ASI: Cairan Ajaib Yang Selamatkan Bayiku
Ketika mengetahui bahwa aku hamil kembar identik (satu kantung kehamilan), rasanya aku bahagia sekali. Aku akan dikarunia dua bayi sekaligus! Setiap bulan aku rutin memeriksakan kandungan ke dokter, untuk memastikan kedua bayiku tumbuh sehat di dalam rahimku. Kedua bayi tampak sangat sehat menurut dokterku, hingga kontrol terakhir pada usia kandungan 6 bulan.
Ternyata Tuhan berkehendak lain
Pada usia kandungan sekitar 6,5 bulan, keluar cairan bening yang banyak sekali dari vagina. Aku hubungi dokter dan beliau bilang tidak apa-apa, kemungkinan hanya akibat peregangan. Namun aku kemudian merasa kesakitan dan ada flek berupa darah segar. Pada hari Senin, 28 Maret 2011, dari kantor, aku segera dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa, sesuai arahan dokter kandungan.
Ternyata menurut hasil USG, salah satu bayiku sudah meninggal. Rasa sedih tak terkira kurasakan waktu itu.
Setelah berkonsultasi dengan dokter, kami sepakat untuk menahan kelahiran bayi yg selamat setidaknya hingga berat badannya cukup dan usia kandungan lewat 7 bulan. Tapi ternyata badanku sudah tidak sanggup menahan kontraksi-kontraksi yang terjadi. Ternyata sudah ada pembukaan 3 cm yang terhalang dengan semacam balon.
Pada hari ke-3 aku dipindahkan ke RS yang lebih besar karena aku semakin kesakitan, demam, kontraksi terus menerus, dan HB turun terus. Kondisiku semakin melemah ditambah lagi harus menahan semua obat-obatan yang

Annabelle sesaat setelah lahir
Hari Jum’at, 8 April 2011 aku menjalani operasi caesar dan melahirkan bayi kembarku. Annabelle (Abelle) selamat dengan berat badan 934 gram. Sedangkan Isabelle meninggal dan dimakamkan esok harinya oleh suami dan ibuku serta keluarga besarku.
ASI untuk hidup bayiku
Saat dirawat pasca melahirkan, para perawat bertanya apakah ASI sudah keluar. Dalam suasana duka yang terasa berat, aku kebingungan. Perawat mencoba memencet dan memijat payudaraku, tidak ada ASI yang keluar hingga beberapa hari. Sempat terpikir untuk menghubungi AIMI untuk meminta bantuan, tapi waktu itu rasanya aku tidak punya tenaga untuk berpikir. Padahal aku baru saja menjadi anggota AIMI dan menerima paket member saat dirawat di RS.
Aku baru bisa menemui Abelle pada hari ke-3, di ruang NICU. Dia begitu mungil dan kelihatan tidak berdaya. Banyak yang dialami Abelle, mulai dari kuning, menjalani cuci darah, nyaris menjalani operasi penutupan saluran jantung dan lain-lain. Syukurlah beberapa teman kantorku bersedia menjadi donor darah buat Abelle. Sementara ASI ku

Beberapa hari setelah lahir, seusai disinar. Lengan Abelle hanya sejari ayah.
Aku berniat tidak membiarkan Abelle diberi formula. Aku bertekad bagaimanapun caranya, ASI ku harus keluar! Hanya ASI yang baik untuk perkembangan berat badan dan kesehatannya. Semua dokter dan perawat mengatakan bahwa ASI penting sekali untuk perkembangan bayi prematur.
Mendengar penjelasan dokter dan perawat, aku makin stress karena ASI masih belum keluar. Tapi aku terus berusaha. Memijat, mengompres terus aku lakukan walau belum kelihatan hasilnya. Semua teman dan keluarga selalu memberi dukungan, khususnya Mamaku dan suamiku.
Akhirnya suatu hari keluar sedikit cairan bening seperti susu. Subhanallah. Aku meneteskan air mata saat itu. ASI hanya keluar setetes demi setetes, namun aku terus berusaha. Dalam waktu 2-3 jam aku berhasil mendapatkan 5-6 ml ASI. Walau sedikit, aku merasa sangat bahagia dan langsung aku antar untuk Abelle di ruang NICU. Keesokan harinya aku pompa lagi dan dalam 2 jam dapat 10 ml. Aku makin semangat.
Hari demi hari aku jalani dengan niat dan semangat. ASI-ku harus ada untuk asupan bayiku yang sangat membutuhkannya. Alhamdulillah, hari demi hari ASI terus bertambah. Dari 2 jam 10 ml, menjadi 20 ml, 30ml. Dari 2 jam menjadi 1 jam. Sekarang aku bisa memompa 100-250 ml dalam 15 – 20 menit. Subhanallah.
Saat itulah aku percaya, jika kita terus berusaha, pasti akan berhasil, dalam keadaan apapun. Ternyata benar kata orang, setiap wanita pasti bisa menyusui, termasuk aku. Melahirkan bayi prematur, dalam keadaan sakit. Dengan semangat dan niat, akhirnya berhasil juga memproduksi ASI yang cukup.
Abelle akhirnya bisa pulang ke rumah pada 3 Juni 2011 di usia hampir 2 bulan dengan BB 1,770 kg.
Menikmati perjuangan

3 Juni 2011 - Persiapan pulang ke rumah (BB: 1770 gr)
Sekarang Abelle sudah menginjak usia 7 bulan sejak usia kelahirannya dan masih full ASI. Berat badannya sudah lebih dari 5 kg! Abelle belum diberikan MPASI, karena dokter menyarankan untuk menunda MPASI dulu.
Aku sadar perjuanganku tidak berhenti sampai disini. Setelah cuti dari pekerjaan selama 6 bulan lamanya, aku kembali bekerja sebulan yang lalu. Rasa khawatir sempat menyerang, pikiran dipenuhi akan cukup atau tidak ASI-ku untuk Abelle serta bagaimana manajemen ASIP di hari-hari yang sangat sibuk.
Aku menyampaikan pada rekan kerja dan atasan bahwa pada jam kerja aku akan meminta izin untuk memompa ASI. Syukurlah mereka bisa mengerti. Sekarang tugasku adalah semangat dan rajin memompa!
Walau kadang-kadang jumlah ASIP yang diminum Abelle lebih banyak daripada yang aku perah, namun Alhamdulillah hingga hari ini ASIP untuk Abelle cukup dan ready stock hehehe. Namun, aku selalu susui Abelle langsung jika aku di rumah. Sempat mesin pompa rusak, masya Allah paniknya setengah mati, karena sudah sangat cocok dengan produk tersebut. Akhirnya aku mulai belajar memerah dengan tangan, Subhanallah ternyata mudah!
Menyusui itu berkah

Annabelle sekarang
Merasa sedih, ketakutan hingga menangis, berkali-kali aku alami tapi aku berusaha untuk kembali positive thinking. Suami terus mendukung dan menyemangatiku. Sekarang aku percaya bahwa setiap Ibu pasti bisa menyusui.
Mohon doa agar anakku Annabelle Maleeka Victoria Putransyah selalu disehatkan dan disempurnakan tumbuh kembangnya. Semoga aku bisa lanjuuuutt menyusuinya sampai semaksimal yang aku mampu. Aamiin.
PS. Terimakasih Ayah Alfa yang sudah sangat baik dan sangat supportive selama ini, Ibu tidak bisa lakukan ini semua tanpa dukungan Ayah… (hiks hiks terharu lagi)…
*) seperti diceritakan oleh Lia Muzdalifah kepada AIMI
- Annabelle sesaat setelah lahir
- Beberapa hari setelah lahir, seusai disinar. Lengan Abelle hanya sejari ayah.
- Cuci darah ke-2
- Alhamdulillah, alat bantu napas sudah bisa dilepas
- Belajar adaptasi suhu ruangan
- Kangoroo Mother Care (KMC)
- Proses KMC
- 3 Juni 2011 – Persiapan pulang ke rumah (BB: 1770 gr)
- Persiapan pulang ke rumah
- 2,1 kg
- 3 kg..!!!
- Annabelle sekarang
- Annabelle sekarang
- Annabelle sekarang
- Annabelle sekarang
- Annabelle sekarang




























Subhanallah.. Sy msh menitikkan air mata saat menegtik comment ini.. Begitu mengharukan kisah ini. Smoga annabelle tumbuh dg baik dan sempurna hingga ia dewasa. Dan dikemudian hari tau bahwa perjuangan orangtuanya (terutama ibunya) sgt gigih untuk memberikan ASI kepadanya. Doakan sy juga ya moms, agar anak kedua sy bs minum ASIX (yg pertama ga sukses). Sy jadi sgt terinspirasi for never give up sampai ASI sy banyak dan mencukupi kebutuhan si baby kelak. Amin
Subhanallah….Tak ada kata2 yg dapat terucap saat membaca artikel ini…Benar2 Mukjizat dr Allah…..
Subhanallah .. Annabelle seperti bidadari yang sedang berjuang merangkai sayapnya ^_^
Allahu Akbar..
jika Dia mengizinkan, dan kita berusaha semaksimal mungkin, pasti akan terkabul..
Congrats untuk mama-papa Annabele, terima kasih atas kisah inspiratif ini, smoga semakin banyak mama-papa yang tau akan kebersaran Tuhan melalui ASI dan mau berjuang untuk sll memberikan ASI untuk anak2nya kelak.. aammiiin
Terpujilah Allah sang pemilik kehidupan,.
nice testimoni,.
menetes airmataku mbaca kisah mba,.
tak lebih mudah ktika aku dulu jg bjuang mberi ASI ekslusif tuk bayiku Floren (4thn,.
sehat ya mba,..Abel jg,..semoga semua ibu boleh memaknai kisah ini,.hingga tak gampang menyerah tuk mberi yg terbaik ASI tuk anak2nya,.
ijin share yaa jeung…biar teman2ku bisa ngikutin jejakku dan jejak kita semua yang berjuang demi ASI untuk buah hati kita..
ASI tak terukur dengan harga apapun…tetap yang terbaik.
Terharu dan inspiratif sekali testimoni nya mama abele..trimakasih Allah atas berkat Mu.
wktu anak pertama saya lahir ,sikecil saya sptnya mals menghisap setiap saya susui,tp demi pentingnya asupan ASI bagi pertumbuhan nya..saya tak mau menyerah.ASI saya perah lgsg pakai tangan..syukurlah…walaupun caranya begitu saya tdk peduli ,dan syukur saya bisa memberikan ASI kpd anak saya hingga umur 15 bulan…(walau saya sampai di beri gelar sama keluarga saya “Mama Perah”..)
Subhanallah…terharu baca kisah mbak. Asi memang bekal Allah untuk bayi qta tiada bandingnya. Makin semangat meneruskan menyusui setelah 2 hari ini putriku baru lulus asi dengan perjuangan yg tidak mudah. Hidup Ibu Menyusui !!
Subhanallah… Allahu Akbar! Salut buat perjuangan Bunda.. Sangat inspiratif.. Air mata haru mengalir, membaca kisah ini.
Terima kasih telah berbagi kisah..membuka mata hati kami
salut
Amazing Grace….ak salut bgt dgn perjuangan anda u kehidupan anak anda….luar biasa buat Annabele jg yg kuat untuk bs melihat dunia ini..dl kakak ipar ku jg melahirkan bayi premature dgn bb 1,2kg tp kisah anda jauh lebih hebat…go Annabelle..saya yakin Annabelle jd anak yg baik dan pintar..God Bless U Annabelle
Go for ASI….it’s amazing….Subbahanallah!!!
subhanallah…allahu akbar…salut buat perjuangan mbak…baca artikel ini smpi meneteskan air mata…sungguh terharu dan inspiratif,smg anabelle jd anak yg soleha dan berbakti pd orang tua amin…
Subhanallah..sangat terharu membaca ceritax,mbak.. Semangat yakh… Mmg sdh kodrat n d naas kan bhw ssungguhnya setiap wanita pasti bs menyusui anakx.hny wanita yg tdk mau berusaha sj yg tdk dpt melakukanx… Salut!!! Four thumbs up
Baru baca cerita ini, duh terharu sekali *hiks* semoga mama dan anabelle sehat selalu yaa.. Amiin
Subhanallah, memang semua ciptaanNYA tdk ada yg sia2..saya salut dan terharu sekali membaca perjuangan mba..semoga ibu2 di Indonesia dan di dunia sadar bahwa hanya ASI makanan terbaik buat bayi.
membaca ini sampai keluar air mata, terharu dan salut saya, semoga annabelle sehat slalu amin ya rob, jadi inspirasi buat aku kelak anak kedua dapet memberikan asi semaksimal mungkin aku bisa, karena anak pertamaku tidak sukses memberikan asinya, cuma sampai 4 bln aja. thks infonya…..izin share ya bun.
Thanks God…abelle nya dah tumbuh dgn luar biasa , tetap semangat ya bunda abelle ,memang hanya dengan ASI anak kita bisa hidup dengan sempurna.
walau seperti apapun perjuangan bunda Tuhan tetap kasih jalan.
senang liat abelle di poto nya dgn senyuman manis. seperti anak ku Lionel.
Semoga abelle jadi anak yg patuh pada ayah n bunda nya.
aku jg terharu bnget mom…ak jg berkali2 nangis karna asiku gak klr waktu ak habis caesar arka anakku…tapi dengan dukungan suami aku semngat untuk tetap ngasih ASI wlpun sebagian keluargaku ada maksa ak buat tambah sufor karna emng produksi asiku waktu itu dikit bnget sama kyk mom cuma setetes2 gtu…hikss jd sedih waktu inget dulu