Tandem Nursing

Mengapa Memilih Tandem Nursing dan Teori-nya

Keputusan untuk melakukan tandem nursing adalah keputusan pribadi ibu. Dalam banyak kasus, ibu melakukan tandem nursing karena si kakak masih belum genap menyusui dua tahun, atau si kakak tidak siap untuk disapih. Biasanya keputusan tandem nursing diambil ketika ibu mulai hamil dengan adik. Artinya, selama hamil ibu akan terus menyusui si kakak. Secara medis, menyusui selama hamil bisa dilakukan, tetapi ibu harus lebih waspada dengan reaksi tubuhnya.

Menyusui menyebabkan stimulasi puting, yang bisa mendorong terjadinya kontraksi rahim. Jika memutuskan untuk tandem nursing, sebaiknya ibu berkonsultasi dengan ahli kandungan yang mengerti seluk beluk menyusui sehingga ia dapat memberikan rekomendasi secara objektif dari segi medis, tidak hanya sekedar melarang tandem nursing tanpa dasar medis. Selain itu, berkonsultasilah juga dengan seorang Lactation Consultant (IBCLC).

Apabila kehamilan si ibu beresiko tinggi dan berkomplikasi, atau apabila ibu memiliki riwayat perdarahan dan keguguran, tandem nursing tidak dianjurkan. Tetapi apabila ibu tidak mengalami reaksi negatif, maka tandem nursing dapat dilanjutkan.

Selain dari masalah menyusui saat hamil, banyak orang pun ragu dengan menyusui lebih dari satu bayi. Apa bisa seorang ibu menghasilkan susu yang cukup? Untuk hal ini tidak perlu khawatir, karena ASI tercipta sesuai dengan prinsip supply and demand. ASI akan tercipta sesuai dengan kebutuhan, yang dibangkitkan dengan stimulasi mulut bayi terhadap puting susu. Semakin banyak payudara terstimulasi oleh mulut bayi atau oleh pompa, semakin banyak ASI tercipta.

Apakah keuntungan dan kekurangan dari tandem nursing?

Keuntungannya, si kakak dapat menerima asupan ASI hingga genap dua tahun atau lebih, dan si kakak turut mendapatkan manfaat ASI. Tandem nursing turut membantu mengurangi rasa iri kakak terhadap adiknya. Selain itu, si kakak dapat membantu memecahkan masalah menyusui seperti engorgement (payudara penuh) yang terjadi di hari2 awal menyusui, atau penyumbatan saluran ASI. Dan juga kedekatan batiniah yang timbul dari pemberian ASI.

Tetapi tandem nursing juga memiliki tantangannya tersendiri. Karena menyusui lebih dari satu bayi, ibu akan merasa lebih cepat haus dan lapar. Dan menyusui lebih dari satu bayi juga cukup melelahkan: dengan posisi duduk harus menyangga dua bayi, dengan posisi tidur si ibu terbebani oleh si kakak yang bergelantungan di badan ibu.

Para ibu yang memilih untuk tandem nursing sepakat bahwa keuntungannya seringkali lebih besar daripada kerugiannya. Bagi saya, tandem nursing ada pro kontranya sendiri, tidak semata-mata penuh kemudahan. Tetapi saya setuju bahwa tandem nursing adalah pengalaman yang unik dan tidak
terlupakan. Bernostalgia sekarang, saya tidak menyesal sudah memilih untuk tandem nursing.

Pengalaman Menyusui Saat Hamil

Ketika saya hamil anak kedua, si kakak belum genap 20 bulan. Karena saya bertekad untuk menyusui setidaknya 2 tahun, dan sampai si kakak ingin berhenti sendiri, saya memutuskan untuk tidak berhenti menyusui. Tetapi karena banyak simpang siur informasi mengenai tandem nursing, saya merasa agak gamang. Akhirnya, saya berkonsultasi dengan seorang IBCLC. Dokter kandungan saya juga, kebetulan mengetahui banyak mengenai ilmu menyusui, dan beliau mendukung keputusan untuk tandem
nursing. Saya pun meminjam buku mengenai tandem nursing di perpustakaan.

Tetapi ternyata menyusui sambil hamil tidak mudah. Sejak hamil, hormon mengubah puting menjadi lebih sensitif sehingga saat si kakak menyusui lumayan menyakitkan. Yang bisa saya lakukan hanya menahan sakit dan meminta kakak untuk lebih pelan-pelan dalam menyusui. Kemudian, perlahan-lahan produksi ASI mengalami penurunan, meski tidak habis sama sekali. Memang pada sebagian orang produksi ASI saat hamil dapat berkurang, tetapi ada juga orang yang produksi ASInya tetap lancar
seperti sebelumnya. Sepertinya kecenderungan tiap orang berbeda-beda. Untungnya si kakak mau meminum susu UHT untuk melengkapi kebutuhannya saat ASI berkurang.

Pada trimester terakhir, ASI saya tidak berbentuk seperti biasa, melainkan kental bening kekuningan, yaitu menjadi kolostrum. Seperti yang kita tahu, kolostrum terkenal dengan jumlahnya yang sedikit
tetapi manfaat dan khasiatnya sangat tinggi. Dan ternyata memang benar, di bulan-bulan terakhir kehamilan itu si kakak menjadi tidak pernah sakit sama sekali, meski ia baru mulai masuk playgroup setiap hari.

Pengalaman Tandem Nursing Kakak Beradik

Si kakak “cuti” menyusui hanya sehari, yaitu saat saya melahirkan di rumah sakit. Di hari berikutnya, Menyusui tandem bayi baru lahir dg anak umur 2,5 thnsaya persilakan si kakak untuk menyusui bersama-sama si adik dengan bersamaan. Awalnya si kakak agak kikuk, tetapi ia menerima tawaran tersebut dengan senang hati. Saya membiasakan si kakak untuk menyusui setelah si adik, atau bersama2, agar si adik mendapatkan cukup kolostrum dan ASI sebelum tiba giliran si kakak. Beberapa hari kemudian, kolostrum berubah menjadi ASI, dan
si kakak seperti menemukan kembali kenikmatan menyusui ASI, setelah berbulan2 “cuma” minum kolostrum sedikit-sedikit. Hal ini terlihat dari mulai berkurangnya porsi susu UHT si kakak.

Bagi saya pribadi, setelah ada 2 anak menyusui jadi cukup menantang dan melelahkan. Karena si kakak sudah kadung dibolehkan menyusu bareng si adik, hasilnya setiap kali si adik minta ASI, si kakak pun meminta. Seperti yang sudah saya sebut di atas, lebih capek dari menyusui satu anak saja. Selain itu rasanya lebih haus, dan lebih lapar. Dengan permintaan ASI ganda, rasanya hidup saya habis untuk menyusui, menyusui, dan menyusui. Tetapi, meski demikian, ASI nampaknya tak pernah kurang. Si adik terlihat menggemuk, bahkan lebih pesat daripada waktu si kakak berumur sama. Wajarlah, karena produksi ASI tersedia siap untuk dua mulut.

Menurut literatur mengenai tandem nursing, persaingan kakak beradik dapat ikut teredam. Bagi saya hal itu cukup terbukti. Si kakak tidak bertindak negatif terhadap si adik, malah ia sangat ingin turut
merawat si adik. Namun demikian saya menerapkan batasan-batasan, misalnya, si kakak hanya boleh menyusui di kamar tidur, dan tidak boleh minta ASI di luar rumah, dan kami jelaskan ini adalah karena si kakak jauh lebih besar daripada adik bayi. Syukurlah si kakak mudah mengerti dan menerima penjelasan kami tersebut.

Di usia 3.5 tahun, si kakak akhirnya kami sapih. Sebenarnya saya ingin menyusui selama si kakak mau, tetapi karena faktor kepraktisan dan tekanan masyarakat akhirnya kami putuskan untuk menyapih dengan se-gentle mungkin. Untungnya di usia tersebut si kakak sudah bisa diajak berunding dengan lebih dewasa. Yang kami lakukan hanya menekankan bahwa si kakak adalah anak besar dengan kebutuhan dan kesenangan yang berbeda dengan adik bayi, dan kami menegaskan bahwa ASI jatuh di dalam domain seorang bayi.

Untunglah dapat menerima penjelasan tersebut, dan akhirnya si kakak memutuskan sendiri untuk berhenti menyusui dengan alasan bahwa dirinya adalah anak besar. Kami tidak perlu “berbohong” dengan mengolesi puting dengan jamu, atau menempelkan plester di puting. Saat si kakak memutuskan untuk menolak ASI, kami sadar bahwa si kakak sudah siap untuk berhenti menyusui dan dia sudah mengambil keputusannya sendiri (dengan dorongan dan penjelasan dari kami, tentunya).

Referensi
- Nursing During Pregnancy & Tandem Nursing oleh Kelly Bonyata, IBCLC
- Adventures in Tandem Nursing oleh Hilary Flower

21 Responses to “Tandem Nursing”

  1. A really inspiring article.. :)

  2. Pengalaman hampir sama ama jeng Rani, anak yg gede 20 bulan, yg kecil 2 bulan…

    Nyusu bareng dua-duanya. Terinspirasi utk bener2 nyusuin kiri kanan setelah ngliat fotonya jeng Rani di website ini…

    Go ASI

  3. [...] Jika Anda Memutuskan Untuk Tandem Nursing [...]

  4. Saya sedang hamil 3 bulan, sedangkan di kakak baru 7 bulan.
    awalnya banyak pro kontra mengenai menyusui saat hamil, tapi kedermawanan banyak wanita untuk mensharing pengalamanya, saya merasa lebih tenang dan yakin untuk tetap menyusui baik si kakak maupun di adik nantinya.

    terima kasih untuk artikelnya

  5. Mbk Meutia,trimakasih atas tulisan ini :) sy jg lg hamil 2 bln,kakaknya msh 15bln.makin nambah PD sy utk mengikuti jejak mbk…bahkan sy sampe nangis bc tulisan ini…apalagi liat fotony bikin tambah terharu :)

  6. Alhamdulillah senang rasanya membaca tulisan ini :) saat ini anak pertama saya 11 bln dan adiknya berusia 12mgg dikandungan..saya jd semangat utk tetap memberikan ASI utk kedua anak saya nantinya
    Terimakasih :)

  7. Wah.. ini bnr2 artikel yg buat aku senang, terharu, bangga jg..krn slm ini msh bingung dg tekanan masy dan saran dokter yg sbnrnya gak memperbolehkan menyusui slm hamil.. dmn aku bs berkonsultasi dg IBCLC?

  8. Usia bayi saya belum genap 6 bulan, dan saya positif hamil lagi. Alhamdulillaah, berkah banget. Saya tetap menyusui si Kakak. Membaca artikel Mbak, saya semakin termotivasi untuk tandem nursing. Bahkan saya makin rajin memerah asi di kantor.

  9. Pengalaman saya sama persis dengan artikel ini anak kedua saya lahir ketika usia mas nya 20bln, ditengah pro dan kontra orang2 disekitar saya.. Tapi saya tetap bertahan dgn tandem nursing. Hidup ASI..

  10. bunda… thanks banget sharingnya… saya jadi tambah semangat

  11. Terharu membacanya..pkrku tdk bleh dlakukan apabila hamil smbl mnyusui.sy pun dmkian,saat ini sdg hamil 2 bln dan s kakak baru b’usia 9 bln,,kt tmn2 sy,kl mnyusuix tetap dlanjutkan,mk slanjutnya yg keluar itu adalah darah,bukan susu lagi, apa benar itu? Sharing dong mommies….

  12. bunda-bunda, boleh dong saya minta nasehat2nya mengenai asupan gizi, dll untuk ibu yang mau tandem nursing. konsultsi dengan IBCLC dmn ?

  13. Setelah membaca artikel ini, saya tidak ragu2 lagi tetap menyusui si kakak (2 th 2 bulan) walaupun saat ini saya sedang mengandung, tadinya sudah dicoba untuk disapih, tp melihat rengekannya jd ga tega, thx Bunda…

  14. semoga banyak dari para ibu kita yang ada di indonesia mengikuti jejak ini… dan saya ucapkan terimakasih atas sharing artikelnya.. jzklh khair…

  15. Alhamdulillah saat ini saya diberi amanah lagi oleh Allah. Anak pertama saya 18 bulan dan saya skrg hamil 5 minggu. Kepikiran jg ttg menyusui saat hamil, tp saat membaca artikel bunda saya jd semangat utk trus memberikan ASI bwt si kakak. HIDUP ASI ;-)

  16. Alhamdulillah saya juga melakukan tandem nursing sampai sekarang. Si kakak sekarang 21 bulan dan adek 7 bulan. Selama hamil saya masih menyusui. Dokter kandungan membolehkan selagi tidak terjadi kontraksi ataupun pendarahan. Dokter anak pun membolehkan bahkan cenderung menganjurkan karena ASI dan kolostrum makanan terbaik bagi bayi.
    Memang pada saat hamil produksi ASI berkurang dan payudara menjadi lebih sensitif. Alhamdulillah si kakak koperatif. Kalau hausnya belum sembuh setelah minum ASI, si kakak bilang haus dan minta minum susu atau air putih.
    Menyusui 2 bayi sekaligus memang melelahkan. Malah saya terkadang rasanya tidak sanggup lagi untuk memompa dan menyetok ASI. Kalau dua-duanya minta disusui bersamaan sang kakak tahu diri untuk mengambil posisi di atas kalau saya berbaring. Terkadang kakak mengajak adik untuk menyusu bersama-sama :)
    Saya ibu bekerja, pulang dari kantor sudah ditunggu malaikat kecil yang ingin menyusu, menyusu lagi, sampai paginya siap berangkat kerja lagi. Tapi saya bahagia, karena menyusu hadiah terindah bagi buah hati kita.

  17. [...] karena saya dan sepupu tinggal di kota yang berbeda, kami jarang berinteraksi baik secara langsung maupun tidak langsung. jadi saya juga tidak terlalu updated mengenai kabar tumbuh kembang sepupu Rey itu. hingga suatu saat (kurang lebih setahun yang lalu) saya main kesana, eh si ibu sudah hamil masuk 7 bulan aja dooong.. first thought coming on my mind adalah, apakah mereka tidak KB? maksud saya, pengeluaran untuk pospak yang sebulannya setengah juta sendiri saja mereka perhitungan sekali. bagaimana dengan biaya merawat dua batita sekaligus? apakah tidak pakai perhitungan/perencanaan juga? lalu saya teringat si (calon) anak sulung, yang kira kira usianya baru sekitar 9 bulanan. ASInya gimana? apakah nantinya mau tandem nursing? [...]

  18. Subhaanallaah… semakin yakin saja saya dengan tandem nursing. Anak pertama saya 16 bulan sedangkan saya sedang hamil 23 minggu. Tapi saya tidak ingin “memutus di tengah jalan” pemberian ASI saya ke anak yang pertama. Cerita ini menyemangati saya untuk tetap memberikan ASI hingga anak berusian 2 tahun. Terima kasih, semoga menjadi amal jariyah telah memberikan informasi yang sangat berguna seperti ini.

  19. Hidup ASI…..pengalaman ini sama dng yg masih saya lakukan s/d skrg ini. Anak saya yg besar saat ini 3.5 tahun yg kecl 2 tahun. Wkt saya hamil anak kedua, anak saya yg pertama masih berumur sekitar 9 bulan. Awalnya saya tidak mengetahui kalo saya hamil anak ke2 sampai usia kehamilan sekitar 4 minggu. Setelah saya ingat2 kembali memang diawal kehamilan kedua ini, wkt anak pertama saya meyusui dia seperti menolak ASI (krn mungin rasanya berubah krn saya sedang hamil, berdasarkan artikel yg saya baca, kalo menyusui sedang hamil, rasa ASi berubah menjadi asin). Nah….saya terus paksa dia terus minum ASI, juga karena saya tidak tahu sdg hamil anak ke-2.
    Wkt saya tahu saya hamil anak ke-2 (usia kandungan 4 minggu), saya binggung, apa yg harus saya lakukan. Saya tanya bidan disini, juga tanya/ telp konsultasi laktasi disini. Kebetulan saya tinggal di luar negri. Mereka sangat mensupport tandem ASI ini. Juga saya banyak baca artikel mengenai tandem nursing. ini website yg bagus sekali u/ tandem nursing :
    http://www.llli.org/faq/tandem.html
    http://www.llli.org/faq/bfpregnant.html

    Sampai sekarang anak saya usia 3.5 tahun dan yg ke-2 usia 2 tahun, mereka masih tetap ASI. Teman2 sudah banyak yg bilang u/ stop ASI, tp saya masih melihat si kakak tetap interest dng ASI, jadi saya akan tetap menyusui sampai si kakak ambil keputusan sendiri u/ stop ASI.

    Ayo..ibu2 trus tandem nursing, selama kehamilan sehat, tidak perlu takut menyusui 2 bayi. ASI selalu cukup, malah ASI yg keluar sangat banyak , juga si kecil berat badannya lebih besar dari si kakak wkt sesuai dia. Pengalaman ini sangat indah , biarpun sangat melelahkan, krn bawaannya lapar terus dan seharian kerjaanya cuma ASI trus. Apalagi saya di luar negri spt skrg ini tidak ada saudara, apalagi pembantu, semua hrs dikerjakan sendiri, uuuuh rasanya lelah sekali. Tapi dinikmatin aja terus. Skrg aja saya mulai berpikir kalo anak pertama saya stop ASI, saya pasti merindukan masa2 menyusui kedua bayi saya.

    GBU ALL….Hidup tandem nursing

  20. alhamdulillah….sekarang saya makin PD buat nyusuin anak saya,karna usia nya baru 9 bulan dan saya hamil 10 minggu…trima kasih tuhan dan trima kasih AIMI..karna telah memberi solusi yang terbaik untuk buah hati ku…

  21. terharu sekali membaca pengalaman dari para bunda yang sangat bersemangat untuk tandem nursing.saya seorang ibu yang memiliki seorang putra yg baru genap 1 thn dan sedang hamil 8 minggu.saya ingin tetap menyusui tapi lingkungan tidak ada yg mendukung sama sekali terutama mertua (karena saya masih tinggal dengan beliau)dan suamipun ikut terpengaruh dan melarang dgn mitos2 bahwa anaknya akan sakit-sakitan karena asi sdh berubah jadi darah,dll.apa yg harus saya lakukan ya bunda?

Leave a Reply