Berhasil membawa ASI on board

Alhamdulillah, tak henti-hentinya saya mengucap syukur setelah berhasil melewati x-ray terakhir sebelum memasuki badan pesawat. Beberapa waktu yang lalu saya sempat bertanya kiri kanan mengenai bagaimana caranya supaya ASI yang sudah saya perah selama perjalanan bisa lolos masuk cabin dengan cooler tanpa masalah. Kekhawatiran tersebut karena belakangan airlines memberlakukan batasan membawa liquid kedalam cabin.

Sambil duduk tenang didalam pesawat saya mencoba menceritakan kepada para moms siapa tahu suatu saat nanti melakukan travelling dan berencana membawa ASI pulang untuk oleh-oleh si kecil.

  1. Sebelum berangkat saya sudah menghubungi tempat tujuan dimana saya nanti akan bekerja, kebetulan saya seorang ibu yang aktif pada satu cabang olahraga, jadi hampir seharian ada dilapangan. Untuk meyakinkan dilokasi pertandingan ada kulkas yang proper tentunya hal tersebut saya konfirmasikan sebelum keberangkatan. Saya juga bertanya apakah ada tempat untuk memerah ASI atau ruang tertutup dan juga air panas.
  2. Sebelum berangkat tentunya mempersiapkan beberapa hal seperti:
    • cool box yang berukuran cukup, alias nggak kekecilan/kebesaran untuk menyimpan ASI perah selama 3 hari.
    • Pompa asi berikut botolnya.
    • Karena saya pergi selama 3 hari, nggak mungkin rasanya menyimpan ASI tersebut didalam cup yang biasanya saya lakukan kalau saya memerah ASI dikantor. Alhamdulilah saya menemukan kantong penampung ASI yang oke banget (menurut saya lho). Kantong ASI tersebut cukup tebal bahannya dengan double zip, cukup besar kok ukurannya. Setelah ASI diperah dibotol, saya pindahkan kedalam plastik tersebut dan diseal. Keuntungan dari plastik ini karena bentuknya agak lebar, sewaktu disimpan di freezer bentuknya bisa rata, gak makan tempat.
    • Plastik ziplock untuk menjaga agar plastik yang menampung ASI tersebut aman dari segala kotoran. Kita kan nggak tahu kebersihan freezer tempat kita menyimpan ASI nantinya, mendingan cari aman plastiknya didobel. Disamping itu, dengan plastik dobel kita bisa menempelkan label extra. Kalau saya sih saya print label sebelum berangkat dengan tulisan besar-besar BREASTMILK, KEEP FROZEN!
    • Tablet untuk sterilisasi alat-alat pompa dan botol. Kan ga mungkin juga travelling bawa-bawa alat steril yang besar. Tapi ingat lho, setelah disteril, cuci ulang pakai air panas hingga benar-benar bersih.
  3. Sampai ditujuan, setelah check-in di hotel, saya juga sampaikan kepada bagian front desk bahwa saya akan menitipkan ASI perah didapur mereka. Karena umumnya kamar hotel nggak punya freezer. Makanya label-label dan extra plastik ziplock sangat dibutuhkan.
  4. Selelah memerah, saya double plastiknya pakai ziplock, tempel stiker dan tulis nomor kamar. Setiap plastik ASI juga dicantumkan tanggal dan jam kapan kita memerah.
  5. Hubungi pihak hotel/antar sendiri ASI tersebut kedapur dah ingatkan kembali untuk menyimpannya di freezer. Duhhh untuk urusan ini saya bawel banget. Setiap menyerahkan ASI selalu bilang, please keep this in your freezer, below zero please… dah mati bosen kali tuh staf dapur diingetin terus.
  6. Menjelang pulang ASI tersebut saya masukkan kedalam cooler. Saya sih masukin es batu sedikit trus susun plastik-plastik ASI dan tutup kembali dengan es batu.
  7. Selama bertugas, saya menyimpan ASI perah tersebut didua tempat berbeda. Satu dihotel dan satu ditempat pertandingan supaya ASI nggak mondar mandir. Setelah check out dari hotel saya toh harus bertugas dulu dilokasi pertandingan. ASI tersebut saya gabungkan semuanya difreezer sampai menunggu tugas selesai sore hari dan merapikannya kembali ke coolbox dan berangkat ke bandara.

Terus terang, semua itu memang kalo dipikir-pikir merepotkan dan melelahkan. Tapi kalau dijalani gak berasa juga kok, ditambah niat memberikan ASIX kepada anak tercinta yang hampir berusia 3 bulan. Beberapa teman saya terheran-heran dengan semua itu. Diwaktu-waktu break saya selalu menyempatkan memerah, kemudian membersihkan alat-alat pompa dan botol. Walaupun badan secapek apapun saya tetap fokus bahwa Rafa tercinta menunggu ASI mamanya dirumah.

Waktu check in di bandara KLIA, saya bertanya kepada petugas bahwa saya akan membawa ASI on board, apakah diijinkan? Tentunya mereka menanyakan hal-hal standar seperti berapa banyak, sampe 1 liter nggak? Wahhh kalau mau jujur banget sih ya pasti lebih banget dari 1 liter. Tapi pertanyaan tersebut saya jawab dengan cukup diplomatis, “you may check my cooler, I will show you the size of each package”. Dengan pernyataan tersebut mereka toh nggak ngecek juga, dah males kali buka-buka coolbox yang isinya ASI. Saya sih alhamdulilah, nggak mo bohong tapi ga mo juga ASI nya disita karena lebih dari kuota seharusnya. Saya minta staf check in untuk nelpon ke gate dimana saya nanti akan masuk dan menanyakan boleh nggak bawa cooler. Duhhh, saya pikir-pikir saya ini bener-bener bawel dalam segala hal. Tapi mending bawel daripada sok tahulah, jadi saya cuek aja.

Setelah melewati imigrasi, tidak satu pertanyaan pun keluar dari mulut para petugas. Lewat x-ray begitu saja, padahal bawa-bawa coolbox yang ukurannya nggak kecil kan harusnya obvious bawa liquid ya walaupun frozen. Lolos satu gate saya relax sebentar, soalnya deg degan banget. Harus bilang apa ya kalo kantong-kantong ASI tersebut dibongkar dan dicek satu persatu?

Waktunya boarding tiba, nah ini dia yang lebih nakutin. Biasanya petugas-petugas yang ada lebih reseh, ya maklum aja kan dah langsung mau masuk pesawat. Hmmm, saya berharap petugasnya berbaik hati kalau nanti coolboxnya beneran mo dibuka dan dicek. Ehhh, alhamdulilah lolos lho, ga ditanya ini itu. Phewwww…. Legaaaa banget rasanya. Walaupun beberapa moms bilang ga pa apa bawa ASI masuk kedalam pesawat tapi mungkin belum mengalami sendiri jadi deg degannya tetep ada.

Hal ini akan berlangsung dalam beberapa minggu kedepan hingga bulan Agustus karena saya harus bolak balik. Insya Allah diberi kelancaran pada penerbangan berikutnya. Buat para moms yang sudah membantu memberikan saran dan menenangkan hati saya, terima kasih ya. Pengalaman ini nggak terlupakan rasanya, mudah-mudahan sharing ini berguna bagi moms lain.

Titien
(memberikan ASI memang harus niat, jadi apa aja rintangannya bisa dilewati!)

http://theibrahims.blogspot.com

http://taranur.com

16 Responses to “Berhasil membawa ASI on board”

  1. hihihiii… aku blon pernah punya pengalaman by Int’l flight bawa2 ASIP neeh..Thanks for sharing…
    Wkt itu sih klo by Ferry dari SIN – BTH gak ada pertanyaan dari para petugas. Demikian juga dengan Domestic Flight…
    *yg pernah bawa2 hasil perahan selama 4 hari hehehe*

  2. hi moms… waktu aku ke KL juga pulang membawa ASI 16 botol ke dalam cabin. Yang pasti dari Jakarta, DSA-ku sudah menyiapkan surat keterangan bahwa aku adalah seorang ibu menyusui dan membawa ASI. Saat bertugas di KL selama 3 hari 2 malam, kegiatan memerah tetap berjalan. ASI yang sudah diperah pada malam hari saya titipkan kepada pihak hotel. Pada saat check out saya ambil dan masukkan ke cooler bag. Di bandara sempat ditanya apa itu isinya…dan langsung saya jawab : BREAST MILK! If you need to check it, please do. I also have a letter from doctor… petugas langsung jawab : aaa no need laa…. hehehhee….akhirnya bebas deh. ASI-nya Btari sudah melalanglangbuana ke Malaysia tapi anaknya masih bobok dikamar tercintanya…. hehehehe….

    1. hi mba ria
      saya juga mua ke KL, mau dong email mba ria mau tanya2 biar lebih jelas lagi,, buat persiapan,, kebetulan sama nih 3hari 2 malem,, makasi yaa,,

      1. mom Putri… KL nya udah berhasil? aku mau emailnya dong. aku mau tanya-tanya juga… please…

  3. Thanks ya moms sharingnya..
    Soalnya saya nahan-nahan nieh di kantor buat gak ditugasin ke luar karena khawatir tidak bisa menyiapkan asi untuk my Nibi (7 bln):)

  4. Terimakasih atas sharingnya mama titien.
    saya juga sebentar lagi melanglang buana ke US untuk bisnis trip 7 hari.. tapi udah jauh2 hari siap2nya.. mudah2an sukses juga yaa.. biar bisa jadi pencerahan buat ibu2 AIMI yang hebatsss…
    doakaaann.. :)

  5. berkat sharing mama titien ini, aku sukses membawa oleh2 asip dari perjalanan dinas ke eropa selama 8 hari. thanks ya.

    beberapa tips tambahan buat para moms.
    1. sebelum perjalanan, kalau sudah tahu akan menginap dimana, sempatkan menelepon ke hotel dan tanya apakah boleh menitip sesuatu di freezer mereka (biasanya di dapur). karena gak semua hotel punya kapasitas freezer yang cukup besar & belum tentu mengizinkan.
    2. umumnya kru pesawat cukup toleran dengan permintaan menyimpankan asip di ice box mereka asal dilapis dengan plastik transparan dengan ziplock. jangan malu & ragu untuk bertanya ke pramugari. memerah di toilet pun tidak terlalu merepotkan. Yang harus diingat, kalau pesawat transit, asip harus kita ambil dulu karena pergantian kru dan barang apapun di ice box akan dibuang.
    3. jangan memuat asip lebih dari 100 ml per bag/ botol sehubungan aturan max liquid di cabin. pada saat security check, biasanya disuruh buka cool box nya, dan yg menjadi masalah adalah jumlah per bag bukan total yang kita bawa (asal jangan keterlaluan banyaknya). di security check ini harus ngotot dikit jelasinnya (plus memelas), karena umumnya mereka nggak ngerti kenapa harus bawa2 asip padahal tidak bepergian dengan si baby.
    4. paling aman bawa asip dalam koper terus masuk bagasi karena relatif tidak diperiksa. so saranku : coolbox yang dibawa ke cabin hanya untuk asip yang diperah selama flight. selain itu di cabin, suhu relatif suhu ruang (ac) sedangkan di kompartemen bagasi suhunya dingin (cmiiw) sehingga ice gel relatif lebih awet. Yang penting asip di bagasi tertutup rapat, pakai ice gel yang banyak dimasukkan ke cool box terus dilapis plastik beberapa lapis & diplakban supaya kalau mencair tidak basah kemana2. Jangan pakai dry ice dan es batu ya.
    5. peralatan perang yang sebaiknya dibawa :
    • Tisu basah/ gel cuci tangan
    • Pompa asi (paling baik sih mompa pakai tangan, gak ribet cuci2 alat)
    • Plastic bag menyimpan asip (ada beberapa merk yang bisa dicari di toko2 bayi di itc, yang penting ada zip lock), kapasitasnya sekitar 200 ml per bag, tapi mengingat aturan max liquid 100 ml, lebih baik bawa banyakan.
    • Ice gel dalam jumlah banyak. Kalau bisa beli yang bentuknya gel agak flexible. Kalau gede2 makan tempat dan susah nanti atur asipnya. Ingat asip beku yang sudah cair tidak boleh dibekukan lagi, sehingga kalau sampai di indo mencair, harus dihabiskan segera!
    • Cool box. Kalau bisa bawa 2 ya. Yang kecil untuk di cabin, yang lebih besar untuk di bagasi. Yang di bagasi sebaiknya bentuk tas (kayak punya yogurt Cimory – sori nyebut merk)/ sterofoam (misal bekas es krim) supaya ringan & flexible.

    Yang paling penting memang niat keras & doa.
    Sempatkan minimal 2x sehari tetap memerah untuk menjaga produksi asi. Paling nggak pagi2 sebelum sarapan dan sebelum tidur.

    Semoga sukses ya…

    rgds,
    mama alel (6 mth)

    1. Terimakasih atas sharingnya mba titien, mba yuniar and mba siska..
      kebetulan dalam waktu dekat saya mau ke madrid selama 3 minggu ;((
      Baby saya sekarang 11 bulan, going to be 12 bulan saat saya tinggal nanti, untuk asip sudah saya udah siapkan..
      Nah pertanyaannya TSA regulation ini kan dikeluarkan oleh US dept. apakah bisa diberlakukan disemua negara? kalo membaca sharing mba titien, mba yuniar dan mba cecil yang pergi ke eropa, alhamdulillah bisa ya. Tapi ada gak ya regulation yang dikeluarkan uni eropa dengan isi yang berbunyi sama seperti di keluarkan oleh TSA ini?
      Saya agak khawatir, soalnya katanya madrid, agak lain aturannya..
      Mohon sharingnya, saya sekarang lagi googling juga…

      thank yu,
      santi, sarah’s mom (11month)

  6. [...] membawa ASIP dari LN. Silakan baca http://aimi-asi.org/2009/02/dinas-luar-negeri-tak-masalah/ dan http://aimi-asi.org/2008/06/berhasil-membawa-asi-on-board/. Cerita sukses tersebut membuat Bunda bertambah pede untuk menjalaninya. Bunda malah sempet konsul [...]

  7. Thanks infonya .. Udah was2 cemas niy asiku selama diluar kota bgmn nasip nya :)

  8. bunda, boleh info ga merk kantong ASIPnya? Japri yah kalo bisa. tq.

  9. Haaa… seneng banget baca sharingnya mbak.. aku mau business travelling 5 hari ke vietnam naik malaysian airlines juga. aku gi pusing mikirin gimana bawa tuh asi ke pesawat. well.. sepertinya kudu berani and nekad aja yah (^_^) pokoke aku ga rela asiku for my son dibuang..bener kata mbak, apa aja buat anak harus kulakukan. aku sekarang gi tanya pihak MH nya boleh ga bawa frozen ASI ke pesawat, and lum dijawab. tapi setelah baca sharingnya mbak, lega juga si. hopefully.. no issue.. thanks ya sharingnya..

  10. mom Putri… aku mau dong dishare cerita dinas ke KL nya…

  11. need help!
    aku mau keluar kota kurang lebih 3 bulanan untuk pendidikan, bayiku masih 6 bulan, dan dia masih asi,
    apa yang harus saya lakukan sementara di kulkas tidak ada cadangan asip, berhubung saya selalu dalam status kejar tayang

  12. Dear moms,
    aku juga ada rencana mau ke HK 8 hari dgn china AirL dan masih bingung soal membawa asip on board. kalau boleh tahu merk plastik dan cooler bag yg perlu dibeli apa ya dan beli dimana? fyi selama ini aku biasa merah pake tangan. deg2an bgt ni takut asiku ga bisa dibawa plg. tlg japri ya mom merknya. trimss….

  13. very good

Leave a Reply