img 021-72787243
kontak@aimi-asi.org
img Graha MDS, Duta Mas Fatmawati, Jl. Fatmawati No. 39, Jakarta Selatan 12150
  • Follow us:
26th Jul

2011

BAB Bayi ASI Eksklusif

ASI saya cukup gak ya. Kekhawatiran seperti ini seringkali dialami oleh para ibu menyusui. Apalagi jika sang bayi sering menangis, mudah terbangun, atau suka menghisap/mengenyot tangannya.

Sebenarnya adakah tanda-tanda yang dapat menunjukkan bahwa bayi mendapatkan cukup ASI (Air Susu Ibu)? Dalam jangka panjang indikasi atau tanda kecukupan yang paling utama adalah peningkatan berat badan. Ada juga tiga tanda sederhana yang dapat diperhatikan ibu, yakni dengan mengamati cara bayi menyusu, buang air kecil (BAK), dan buang air besar (BAB). Tulisan ini membahas BAB bayi yang hanya mendapat ASI atau yang lebih dikenal dengan istilah ASI eksklusif (ASIX).

Tiga Hari Pertama

Beberapa hari pertama setelah kelahirannya bayi mengeluarkan mekonium, yakni bahan lengket berwarna hijau pekat mendekati hitam yang terkumpul di dalam usus bayi selama berada di kandungan. Pada hari ketiga, bayi yang mendapatkan lebih banyak ASI akan buang air besar lebih mudah. Biasanya bayi sudah mengeluarkan seluruh mekonium dan bentuk tinja bayi berubah di hari keempat.

Bulan Pertama

Tinja bayi yang wajar berwarna kuning, sedikit berbau, memiliki bentuk lunak agak cair dan berbij-biji. Bentuk tinja juga dapat sedikit berbeda, misalnya berwarna lebih hijau atau kuning pekat, berlendir atau berbuih. Perbedaan warna ini tidak menunjukkan masalah apapun. Bayi ASIX yang semakin mudah buang air besar di hari ketiga kehidupannya berarti dalam keadaan yang baik.

Bayi yang sehat dan mendapat cukup asupan ASI akan buang air kecil lebih dari enam kali dalam sehari. Walaupun begitu, segera periksakan bayi kepada tenaga atau fasilitas kesehatan jika ia mengalami salah satu dari tanda-tanda di bawah.

  1. Bayi masih mengeluarkan mekonium pada usia 4 atau 5 hari
  2. Bayi usia 5-21 hari tidak buang air besar dalam 24 jam
  3. Tinja bayi berwarna coklat, jarang buang air besar, atau tinja sedikit

Selain mengamati asupan bayi, memantau frekuensi buang air besar dan jumlah tinja merupakan cara untuk menilai bilamana bayi mendapatkan cukup ASI. Jumlah tinja bayi seharusnya meningkat setidaknya pada hari kelima dengan frekuensi buang air besar 2-3 kali setiap hari. Bahkan beberapa bayi buang air besar setiap selesai menyusu dan ini bukan berarti bayi menderita diare.

Diare adalah kondisi perubahan frekuensi buang air besar secara mendadak dengan jumlah tinja lebih banyak dan dalam bentuk yang sangat cair. Terus berikan ASI dan perbanyak asupannya untuk mencegah dehidrasi atau kekurangan cairan pada bayi. Perhatikan tanda-tanda dehidrasi berikut ini:

  • Mata kering, bayi menangis tanpa mengeluarkan air mata atau hanya sedikit;
  • Kulit, mulut dan bibir lebih kering;
  • Air seni berwarna gelap, keluar sedikit atau tidak keluar sama sekali;
  • Mata tampak cekung atau terbenam;
  • Sangat lemas dan kesadaran menurun;
  • Selalu merasa haus atau malah menolak minum;
  • Ubun-ubun terlihat cekung;
  • Ketika kulit dicubit dengan dua jari kulit sulit kembali ke bentuk asal.

Segera hubungi tenaga atau fasilitas kesehatan bila menemukan tanda dehidrasi, diare yang disertai dengan darah, kejang, nafas cepat dan dangkal, muntah terus-menerus, panas tinggi di atas 38,5°C yang tidak berkurang dalam 2 hari, diare berlangsung lebih dari 14 hari, atau bayi tampak kesakitan atau kolik. Bayi yang kesakitan akan menangis kuat sambil menekuk kaki, gelisah serta berkeringat.

Usia 2-6 Bulan

Frekuensi buang air besar setiap bayi berbeda-beda. Secara umum frekuensi buang air besar bayi akan semakin berkurang seiring pertambahan usianya karena usus telah berkembang lebih sempurna dan dapat menyerap ASI lebih baik. Memasuki bulan kedua, beberapa bayi ASIX mendadak mengubah frekuensi buang air besar mereka dari sering menjadi sekali dalam tiga hari. Bahkan ada bayi yang tidak buang air besar selama 20 hari atau lebih. Selama bayi sehat dan bentuk tinja wajar maka hal tidak menjadi masalah. Memang bayi ASIX lebih jarang mengalami sembelit atau konstipasi karena nutrisi ASI mudah dicerna dan diserap oleh tubuh serta mengandung zat laksatif yang dapat mengencerkan tinja.

Setelah Bulan Keenam

Setelah bayi mendapat Makanan Pendamping ASI (MPASI) biasanya frekuensi buang air besar, bentuk dan jumlah tinja akan berubah tergantung dari asupan makanannya. Jika tinja bayi keras hingga saat buang air besar ia mengalami kesulitan, rasa nyeri, atau bahkan luka anus yang berdarah, hal ini dinamakan sembelit. Tambahkan cairan, buah, dan serat ke dalam makanannya. Sembelit yang disebabkan oleh diet makan yang tidak seimbang akan hilang dengan sendirinya. Segera hubungi tenaga kesehatan apabila sembelit disertai dengan sakit perut hebat atau muntah.

Sumber:

  • Newman, Jack. Kernerman, Edith. 2009. Is My Baby Getting Enough Milk?, diakses April 2011).
  • Pujiarto, Purnamawati S. 2008. Q&A Smart Parents for Healthy Children. Jakarta: Intisari.
  • Suririnah. 2009. Buku Pintar Merawat Bayi 0-24 Bulan. Jakarta: Gramedia.
Share This :

Comments

erni

2014-03-03 09:15:44 Reply

Mau nanya dong.. baby sy sekrg 2 bulan 7 hari 5 hari ngk pup… sekrg masih asi 90 persen 10 persen susu formula.. apa kah normal.. solusinya gimana ya?

bunda rini

2014-09-12 22:25:14 Reply

Malam mba.. saya mau menanyakan masalah BAB anak saya..
Anak saya awalnya tidak mau minum ASI setelah 2 minggu baru mau minum ASI tetapi masih tetap di bantu susu formula.. saat ini anak saya sudah berumur 47 hari, sudah 2 minggu tdk BAB, dan sudah di baca ke spesialis anak, dokter meminta saya untuk tdk memberikan susu bantu, tetapi saya merasa kalau si anak tidak puas minum asi saya, lalu saya coba untuk membeli pompa susu, ternyata benar, ASI saya sedikit, akhir nya saya tetap memberikan susu formula tetapi saya berusaha seminim mungkin untuk memberikannya.. menurut dokter perkembangan berat badan dan tinggi anak saya normal..

Saya khawatir dengan dengan anak saya krn sudah 2 minggu tidak BAB..

tolong bantuan nya ya mba..

Terimakasih..

    Eka Sri Utami

    2014-09-16 15:28:40 Reply

    Pasti sedih yah mba kalo anaknya susah BAB, tapi tetep salut sama mba masih mau memberikan ASI yah.
    Kalo boleh tau kenapa awalnya bayi tidak mau menyusu dan baru 2 minggu kemudian baru minum ASI? Bagaimana selama ini menyusuinya?
    Dengan menggunakan pompa ASI sebenarnya cocok2an utk masing2 ibu menyusui, tapi dari AIMi lebih menyarankan menggunakan tangan untuk memompa karena lebih praktis dan mudah dibersihkan. Untuk awal2 biasanya akan sedikit karena belum terbiasa. Kalo boleh tau apakah mba ibu pekerja atau ibu rumah tangga? Sebaiknya menyusui langsung akan membantu merangsang produksi ASI lebih lancar.

Leave a Comment

Your email address will not be published.