Search

Kami ada di

Sponsor Utama Breastfeeding Fair 2012

Peraturan Seputar ASI

Banyak ibu yang menanyakan tentang peraturan yang mendukung pemberian ASI Eksklusif. Sekarang peraturan-peraturan tersebut dapat Anda unduh dari website ini. Silahkan lihat disini.

Count per Day

    • 206Artikel dibaca hari ini:
    • 4741Artikel dibaca per bulan:
    • 382324Jumlah pengunjung:
    • 136Pengunjung hari ini:
    • 3302Pengunjung per bulan:
    • 230Pengunjung per hari:

Polls

    Menurut Anda, berikut ini salah satu hal yang dapat mengurangi produksi ASI adalah

    • Kurang mengkonsumsi sayuran hijau (51%, 90 Votes)
    • Sering menyusui dan memerah di malam hari (0%, 0 Votes)
    • Membiarkan bayi menyusu sesukanya (3%, 6 Votes)
    • Memerah hanya saat payudara terasa penuh dan bengkak (40%, 70 Votes)
    • Sering memerah dengan pompa (6%, 9 Votes)

    Total Voters: 175

    Loading ... Loading ...

Beriklan di AIMI

AIMI membuka peluang untuk memasang iklan di website ini seperti contoh di bawah. Besar banner adalah 125 x 125 px.

Untuk syarat & ketentuan beserta detilnya, silahkan hubungi bagian iklan AIMI di iklan[at]aimi-asi.org

Disclaimer

Semua tulisan yang terdapat dalam website ini hanyalah ditujukan untuk tujuan pendidikan, walaupun kami sedapat mungkin menyediakan informasi yang akurat dan terkini. Kecuali dicantumkan sebaliknya, semua artikel yang terdapat dalam website ini tidak ditulis oleh dokter atau tenaga medis profesional lainnya.

Apabila ada pertanyaan tentang kesehatan anda maupun anak anda, konsultasikan pada dokter anda tentang kelayakan atas setiap opini dan rekomendasi yang berhubungan dengan situasi pribadi kesehatan anda.

Petisi Breastfeeding Movement


Bayi Sering Menangis – Apakah Ini Tandanya ASI Tidak Cukup?

Jujur saja, selama pengalaman saya sebagai seorang konselor laktasi, inilah yang paling ditakuti oleh seorang ibu 02-bayi-sering-menangismenyusui; bayinya nangis terus padahal baru saja disusuin selama 1 jam, bayinya nangis terus padahal sudah sering disusuin setiap setengah jam sekali, baru saja diletakkan ditempat tidur, 15 menit kemudian sudah bangun lagi dan minta disusuin. Haduh, apakah ini tandanya ASI tidak cukup ya…?!

Mungkin yang perlu pertama kali diingat adalah, bayi belum bisa berbicara. Satu-satunya cara seorang bayi berkomunikasi dengan orangtuanya adalah melalui tangisan. Makanya para pakar sepakat bahwa apabila orangtua langsung menanggapi dan merespon tangisan bayinya, terutama pada bulan-bulan awal kehidupan sang bayi, hal tersebut tidak akan membuat si bayi menjadi manja, justru sebaliknya, bayi akan tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan percaya diri karena dia merasa selalu ’didengar’ oleh orangtuanya.

Bagaimana caranya bayi memberitahukan ibu bahwa ia sedang lapar…? Ya tentu melalui tangisan. Tetapi apakah berarti setiap kali bayi menangis tandanya ia sedang lapar…? Belum tentu. Yuk, kita simak satu persatu apa kiranya yang menyebakan seorang bayi menangis, terutama dalam kaitannya dengan pemberian ASI dan masa menyusui.

  1. Bayi Baru Lahir Butuh Penyesuaian

  2. Setelah 9 bulan didekap dengan hangat dan lembut dalam rahim bunda, diiringi dengan kedamaian suara detak jantung bunda…tiba-tiba harus lahir ke dunia yang terang benderang, berisik, ramai, dingin, penuh dengan orang-orang yang tidak dikenal…gak heran ya bayi yang baru lahir langsung nangis sekencang-kencangnya.

    Disinilah salah satu manfaat dilakukannya IMD (inisiasi menyusu dini), ternyata bayi akan berhenti menangis apabila langsung diletakkan diatas dada ibunya, dan tingkat hormon stresnya akan menurun sebesar 50%.

    Bayangkan kita harus tinggal di negara lain, belum pernah kesana, tidak kenal siapa-siapa, tidak bisa berbahasa setempat, belum biasa (cocok) dengan makanan setempat…belum lagi terdapat perbedaan musim dan waktu (disini siang, disana malam).

    Begitulah kira-kira apa yang dialami seorang bayi baru lahir, semua serba asing, serba baru, serba belum bisa. Satu-satunya usaha yang bisa dilakukan adalah dengan berkomunikasi…melalui tangisannya.

  3. Bayi Baru Lahir Butuh Rasa Aman dan Nyaman
  4. Mama… aku gak nyaman nih, aku abis pipis/pup…
    panas bunda, kipas anginnya kurang kencang…
    ibu, AC-nya dikecilkan dong, aku kedinginan nih…
    wah, aku digigit nyamuk lagi bunda, gatal…
    mama, bajuku kasar…
    ibu, aku pegal tidur diposisi ini terus…
    aduh, sakit bunda, tanganku kepentok pinggiran tempat tidur…
    ummi, aku bosan disini terus, gendong ya…
    ibu, perutku kembung nih…
    mama, aku lapaaaaarrr…!!!

    Semua itu dia komunikasikan melalui tangisan. Belum lagi seorang bayi baru lahir sangat butuh perasaan aman, dan itu hanya dia dapatkan dari dekapan hangat penuh cinta bundanya, terutama pada saat-saat menyusui. Wah, gak heran ya seorang bayi sering menangis.

  5. Menyusui: Memenuhi Rasa Haus, Lapar dan Comfort

  6. Hal yang seringkali tidak disadari oleh para orangtua adalah, bayi menyusu bukan saja karena lapar tetapi terkadang bayi hanya haus, dan di lain waktu bayi menyusu karena membutuhkan rasa nyaman dari dekapan sang bunda (http://www.kellymom.com/store/handouts/newborn/sleep.pdf).

    Bagaimana bila bayi sedang dalam fase tumbuh gigi, atau sedang dalam proses pencapaian salah satu milestone-nya, atau bayi sedang sakit dan tidak enak badan? Semua itu dia komunikasikan melalui tangisannya, dan semua itu dapat menyebabkan seorang bayi menjadi sangat membutuhkan rasa nyaman yang diperoleh pada saat sedang menyusu.

  7. Kapasitas Perut Seorang Bayi

  8. Kenapa kolostrum diproduksi dalam jumlah yang sangat sedikit (setiap kali bayi menyusu pada hari-hari pertama, hanya minum 1-2 sendok teh kolostrum)..? Ini dikarenakan pada hari pertama kapasitas lambung seorang bayi baru lahir hanyalah sebesar 5-7ml setiap kali minum.

    Iya, ukuran lambungnya hanya sebeser kelereng (gundu), dan dinding lambungnya tidak bisa melar untuk menampung lebih banyak cairan. Makanya bayi baru lahir HANYA membutuhkan kolostrum, kualitas dan kuantitasnya secara sempurna memenuhi kebutuhan sang bayi (http://www.llli.org/images/InfantStomach.jpg).

    Pada hari ke-3, ukuran lambung bayi membesar menjadi seukuran bola bekel, atau seukuran kepalan tangannya, sehingga sekali minum lambung sudah bisa menampung 22-27ml (biasanya pad ahari ke-3 ini, kolostrum mulai berubah menjadi ASI transisi dan volumenya juga bertambah).

    Pada hari ke-7, lambung kembali membesar seukuran bola pingpong, dan bayi mulai bisa minum 45-60ml setiap kali menyusu. Hari ke-10, ukuran lambung bayi kurang lebih sama dengan telur ayam yang besar, dan kapasitasnya bertambah menjadi sekitar 60-81ml sekali minum (makanya pada usia sekitar 10-14 hari, bayi mengalami percepatan pertumbuhan yang pertama – lihat keterangan dibawah ini).

    Kalau sudah tahu gini, jangan kaget ya kalau ternyata bayi anda menyusu setiap 1-1,5 jam atau bahkan kurang dari itu. Ternyata ukuran lambung bayi memang sangat kecil, jadi hanya bisa menampung sedikit setiap kali menyusu sehingga bayi perlu SERING menyusu.

  9. ASI Sangat Mudah Diserap dan Dicerna

  10. Selain faktor ukuran lambung bayi yang memang kecil, ternyata ASI sangat mudah diserap dan dicerna oleh tubuh bayi. Semua nutrisi yang terkandung dalam ASI sangat cocok dan mudah diserap oleh pencernaan seorang bayi manusia, dan ASI mengandung enzim-enzim pencernaannya sendiri (http://www.enotalone.com/article/3606.html).

    Jadi bayangkan, begitu masuk kedalam lambung, ASI langsung dicerna dan diserap secara sempurna oleh tubuh bayi, ditambah dengan ukuran lambung bayi yang masih sangat kecil. Tidak heran kan kalau bayi ASI lebih cepat dan mudah merasa lapar kembali.

  11. Produksi ASI: Supply and Demand

  12. Memang betul, selama periode menyusui, produksi ASI sangat ditentukan oleh prinsip supply and demand. Artinya, semakin sering payudara diisap dan dikosongkan, maka semakin sering dan semakin banyak ASI akan diproduksi.

    Namun, hal tersebut tidak berlaku pada hari 1-3 setelah kelahiran bayi (http://www.kellymom.com/bf/supply/milkproduction.html), pada saat-saat tersebut produksi ASI lebih ditentukan oleh kerja hormon prolaktin. Tapi bayi tetap perlu sering menyusu untuk mendapatkan kolostrum secara maksimal, mengingat ukuran lambung bayi yang masih sangat kecil.

    Pada saat kolostrum berubah menjadi ASI transisi (sekitar hari ke-2 atau ke-3), maka mulailah prinsip supply and demand tersebut dan di masa-masa awal ini, terkadang antara supply dan demand belum cocok. Misalnya: demand bayi sudah besar, tetapi supply ASI masih sedikit sehingga bayi akan sangat sering menyusu (karena sering lapar dan untuk meningkatkan produksi ASI) dan menangis karena lapar.

    Atau, supply ASI sudah sangat banyak, tetapi demand-nya masih sedikit. Walhasil bayi sering menangis pada saat sedang menyusu karena aliran ASI sangat banyak, atau menangis setelah selesai menyusu karena terlalu banyak menelan udara sehingga kembung.

  13. Percepatan Pertumbuhan (Growth Spurt)

  14. Percepatan pertumbuhan tidak hanya terjadi pada bayi, tetapi hal ini akan terus terjadi sampai dengan bayi menjadi seorang remaja.

    Namun pada bayi, kondisi ini biasanya hanya berlangsung sekitar 3 hari dan terjadi di usia 10-14 hari, 3 minggu, 6 minggu, 3 bulan, 6 bulan dan 9 bulan (http://breastfeeding.about.com/od/breastfeedingbystage/a/growthspurts.htm).

    Pada periode ini, bayi mengalami pertumbuhan dan perkembangan fisik dan mental yang sangat cepat, sehingga membutuhkan ekstra kalori untuk mengimbanginya. Pada bayi ASI, ekstra kalori tersebut didapat dengan cara meningkatkan produksi ASI ibunya dan cara yang paling ampuh untuk meningkatkan produksi ASI adalah dengan bayi lebih sering menyusu.

  15. Faktor Psikis dan Kesehatan Fisik Ibu

  16. Bayangkan skenario ini: seorang ibu baru saja selesai menyusui bayinya yang berusia 10 hari kemudian secara perlahan-lahan (supaya tidak membangunkan) meletakkan bayi tersebut di tempat tidurnya. 15 menit kemudian bayinya terbangun lagi dan menangis, dan si ibu kembali menyusui bayinya selama setengah jam.

    Selesai menyusui, ibu beringsut-ingsut ke kamar mandi karena dari pagi belum mandi. Baru hendak melepaskan pakaian, terdengar lagi suara tangisan bayinya. Ibu menjadi stres, cemas, takut dan khawatir ASI-nya pasti tidak cukup/hanya sedikit sehingga bayinya jadi sering terbangun dan menangis karena lapar.

    Belum lagi rasa capek, pegal, (sisa) sakit akibat persalinan, baby blues, dan pola makan yang belum teratur karena terlalu sibuk mengurus sang buah hati.

    Kombinasi dari beberapa faktor diatas bisa mempengaruhi kelancaran ASI (http://www.breastfeed.com/articles/overcoming-difficulties/stressed-out-and-dried-up-3259/), mempengaruhi kerja hormon oksitosin sehingga Let Down Reflex (LDR) menjadi terhambat dan bayi tidak dapat minum ASI dengan puas sampai kenyang. Akibatnya, baru selesai disusui, bayi akan menangis lagi untuk minta disusui lagi karena sebenarnya dia belum kenyang.

  17. ASI Yang Diperah ≠ ASI Yang Diproduksi

  18. Inilah kesalahan yang seringkali dilakukan oleh para ibu; memerah ASI untuk melihat berapa banyak ASI yang mereka hasilkan. Jumlah ASI yang berhasil diperah/dipompa hanya menunjukkan seberapa banyak si ibu bisa memerah/memompa ASInya, BUKAN seberapa banyak si ibu bisa memproduksi ASI.

    Berapa banyak ASI yang bisa diperah/dipompa sangat tergantung pada beberapa hal, misalnya: apakah LDR berfungsi pada saat sedang memerah/memompa, seberapa lihai ibu memerah dengan tangan atau menggunakan pompa ASI, apakah teknik yang digunakan sudah benar, apakah pompa ASI dalam keadaan prima (tidak ada bagian yang rusak), dll.

    Kemampuan ibu untuk memerah/memompa ASInya jauh dibawah kemampuan si bayi untuk mengisap dan mengeluarkan ASI dari payudara. Itupun bayi rata-rata hanya bisa ’mengosongkan’ payudara sekitar 70% dari kapasitas produksi.

  19. Posisi Menyusui dan Pelekatan

  20. Mungkin salah satu hal yang paling menentukan apakah bayi dapat mengeluarkan ASI secara efektif dari payudara ibunya, sehingga dapat minum ASI sampai puas, adalah posisi menyusui (http://www.mayoclinic.com/health/breast-feeding/FL00096) serta pelekatan mulut bayi pada payudara si ibu (http://www.breastfeeding.com/helpme/helpme_images_latchon.html).

    Banyak faktor yang mempengaruhi posisi dan pelekatan ini, seperti anatomi payudara (besar, kecil, dll) serta puting (besar, kecil, datar, dll) ibu dan anatomi mulut bayi (celah bibir, lidah pendek, dll). Apabila posisi menyusui dan/atau pelekatan mulut bayi masih kurang tepat, ada kemungkinan bayi tidak dapat mengeluarkan dan minum ASI secara maksimal dari payudara ibunya. Akibatnya, walaupun bayi sering dan lama menyusunya, dia akan cepat menangis dan lapar kembali karena sebenarnya belum kenyang.

  21. Produksi ASI Memang Sedikit (1 dari 1000 Wanita)

  22. Pada akhirnya, dari 1000 wanita yang mengaku ASInya sedikit atau kurang, ada 1 yang memang betul-betul tidak dapat menghasilkan ASI untuk mencukupi kebutuhan bayinya. Hal ini biasanya disebabkan oleh kelainan anatomi pada payudara dan/atau gangguan hormon ASI pada si ibu (http://www.lactationconsultant.info/how.html).

APA YANG DAPAT ANDA LAKUKAN…?

Untuk (1), (2) dan (3), terimalah secara ikhlas bahwa keadaan bayi memang demikian, bayi tidak melakukan semua itu karena dia manja atau dengan tujuan memanipulasi dan dengan sengaja menyusahkan orangtuanya, tetapi karena memang bayi membutuhkannya. Untuk (4), (5), (6) dan (7), pelajari, waspadai dan antisipasi keadaan.

Dengan tahu bahwa kapasitas lambung bayi sangat kecil, bahwa ASI sangat mudah diserap, bahwa ASI diproduksi berdasarkan prinsip supply and demand dan bahwa bayi akan beberapa kali mengalami periode percepatan pertumbuhan, normal kan kalau bayi akan sering menyusu pada ibunya…?

Untuk (8), hindari kondisi ini. Otak ibu bagaikan sebuah komputer, apabila sudah terkena ’virus’ stres, cemas, khawatir, takut dan tidak percaya diri, maka kerja hormon-hormon ASI akan terhambat. Untuk (9), wah, hindarilah. Tidak perlu melakukan ini, salah-salah malah akan menambah ’virus’ di otak ibu.

Untuk (10), pelajari… pelajari dan pelajari. Silahkan ikut Kelas Edukasi AIMI: Breastfeeding Basics untuk mempraktekkan secara langsung berbagai posisi menyusui serta pelekatan mulut bayi pada payudara. Jangan ragu untuk meminta bantuan seorang konselor menyusui ataupun ke klinik laktasi apabila memang dirasakan ada masalah seputar posisi menyusui dan pelekatan bayi.

Untuk (11), apabila segala permasalahan (1) sampai (10) sudah berhasil diatasi namun ternyata produksi ASI memang sedikit (http://www.llli.org/FAQ/enough.html), dan setelah dilakukan pengecekan dan tes kesehatan bahwa memang ibu mengalami kelainan anatomi payudara ataupun gangguan hormonal yang menyebabkan produksi ASI sedikit, maka dapat diberikan suplementasi melalui ASI donor (http://aimi-asi.org/2008/02/donor-asi-aman-ngga-ya/) ataupun susu formula supaya bayi tidak terkena gejala ’failure to thrive’ (http://www.wrongdiagnosis.com/f/failure_to_thrive/intro.htm).

Pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) sebagai salah satu bentuk suplementasi sangat tidak dianjurkan untuk bayi yang masih berusia dibawah 6 bulan (http://www.kellymom.com/nutrition/solids/delay-solids.html).

So mom, ternyata karena ukuran lambung yang kecil serta komposisi ASI yang sangat mudah diserap dan dicerna oleh bayi menyebabkan ia jadi sering menyusu. Apalagi ditambah dengan faktor growth spurt serta ingin selalu mendapatkan rasa aman dan nyaman, sepertinya bayi tidak pernah lepas dari dekapan kita ya…?

Menangis merupakan satu-satunya cara bagi bayi untuk berkomunikasi, tapi ingat, menangis tidak selalu berarti bayi sedang lapar. Pada saat bayi anda nanti tumbuh dewasa, menjadi manusia sempurna yang sehat, cerdas dan berakhlak baik, momen-momen ”berat” ini dimana seolah-olah bayi tidak pernah lepas dari payudara anda ternyata hanya merupakan ’sedetik’ dari perjalanan panjang hidupnya, dan momen-momen itu akan berlalu dalam sekejap.

Breastfeed with love…!!!

Salam ASI!
Mia Sutanto, SH, LL.M
Konselor Menyusui – Ketua AIMI

Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

84 Comments to “Bayi Sering Menangis – Apakah Ini Tandanya ASI Tidak Cukup?”

Saya mempunyai mslh dlm menyusui. Bayi saya selalu menangis kalo lg mimi, knp ya? Kata mama saya, posisi bayi tidak nyaman berada dipangkuan saya. Kalo klinik buat belajar menyusui dgn baik ada dimana ya?

Reply

Dear Bu Mia,

Saya setuju kalau asi hasil pompa tidak sama dengan yang diberikan langsung ke bayi. Tapi, realita yang saya alami setiap kali diperah, asi yang dihasilkan hanya 25 mL.Bayi tidak pernah pulas ketika tidur. Sepertinya memang belum kenyang.Kami sudah berulang-ulang ke klinik laktasi dan belum pernah mendapatkan jawaban yang memuaskan. Kemaren saya yakin sekali mendengar perut bayi saya yang berusia 1 bulan “keroncongan”. Dan saya jadi berpikir, jangan-jangan saya yang bodoh percaya asi itu untuk semua bayi. Mungkin ada yang beruntung dan mungkin ada yang tidak.

DSA yang fanatik asi selalu berpendapat “ibu pasti bisa”. DSA yang beda mazhab sering mengatakan “kasih asi disambung sufor”. Ada yg pernah memberitahu tentang tongue tie sampai harus insisi, tp ketika diperiksa ke DSA lain katanya tidak perlu.

Sepertinya ini semua ilmu “kiralogi”. Kira-kira, ini begitu karena itu begitu. Pada akhirnya, semua pilihan tergantung orang tua.

Saya berharap masukan nama dokter yang bisa melakukan pemeriksaan seperti checklist di artikel ini, mulai dari poin “penyesuaian” sampai poin “asi memang sedikit”.

Terimakasih.

Reply

Dear Ibu Kreshno : mungkin bayinya masuk angin. Coba diperiksa apa AC/kipas angin di kamar trlalu dingin.

Reply

hAllo bu Mia

Saya seorang ibu muda sekayang usia bayi saya 3 bulan sudah sejak 1,5 bulan bayi saya tidak menyusui lagi dikarenakan ASI tidak keluar maksimal padahal sudah banyak cara saya lakukan supaya ASi bisa banyak dari makan sayuran katu dan sayuran hijau lainnya,minum susu menysusui,minum vit. menyusui,minumkapsul jintan hitam, minum sari kurma, sari kedelai,sari kc. hijau tapi tetap tidak membuahkab hasil sampai akhirnya orang tua menyarankan susu formula dengan alasan bayi selalu menangis apalgi dimalam hari diatas jam 12 malam saya sempat menolak dan tetap mempertahankan ASI tapi sampai usia 2bln bayi saya tetap terung menangis akhirnya saya memutuskan mengikuti saran orang tua walaupun dengan rasa bersalah karena tidak bisa memberika ASi eksklusif dan sekarang saat usia bayi saya 3 bulan dia mulai menangis lagi padahal dosis susu formula sudah saya tambah yang awal nya 2 sendok takar susu untuk 60ml sekarang saya buat 4 sendok takar untuk 60ml tapi masih sering menangis dan gelisah saat tidur dan sekarang lagi-lagi orang tua menyarankan untuk memberikan MPASI untuk kali ini saya bersikukuh tidak mau karena saya semakin merasa bersalah sudah tidak bisa ASI Eksklusif sekarang malah mau dikasih makan
Bu Mia mohon sarannya sebenarnya ada apa dengan bayi saya apakah memang lapar dan perlu MPASI dan bagaimana caranya supaya ASI saya bisa keluar lagi beberapa minggu belakangan saya sudah mencoba metode relaktasi tapi belum mebuahkan hasil mungkin saya belum efektif menerapkan metode relaktasi ini dan masalahnya sekarang sya mudah sekali stress dan merasa tidak mampu menjadi ibu yang baik
jadi ibu Mia saya mohon sekali bantuannya

Terima kasih sebelumnya

Reply

Dear Mb,

Mb aku lg bingung ini, anakku udah umur 6bln, skrg maw masuk 7BLN. aku kerja pagi sampe sore. anakku ini ga maw mnm susu formula, aku sdh coba ganti2 dg produk lain, tp tetep aja ga maw(mngkn krn terbiasa netek, jd anakku bs bedain rasa puting ibunya or silikon). aku sdh cb jg dg beli puting plg bagus, gonta-ganti merek tetep jg ga maw. Yg maw aku tanyakan misalnya aku maw berhentiin netek, jd babyku cmn mkn bubur, buah, apa ada perbedaan utk tumbuh kembang anak n pertumbuhan kecerdasannya????? tlg all infox. thx sblmx.

Reply