Menyusui lah!!!
ASI vs FORMULA: BUKAN TANDINGAN
ASI adalah makanan ‘hidup’ yang memiliki sel hidup, hormon, enzim aktif, antibodi dan paling kurang 400 kompenen unik lainnya. ASI merupakan substansi yang dinamik, komposisinya berubah dari awal sampai ke akhir pemberian dan tergantung dari umur dan kebutuhan bayi. Dikarenakan ASI juga menghasilkan daya tahan aktif, setiap bayi menyusu maka ia akan menerima perlindungan dari penyakit.
Dibandingkan dengan substansi ajaib ini, susu buatan yang dijual sebagai formula untuk bayi tidak lebih dari ‘junk food‘. Ini juga satu-satunya makanan buatan pabrik yang dianjurkan untuk manusia mengkonsumsinya secara eksklusif dalam priode bulanan, walaupun kita tahu bahwa tidak ada satu manuasia pun yang diperkirakan akan tetap sehat dan thrive selama mengikuti makanan yang diproses oleh pabrik.
| ASI | SUSU FORMULA | KOMENTAR |
| LEMAK | ||
| Kaya akan pembangunan otak omega-3, yang disebut, DHA dan AA. Mencocokan secara langsung dengan kebutuhan bayi; levelnya menurun dengan bertambah besarnya bayi. Kaya akan kolesterol; hampir semuanya terserap oleh tubuh. Mengandung enzim lipase fat-digesting |
Tidak ada DHA Tidak menyesuaikan dengan kebutuhan bayi Tidak ada kolesterol Tidak terserap semua Tidak ada lipase |
Gizi yang paling penting dalam ASI; tidak adanya kolesterol dan DHA dapat memaparkan anak sejak dini pada penyakit jantung orang dewasa dan CNS. Lemak yang tertinggal, tidak terserap oleh tubuh menyebabkan bau yang tidak sedap pada BAK dan BAB bagi bayi formula |
| PROTEIN | ||
| Air dadih yang empuk dan dapat dicerna lebih mudah. Lebih banyak diserap secara keseluruhan; lebih tinggi pada ASI ibu yang melahirkan sebelum waktunya. Lactoferrin untuk kesehatan usus. Lysozyme, sebuah antimicrobial. Kaya akan komponen protein untuk otak dan pertumbuhan tubuh. Kaya akan faktor pertumbuhan. Berisikan protein penyebab kantuk | Dadih yang lebih susah dicerna Tidak dicerna secara keseluruhan, jadi banyak sisa, berat untuk ginjal Sedikit atau tidak ada lactoferrin Tidak ada lysozyme. Kurang atau tidak cukupnya protein pertumbuhan otak dan tubuh. Kurangnya factor pertumbuhan Mengandung sedikit protein penyebab kantuk |
Bayi tidak alergi terhadap protein susu manusia |
| KARBOHIDRAT | ||
| Kaya akan oligosaccharide, yang menyehatkan usus. | Tidak ada laktosa dibeberapa formula Kurangnya oligosaccharide |
Laktosa penting bagi perkembangan otak |
| KEKEBALAN TUBUH | ||
| Jutaan sel darah putih hidup, dalam setiap pemberian Kaya akan immunoglobulins |
Tidak ada sel darah putih hidup maupun sel lainnya Tidak ada keuntungan kekebalan tubuh |
Menyusui memberikan perlindungan aktif dan dinamik dari segala macam infeksi ASI dapat dipakai untuk mengurangi berbagai macam masalah kesehatan eksternal seperti ruam popok dan belekan |
| VITAMIN & MINERAL | ||
| Gampang diserap Zat besi 50–75% diserap Mengandung lebih banyak selenium (sebuah antioxidant) |
Not absorbed as well Zat besi 5–10% diserap Mengandung lebih sedikit selenium (sebuah antioxidant) |
Zat gizi di formula susah untuk diserap. Untuk mengimbangi, banyak gizi yang ditambahkan ke dalam formula, membuatnya lebih susah untuk dicerna |
| ENZIM & HORMON | ||
| Kaya akan enzim yang gampang dicerna seperti lipase dan amylase. Kaya akan banyak hormon seperti thyroid, prolactin dan oxytocin. Rasanya beragam sesuai dengan konsumsi makanan ibu, sehingga membantu anak menyesuaikan diri dengan makanan sehari-harinya. |
Aktifitas proses membunuh enzim pencernaan Aktifitas proses akan membunuh hormon, yang pada mulanya bukan komponen kehidupan Rasanya selalu sama |
Enzim pencernaan mendorong kesehatan usus; hormon pendukung keseimbangan biochemical dan kesehatan bayi |
| HARGA | ||
| Sekitar £350 (Rp 5.5 juta) per tahun untuk makanan tambahan untuk ibu apabila gizi sang ibu kurang baik | Sekitar £650 (Rp 10 juta) per tahun. Sampai dengan £1300 (Rp21 juta) per tahun untuk susu formula hipoalergenik. Pengeluaran tambahan untuk botol dan kebutuhan lainnya. Kehilangan pendapatan jika orang tua harus berada di rumah untuk merawat bayi yang sakit. | Di Inggris, NHS mengeluarkan £35 juta (Rp 600 milyar) tiap tahunnya hanya untuk mengobati gastroenteritis bagi bayi yang memakai botol. Di Amerika, perusahaan asuransi membayar $3.6 milyar (Rp 35 triliun) untuk pengobatan penyakit pada bayi yang memakai botol |
Artikel ini boleh diambil dan disebarluaskan tanpa persetujuan terlebih dahulu dari AIMI, dengan syarat bahwa TIDAK digunakan dalam rangka pelanggaran Kode Etik WHO mengenai makanan-makanan pengganti ASI.
