Menyusui lah!!!
Biaya penelitian
Produsen juga turut memanfaatkan pengaruh mereka melalui praktisi kesehatan (dimana mereka bisa memberikan sampel gratis untuk penelitian dan ‘tujuan pendidikan’) sebagai pihak yang berada di tengah. Kado gratis, jalan-jalan ‘edukasi’ ke lokasi-lokasi eksotis dan mensponsori penelitian adalah sebagian cara bagi praktisi kesehatan ‘terdidik’ mengenai keuntungan dari susu formula.
Menurut Patti Rundall, OBE, pembuat kebijakan untuk grup Baby Milk Action di UK, yang telah melobi untuk meminta pertanggung jawaban dari makanan bayi selama lebih dari 20 tahun, ‘Sepanjang dua dekade terakhir, perusahaan makanan bayi telah mencoba membangun peranan penting dengan praktisi kesehatan, karena mereka mengetahui bahwa pelayanan kesehatan dan pendidikan memegang peranan penting dalam kesempatan pemasaran. Perusahaan, contohnya, sangat tertarik untuk membiayai penelitian pemberian asupan gizi bagi bayi yang merupakan dasar dari kebijakan kesehatan, dan untuk membayar bidan, guru, materi kesehatan dan proyek masyarakat.’
Mereka juga bersemangat untuk membiayai LSM yang ‘penting’ – kelompok yang mempunyai tugas untuk memberi informasi dan mendukung wanita. Tapi pembiayaan seperti ini tidak diijinkan oleh International Code of Marketing of Breastmilk Substitutes (lihat di bawah) karena akan membayangi kemampuan dari organisasi-organisasi seperti ini untuk memberikan informasi independen tentang pemberian makan bayi bagi para ibu. Akan tetapi praktek seperti ini masih sering terjadi – mungkin lebih tertutup dibandingkan sebelumnya – dan terus melemahkan kegiatan penyuluhan praktisi kesehatan untuk proses menyusui.
Melawan balik
Ketika penurunan angka menyusui mempengaruhi kesehatan bayi terlihat jelas dan pengiklanan susu bayi memiliki efek langsung terhadap keputusan pada wanita untuk tidak menyusui, dibuatlah draft International Code of Marketing of Breastmilk Substitutes (Kode Pemasaran Internasional dari Pengganti ASI) dan akhirnya diadopsi oleh World Health Assembly (WHA) pada tahun 1981. Hampir dengan keputusan bulat dengan 118 anggota menyetujui, 3 tidak memberi suara dan satu – Amerika – tidak menyetujui. (Tahun 1994, bertahun setelah menentang, Amerika akhirnya bergabung dengan negara-negara berkembang di dunia sebagai penandatangan Kode Internasional tersebut.)
Kode Internasional ini adalah alat unik yang mempromosikan nutrisi yang aman dan cukup untuk bayi dalam scala global dengan mencoba untuk melindungi kegiatan menyusui dan memastikan pemasaran susu pengganti ASI yang tepat. Ini berlaku untuk semua produk yang dipasarkan sebagai bagian atau pengganti total dari ASI, termasuk formula untuk bayi, susu lanjutan, susu formula spesial, sereal, jus, sayuran campur dan the bayi, dan ini juga berlaku untuk botol susu dan dot atau empeng. Sebagai tambahan, Kode Internasional ini juga menjaga agar tidak ada makanan bayi yang dipasarkan dengan cara meremehkan kegiatan menyusui. Secara rinci, Kode ini:
- Melarang semua iklan atau promosi dari produk-produk ini ke masyarakat umum
- Melarang pemberian sampel dan hadiah kepada para ibu dan pekerja kesehatan
- Mewajibkan materi informasi menyokong kegiatan menyusui, tidak menggunakan botol dan tidak memakai gambar bayi atau tulisan yang mengidealkan pemakaian pengganti ASI
- Melarang penggunaan jaringan kesehatan untuk mempromosikan pengganti ASI
- Melarang persedian susu pengganti ASI yang gratis mau pun berharga rendah
- Mengijinkan praktisi kesehatan untuk menerika sampel, tapi hanya untuk kegiatan penelitian
- Menuntut informasi produk harus berdasarkan fakta dan ilmiah
- Melarang penjualan insentif untuk pengganti ASI dan hubungan langsung dengan para ibu
- Mewajibkan label berisi informasi lengkap tentang penggunaan susu formula bayi dan resikonya jika disalahgunakan
- Mewajibkan pelabelan yang tidak mencegah kegiatan menyusui
Dokumen ini mungkin tidak akan dapat dibuat di masa sekarang. Semenjak pendirian World Trade Organization (WTO) dan etos ‘perdagangan bebas’-nya di tahun 1995, peningkatan kecanggihan dari strategi kekuatan perusahaan dan melobi secara agresif dari organisasi kesehatan telah meningkat sampai batas dimana Kode Internasional ini bisa saja telah terbuang jauh sebelum berada dalam proses voting.
Akan tetapi, di tahun 1981, anggota dari negara, badan hukum dan LSM mempunyai kekuatan yang sama. Dengan melarang industri mengiklankan susu formula, memberikan sampel gratis, mempromosikan produk mereka di fasilitas kesehatan atau memberikan contoh produk ibu dan bayi, dan mengharuskan pemberian lebel yang baik, Kode Internasional bertindak untuk mengatur industri, yang jika tidak, akan bertindak semena-mena untuk mempromosikan produk makanan bayi yang bermutu lebih rendah.
