Menyusui lah!!!

Tidak cukup baik

Setelah lebih dari dua dekade, sangat jelas terlihat bahwa pembelaan setengah hati terhadap proses menyusui menguntungkan perusahaan susu formula berbagai negara, tetapi tidak menguntungkan ibu dan bayi. Industri makanan bayi tidak bermaksud mengikuti rekomendasi PBB tentang makanan bayi atau prinsip dari Kode Pemasaran Internasional dari Pengganti ASI – kecuali mereka dipaksa untuk melakukan itu oleh undang-undang atau tekanan dari konsumen atau, lebih efektik, dari keduanya.

Para wanita tidak gagal menyusui. Praktisi dan pekerja kesehatan beserta pemerintah telah gagal mengajar dan menyokong para wanita yang mau menyusui.

Tanpa dukungan, banyak wanita akan menyerah ketika mereka menemukan kesulitan, walau pun hanya kesulitan kecil. Dan sampai sekarang, menurut Mary Renfrew, ‘Wanita yang menyerah meneruskan proses menyusui ini bukan melakukannya dengan gampang. Mereka tidak hanya berhenti menyusui dan langsung meninggalkannya. Banyak dari mereka berjuang sangat keras untuk meneruskannya dan mereka berjuang tanpa adanya dukungan. Mereka melawan lingkungannya – yang bukan saja sangat pro dengan pemberian susu formula, tapi juga sangat tidak bersahabat dengan proses menyusui.’

Untuk memutar-balikkan tradisi ini, pemerintah di seluruh dunia harus mulai mengambil tanggung jawab yang serius untuk memastikan kesehatan generasi penerus. Untuk melakukan ini diperlukan pergantian sosial yang jelas dan mendalam. Kita harus berhenti mengganggu para ibu dengan pesan sederhana ‘ASI yang terbaik’ dan meluangkan waktu, energi dan uang untuk mendidik ulang para praktisi kesehatan dan masyarakat secara luas.

Kita juga harus berhenti berkompromi. Kebijakan kesehatan pemerintah seperti di Inggris dan Amerika, yang menargetkan 75% wanita untuk menyusui sewaktu keluar dari rumah sakit, tidak lebih dari sekedar basa basi.

Banyak dari wanita ini akan berhenti menyusui dalam beberapa minggu dan kebijakan itu tidak menguntungkan siapa pun juga kecuali pembuat susu formula, yang akan mulai menerima uang begitu proses menyusui berhenti.

Untuk mengajak semua ibu untuk menyusui, kita harus siap untuk:

  • Melarang semua iklan susu formula termasuk susu lanjutan
  • Melarang pembagian gratis sampel-sampel susu formula, termasuk yang diberikan untuk kepentingan pendidikan dan pelajaran
  • Memerlukan peringatan kesehatan yang jujur dan jelas di semua kaleng-kaleng dan karton-karton susu formula bayi
  • Meletakkan pembiayaan yang cukup untuk mempromosikan proses menyusui disetiap daerah, terutama daerah yang berkekurangan, dengan beberapa dapat menghasilkan 100% ASI di 6 bulan pertama kehidupan
  • Membiayai kampanye iklan dan pendidikan yang menargetkan para ayah, mertua, anak sekolah, dokter, bidan dan masyarakat umum
  • Memberikan dorongan dan persetujuan bagi wanita yang ingin menyusui di tempat umum
  • Membuat kelonggaran untuk semua wanita pekerja untuk mengambil cuti selama 6 bulan setelah melahirkan, tanpa mereka harus takut kehilangan pekerjaan

Strategi seperti ini telah terbukti berhasil. Pada tahun 1970, angka menyusui di Skandinavia sama rendahnya dengan di Inggris. Lalu, satu demi satu, negara-negara Skandinavia melarang semua iklan susu formula, menawarkan 1 tahun cuti melahirkan dengan pembayaran gaji sebesar 80% dan, pada waktu si ibu kembali bekerja, diberikan waktu 1 jam istirahat untuk menyusui setiap harinya. Sekarang, 98% wanita Scandanivia memprakasai proses menyusui ini, dan 94% tetap menyusui pada usia 1 bulan, 81% pada usia 2 bulan, 69% pada usia 4 bulan dan 42% pada usia 6 bulan. Angka ini, meskipun tidak terlalu tinggi, tapi tetap yang tertinggi di dunia, dan merupakan hasil dari promosi proses menyusui yang dilakukan secara bersama dan mendekati dari berbagai segi.

Dengan diberikannya semua yang kita tahu tentang keuntungan dari menyusui dan bahaya dari susu formula, sangat tidak dapat diterima jika kita membiarkan angka menyusui di Inggris dan dimana pun juga di dunia merosot dengan tajam.

Tujuannya sangat jelas – 100% ibu seharusnya menyusui bayi mereka secara eksklusif, selama paling kurang 6 bulan pertama kehidupanya.

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9

Tentang penulis

Erfi Nizar

Ibu dari empat anak, Izqa (5 thn), Dashqa (3,5 thn), Zachry (23 bln) dan baby Ziv, bertanggung jawab atas website dan pengaturan surel AIMI. Erfi juga salah satu konselor laktasi AIMI.

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.