Pengganti ASI, namun hingga saat ini pembahasan akan RPP ini terhenti dan tidak diketahui lagi bagaimana nasib RPP ini.</p>
<p>Untuk itu, mengingat lemahnya perlindungan bagi pemberian ASI di Indonesia, sudah seharusnyalah konsumen yang menjadi tameng praktek promosi susu formula yang tidak etis. Konsumen harus bisa menentukan apa yang baik dan buruk, serta informasi apa yang tidak seharusnya diberikan oleh produsen susu formula.</p>
<p>AIMI, sebagai organisasi beranggotakan ibu-ibu peduli ASI tidak tinggal diam. Berbagai upaya dilaksanakan untuk mengedukasi para konsumen agar tidak menjadi korban praktek tidak etis promosi susu formula, berbagai upaya tersebut adalah:</p>
<ul>
<li>Mengedukasi masyarakat tentang hak-hak ibu menyusui dan bentuk-bentuk pelanggaran praktek promosi susu formula, ini biasanya disampaikan dalam setiap acara yang diselenggarakan oleh AIMI maupun dalam program AIMI goes to office, yaitu program yang diselenggarakan oleh AIMI dimana AIMI memberikan sharing tentang ASI di kantor-kantor yang mengundang, dan dilakukan pada jam kantor</li>
<li>AIMI juga mempunyai divisi Advokasi yang senantiasa memantau setiap iklan-iklan maupun aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan susu formula, dan bila dirasa kegiatan tersebut bertentangan dengan kode WHO, maka AIMI mengirimkan surat teguran kepada produsen susu formula yang bersangkutan</li>
<li>AIMI juga sejak awal tahun 2007 telah menghimbau masyarakat untuk melaporkan setiap dugaan pelanggaran promosi susu formula melalui e-mail ke lapor@aimi-asi.org</li>
<li>AIMI juga turut aktif dalam ASI Joint Force yang berupa gerakan lembaga-lembaga peduli ASI untuk mendorong pemerintah kembali melanjutkan proses pembahasan RPP Pemasaran Pengganti ASI, sehingga perlindungan bagi kegiatan menyusui yang lebih luas dapat segera diwujudkan.</li>
</ul>
<p>Tentunya, selain dukungan yang dapat AIMI berikan, dukungan lainnya dari pihak-pihak yang terkait dengan ibu menyusui menjadi penentu keberhasilan pemberian ASI. Untuk itu AIMI menyerukan agar dukungan kepada ibu menyusui diberikan oleh berbagai pihak, diantaranya:</p>
<p><strong>Suami</strong>: Menyusui adalah kegiatan 3 pihak: ibu, bapak dan anak. Keberhasilan ibu menyusui adalah juga keberhasilan ayah, kegagalan menyusui juga merupakan kegagalan ayah. Bentuk dukungan yang dapat diberikan antara lain menemani istri ketika sedang menyusui, ikut merawat bayi, memberikan kata-kata pujian/pemberi semangat sehingga istri terus merasa percaya diri, melengkapi pengetahuan seputar pemberian ASI dan kegiatan menyusui, serta bangga dengan istri yang sedang dalam masa pemberian ASI kepada sang buah hati.</p>
<p><strong>Keluarga</strong>: melengkapi pengetahuan seputar pemberian ASI dan kegiatan menyusui, memberikan pujian, semangat dan dorongan agar ibu bisa percaya diri untuk menyusui, membantu dalam perawatan bayi.</p>
<p><strong>Tenaga kesehatan</strong>: tidak mempromosikan susu formula, memberi informasi yang tepat tentang ASI dan seputar kegiatan menyusui, memberikan semangat dan dorongan agar para ibu memberikan ASI Eksklusif kepada bayi mereka, dan menyusui diteruskan sampai bayi berusia 2 tahun atau lebih, dan memahami ciri-ciri tumbuh kembang bayi/anak ASI.</p>
<p><strong>Lingkungan kerja/kantor</strong>: menerapkan kebijakan kantor yang ramah terhadap pegawai perempuan yang menyusui, menyediakan ruang menyusui, memberikan waktu untuk memerah/menyusui langsung bila menyusui harus dilakukan selama waktu kerja.</p>
<p><strong>Sesama ibu menyusui</strong>: saling berbagi pengalaman, bertukar informasi, memberi semangat dan dukungan seputar kegiatan menyusui dan pemberian ASI, agar ASI Eksklusif berhasil diberikan kepada bayi selama 6 bulan pertama, dan ASI diteruskan hingga anak berusia 2 tahun atau lebih.</p>
<p><strong>Pemerintah</strong>: senantiasa mensosialisasikan keunggulan ASI kepada masyarakat, memperbaiki dan melengkapi perangkat yang mendukung kegiatan menyusui dan pemberian ASI, menindak dengan tegas segala bentuk pelanggaran pihak ketiga yang bertentangan dengan kebijakan pemberian ASI Eksklusif serta pemberian ASI bagi bayi Indonesia.</p>
<p>Sekali lagi, ASI adalah yang terbaik, jadi mari kita lakukan juga yang terbaik untuk mendukung pemberian ASI di Indonesia.</p>
<p>(Ditulis oleh Amanda Tasya, Ketua Divisi Advokasi Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia, ibu dari seorang putri berusia 3 tahun.)</p>
<p>Sumber: <a href="http://www.koalisi.org/detail.php?m=3&#038;sm=24&#038;id=1323">Koalisi untuk Indonesia Sehat</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aimi-asi.org/2008/08/indonesia-dan-asi/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Menyusui Ketika Puasa</title>
		<link>http://aimi-asi.org/2008/08/tips-menyusui-ketika-puasa/</link>
		<comments>http://aimi-asi.org/2008/08/tips-menyusui-ketika-puasa/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Aug 2008 14:54:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>webmaster</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>

		<category><![CDATA[ASI]]></category>

		<category><![CDATA[ASI Eksklusif]]></category>

		<category><![CDATA[features]]></category>

		<category><![CDATA[Manajemen ASI]]></category>

		<category><![CDATA[Puasa]]></category>

		<category><![CDATA[Tips &amp; Tricks]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://localhost:8888/wp-aimi/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[Bulan Ramadhan sudah dekat. Bagaimana dengan para ibu hamil dan ibu yang masih menyusui bayinya? Jika berpuasa, bagaimana dengan kualitas ASI sang ibu? Yuk, mari lihat tip dan trik berpuasa bagi ibu hamil dan menyusui.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3>ASI Lancar, Puasa pun Tak Lewat</h3>
<p>Bulan Ramadhan telah tiba. Bulan penuh ibadah bagi umat muslim di dunia. Salah satu ibadah yang wajib dilakukan setiap muslim yang telah baligh (cukup umur) adalah berpuasa. Nah, bagaimana dengan ibu hamil dan menyusui?</p>
<p>Puasa Ramadhan hukumnya tetap wajib bagi ibu hamil dan menyusui. Alhamdulillah, Islam memberikan kelonggaran bagi ibu hamil dan menyusui untuk tidak berpuasa dengan berpuasa di lain waktu atau membayar fidyah.</p>
<p>Yang pertama, dikembalikan kepada motivasi atau niat. Jika ibu hamil dan menyusui tidak melakukan ibadah puasa karena mengkhawatirkan kesehatan dirinya, maka dia menganggap dirinya seperti orang sakit. Sehingga cara mengganti puasa sama dengan mengganti puasa dikala orang sakit, yaitu dengan berpuasa di hari lain. Namun, jika mengkhawatirkan bayinya, dianggap seperti orang tua yang tak punya kemampuan sehingga cara menggantinya selain membayar puasa-seperti cara orang tua-yaitu dengan membayar fidyah.</p>
<p>Yang kedua, ibu hamil atau menyusui cukup membayar fidyah saja tanpa harus berpuasa. Karena keduanya tidak berpuasa bukan karena sakit, melainkan karena keadaan yang membuatnya tidak mampu puasa. Kasusnya lebih dekat dengan orang tua yang tidak mampu berpuasa.</p>
<p>Apa dan bagaimana cara membayar Fidyah? Fidyah adalah memberi makan orang fakir miskin. Satu hari puasa diganti dengan satu kali fidyah. Ukuran memberi makan adalah sebesar porsi kita makan 3 kali sehari, yakni sekitar 1 mud atau 600 gram. Jika dirupakan uang, sebesar biaya kita makan 3 kali sehari.</p>
<p>Ketika memberikan fidyah, ada tata caranya juga. Salah satu yang harus diingat adalah jangan lupa mengucapkan berita serah terima/ijab kabul. Misalnya &#8220;Saya membayar fidyah kepada saudara, mohon diterima dengan baik&#8221;. Jika meminta orang lain yang menyerahkan maka, &#8220;Ibu A membayar fidyah kepada saudara, mohon diterima dengan baik&#8221;.</p>
<p>Nah, bagi ibu menyusui yang ingin berpuasa bagaimana? Selama kondisi ibu dan bayi sehat, maka diperbolehkan berpuasa. Namun, jika dikuatirkan terjadi hal yang tidak diinginkan, misalnya kekurangan gizi, produksi ASI berkurang, sakit, dan lain sebagainya, maka Islam menyarankan untuk tidak berpuasa.</p>
<h3>Manajemen Laktasi Ibu Menyusui Yang Sedang Berpuasa</h3>
<p>Dengan perubahan jadwal makan, bukan berarti asupan makanan yang dikonsumsipun ikut berubah. Yang penting, ibu menyusui tetap makan 3 kali sehari dan secara disiplin mengkonsumsi makanan dengan gizi berimbang, yaitu dengan komposisi 50% karbohidrat, 30% protein dan 10-20% lemak.</p>
<p>Kemudian, hal-hal berikut dapat dilakukan untuk memastikan bahwa produksi ASI selama ibu berpuasa tetap lancar dan berkualitas:</p>
<ol>
<li>Asupan menu dengan gizi seimbang</li>
<p>Ibu yang sedang menyusui memang membutuhkan tambahan sekitar 700 kalori perhari, 500 kalori diambil dari makanan ibu dan 200 kalori diambil dari cadangan lemak dalam tubuh ibu. Oleh karena itu, penting bagi ibu menyusui yang sedang berpuasa untuk tetap mempertahankan pola makan 3x sehari dengan menu gizi seimbang. Pada saat sahur, ketika berbuka puasa dan menjelang tidur sesudah shalat tarawih. Makan sahur akan menghasilkan energi yang berguna untuk aktivitas kita hari itu. Komposisi makanan dengan gizi berimbang akan menghasilkan sari makanan yang bagus untuk anak.</p>
<li>Perbanyak konsumsi cairan, mulai dari berbuka hingga sahur</li>
<p>Jika bisa minum air putih selama sehari itu sebanyak dua liter, ditambah dengan jenis cairan lainnya seperti juice buah, teh manis hangat dan susu. Minum segelas susu setiap sahur bisa mengurangi ancaman anemia bagi ibu hamil dan menyusui. Anemia adalah berkurangnya kadar hemoglobin (Hb) dalam darah. Berbuka puasa dengan minum minuman hangat, akan merangsang kelancaran ASI bagi ibu menyusui.</p>
<li>Istirahat yang cukup</li>
<p>Merasa lemas saat berpuasa itu hal yang lumrah, apalagi jika si ibu baru saja menyusui. Cobalah untuk beristirahatlah sejenak, apakah dengan cara tidur atau sekadar relaks menenangkan pikiran. Perlu ibu menyusui ketahui, bahwa semakin sering payudara dihisap oleh bayi, maka produksi ASI akan semakin banyak. Jadi, bila selama puasa ibu tetap rajin menyusui, ASI akan tetap lancar.</ol>
<h3>Ibu Bekerja</h3>
<p>Ibu bekerja yang memerah ASI di tempat kerjanya disarankan untuk tetap melakukan kegiatan memerah ASI seperti biasa dengan tetap memperhatikan tips-tips seperti yang sudah disebutkan diatas ini. Kembali berpegang pada prinsip demand and supply, semakin banyak ASI dikeluarkan maka semakin banyak ASI yang akan diproduksi. Apabila ibu menyusui yang biasa memerah menghentikan kegiatan memerahnya selama bulan puasa, maka ASI yang diproduksi dapat berkurang, yang bukan disebabkan oleh kegiatan berpuasa tetapi karena mengurangi kegiatan memerah tadi.</p>
<p>Bagaimanapun, mendapatkan ASI adalah hak bayi. Jadi, dahulukan kepentingan bayi. Untuk ibu yang memiliki bayi di bawah 6 bulan, memang dianjurkan untuk tidak berpuasa karena bayi sedang dalam tahap ASI Eksklusif dan belum memperoleh makanan tambahan apapun kecuali ASI.</p>
<p>Selamat menunaikan ibadah puasa bulan Ramadhan dan salam ASI!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aimi-asi.org/2008/08/tips-menyusui-ketika-puasa/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Siaran Pers</title>
		<link>http://aimi-asi.org/2008/08/siaran-pers/</link>
		<comments>http://aimi-asi.org/2008/08/siaran-pers/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Aug 2008 06:00:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>webmaster</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<category><![CDATA[Pekan ASI Sedunia]]></category>

		<category><![CDATA[Siaran Pers]]></category>

		<category><![CDATA[wbw 2008]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aimi-asi.org/?p=106</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta(2/8) &#8212; Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) menggelar acara Menyusui Serentak Ibu Indonesia pada hari Sabtu, 2 Agustus 2008 di Auditorium Bulungan, Jakarta. Acara yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Pekan ASI Sedunia ini diikuti oleh 200 ibu dan bayi yang berdomisili di Jadetabek.
“Acara ini diselenggarakan untuk memberikan dukungan positif kepada ibu menyusui, sesuai dengan tema [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta(2/8)</strong> &#8212; Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) menggelar acara Menyusui Serentak Ibu Indonesia pada hari Sabtu, 2 Agustus 2008 di Auditorium Bulungan, Jakarta. Acara yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Pekan ASI Sedunia ini diikuti oleh 200 ibu dan bayi yang berdomisili di Jadetabek.</p>
<p>“Acara ini diselenggarakan untuk memberikan dukungan positif kepada ibu menyusui, sesuai dengan tema acara Pekan ASI Sedunia tahun ini yaitu <em>Mother Support : Going for The Gold</em>,” kata Wakil Ketua AIMI, Nia Umar di Jakarta, kemarin.</p>
<p>Selain menyusui serentak, dalam acara ini juga digelar talkshow mengenai dukungan kepada ibu menyusui dengan pembicara Ketua Sentra Laktasi Indonesia (Selasi) dr. Utami Roesli, Sp.A, MBA., IBCLC,. bersama artis Tiara Lestari dan penyanyi Tompi. Menurut Utami Roesli, menyusui merupakan proses yang harus dikerjakan tidak hanya oleh ibu dan bayi saja, tetapi juga harus mendapatkan dukungan dari suami, lingkungan keluarga terdekat, lingkungan kerja jika si ibu bekerja dan tentu saja pemerintah,” katanya.</p>
<p>Dukungan kepada ibu menyusui, kata dia, sangat diperlukan untuk menjaga kepercayaan diri sang ibu ketika memberikan ASI kepada bayinya. “ASI itu sangat dipengaruhi oleh rasa percaya diri dan pikiran positif ibu. Tanpa itu, sulit bagi ibu untuk sukses menyusui eksklusif selama 6 bulan dan diteruskan hingga 2 tahun,” tambahnya.</p>
<p>AIMI sebagai satu-satunya organisasi yang beranggotakan ibu-ibu yang memiliki visi dan misi untuk mendukung ibu-ibu lainnya agar sukses menyusui, tentu saja tidak melewatkan moment khusus ini untuk lebih menyosialisasikan ASI lebih luas.</p>
<p>Pekan ASI Sedunia tahun ini mengangkat tema “<em>Mother Support : Going for The Gold</em>”. Tema ini diangkat oleh Dewan World Breastfeeding Week karena Pekan ASI Dunia tahun ini bersamaan dengan pelaksanaan Olimpiade dan dengan semangat olimpiade itu, bagi seorang ibu untuk bisa mendapatkan &#8216;medali emas&#8217;nya dalam menyusui perlu dukungan banyak pihak.</p>
<p>AIMI salah satunya hadir memberikan dukungan tersebut dalam serangkaian acara yang sudah mulai digelar dari awal tahun ini mulai dari sharing&#038;caring mengenai MPASI yang diadakan tanggal 26 April 2008, pertemuan AIMI di beberapa daerah seperti: Surabaya, Bogor, Semarang, Jogja, Tangerang, Depok dan Bandung yang diadakan bersamaan dengan Ulang Tahun AIMI pertama pada April 2008, dan Breastfeeding Fair yang digelar di Dharmawangsa Square pada 4-9 Juni 2008.</p>
<p><strong>Contact Person AIMI:</strong><br />
Nia Umar, Wakil Ketua<br />
nia[at]aimi-asi.org<br />
HP: 0815 9003357 </p>
<p>Yuyuk Andriati, Divisi Komunikasi<br />
yeye[at]aimi-asi.org<br />
HP : 0811 971509</p>
<p>Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI)<br />
Graha MDS Lt.3<br />
Pusat Niaga Mas Fatmawati Blok B1/34<br />
Jln. RS Fatmawati No. 39 Jakarta<br />
Telpon : 021-72790165 Fax: 021-72790166<br />
www.aimi-asi.org</p>
<p><strong>Acara ini didukung oleh :</strong><br />
PT Indo Tambang Raya Megah, Tbk., Indovision<br />
Kodok Ijo Kids Photography, Sajian Sunda Sambara, Dian Kenanga Totok Aura, PT Astra Honda Motor</p>
<p><strong>Media Partner :</strong><br />
Majalah Parents Guide, Nakita, NOVA, 90.4 Cosmopolitan FM, 89,6 FM I-Radio Jakarta</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aimi-asi.org/2008/08/siaran-pers/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kegiatan Pekan ASI Sedunia di Beberapa Kota di Indonesia</title>
		<link>http://aimi-asi.org/2008/08/kegiatan-pekan-asi-sedunia-di-beberapa-kota-di-indonesia/</link>
		<comments>http://aimi-asi.org/2008/08/kegiatan-pekan-asi-sedunia-di-beberapa-kota-di-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Jul 2008 17:08:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yeye</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>

		<category><![CDATA[features]]></category>

		<category><![CDATA[Pekan ASI Sedunia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aimi-asi.org/?p=105</guid>
		<description><![CDATA[Perayaan pekan ASI Sedunia yang diselenggarakan di awal bulan Agustus ini tidak hanya ada di Jakarta. Beberapa kota besar lainnya pun ikut berpartisipasi, seperti; Semarang, Jogjakarta, Bandung, Medan &#038; Palembang. Yukkk ikut meramaikan acara Pekan ASI Sedunia dengan mendaftar pada PIC di kota masing-masing.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) menyelenggarakan acara puncak peringatan Pekan ASI Sedunia di Jakarta, pada tanggal 2 Agustus 2008. Tak mau ketinggalan dari Jakarta, beberapa perwakilan AIMI di daerah juga menyelenggarakan acara serupa.</p>
<p>Berikut ini informasi lengkapnya :</p>
<p><strong>SEMARANG</strong></p>
<p>Hari dan Tanggal : Sabtu, 2 Agt 2008<br />
Waktu                  : Jam 10.30- selesai<br />
Lokasi                 : Paparons Pizza Simpang5 Lt.2</p>
<p>Contact Person   : Uci | 085290656168 | momkavinija@yahoo.co.id</p>
<p>Dyah Puspita | 0811276250 | dyah.arum@yahoo.co.id</p>
<p><strong>PALEMBANG</strong></p>
<p>Hari dan Tanggal  : Sabtu / 2 Agustus 2008<br />
Pukul                    : 15. 00 WIB s/d 17. 00 WIB<br />
Tempat                 : Rumah Moms Adhe Kania<br />
Jl. K. H. A. Dahlan No. 74, bukit kecil, Palembang<br />
Contact Person     : Moms Adhe Kania - 0817216482</p>
<p><strong>MEDAN</strong></p>
<p>Hari/tanggal        : Sabtu/tgl 9 Agustus&#8217;08</p>
<p>Jam                      : 11.00-13.00 WIB</p>
<p>Tempat                : RM Koki Sunda, Medan</p>
<p>Contact Person    : Diah - 081361361168</p>
<p><strong>BANDUNG</strong></p>
<p>Hari  dan tanggal  : Sabtu, 2 Agustus</p>
<p>Tempat                  : Rumah Annie - KOMPLEK SIMPAY ASIH JL.GIRI RAHAYU II No. 5 Cijambe Bandung</p>
<p>Contact Person     : Annie 081321009279/76224122/70762526<br />
Dede  081394466239</p>
<p><strong>JOGJAKARTA</strong></p>
<p>Hari dan Tanggal   : Minggu, 10 Agustus 2008</p>
<p>Tempat                  : Halaman Timur Gedung Rektorat Universitas Negeri Jogjakarta</p>
<p>Contact Person      : Kunsri : 0813 28791606,</p>
<p>Diani 0274 3224540</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aimi-asi.org/2008/08/kegiatan-pekan-asi-sedunia-di-beberapa-kota-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
