Menabung ASI Antara Jeddah – Jakarta

Perjuangan Ratih, ibunya El, Pramugari

“Selamat Ulang Tahun El Nino Ahmad Hussain Nasution, semoga menjadi anak yang sholeh, berakhlak mulia, cerdas, sehat, pintar dan menjadi penyejuk hati papa dan ibu dan membawa kebahagiaan untuk orang banyak. You always me heart, Papa&Ibu love u!”

Hanya Allah yang Maha Tahu betapa bahagianya ibu di hari ini, 2 Juli 2011. Hari ini Alhamdullilah genap satu tahun ibu berjuang memberikan full ASI untuk kamu. Awalnya ini hanya niat untuk bisa terus memberikan ‘cairan emas’ , karena ibu harus bekerja di tempat yang jauh. Tentu sangatlah sulit untuk bisa merealisasikannya. Sampai suatu hari, ibu membawamu ke dokter anak untuk imunisasi. Dokter itu yang kemudian meyakinkan dan mendukung ibu, tidak ada yang mustahil bagi ibu untuk terus bisa memberikan ASI, meski ibu dan kamu terpisah jarak yang sangat jauh. Sebagai pramugari, ibu sering meninggalkanmu untuk berkeliling dari negara satu ke negara lain. Saat ini kamu di Jakarta, sedangkan ibu di Jeddah.

Dukungan dari dokter itu membuat ibu bertekad kuat untuk memberikan ASI apapun yang terjadi. Setelah 27 hari bekerja, ibu baru kembali ke Jakarta hanya untuk waktu 9 hari dan saat itu kamu tidak mau menyusu langsung kepada ibu sampai 2 hari. Ibu sedih sekali karena penolakan itu. Tapi selama 2 hari itu ibu tetap memompa dan bahkan sudah berniat untuk bertemu konselor laktasi untuk mengatasi masalah ini. Alhamdulillah dalam 2 hari ternyata kamu sudah mau kembali menyusu dengan ibu. Sejak itu meskipun lama ditinggal bekerja lagi, kamu tidak pernah menolak disusuin kalau ibu libur. Kamu makin besar makin pintar ya nak.

Perjalanan Panjang ASI Perah

ASI Perah untuk El awalnya hanya ibu sediakan untuk menambah stok di freezer. Namun selama bulan Maret, jadwal terbang ibu penuh untuk 15 hari dan itu tidak memungkinkan untuk menyimpan ASI di freezer karena ijin dari manager pantry belum ada. Selama itu pula akhirnya ibu tetap memompa ASI tapi membuangnya. Mulai dari situ, episode “kejar tayang”. Setiap ibu libur, kerjaan ibu hanya memompa ASI lagi dan lagi untuk mengejar ketinggalan selama 15 hari sebelumnya.

Sementara telpon dari rumah mengabarkan stok ASIP untuk El semakin sedikit. Meski ibu sempat lemes, panik dan stress membayangkan kamu tidak punya stok ASIP, namun ibu selalu bisa kembali meyakinkan diri.”Ratih, you can do it!” dan ibu selalu tetap berpikir positif.

Penerbangan Jeddah-Jakarta dibawah operasional Cengkareng base, dimana banyak senior yang tidak semua ibu kenal. Tapi entah mengapa, ibu selalu punya keberanian dan “bermuka tembok” untuk mencari crew yang beroperasi di hari itu. Kadang informasi ibu dapat dari teman-teman, broadcast BBM atau dari sistem jadwal. Biasanya atas nama ASI untukmu El, mereka bersedia menolong. Meski ada juga senior yang jutek ketika dimintai tolong karena mereka mengira ibu menitipkan nido (susu kaleng besar yang harganya lumayan murah).

Tetapi mereka biasanya selalu mau karena yang ibu titip adalah ASIP. Ibu mengingatkan mereka untuk meletakkan ASIP di cargo saja, jadi tidak memberatkan bawaan mereka di cabin. Ibu siapkan ASIP dengan packing yang bagus sehingga ASIP masih dalam kondisi beku sampai di Jakarta.

Ada tantangan yang tak kalah seru, ketika stok ASIP di rumah menipis, sementara hanya ada penerbangan dari Riyadh ke Jakarta. Artinya, ibu butuh perjuangan untuk mencari bantuan dari crew yang terbang hanya dari Jeddah ke Riyadh. Ibu cek ke sistem penjadwalan dan syukurlah ada crew orang Indonesia yang bisa dititipin. Jadi crew itu membawa ASIP ke Riyadh dan dia hanya meletakkan di pojokan koper crew yang akan ke Jakarta. Ibu juga sudah janjian dengan crew yang terbang dari Riyadh ke Jakarta. Perjalanan ASIP untuk El lumayan panjang juga.

Ketika tidak ada orang Indonesia, ibu mencari orang Asia yang bisa dititipin ASIP. Kali ini ibu berhasil minta tolong crew dari Malaysia untuk membawakan 20 botol ASIP untukmu, El. Pokoknya target ibu hanya menyambung ASIP untuk El besok dan lusa saja.

Dua hari berturut-turut mengirim ASIP karena kejar tayang, membuat Papamu kaget karena setiap mengambil ASIP dari temen-temen ibu, ongkos kurir bisa 70 ribu sekali jalan. Tergantung lokasi penjemputan, kalau harus mengambil dari rumah teman ibu yang agak jauh dari Cinere, bisa 100-150 ribu juga ongkos kurirnya. Ibu selalu meyakinkan Papamu bahwa kita sudah berjanji untuk menjadi pejuang ASI buat El. “Ini salah satu risikonya. Sebentar lagi El setahun dan perjuangan akan sedikit berkurang.”

Ibu merasa beruntung kalau pas dapat penerbangan internasional. Hotelnya lebih fleksibel, jadi begitu sampai di hotel ibu biasanya langsng menghubungi pantry untuk menanyakan izin menyimpan ASIP di freezer mereka. Ada hotel yang menyediakan freezer kecil yang benar-benar bisa bikin beku, seperti di Johannesberg beberapa waktu lalu. Bikin ibu makin semangat nabung ASIP buat kamu, El.

Sekarang ibu sedikit bisa bernafas lega ya El. Ibu akan meneruskan pemberian ASI sampai kamu 2 tahun nanti, Insya Allah. Ibu tau perjalanan El masih panjang dan ASI bukanlah titik final dalam proses tumbuh kembangmu hingga nanti kamu menjadi menusia dewasa yang cerdas dan bersahaja.

Maafkan ibu ya nak, sering jauh dari kamu, sementara kamu masih membutuhkan dekapan ibu, kamu membutuhkan ibu untuk memperhatikan pertumbuhanmu dari hari ke hari. Apalagi kalau kamu sedang sakit, rasanya dunia ibu hancur..berasa gak butuh kerjaan, gak butuh uang, ibu hanya ingin dekat dengan El, mendekap dan menciummu, menyusuimu dan menatap matamu yang seperti magnet buat ibu. Mata yang bikin damai hati ibu.

Tetapi ini jalan yang ibu dan papa pilih, juga demi El yang kami sayangi. Sabar ya nak, maafkan ibu. Ibu akan segera kembali mendekapmu nak. Di ultahnya kemarin, El juga sudah terima gift dari markas sehat yaa, langsung dua deh! Varicella dan Hep A.

  • Ucapan syukur kepada Allah SWT yang selalu memberikan keajaiban ditengah-tengah hal yg kayaknya gak mungkin tapi selalu dengan mudah ibu jalani, Alhamdulillaahhhh.
  • Untuk suamiku tercinta yg slalu memberikan supportnya menjadi pejuang ASI dan pejuang RUM utk EL (luv u pa)
  • Keluargaku (yangti, yangkung, nenek n’ adek-adek yg selalu aku repotin untuk ambil ASIP di Mulia saat weekend or blanja lauk,sayur & buah EL yg abis, hehehe luv u sis)
  • Seluruh CGK base & JED base, tanpa perpanjangan tangan & kebaikan hati kalian, EL ga akan sukses dapat full ASI til now (even one time, salah seorang temen ibu nyeletuk ‘ya oloooo ibu EL, ribet bnerrr sihhh ngerebus botol blablabla. Kalo gue sih mendingan ngeluarin uang 1,5jt/bln deh daripada harus repot dan pusing kayak loe.’ Hmmm 2 anaknya memang tidak ASI, jadi ibu better silent than sakit ati dengernya)
  • Mas Pur – kurir ASIP EL, yang selalu setia jemput ASIP EL dimanapun (Allah bless u mas)
  • All smart parents di milis asiforbaby yang cerita-ceritanya selalu menginspirasi saya untuk tetap terus
    semangat berjuang demi ASI

(Ratih – ibu EL 1y3d)
*lagi menghadiri sumpah dokter adikku di balai sudirman, merinding denger isi sumpahnya. Berat bener pertanggung jawabannya di depan Tuhan & masyarakat.

Ditulis ulang oleh AIMI atas ijin ibu El.

124 Responses to “Menabung ASI Antara Jeddah – Jakarta”

  1. Subhanallah…

    bener2 terharu bacanya, sampe netes airmata
    jadi malu ma diri sendiri yang kadang suka males pompa padahal tiap hari bisa ketemu anak meskipun harus brangkat pagi pulang malem..
    you’re very inspiring!

    trima kasih banyak..

  2. Terharu bangeeeet baca postingan nya…ternyata slama ini saya ngerasa udah yang paling berat nyetok asip dan pompa saat kerja di kantor…masih ada yang perjuangan nya jauh lebih berat lagi….insya Allah mulai hari ini saya mau belajar lebih ikhlas lagi, lebih sabar lagi, lebih kuat lagi dan yang pasti lebih semangat lagi utk kasih si kecil asi sampai umur 2 atau 3 tahun ! :) alhamdulilah kemarin si kecil lulus asix 6 bulan…smoga jadi awal yang manis utk akhir yang lebih manis lagi… Amin

  3. Subhanalloh.. Inspiratif sekali..
    saat ini saya jg sedang memikirkan cara utk tetap bisa stok asip kalau sdh masuk kerja dan dinas ke luar yg frekuensinya ckp tinggi.
    Membaca kisah ini, rasanya ‘bakal’ perjuangan asix nanti Insya Alloh pasti bisa, aamiin.

  4. Trima kasih bu Ratih..crita anda membuat saya tambah semangat membrikan asi buat caca..tadinya cuma may sampe 6 bulan ajah..tapi setelah membaca crita anda, saya akan berjuang untuk membrikan asi sampai caca usia 2 tahun..amiiiin.. Ya allah..

  5. Subhanallah,,
    Ibu luar biasa :) *sambilmenitikkanairmata* hebat banget ibu ΐNΐ, berasa aku buka siapa2.. Semangat ibu pejuang asi!! Kalo saya pribadi akan sombong begitu ada orang seperti ibu Sofor diatas,, karena bangga anak saya ASI..

  6. terharu dan bangga, ibu yang hebat, yang penuh perjuangan dan pengorbanan, aku sangat terharu, karena aku tidak bisa seperti ratih, aku yakin dengan asi yang kamu kirimkan lewat kurir dan temanmu, bisa mendekatkan kamu dengan anakmu, kontak batin yang sangat kuat antara ibu dan anak, tidak bisa dipungkiri oleh siapapun. teruskan, dan tetap semangat….

  7. SUBHANALLAH……….. HEBAAAATTTTTTTTTTTTTTTT………..
    asi saya sedikit n jadi males mompa,tapi begitu baca pengalaman mb aq jadi semangaaaaaaaaaat lagi,makasih ya mba.. :)

  8. Subhanaallah….ternyata ada yg lebih berjuang keras dibandingkan saya,,,,,alhamdulillah,,,si keil dah lulu Asi ^ bulan…mudah”an tetap lancar ampe 2 tahun ato lebih….Gift from Allah takkan ku sia” kan……Semangad….. Mom’s Indonesia…….

  9. luar biasa..rasa nya perjuangku blum apa2 dibanding yg ini.. ^^

  10. subhanallah..Allah ga pernah tidur untuk selalu memberikan uluran tangannya untuk hambanya yg selalu mau berusaha..smoga ini bs jd inspirasi untuk calon ibu supaya tetap memberikan si baby ASI dalam keadaan apapun..
    seperti prinsip saya..”hilangkan rasa malu & canggung demi memberikan ASI dimanapun berada”

  11. subhanallah…
    sangat menyentuh bgt cerita dr ibu el… aq jd terinspirasi dr crt nya. aq harus bs ngasi asip buat anakku yg bentar lg berumur 1 thn. sukses buat ibu el n kelrga. smoga Allah memberikan kemudahan buat hambaNya yg membutuhkan. amin….

  12. pengen nangis….smpai spt itu perjuangan mbak ya…aku jdi merasa bersalah bgt,gmpang putus asa…padahal nada cm kutinggal dari pgi mpe sore aja..g smp berhari2…
    sangat memotivasi mbak artikelnya…bismillah…..jadi semangat!!!

  13. hebbattt banget bund…… :)

  14. terharu bgt….smp nangis…luar biasa prjuangan ibunya El..mdh2n saya jg bs ngasih ASI smp 2 th..amien.dibalik kesulitan pasti ada kemudahan..semangat mmberikan yg trbaik tuk ank kt

  15. Terharuu banget baca postingan, jadi tambaah semangat untuk tetap ASI,ternyata perjuangan nya hebaaatt

  16. Menitikan air mata , waktu baca story perjuangan mba ratih ( ibu baby El ) seorang ibu yang luar biasa ………..
    Mba ratih…thanks for sharing, storynya menginpirasi saya untuk tetep berjuang demi memberikan yang terbaik untuk anak, blessed be mba

  17. subhanallah..
    perjuangan tante Ratih benar-benar tiada terkira.. sampe merinding bacanya.. beruntunglah kau El, Allah menitipkanmu pada seorang Ibu yang begitu luar biasa..
    semoga kelak kau bisa menjadi anak yang diharapkan kedua orang tuamu dek..

  18. subhanallah, hebat banget ibu satu ini, saya jadi ga ragu ragu lagi meneruskan pemberian asi buat Honey anakku. samapi malu karena nagis bombay baca artikel ini. hua hua hua…
    emang Allah maha besar , selalu ngasih jalan keluar buat yang mau berusaha

    you go girl….

  19. Subhanallah…
    saya sampe nangis bacanya..
    semoga saya bisa jadi pejuang asi yang sukses juga. amin.
    tks mba…

  20. Saluuttt bwt ibu ratih & ibu2 yg berjuang u/ tetap memberikan ASI eksklusif u/ putra putrinya…
    Memang susah bwt meyakinkan ibu2 -terutama ibu yg bekerja- bhw mereka jg bs memberikan ASI eksklusif bwt bayinya.
    Hanya niat, kemauan & dukungan org2 sekitar yg bs membuatnya berhasil…

  21. alhamdulillah…mba telah berhasil membuat saya tetap semangat untuk terus memberi asi selama 6bln tanpa sufor.dan Insya Allah akan terus sampai asi tetap menetes. 2 tahun?mungkin lebih
    terimakasih atas inspirasimu.bayi saya baru 4bulan, dan tetap meras di rumah sebelum pergi kerja dan di kantor 2x pas waktu sholat (dzuhur dan ashar)

  22. Subhanallah mbak Ratih…honestly, sy sgt terharu membaca cerita mbak, smpai2 sy ga sadar meneteskan air mata, hickss…
    Terima kasih telah berbagi kisah, ini menguatkan mental saya yg sdg down krn memikirkan bagaimana nantinya baby sy tinggal kerja dari pagi sampai sore. honestly juga, semalam sy sempat kepikiran mau resign dari kerja hny utk menyusui anak saya smpai 2 thn (wkt anak pertama sy berhasil menyusui ASI sampai usia 2 thn tnpa sufor, krn wkt itu sy blm bekerja ).
    Tp setelah membaca kisah mbak Ratih, sy bertekad akan berusaha belajar memerah ASI, semoga berhasil….insya Allah…amiin…

  23. subhanallah,,,
    aku sampe nangis bacanya, perjuangannya buat ngasi ASI bener2 mengharukan, ASI is really worth to fighting for ,,,
    maksih buat inspirasinya mbak,,

  24. Subhanallah.. Luar biasa.. inspiratif banget.. jd tambah semangat kasih ASI buat my baby boy :) Semangath y mbak.. Thanks 4 sharing :)

  25. Merinding bacanya..demi ASI ya..Alhamdulillah saya bisa kasih ASI buak anakku sampai 2 tahun 4 bulan sekarang umur 2 tahun 10 bulan tapi ndak sehebat perjuanga ibu EL..salut ya..semangat ya mba perjuangan baru setengah jalan..

  26. Subhannallah…
    So speechless, rasanya seperti di “pentung” buat diingetin lebih banyak bersyukur. Dulu anak pertama ga pernah khawatir ngasih ASI krn FTM, skrg lg hamil 7 bulan n working mom, sempet ngerasa ga yakin bisa ngasih ASI, tapi baca tulisan Ibu El.., bikin kembali bersemangat..
    Thanks a lot ya mom..

  27. subhanallah……….

    keren banget mbak, hebat. benar2 inspiring mommy. jadi tambah semangat ngasih ASI buat bayiku yg baru 2bl.

    TQ y

  28. langsung nangis deh bacanya..jadi kangen nyusuin Kanaya sambil liat matanya yg jernih seakan akan bilang “ibu kasih aku asi (=airsusuibu) aku kasih ibu ASI (=aku sayang ibu)
    Kanaya jalan tiga bulan dan aku sudah mulai bekerja saat ini dan masih panjang waktuku untuk menikmati masa masa indah ini..
    terima kasih yaa mba ratih atas share ceerita indah ini..

    untuk anak perempuanku Kanaya terima kasih untuk bahasa cintamu Nak.. bunda sayaaang Kanaya, muach!

  29. Speechless… Subhanallah… Semoga aku bisa jadi pejuang asi kyk mbak ratih.. Amin..

  30. subhanallah…..

    terharu bgt baca kisah mbak ratih sampai menitikan air mata.ini bisa menjadi inspirasi para ibu juga termasuk aku…
    buat putriku zahsy kan ku berikan yang terbaik untukmu nak…

  31. Salut banget buat ibu El. Makasih sharingnya ya :)
    Sharing ilmunya juga dong gimana cara packingnya supaya ASIP tetap beku sampai di rumah?
    Dan adakah yang bisa ngasih info ke aku tentang kurir ASI antar pulau?
    Aku butuh banget karena dalam waktu dekat akan dinas luar kota (luar pulau Jawa).
    Makasih

  32. subhanallah, terharu banget bacanya sampe merinding, rasanya rutinitas pompa saya di sekolah jadi gampang banget sesudah baca pengalaman ibu El ini, sukses ibu El ^^

  33. Subhanallah… Saya baru baca ini dan langsung mewek sambil merinding ngebayanginnya. Hebat banget ibu El! Mudah-mudahan menginspirasi lebih banyak ibu (juga ayah) untuk jadi pejuang ASI.

  34. wow merindinggggggggggggg bacanya…
    subhanallah *smbl berkaca2 mata ini*, jd semangat bgt png pny baby lagi *nah loh
    moga jd inspirasi bwt sma wanita endonesia dr kota smp pelosok kampung, jgn pts asa kita pasti bisa, semangat..♥♥♥

  35. Subnahallah..memang kasih ibu tu tak kenal lelah ya.. Kerja dan jauh dari anak tidak jadi halangan untuk memberikan ASI.saya juga seorang ibu pekerja yg masih tetep kasih ASI pada putriku yg sekarang usianya 14 bulan. meski kalo pas saya tinggal tidak ful ASI tapi paling tidak pas libur kerja bs ful ASI krn putriku memang lebih suka ASI ketimbang sufor..salut buat ibu ratih. Saya jadi lebih semangat untuk terus memberikan ASI sampai anakku 2tahun.
    Selamat ya El, kamu punya ibu yg super duper baik…

  36. Sungguh perjuangan seorang ibu…inspiring…*terbakar semangat…
    Terharuuuuuu..saya juga akan berjuang demi si kecil kelak,
    Karena sama2 harus meninggalkan si kecil di kota laen, Jak-Solo every week..pasti bisaaaa!!!

  37. Insya Allah….kita bisa memberikan asix dan lanjut hingga 2 tahun…semoga Allah memberkahi asi kita……amin……

  38. Ya Allah merinding bacanya…. Semangat ya mommy, asi itu rejeki..

  39. subhanalloh, ibu hebaat..
    insyaalloh sy juga bisa. semangaattt

  40. @mba yeye AIMI – Dear mba yeye…terimakasih banyak buat editing artikelnya mba,smoga smakin banyak ibu2 yang akan dan terus semangat berjuang utk ASI buah hatinya *stiap ngulang bacanya masih suka netes airmata,xixiixixi…

    @bunda ammar – Utk packingan tetap bisa beku,usahakan jumlah blue ice/ice gel seimbang dengan jumlah botol asipnya.Packaging dalam botol lebih tahan lama daripada plastik,packaging dalam coolbox lebih tahan lama daripada coolbag.klo botol,saya selalu bungkus lagi pake koran,biar ga saling beradu botol belingnya,lapisan paling atas setelah blue ice/ice gel saya tutup pake handuk,jadi bener2 kedap baru ditutup.

    @all moms – terimakasih utk smua doa dan supportnya,setiap saya down,setiap saya jenuh,setiap saya bosan ‘being e-ping mom’ saya selalu baca smua komen all moms,saya suka nangis terharu baca smua semangat all moms utk kasi asi buat si kecil.Klo dah kaya gitu biasanya tarik nafas panjanggg,ingett muka lucunya EL klo nyengirrr minta nenen ‘bbuuuu…suzzzuuu…’ *sambil narik2 baju bagian dada* Lsg dehhh semangatttttt lg,ayoooo perjalanannn masih panjanggg tihh,klo ibu2 lain bisa,kenapa kita ga??Mudah2an all moms dberikan kemudahan selalu dalam perjuangan asi-nya dan tetap semangattt ya mommm ;)

  41. MasyaALLAH… tak terasa air mata ini menetes mbyangkan perjuanganmu wahai ibu yang brhati mulia, smg ALLAH mblas-Nya dg blsan yg indah…
    Tak sberapa dg perjlananQ yg hx dtmpuh be2rpa menit untk mberikn ASI bgi si baby…
    AKU TAK AKAN MENGELUH LAGI!!!!
    Thanks a lot sdh mninspirasiQ..

  42. terharu baca eprjuangan panjangnya mba,, sampe2 abis baca ceritanya di kantor, ga sadar air mata ini menetes saking terharunya.. lupa klo lagi di kantor dan lg banyak orang.. hehehe..smoga saya bisa melakukan hal yang sama kelak untuk anak saya yg sedang saya kandung ini,,,

  43. Super Mom… Minta izin share di facebook-ku yaaa… ^_^

  44. Subhanallah, udah baca kesekian kalinya aer mata tetep ngembeng, hati terharu, speechless,dan baru skr nyempetin kasih komen. Pokoknya you are a super, wonderful, remarkable mother. Your struggle inspires me much!! Keep struggling, keep breastfeeding!!

  45. aku terharu akan perjuangan ibu el..
    Sementara begitu banyak ibu lainnya yang.. No comment..

    Dear El,
    Tumbuh sehat dan pintar ya nak.. Walaupun ibu mu jauh, beliau tetap ibu yg superhebat :)

  46. ibu el.. salut dengernya. saya jadi semangat setelah membaca ceritamu. karena saya akan travel selama 2 minggu dan banyak yang bilang bayi tidak akan mau menyusui lagi kalo ibunya tidak ada. apa sih resepnya supaya baby tetep mau nyusu?

  47. subhanallah, hidup asi!!!!!
    cara mba ratih mngemas asip sedemikian itu mjd contoh buat sy ketika listrik mati. pangkalpinang kalau mati lampu sering seharian penuh, benar2 membuat saya bingung, dan harus bermuka tembok menitipkan asip ksana kemari yg listriknya nyala, saling mendoakan yaa kita untuk terus memberikan cairan emas nutuk buah hati kita, amin :)

  48. ratih ini teman kerja saya di jeddah. Sudah 4x baca artikel ini tetap terharu n menitikkan airmata.. Mashallah perjuangan asi nya tak kenal lelah. Setahu saya ratih satu2nya ibu yg mengirim asi jeddah-jakarta dari skitar 100an orang indonesia yg sama2 bekerja sebagai pramugari di jeddah juga..

    Inshallah jika kelak saya dikaruniai baby, pengen ikut jejak ratih..sanggup memberi suplai asi slama 2thn lintas benua
    . Doakan ya smua teman2 di aimi asi, smoga kita semua bisa memberikan yg terbaik untuk anak2 kita, amiiin

  49. Hwuuuuaaaaaaaahhhhh……………….. terhAru….
    masih bisa gak saya mengejarnya?

  50. terharu banget bacanya :) membaca ini jadi teringat masa2 kejar tayang dulu, dan nursing strike ketika rais 4 bulan.. saya keukeuh dia harus mau mnyusui saya lagi dan tidak dikasih asip. alhamdulillah akhirnya slama 2 hari dia mau menyusu lagi. Aku jg ibu bekerja, yang kdg2 juga suka menangis bila ingat anakku di rumah.. Tapi melihat perkembangannya yang semakin pintar dan mandiri. Malah bikin tambah semangat, besok anakku 2 tahun.. saatnya menyapih. Ketika menyusui awalnya sulit, kini sudah harus diudahin..*jd sy yg curhat* eniwei membaca ini membuat saya optimis bila nnt anak kedua lagi.. saya pasti bisa melalui semuanya lebih baik manajemen ASInya :)

    thx 4 sharing!

Leave a Reply