<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>AIMI - Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia &#187; Inna Banani</title>
	<atom:link href="http://aimi-asi.org/author/inna/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://aimi-asi.org</link>
	<description>Menyusui: Anak Sehat, Keluarga Bahagia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 14 May 2012 04:40:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Kelas Edukasi Mini bersama Rumah Main Cikal</title>
		<link>http://aimi-asi.org/2012/03/kelas-edukasi-mini-bersama-rumah-main-cikal/</link>
		<comments>http://aimi-asi.org/2012/03/kelas-edukasi-mini-bersama-rumah-main-cikal/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Mar 2012 08:06:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Inna Banani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kelas Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[Jadwal Kelas Edukasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aimi-asi.org/?p=1798</guid>
		<description><![CDATA[Bergabung yuk, ikut kelas edukasi mini kerjasama AIMI dengan Rumah Main Cikal. Berbincang mengenai ASI, persiapan menyusui, tantangan yang akan dihadapi seputar menyusui dan ibu pekerja, serta MPASI. Kelas mini ini diadakan bagi para (calon) orangtua pekerja kantoran yang ingin memberikan hanya yang terbaik bagi buah hatinya. Selain itu ada topik mengenai pola pengasuhan anak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bergabung yuk, ikut kelas edukasi mini kerjasama AIMI dengan Rumah Main Cikal. Berbincang mengenai ASI, persiapan menyusui, tantangan yang akan dihadapi seputar menyusui dan ibu pekerja, serta MPASI. Kelas mini ini diadakan bagi para (calon) orangtua pekerja kantoran yang ingin memberikan hanya yang terbaik bagi buah hatinya. Selain itu ada topik mengenai pola pengasuhan anak dan dukungan Ayah agar sukses pemberian ASI.</p>
<p><strong>TOPIK</strong> (Berbeda setiap Kamis) :</p>
<ol>
<li>Mengapa perlu menyusui</li>
<li>Kapan waktu yang tepat untuk menyusui (IMD &#038; Rawat Gabung)</li>
<li>Posisi dan Pelekatan Menyusui</li>
<li>Kembali bekerja</li>
<li>Tantangan menyusui</li>
<li>MPASI</li>
<li>Emosi Ibu, Anak dan Saudara *</li>
<li>Pola asuh disiplin dan menyenangkan *</li>
<li>Kenali karakter bayi*</li>
<li>Pentingnya peran Ayah untuk lancar ASI**</li>
</ol>
<p>* Pembicara dari Rumah Main Cikal<br />
** Pembicara dari ID_AyahASI</p>
<p>Kelas akan diadakan setiap KAMIS dan akan dimulai pada tanggal 15 Maret 2012<br />
Pukul 16.00-1800 WIB<br />
di Rumah Main Cikal, lantai f5<br />
fX lifestyle X&#8217;enter<br />
Jl. Jend. Sudirman &#8211; Pintu Satu Senayan, Jakarta 10270</p>
<p><strong>Investasi</strong> :</p>
<ul>
<li>Paket Hemat (10 kelas)</li>
<p>Member AIMI</p>
<ul>
<li>Rp. 1.215.000/orang</li>
<li>Rp. 2.227.500/pasangan</li>
</ul>
<p>Non Member AIMI</p>
<ul>
<li>Rp. 1.350.000/orang</li>
<li>Rp. 2.475.000/pasangan</li>
</ul>
<li>Per kedatangan</li>
<p>Member AIMI</p>
<ul>
<li>Rp. 135.000/orang</li>
<li>Rp. 247.500/pasangan</li>
</ul>
<p>Non Member AIMI</p>
<ul>
<li>Rp. 150.000/orang</li>
<li>Rp. 250.000/pasangan</li>
</ul>
</ul>
<p><strong>Pendaftaran</strong></p>
<ul>
<li>email: info [at] rumahmain [dot] cikal [dot] co [dot] id atau</li>
<li>telp  : 021-25554100</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aimi-asi.org/2012/03/kelas-edukasi-mini-bersama-rumah-main-cikal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ulasan Poling April 2011 &#8211; Resiko Dot</title>
		<link>http://aimi-asi.org/2011/05/ulasan-poling-april-2011-resiko-dot/</link>
		<comments>http://aimi-asi.org/2011/05/ulasan-poling-april-2011-resiko-dot/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 May 2011 01:55:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Inna Banani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Polling]]></category>
		<category><![CDATA[dot]]></category>
		<category><![CDATA[karies gigi]]></category>
		<category><![CDATA[maloklusi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aimi-asi.org/?p=1384</guid>
		<description><![CDATA[Terima kasih sudah ikut serta menjawab polling kali ini mengenai: yang BUKAN resiko penggunaan dot. Selamat kepada teman-teman yang menjawab “Semua salah” (34%) karena memang itu jawaban yang paling benar. Hasil polling juga menunjukkan bahwa masih banyak yang belum tahu bahwa resiko penggunaan dot juga menghambat perkembangan kemampuan bicara (43%). Berikut ulasan mengenai Resiko Penggunaan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[Note: There is a poll embedded within this post, please visit the site to participate in this post's poll.
<p>Terima kasih sudah ikut serta menjawab polling kali ini  mengenai: yang BUKAN resiko penggunaan dot. Selamat kepada teman-teman yang menjawab “Semua salah” (34%) karena memang itu jawaban yang paling benar. Hasil polling juga menunjukkan bahwa masih banyak yang belum tahu bahwa resiko penggunaan dot juga menghambat perkembangan kemampuan bicara (43%). Berikut ulasan mengenai Resiko Penggunaan Dot.</p>
<p><div id="attachment_1386" class="wp-caption alignleft" style="width: 296px"><img src="http://aimi-asi.org/wp/wp-content/uploads/2011/05/05-rahang.jpg" alt="" title="05-rahang" width="286" height="136" class="size-full wp-image-1386" /><p class="wp-caption-text">Beberapa kasus maloklusi (http://www.uitdev.com/clients/dentistassoc/orthodontics.html</p></div>Resiko penggunaan dot sebenarnya sering dibahas terutama di milis asiforbaby. Para ibu bertanya adakah dot yang menyerupai payudara ibu, supaya bayi yang mendapat ASI perah tidak menolak menyusu langsung/bingung puting. Perlu diketahui bahwa tidak ada satupun dot yang menyerupai payudara ibu. Bentuk dot yang ada saat ini memudahkan susu menetes tanpa bayi harus berusaha menghisap. Masalah muncul ketika bayi merasa harus “bekerja keras” menghisap payudara ibu agar ASI dapat keluar. Sementara bayi sudah terbiasa dengan aliran susu dari dot. Bayi biasanya akan kesal dan menolak untuk menyusu langsung. Beberapa akibat juga mempengaruhi si ibu sendiri seperti payudara bengkak dan berkurangnya ASI. Pada sebagian bayi memang tidak tampak bingung puting, namun harus disadari bahwa setiap bayi berbeda. Ada bayi yang setelah beberapa waktu menggunakan dot baru terkena bingung puting, namun ada juga yang langsung terkena dampaknya.</p>
<p>Dot itu sendiri tidak dapat dikatakan higienis sedangkan higienitas adalah hal mutlak bagi bayi karena sistem imunnya yang belum matang. Perlu diingat bahwa bakteri mudah berkembangbiak pada kondisi hangat. Setiap kali habis dipakai dot harus langsung dibersihkan. Bila dot berada dalam kondisi terbuka terlalu lama ataupun terjatuh juga harus segera disingkirkan. Belum lagi sisa lemak yang menempel di sela-sela dot yang sulit untuk dibersihkan. Jika hal-hal ini diabaikan dapat mengakibatkan muntah, diare, kolik dan sebagainya.</p>
<p><div id="attachment_1387" class="wp-caption alignright" style="width: 219px"><img src="http://aimi-asi.org/wp/wp-content/uploads/2011/05/05-gigi.jpg" alt="" title="05-gigi" width="209" height="110" class="size-full wp-image-1387" /><p class="wp-caption-text">Karies gigi akibat penggunaan dot jangka panjang (http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1071301/ )</p></div>Penggunaan dot mempengaruhi bentuk kesehatan gigi-geligi dan otot area mulut. Penggunaan dot dalam jangka panjang dapat merusak gigi anak (karies). Sebuah penelitian* menemukan bahwa anak ASI yang tidak pernah mengenal dot (dan empeng) akan tumbuh dengan memiliki wajah yang lebih proporsional. Bentuk gigi-geliginya lebih sempurna dibanding bayi yang mengenal dot. </p>
<p>Menyusu langsung pada payudara bukan hanya untuk membuat bayi kenyang saja. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang kompleks, melibatkan seluruh otot yang berada di sekitar mulut dan rahang. Mulut bayi harus bekerja keras untuk mendapatkan ASI. Sebaliknya pemberian ASI (dan pengganti ASI) melalui dot  tidak merangsang bayi untuk belajar dan bekerja menghisap. Akibatnya, kekuatan otot-otot tersebut melemah, sehingga kemampuan bicara menjadi terhambat.. Kurang lebih sama perbandingannya seorang penari yang otot-ototnya lentur karena sering berlatih dengan yang jarang atau malas berlatih ☺ </p>
<p>Demikian ulasan polling kali ini, semoga membuat teman-teman lebih mengerti dan memilih untuk memberikan ASIP dengan media lain selain dot.</p>
<p>Bahan:<br />
<small>Counseling the Nursing Mother:A Lactation Consultant’s  Guide / Judith Lauwers, Anna Swisher. – 4th ed. , page 292., Jones and Bartlett Publishers, 2005.<br />
<a href="http://www.askdrsears.com/html/2/T022400.asp">http://www.askdrsears.com/html/2/T022400.asp</a><br />
<a href="http://www.mother-2-mother.com/nippleconfusiontruth.htm">http://www.mother-2-mother.com/nippleconfusiontruth.htm</a><br />
<a href="http://www.sofeminine.co.uk/mag/mother/d2312/c58493.html">http://www.sofeminine.co.uk/mag/mother/d2312/c58493.html</a><br />
<a href="http://www.ninemonths.com.au/bottle-feeding/">http://www.ninemonths.com.au/bottle-feeding/</a><br />
<a href="*http://www.brianpalmerdds.com/pdf/section_B.pdf">*http://www.brianpalmerdds.com/pdf/section_B.pdf</a></small></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aimi-asi.org/2011/05/ulasan-poling-april-2011-resiko-dot/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ulasan Poling Januari 2011 &#8211; Tanda Bayi Menyusu dengan Baik</title>
		<link>http://aimi-asi.org/2011/02/ulasan-poling-januari-2011-tanda-bayi-menyusu-dengan-baik/</link>
		<comments>http://aimi-asi.org/2011/02/ulasan-poling-januari-2011-tanda-bayi-menyusu-dengan-baik/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Feb 2011 03:06:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Inna Banani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Polling]]></category>
		<category><![CDATA[ASI]]></category>
		<category><![CDATA[Posisi Menyusui]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aimi-asi.org/?p=1268</guid>
		<description><![CDATA[Senang sekali melihat jawaban polling dari pertanyaan “yang BUKAN tanda bayi menyusu dengan baik” Ada sebanyak 42% yang menjawab “ Kepala bayi menengok pada ibu”. Jawaban tersebut memang merupakan jawaban yang benar. Kelahiran bayi merupakan suatu yang ditunggu. Di awal kehidupan bayi, baik ibu dan bayi sama-sama belajar bagaimana agar kegiatan menyusu menjadi nyaman. Dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[Note: There is a poll embedded within this post, please visit the site to participate in this post's poll.
<p>Senang sekali melihat jawaban polling dari pertanyaan “yang BUKAN tanda bayi menyusu dengan baik” Ada sebanyak 42% yang menjawab “ Kepala bayi menengok pada ibu”. Jawaban tersebut memang merupakan jawaban yang benar. </p>
<p>Kelahiran bayi merupakan suatu yang ditunggu. Di awal kehidupan bayi, baik ibu dan bayi sama-sama belajar bagaimana agar kegiatan menyusu menjadi nyaman. Dalam proses tersebut ibu baru sering kali menemukan bahwa bayinya terlihat mudah lapar dan sering menangis. Tidak jarang puting ibu juga luka atau lecet.</p>
<p>Ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan kondisi tersebut. Segera datangi Konselor Laktasi merupakan hal terbaik sehingga Konselor dapat melihat langsung apa yang bisa dibantu. Namun ibu baru juga bisa melihat sendiri terlebih dahulu apakah posisi dan perlekatan bayi dalam menyusu sudah benar.</p>
<p><strong>Posisi yang Nyaman</strong></p>
<p><img src="http://aimi-asi.org/wp/wp-content/uploads/2011/02/01-bf-positions-270x300.jpg" alt="" title="01-bf-positions" width="270" height="300" class="alignleft size-medium wp-image-1269" />Cari posisi yang nyaman untuk menyusui. Dekatkan bayi ke payudara dengan kepala dan badan bayi satu garis lurus, seluruh badan bayi menghadap ke ibu.  Mulut bayi berhadapan langsung dengan payudara ibu.</p>
<p><strong>Tanda Perlekatan yang baik</strong></p>
<p>Ketika posisi yang nyaman sudah di dapat, pastikan bayi membuka mulutnya dengan lebar. Langkah ini penting karena bila bayi hanya mendapat puting saja maka bayi tidak mendapat ASI cukup dan puting ibu akan lecet.  Pastikan sebagian besar aerola (area gelap sekitar puting) masuk ke dalam mulut bayi dengan aerola bagian atas terlihat lebih banyak dibanding  bagian bawah.  Bibir bawah bayi harus terpuntir keluar , di mana mulut bayi akan terlihat seperti mulut ikan. Terakhir dagu menempel pada payudara agar hidung bayi tetap dapat bernapas. Jika semua berjalan dengan baik, maka bayi akan mendapat ASI secara maksimal. Tentunya butuh beberapa kali latihan sampai <img src="http://aimi-asi.org/wp/wp-content/uploads/2011/02/01-latch-on.jpg" alt="" title="01-latch-on" width="197" height="207" class="alignright size-full wp-image-1270" />akhirnya ibu dan bayi menjadi mahir. Yang terpenting selalu rileks dan sabar agar ibu dan bayi bisa sama-sama merasa nyaman dalam kegiatan yang menyenangkan ini.</p>
<p>Terima kasih atas partisipasi untuk mengikuti polling ini. Nantikan ulasan polling selanjutnya!</p>
<p><small>Sumber:<br />
<a href="http://www.llli.org/FAQ/positioning.html#Is%20My%20Baby%20Latched%20on%20Well?">http://www.llli.org/FAQ/positioning.html#Is%20My%20Baby%20Latched%20on%20Well?</a><br />
<a href="http://www.askdrsears.com/html/2/t021000.asp">http://www.askdrsears.com/html/2/t021000.asp</a><br />
<a href="http://selasi.net/artikel/kliping-artikel/tips-menyusui/26-posisi-dan-pelekatan-menyusui.html">http://selasi.net/artikel/kliping-artikel/tips-menyusui/26-posisi-dan-pelekatan-menyusui.html</a></small></p>
<p><small>Gambar:<br />
Breastfeeding position <a href="http://gomestic.com/family/proper-breastfeeding/">http://gomestic.com/family/proper-breastfeeding/</a><br />
Latch on <a href="http://www.drugs.com/cg/breastfeeding-twins-aftercare-instructions.html">http://www.drugs.com/cg/breastfeeding-twins-aftercare-instructions.html</a> </small></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aimi-asi.org/2011/02/ulasan-poling-januari-2011-tanda-bayi-menyusu-dengan-baik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rangkuman Breastfeeding Fair 2010</title>
		<link>http://aimi-asi.org/2010/07/rangkuman-breastfeeding-fair-2010/</link>
		<comments>http://aimi-asi.org/2010/07/rangkuman-breastfeeding-fair-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Jul 2010 02:58:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Inna Banani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[ASI]]></category>
		<category><![CDATA[Breastfeeding Fair]]></category>
		<category><![CDATA[Donor ASI]]></category>
		<category><![CDATA[features]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Sakit ramah ASI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aimi-asi.org/?p=808</guid>
		<description><![CDATA[Breastfeeding Fair adalah acara rutin yang diadakan oleh AIMI yang mana tahun ini berlangsung dari tgl. 12 - 16 Mei 2010. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Breastfeeding Fair kali ini juga dimeriahkan dengan Talkshow gratis yang dikenal dengan Sharing &#038; Caring. Berikut rangkuman dari acara tersebut.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Breastfeeding Fair merupakan acara tahunan yang diselenggarakan AIMI sebagai salah satu acara rutin untuk <img src="http://aimi-asi.org/wp/wp-content/uploads/2010/07/07-bf-spanduk-300x199.jpg" alt="" title="07-bf-spanduk" width="300" height="199" class="alignleft size-medium wp-image-812" />meningkatkan kepedulian tentang pentingnya pemberian ASI secara ekslusif.  Setiap tahunnya acara utama Breastfeeding Fair adalah Sharing and Caring (yang berisi sharing para pakar kesehatan seputar ASI, yang dimeriahkan oleh selebriti ibu kota), Bazaar pernak pernik ibu dan anak, dan Pojok Laktasi (untuk berkonsultasi tentang ASI dan menyusui dengan Konselor Laktasi AIMI).  Tentunya seluruh acara tersebut tidak dipungut biaya sama sekali.</p>
<p>Tahun ini pun tidak banyak berbeda, tema yang diangkat kali ini adalah <em>Breastfeeding: A New Life Style</em> yang mengacu pada tma besar Pekan ASI Dunia 2010: <strong>Menyusui: Hanya 10 Langkah! Sayang Bayi!</strong> Acara yang berlangsung dari tanggal 12 hingga 16 Mei 2010 ini diadakan di fX lifestyle X’nter, Senayan Jakarta. Untuk acara bazaar dibuka mengikuti jam operasi fX yaitu dari jam 10 pagi hingga 10 malam. Tentu saja menguntungkan bagi para ibu pekerja yang bisa mampir belanja usai jam kantor. </p>
<p>Selain berbelanja <em>Talkshow</em> adalah hal yang dinanti karena selain mendapat ilmu baru para peserta  tidak dipungut biaya apapun. Serunya, setiap peserta yang bertanya berhak mendapatkan hadiah dari para <img src="http://aimi-asi.org/wp/wp-content/uploads/2010/07/07-bf-day-1-288x300.jpg" alt="" title="07-bf-day-1" width="288" height="300" class="alignright size-medium wp-image-813" />sponsor.  Seluruh acara talkshow ini direkam oleh QTv untuk nantinya disiarkan. Belum lagi para Konselor Laktasi AIMI yang siap membantu ibu yang kebetulan mempunyai kendala dalam menyusui anaknya. </p>
<p>Acara Talkshow pada hari Rabu tanggal 12 Juni 2010 diadakan tepat setelah pembukaan Breastfeeding Fair 2010. Topik hari itu adalah “ASI: Modal Utama Kesuksesan Pengasuhan” yang  dipresentasikan oleh Najeela Shihab (Kepala Sekolah Cikal). Najeela didampingi bintang tamu Moza Pramita dan moderator acara Tenik Hartono (Pemimpin Redaksi Majalah Ayahbunda). Meski diadakan pada sore hari tapi banyak peserta yang datang memenuhi kursi yang tersedia. </p>
<p>Talkshow yang dibawakan sangat menarik, Najeela Shihab sangat interaktif sekali dengan para penonton yang membuat mereka antusias bertanya pada saat sesi tanya-jawab dilaksanakan. Menurut Najeela Shihab, ada beberapa manfaat pemberian ASI yang bisa dirasakan dalam kaitannya dengan pengasuhan: Menumbuhkan orangtua yang sensitif dan responsif di mana orangtua bereaksi tepat dan cepat pada kebutuhan anak. Kemudian meningkatkan kehangatan hubungan orangtua dan anak dengan tidur bersama dan menyentuhnya setiap saat.  Selanjutnya pemberian ASI akan tingkatkan kemampuan komunikasi dan kognisi anak serta menumbuhkan  Self Regulation anak. Pemberian ASI membantu Ibu merasakan posisinya tak tergantikan. Sementara Ayah bisa mengambil peran yang lain, diantaranya  menyenangkan Ibu agar hormon Oksitosin terus bekerja dan menggendong bayi. </p>
<p>Acara talkshow hari kedua, Kamis tanggal 14 Juni 2010 bertepatan dengan hari libur nasional. Sehingga sejak pagi area bazaar dipenuhi para orangtua yang melihat-lihat dan tentunya berbelanja.  Meski semangat berberlanja, tetapi begitu talkshow akan dimulai semua langsung segera menempati tempat yang sudah disediakan.  Hari itu <img src="http://aimi-asi.org/wp/wp-content/uploads/2010/07/07-peserta-bf-300x199.jpg" alt="" title="07-peserta-bf" width="300" height="199" class="alignleft size-medium wp-image-814" />talkshownya membahas “Mencari Rumah Sakit Sayang Bayi” bersama mbak Ninik Sukotjo dari Unicef dan bintang tamu Shinta Koesnadi  (Istri Nugie –The Dance Company) serta moderator Faradiba Tanrilemba (Sekjen AIMI). </p>
<p>Inti dari Talkshow tersebut adalah keberhasilan menyusui dimulai dari Rumah Sakit. Topik yang juga merupakan salah satu dari 10 langkah sukses menyusui ini menganjurkan agar kita “berbelanja” Rumah Sakit berikut Tenaga Kesehatannya yang mendukung IMD dan menyusui. Selain itu karena di Indonesia belum ada ada lembaga yang mengakreditasi RS Ramah ASI, sehingga memang sebagai calon orangtua kita harus aktif mencari tahu informasi yg lengkap agar sukses menjalani IMD dan menyusui yang benar. Sebagai tambahan, Mbak Ninik juga menyarankan rawat gabung  agar bayi dan Ibu  semakin sukses menyusui. Bagi pihak Rumah Sakit sendiri sebenarnya ini menguntungkan karena memangkas biaya operasional.</p>
<p>Di Hari Jumat tgl 14 Mei 2010 meski hujan dan angin, namun tidak menyurutkan peserta berhalangan hadir. Talkshow yang dibeicarakan hari itu memang lebih fokus mengenai Donor ASI dilihat dari sudut pandang agama Islam. Nara sumber Ibu Faizah Ali Sibromalisi, MA dengan bintang tamu Artika Sari Devi dan moderator Faradiba Tanrilemba, Sekjen AIMI. </p>
<p>Menurut Ibu Faizah, dalam pandangan Islam bayi yang mendapat ASI dari ibu lain sebetulnya bukan hal baru. Nabi Muhammad SAW pun memiliki ibu susu. Tentunya yang perlu diperhatikan menurut ajaran Islam adalah terjadinya <img src="http://aimi-asi.org/wp/wp-content/uploads/2010/07/07-pojok-laktasi-300x200.jpg" alt="" title="07-pojok-laktasi" width="300" height="200" class="alignright size-medium wp-image-817" />hubungan/pertalian antara ibu yang memberikan ASI-nya dan anak yang mendapatkan ASI tersebut (mahrom). Anak-anak si ibu susu menjadi saudara persusuan anak-anak tersebut sehingga jatuh hukum tahrim  atau haram kawin, tutur salah satu anggota Komisi Fatwa MUI tersebut. </p>
<p>Meski ada berbagai mazhab dan menyerahkan keputusan pada masing-masing individu untuk mengikuti mazhab sesuai dengannya, Ibu Faizah lebih menekankan agar ibu tetap berusaha menyusui anaknya. Bila suatu dan lain hal mengakibatkan anak membutuhkan Donor ASI, catat siapa saja yang memberikan ASI tersebut. Lanjutkan dengan terus bersilaturahim agar terhindar dari kemungkinan adanya haram perkawinan.</p>
<p>Pada hari Sabtu tanggal 15 Mei 2010 talkshow membicarakan tentang “Sehat dan Produktif berkat Menyusui”. Pembicara adalah Dr Utami Roesli Sp.A., MBA., IBCLC., FABM dengang bintang tamu Anchor TV Najwa Shihab dan moderator Ketua Divisi Komunikasi AIMI, Sisca Baroto. Peserta pada hari itu memenuhi area talkshow, banyak di antara mereka merupakan ayah atau calon ayah. Mereka mendengarkan seksama penjelasan Dr. Utami bahwa sebenarnya ASI merupakan satu-satunya makanan dan minuman yang memiliki zat hidup. Inisiasi Menyusu Dini merupakan hak mutlak bayi yang harus diberikan. Peran Ayah juga penting terutama dalam member motivasi dan menumbuhkan emosi positif bagi Ibu. Termasuk mendukung istri yang bekerja yang sering merasa bersalah meninggalkan anaknya dan khawatir kebutuhan ASI Perahnya tidak terpenuhi. </p>
<p>Najwa  Shihab sebagai ibu pekerja didukung untuk menyusui secara eksklusif karena yakin ASI eksklusif menjadi <img src="http://aimi-asi.org/wp/wp-content/uploads/2010/07/07-bf-day-5-300x201.jpg" alt="" title="07-bf-day-5" width="300" height="201" class="alignleft size-medium wp-image-815" />modal penting bagi anak untuk tumbuh dan berkembang. Efek lain yang dirasakan adalah menyusui bisa melangsingkan tubuh. Menyusui bisa membakar 500-600 kalori yang bisa disetarakan  dengan bersepeda satu jam atau renang 20 kali.</p>
<p>Hari Terakhir Breastfeeding fair ditutup dengan talkshow mengenai “Tips Sukses Menyusui” dengan Narasumber Mia Sutanto SH., LLM (Ketua Umum AIMI) dengan moderator Nia Umar (Wakil Ketua Umum AIMI). Menariknya hari ini bintang tamu Model/Bintang film Sigi Wimala hadir bersama Yenny Wahid yang sedang mengandung anak pertamanya. Selain itu kejutan dr Asti Praborini, SpA IBCLC yang datang dan ikut memberi tambahan informasi yang menarik.</p>
<p>Ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar Ibu bisa sukses menyusui. Diawali dari mencari Rumah Sakit berikut tenaga kesehatannya yang peduli ASI, Pengetahuan yang memadai tentang ASI, IMD selama minimal 1 jam sejak bayi lahir. Hal lain yang menunjang keberhasilan seorang ibu dalam member ASI eksklusif pada bayinya adalah komitmen yang kuat, informasi dan pengetahuan cukup mengenai kegiatan menyusui serta dukungan dari berbagai pihak; keluarga, pemerintah dan masyarakat.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p>Artikel ini telah dibaca sebanyak 732 kali.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aimi-asi.org/2010/07/rangkuman-breastfeeding-fair-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>AIMI Breastfeeding Fair 2010</title>
		<link>http://aimi-asi.org/2010/05/aimi-breastfeeding-fair-2010/</link>
		<comments>http://aimi-asi.org/2010/05/aimi-breastfeeding-fair-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 May 2010 15:12:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Inna Banani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[ASI]]></category>
		<category><![CDATA[ASI Eksklusif]]></category>
		<category><![CDATA[bazaar]]></category>
		<category><![CDATA[Breastfeeding Fair]]></category>
		<category><![CDATA[Donor ASI]]></category>
		<category><![CDATA[seminar]]></category>
		<category><![CDATA[Sharing and Caring]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aimi-asi.org/?p=670</guid>
		<description><![CDATA[Seperti tahun-tahun sebelumnya, AIMI kembali mengadakan Breastfeeding Fair. Kali ini kami mengangkat tema 'Breastfeeding: A New Lifestyle'. Lihat daftar acara kami tahun ini.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://aimi-asi.org/wp/wp-content/uploads/2010/05/banner.jpg" alt="" title="banner" width="250" height="231" class="alignright size-full wp-image-687" />Tahun ini AIMI kembali mengadakan Breastfeeding Fair dimana akan banyak bazaar yang menjual segala macam pernak-pernik yang diperlukan oleh ibu hamil, ibu menyusui, bayi dan anak-anak. Selain itu, tentu saja akan ada talkshow gratis setiap harinya, yang biasa kami sebut dengan Sharing &#038; Caring. </p>
<p>Breastfeeding Fair tahun ini mengangkat tema &#8216;<strong><em>Breastfeeding: A New Lifestyle</em></strong>&#8216; yang akan diadakan:</p>
<p>tgl  : 12 &#8211;  16 Mei 2010<br />
jam: 10.00 &#8211; 22.00</p>
<p>Lokasi:<br />
<a href="http://www.fx-generation.com/">fX lifestyle X’nter</a> | f1 atrium<br />
Jl Jend. Sudirman &#8211; Pintu Satu Senayan<br />
Jakarta 10270</p>
<p><strong>Daftar Acara Sharing &#038; Caring</strong></p>
<table>
<tr>
<th width=20%>Waktu</th>
<th width=30%>Topik</th>
<th width=25%>Narasumber</th>
<th width=25%>Bintang Tamu</th>
</tr>
<tr>
<td>
<div style="text-align: left; padding-left: 5px; padding-right: 5px; vertical-align: top; font-weight: normal;">Rabu<br />12 Mei 2010<br />16.30 &#8211; 18.30</div>
</td>
<td>
<div style="text-align: left; padding-left: 5px; padding-right: 5px; vertical-align: top; font-weight: normal;">Attachment Parenting, dimulai dari ASI</div>
</td>
<td>
<div style="text-align: left; padding-left: 5px; padding-right: 5px; vertical-align: top; font-weight: normal;">Najeela Shihab<br />Moderator: Tenik Hartono (Pimred. Ayahbunda)</div>
</td>
<td>
<div style="text-align: left; padding-left: 5px; padding-right: 5px; vertical-align: top; font-weight: normal;">Moza Paramita</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div style="text-align: left; padding-left: 5px; padding-right: 5px; vertical-align: top; font-weight: normal;">Kamis<br />13 Mei 2010<br />13.00 &#8211; 15.00</div>
</td>
<td>
<div style="text-align: left; padding-left: 5px; padding-right: 5px; vertical-align: top; font-weight: normal;">Mencari Rumah Sakit Sayang Bayi</div>
</td>
<td>
<div style="text-align: left; padding-left: 5px; padding-right: 5px; vertical-align: top; font-weight: normal;">Ninik Sukotjo (UNICEF Nutrition Specialist)</div>
</td>
<td>
<div style="text-align: left; padding-left: 5px; padding-right: 5px; vertical-align: top; font-weight: normal;">Ami Gumelar Hidayat</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div style="text-align: left; padding-left: 5px; padding-right: 5px; vertical-align: top; font-weight: normal;">Jum&#8217;at<br />14 Mei 2010<br />16.30 &#8211; 18.30</div>
</td>
<td>
<div style="text-align: left; padding-left: 5px; padding-right: 5px; vertical-align: top; font-weight: normal;">Donor ASI</div>
</td>
<td>
<div style="text-align: left; padding-left: 5px; padding-right: 5px; vertical-align: top; font-weight: normal;">Faizah Ali Sibromalisi, MA (Ustadzah Pusat Studi Quran)</div>
</td>
<td>
<div style="text-align: left; padding-left: 5px; padding-right: 5px; vertical-align: top; font-weight: normal;">Artika Sari Devi</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div style="text-align: left; padding-left: 5px; padding-right: 5px; vertical-align: top; font-weight: normal;">Sabtu<br />15 Mei 2010<br />13.00 &#8211; 15.00</div>
</td>
<td>
<div style="text-align: left; padding-left: 5px; padding-right: 5px; vertical-align: top; font-weight: normal;">Sehat dan Produktif berkat Menyusui</div>
</td>
<td>
<div style="text-align: left; padding-left: 5px; padding-right: 5px; vertical-align: top; font-weight: normal;">dr. Utami SpA., MBA, IBCLC, FAMB</div>
</td>
<td>
<div style="text-align: left; padding-left: 5px; padding-right: 5px; vertical-align: top; font-weight: normal;">Najwa Shihab (Anchor TV / Host &#8216;Mata Najwa&#8217;)</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div style="text-align: left; padding-left: 5px; padding-right: 5px; vertical-align: top; font-weight: normal;">Minggu<br />16 Mei 2010<br />13.00 &#8211; 15.00</div>
</td>
<td>
<div style="text-align: left; padding-left: 5px; padding-right: 5px; vertical-align: top; font-weight: normal;">Persiapan Sukses Menyusui</div>
</td>
<td>
<div style="text-align: left; padding-left: 5px; padding-right: 5px; vertical-align: top; font-weight: normal;">Mia Sutanto</div>
</td>
<td>
<div style="text-align: left; padding-left: 5px; padding-right: 5px; vertical-align: top; font-weight: normal;">Sigi Wilmala</div>
</td>
</tr>
</table>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p>Halaman ini telah dilihat 1496 kali</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aimi-asi.org/2010/05/aimi-breastfeeding-fair-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Diet Sambil Menyusui</title>
		<link>http://aimi-asi.org/2009/01/diet-sambil-menyusui/</link>
		<comments>http://aimi-asi.org/2009/01/diet-sambil-menyusui/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Jan 2009 13:56:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Inna Banani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[ASI]]></category>
		<category><![CDATA[Diet]]></category>
		<category><![CDATA[features]]></category>
		<category><![CDATA[Menyusui]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aimi-asi.org/?p=146</guid>
		<description><![CDATA[Rasanya menyenangkan sekali ya pada akhirnya bayi yang sudah ditunggu akhirnya lahir juga.  Tapi oh tapi, kenapa orang masih suka menyangka masih hamil sih? Gimana cara mengembalikan bentuk badan seperti dulu lagi? Yuk, simak artikel bulan ini.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://aimi-asi.org/wp/wp-content/uploads/2009/01/01-diet-makan-150x150.jpg" alt="Makanan Diet" title="Makanan Diet" width="150" height="150" class="alignleft size-thumbnail wp-image-153" />Rasanya menyenangkan sekali ya pada akhirnya bayi yang sudah ditunggu akhirnya lahir juga.  Tapi oh tapi, kenapa orang masih suka menyangka masih hamil sih? Banyak dari kita mengeluhkan badan yang masih terlihat subur dan kurang oke setelah melahirkan, ingin sekali segera kembali ke bentuk badan semula. ’Ya, habis lihat deh artis-artis kok bisa kembali singset. Mereka pakai apa ya supaya bisa balik lagi ukuran badannnya?’ Atau mungkin melihat beberapa teman yang juga mudah kembali ke bentuk semula setelah melahirkan. ’Aduh bikin iri deh! Sebenarnya boleh tidak diet segera supaya kembali normal? Boleh olahraga? Bagaimana kalau minum obat pelangsing?’ </p>
<h3>Menyusui Menurunkan Berat Badan</h3>
<p>Sebenarnya ada cara paling aman dan paling murah yang bisa dilakukan. Menyusui merupakan cara terbaik untuk mengurangi berat badan. Bahkan akan lebih mudah buat ibu yang menyusui untuk mengurangi lemak di badan terutama di area 3P (paha, pinggul dan pantat), ketimbang ibu yang tidak menyusui.</p>
<p>Kalau kita memberikan ASI pada bayi kita maka dalam jangka waktu 4-6 bulan berat badan dapat turun meski sangat perlahan. Jadi memang harus bersabar. Namun sayangnya, tidak semua berat badan ibu bisa turun meski sudah menyusui. Beberapa malah ada yang beratnya beranjak naik. Hmmm, mulai deh berpikir untuk diet. Tetapi di sisi lain, juga kawatir bahwa ada kemungkinan diet akan berpengaruh pada jumlah ASI padahal bayi kita masih sangat membutuhkannya.</p>
<h3>Pengaruh Diet yang buruk</h3>
<p>Perlu diketahui bahwa seberapapun jeleknya pola makan maupun asupan gizi ibu, tubuh tetap memproduksi ASI dengan kualitas yang baik untuk bayi. ASI yang diproduksi berasal dari persediaan makanan dalam tubuh ibu. Itulah sebabnya kenapa setelah menyusui kita merasa capek dan lemas. Sayangnya, lebih sering kita mengkonsumsi makanan dalam porsi yang banyak tanpa memperhatikan kandungan gizinya. Ini yang mungkin terjadi pada ibu yang cenderung naik berat badannya meski sedang menyusui. Atau malah menjadi malas makan. Hal ini pada jangka panjang dapat membuat ibu menderita anemia.</p>
<p>Penggunaan obat penurun berat badan yang dalam bentuk apapun tidak diperkenankan. Beberapa obat penurunan berat badan bahkan sering menjanjikan perubahan tubuh yang fantastis.</p>
<p>Apa yang terjadi jika berat badan ibu yang menyusui turun secara drastis?</p>
<p>Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bukan produksi ASI yang akan berubah. Pengaruh berat badan yang turun drastis justru pada kesehatan dan/atau asupan gizi ibu.</p>
<p>Diet terlalu ketat atau pola makan yang buruk dapat mempengaruhi perasaan ibu seperti perasaan lemas berlebihan, mudah lelah dan lesu. Gangguan tersebut kemudian akan mempengaruhi persediaan ASI dalam tubuh ibu dan refleks pengeluaran ASI (let-down reflex).</p>
<h3>Makan teratur lebih baik</h3>
<p>Cara yang benar dan aman untuk menurunkan berat badan tanpa harus kawatir tentunya dengan pola makan yang baik. Variasikan makanan yang masuk supaya kebutuhan gizi tetap terpenuhi. Lebih baik makan dalam jumlah sedikit tapi lebih sering. Sebaiknya membuat masakan yang mudah diolah sehingga dapat cepat tersaji. Jangan lupa untuk menyiapkan porsi-porsi kecil itu sebelum lapar datang.</p>
<p>Berikut merupakan makanan yang dianjurkan:</p>
<ul>
<li>Makanan penambah energi bisa didapat dari nasi, sereal, roti gandum, pasta dan kentang</li>
<li>Segala jenis sayuran dan buah-buahan. Terutama buah segar, porsi kecil tapi sering sangat membantu mencegah kita makan cemilan yang mengandung kalori tinggi. Kita beruntung tinggal di negara tropis dengan segala jenis sayur dan buah yang mudah didapat serta harganya pun terjangkau.</li>
<li>Protein. Didapat dari daging sapi, ayam, telur dan ikan. Lebih baik lagi jika memperbanyak ikan yang mengandung omega-3.</li>
<li>Harap diingat susu bukan hal yang wajib. Beberapa bayi ternyata memiliki toleransi yang rendah terhadap susu sapi. Perolehan kalsium bisa didapat dari sayuran warna hijau (brokoli dan kangkung), ikan salmon, tahu dan tempe.</li>
<li>Jangan lupa perbanyak konsumsi cairan, terutama air mineral. Jus segar dan sup merupakan pilihan yang baik. Selalu sediakan botol minuman di sebelah kita ketika sedang menyusui.</li>
</ul>
<h3>Kafein dan Alkohol</h3>
<p>Minuman beralkohol sebaiknya tidak dikonsumsi seperti pada massa kehamilan. Minuman beralkohol menghambat produksi hormon oksitosin, hormon yang melancarkan pengeluaran ASI. Penelitian juga menunjukkan bahwa alkohol memberikan aroma yang tajam pada ASI. Bayi kemungkinan besar akan menolak untuk menyusu.</p>
<p>Bagaimana dengan kafein? Aduh, rasanya kangen sekali untuk minum kopi, setelah ’puasa’ minum selama masa hamil. Sayangnya kita suka lupa bahwa kafein tidak hanyak berada dalam kopi. Teh, soda dan coklat juga mengandung kafein dalam jumlah yang berbeda-beda. Meski tidak dilarang, batasi jumlah konsumsinya. Bayi seperti juga orang dewasa akan merasakan hal yang sama bila terlalu banyak kafein. Merasa gugup berlebihan, mudah marah, bahkan sulit tidur. Lebih baik hentikan konsumsi kafein ketika bayi menjadi lebih rewel.</p>
<p>Namun, perlu diingat untuk menghindari konsumsi teh diet, karena mengandung kafein yang tinggi yang dapat menghambat produksi ASI.</p>
<h3>Menyusui akibatkan Osteoporosis?</h3>
<p>Ada anggapan bahwa menyusui menyebabkan osteoporosis. Pada kenyataannya tidaklah begitu. Saat menyusui ibu memang kehilangan massa tulang. Namun satu tahun setelah menyapih bayinya, massa tulang akan kembali sediakala. Tidak hanya itu, dari hasil penelitian menunjukkan bahwa resiko kerusakan tulang pada ibu yang tidak memberikan ASI 50% lebih besar dibanding dengan ibu yang memberikan ASI. Semakin lama menyusui maka resikonya akan semakin kecil. Kesimpulannya adalah menyusui berarti melindungi ibu dari kemungkinan osteoporosis.</p>
<h3>Olahraga</h3>
<p>Olahraga yang cukup juga sudah pasti mampu membantu untuk mengencangkan kembali otot-otot dan memadatkan massa tulang. Kalau tidak punya banyak waktu, ajaklah bayi jalan-jalan disekitar rumah. Terutama Ibu yang baru melahirkan keluar rumah sesekali dapat mengurangi stres. Jalan-jalan ke mall pun juga tidak dilarang. Berani menggendong bayi dibelakang punggung? Berat badannya bisa menjadi beban ekstra untuk membakar kalori. Bagaimana jika cuaca tidak mengijinkan seperti sekarang ini? Gendong bayi dengan selendang atau sling sambil mengerjakan pekerjaan rumah, seperti menyapu atau mengepel. Jika bayi sudah bisa berinteraksi, ajaklah menari. Pasti dia akan suka. Tidak perlu kawatir terlihat konyol, bukankah tidak ada yang melihat? Lagi pula bergerak sambil tertawa dengannya menyenangkan sekali bukan?</p>
<p>Jadi kesimpulan yang bisa diambil adalah diet khusus tidak diperlukan. Lebih baik mengkonsumsi makanan bergizi dengan porsi kecil tapi sering. Aktif bergerak dan ajak bayi ikut serta. Nikmati saja untuk terus menyusui sampai anak berusia dua tahun. Jika tetap ingin menjalankan diet menurunkan berat badan konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aimi-asi.org/2009/01/diet-sambil-menyusui/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>49</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

